Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Korelasi Total Bakteri Asam Laktat, Kadar Asam Laktat dan pH Yoghurt dengan Penambahan Konsentrasi Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus L.) Nofiyanto, Erwin; Sampurno, Adi; Cahyanti, Antoni Nani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.762 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i2.16161

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan total bakteri asam laktat (BAL), kadar asam laktat, dan derajat keasaman pada yoghurt dengan penambahan konsentrasi buah nangka. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang dihasilkan dianalisis sidik ragam pada taraf 0,5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Perlakuan terdiri dari penambahan konsentrasi buah nangka pada yoghurt dengan konsentrasi 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3) dan 20% (P4). Hasil penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi buah nangka pada yoghurt berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL, kadar asam laktat dan derajat keasaman (pH). Hubungan antara BAL dengan asam laktat menunjukan korelasi negatif dengan persamaan regresi adalah y=-0.0378x + 1.6991 dan nilai koreksi (r) sebesar 0,46, sedangkan hubungan antara kadar asam laktat dengan pH menghasilkan persamaan regresi y=0,1289x + 4,114 dengan nilai korelasi (r) yang kuat yaitu 0,03. Penambahan konsentrasi buah nangka pada yoghurt dapat memenuhi populasi bakteri untuk dijadikan probiotik serta kadar asam laktat maksimal dan pH standar normal yoghurt.Kata kunci: yoghurt, total BAL, kadar asam laktat, dan derajat keasaman (pH)
Diversification of processed products made from grass jelly leaves at the Teger Farmers Group, Semarang Nofiyanto, Erwin; Haryati, Sri; Sudjatinah, Sudjatinah
Community Empowerment Forthcoming issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.5074

Abstract

Food modification is still quite common in the community, especially the processing of candy, jelly drinks and dawet. The manufacture of candy, jelly drinks and dawet can be modified from the raw material of grass jelly leaves which have a lot of protein and vitamin content. The women of the Teger Farmer Group, Mangunsari Village, Gunungpati District, Semarang City mostly work as farmers and factory workers and do not quite know what food modification is, especially those made from grass jelly leaves. There are many grass jelly plants in the environment around the Teger Farmer Group that have not been utilized until now, so we aim to provide information to the Teger Farmer Group's mothers about preparations made from grass jelly leaves, which can be made into candy, dawet and jelly drinks that have a lot of content. nutrition. The service method was carried out with lectures, discussions and simulations of making processed products. The results of the service revealed that the Teger Farmers' Group, Mangunsari Village, Gunungpati District, Semarang City, mostly had eaten dawet and grass jelly drink, but had never eaten grass jelly candy. In addition, they also do not know how to make sweets, jelly drinks and dawet from grass jelly, and do not know what the ingredients are. Furthermore, at the end of this service activity, partners better understand how to make and nutritional content of all processed products from grass jelly.
Instant Tiwul Formulation High in Antioxidants from Mocaf Flour and Okra Flour: Formulasi Tiwul Instan Tinggi Antioksidan dari Tepung Mocaf dan Tepung Okra Nofiyanto, Erwin; Wahyuningsih, Sri Budi; Tatarina, Siska
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol. 9 No. 1 (2024): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jitipari.v9i1.10131

Abstract

Tiwul is a traditional food source of carbohydrates made from traditionally processed cassava, which is used as a substitute for rice. This research aimed to determine the effect of adding mocaf flour and okra flour (Abelmoschus esculentus) on the chemical and antioxidant properties of instant tiwul. The research method used an experimental design, namely a one-factor Completely Randomized Design (CRD), with treatment comparison between mocaf flour and okra flour (100:0, 85:15, 75:25, 65:35). Each treatment was repeated 4 times. The variables observed were air content, ash, fat, protein, carbohydrates, antioxidants, and preference tests. The data obtained was described as diverse, and if there were differences between treatments, then it was tested further using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The research results of instant tiwul with the addition of 85% mocaf flour and 15% okra flour formulation were instant tiwul with the best treatment in chemical testing and liked by consumers. The selected instant tiwul had an air content of 2.46%, ash content of 2.05%, fat content of 0.32%, protein content of 3.93%, carbohydrates of 81.25%, and antioxidant activity of 81.25%. The tiwul formulation from mocaf flour and okra flour can fulfill the requirements for instant tiwul.
Pelatihan Marinasi Daging Itik untuk Peningkatan Keamanan Pangan di SMKN 4 Kendal Nofiyanto, Erwin; Sudjatinah, Sudjatinah; Wahjuningsih, Sri Budi
TEMATIK Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v4i2.8552

Abstract

Pengawetan bahan pangan tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan garam sebagai bahan pengawetnya, tetapi juga dapat dilakukan dengan menambahkan asam organik pada pengolahan yang dilakukan. Salah satu pengolahan atau pengawetan adalah marinasi. marinade bermacam-macam, yaitu gula, garam dapur (NaCl), garam sorbat, garam fosfat dan garam benzoat, yang bermanfaat untuk meningkatkan keamanan pangan dan masa simpan daging. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan keamanan pangan dengan pelatihan marinasi. Metode pelaksanaan pelatihan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil Pengabdian sebelum diadakan pelatihan marinasi daging itik di SMKN 4 Kendal 100% siswa tahu pengertian marinasi, 85% siswa tidak tahu cara pembuatan marinasi, 60% siswa belum tahu bahan marinasi, dan 75% belum tahu manfaat marinasi selain dibuat untuk bumbu masakan, setelah kegiatan pelatihan 100% siswa cukup memahami dan tahu pengertian marinasi, cara pembuatan, bahan dan manfaat dari marinasi. Dalam pelaksanaan pengabdian pelatihan marinasi daging itik diharapkan para siswa-siswi SMKN 4 Kendal memahami tentang proses marinasi dan kegiatan dapat bermanfaat selain meningkatkan pengetahuan juga dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa.
Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Siswa SMKN 4 Kendal Terhadap Bahaya Styrofoam Sebagai Wadah Makanan Nofiyanto, Erwin; Sudjatinah, Maria; Wahjuningsih, Sri Budi
TEMATIK Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v3i2.7145

Abstract

Salah satu permasalahan kebutuhan manusia adalah makanan. Makanan tidak hanya sekedar cukup akan tetapi harus aman, bermutu dan bergizi. Kalangan kaum remaja dan anak sekolah yang gemar “jajanan“ yang siap saji sering tidak menyadari resiko atau bahaya dari penggunaan bahan pembukus makanan yang terlihat rapi dan bersih. Tujuan Pengabdian untuk peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang pemanfaatan bahan pembungkus makanan khususnya Styrofoam. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu sosialisasi secara langsung tentang penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan yang berbahaya dan menekan resiko penggunaan bahan Styrofoam pada kalangan remaja khususnya siswa SMKN 4 Kendal. Hasil Pengabdian sebelum diadakan sosialisasi semua siswa SMKN 4 Kendal tidak mengetahui bahaya dan solusi penggunaan styrofoam secara tepat sebagai wadah makanan dan setelah pelatihan semua memahami bahaya dan solusi penggunaan styrofoam, sebelum sosialisasi 75% siswa tidak memahami dampak buruk styrofoam terhadap lingkungan hidup dan setelah sosialisasi 100% memahami dampak buruk styrofoam terhadap lingkungan hidup, semua siswa tidak memperhatikan foodgrade dalam kemasan styrofoam sebelum menggunakannya, 44% siswa menjawab menggunakan stryrofoam untuk makanan pada menu berminyak, panas atau asam, sedangkan 56% siswa menjawab tidak menggunakan stryrofoam untuk makanan pada menu berminyak, panas atau asam
Pelatihan Pembuatan Susu Jagung di SMKN 4 Kendal Sudjatinah, Sudjatinah; Nofiyanto, Erwin; Wahjuningsih, Sri Budi
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.11067

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan yang sudah sangat dikenal di masyarakat kita,potensi jagung dalam memenuhi kebutuhan pangan juga tidak diragukan lagi .Pemanfaatan jagung selama ini sudah sangat beragam baik berupa olahan pangan siap konsumsi maupun bahan mentah.dalam upaya  penganekaragaman pangan olahan jagung, salah satunya adalah susu jagung. Berbagai bentuk olahan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah  jagung. Tujuan dalam pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pelatihan pembuatan susu jagungi. Metode pelaksanaan pelatihan dengan ceramah, praktek,dan diskusi. Hasil pengolahan data kuesioner menunjukan bahwa sebelum diadakan pelatihan pembuatan susu jagung di SMKN 4 Kendal 100% siswa mengenal tentang  susu jagung, 65% siswa tidak tahu cara pembuatan susu jagung, 40% siswa belum tahu bahan pembuatan susu jagung, dan 75% belum tahu manfaat susu jagung, dan hasil pengolahan data kuesioner setelah kegiatan pelatihan menunjukan bahwa 100% siswa cukup memahami dan mengetahu cara pembuatan, bahan dan manfaat dari susu jagung. Dalam pelaksanaan pengabdian pelatihan pembuatan susu jagung para siswa-siswi SMKN 4 Kendal memahami tentang proses pembuatan susu jagung dan kegiatan dapat bermanfaat selain meningkatkan pengetahuan juga dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa. Hasil luaran dalam PKM ini publikasi artikel ilmiah ( draf,) HKI granted dan luaran media massa sudah terbit, Produk berupa susu Jagung, Video, dan Flyer
PENERAPAN TEKNOLOGI AUTOCLAVE CERDAS UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI JAMUR: STUDI KASUS DI PKT. SUBUR JAYA Februariyanti, Herny; Sukur, Muji; Nurraharjo, Eddy; Nofiyanto, Erwin
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1838

Abstract

The production of high-quality mushroom seeds is a crucial aspect in supporting the growth of the oyster mushroom industry in Indonesia. The demand for sterile and contamination-free seeds is increasing along with the growth of the mushroom farming sector in various regions. However, the main challenge faced by farmers is the limitation of efficient sterilization technology for growing media, which affects the quality of seedlings and mushroom production yields. The Community Partnership Empowerment (PKM) funded by the 2024 Kemenristek Dikti Grant focuses on enhancing the capacity and skills of mushroom farmers in Subur Jaya through the introduction and training in the use of smart autoclaves. The service method includes three main stages: (1) socialization to introduce smart autoclave technology to farmers; (2) training on the operation and maintenance of the smart autoclave; and (3) assistance in the application of technology over several cycles of mushroom seed production. The implementation of the smart autoclave not only enhances the knowledge and skills of the partners but also increases the number of mushroom farmers involved in PKT. Subur Jaya has grown and is no longer dependent on other regions for mushroom seed supplies. The smart autoclave technology that provides temperature and air pressure control according to production needs can reduce microbial growth, thereby minimizing harvest failures by up to 30%. The community service activity was successfully carried out as planned, and the implementation of a smart autoclave improved the quality of mushroom seedlings.
Characteristics Of Goat's Milk Yoghurt Based Jackfruit And Cempedak Sampurno, Adi; Cahyanti, Antonia Nani; Nofiyanto, Erwin
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2020): November (2020)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v16i2.2990

Abstract

This study aims to determine change of total Lactic Acid Bacteria (LAB), pH, total lactic acid (titrated acid), viscosity, total sugar and total reducing sugar goat milk yogurt with the addition of jackfruit and cempedak fruit pulp using a commercial LAB starter Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus. The research design was a completely randomized design (CRD) with one factor, the treatment was the addition of : P1 = 5% jackfruit pulp, P2 = 10% jackfruit pulp, P3 = 5% cempedak fruit pulp, P4 = 10% cempedak fruit pulp) with 5 repetitions. The results showed that the total LAB in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 2981: 2009; decreased pH value, total lactic acid; increase in viscosity, total sugar and total reducing sugar goat milk yogurt based jackfruit and cempedak.
Sosialisasi Titik Kritis Keamanan Pangan dan Pembuatan Produk Saus Tomat Di SMK N 4 Kendal Azkia, Mita Nurul; Nofiyanto, Erwin; Haslina, Haslina
TEMATIK Vol. 5 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v5i1.11602

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK N 4 Kendal terkait titik kritis keamanan pangan dan keterampilan memproduksi saus tomat yang aman serta berkualitas. Kegiatan dimulai dengan menjalin kemitraan dengan pihak sekolah dan menyusun media komunikasi berupa leaflet yang berisi informasi keamanan pangan dan tahapan pembuatan produk. Sosialisasi dilakukan melalui ceramah interaktif, menitikberatkan pada aspek kebersihan bahan baku, peralatan, serta proses pengolahan. Evaluasi sebelum dan sesudah program menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan rata-rata pemahaman meningkat dari 60-70% menjadi di atas 80-90%. Metode yang diterapkan terbukti efektif dalam menyampaikan materi secara praktis dan aplikatif. Selain memahami konsep teoretis, siswa mampu mempraktikkan keamanan pangan dalam pembuatan saus tomat, termasuk memilih bahan alami tanpa tambahan berbahaya. Program ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kesiapan siswa untuk terlibat di industri pangan.
THE TRAINING IN TEMPERATURE AND HUMIDITY CONDITIONING EQUIPMENT UTILIZATION FOR THE OYSTER MUSHROOM CULTIVATION BUSINESS AT PONGANGAN GUNUNGPATI Utomo, Mardi Siswo; Sukur, Muji; Nurraharjo, Eddy; Nofiyanto, Erwin
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i2.1588

Abstract

Oyster mushroom farming is a business practice for six SMEs in the Pongangan Gunungpati region. The fact that the production tools still in use are basic presents one of the main challenges to oyster mushroom cultivation. The production scale for fresh oyster mushrooms is still quite limited, and it has not been able to satisfy market demand. Additionally, production standards and good crop management have not been adopted. Among MSME members, production management and marketing management are still conducted independently, so that the circulation of fresh mushroom production and marketing is not optimal. Changes in climate and seasons are difficult to foresee and have a propensity to occur, and the popular perception that mushroom cultivation is difficult and can only be done in the highlands contributes to the low level of interest in mushroom farming. The inability of mushroom farmers to condition the mushroom house in accordance with applicable regulations and the absence of technology capable of maintaining stable temperature and humidity in the mushroom house area. Currently, mushroom growers in the Pongangan subdistrict still utilize a rudimentary irrigation mechanism and manually water their crops each morning and evening. The objective of the performed service activities is to use appropriate technology to condition the air’s temperature and humidity to match the natural circumstances of oyster mushrooms.