Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Teknik Symbolic Modelling untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa Tolinggi, Yolan; Kasan, Irpan; Djibran, Moh. Rizki
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 4 No 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 (April 2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v4i2.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal teknik symbolic modelling dalam meningkatkan Penyesuaian sosial siswa kelas X pasca Belajar Dari Rumah (BDR). Jenis penelitian ini adalalah penelitian pre-eksperimen dengan rancangan One-Group Pretest-Postest Design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Mananggu berjumlah 25 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji t. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata pretest 106,12 dengan standar deviasi 7,367 dan nilai rata-rata posttest 122,04 dengan standar deviasi 4,928. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitng > ttabel, yaitu 13,424 > 1,71.
FREE SEX ATTITUDE OF YOUNG ADOLESCENTS AND PERSONALITY STRUCTURE OF SIGMUN FREUD Djibran, Moh. Rizki; Wenny Hulukati; Irvan Usman
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v4i2.149

Abstract

this study discusses free sex attitude of young adolescent and personality structure of Sigmund Freud. The first part of this paper examines young adolescents’ problem and the second part is about personality structure of Sigmund Freud. Free sex attitude of young adolescents is, nowadays, unresolved social issue which should not considered as simple issue due to its serious impact that may appear. This is an action which breaks certain norms and harm nation young generation. Young adolescent is a growth and development period of human life, in a process of growth from birth to transition period, from childhood to adulthood. In teen phase, improvement of sexual drive is the cause of free sex. Free sex is an attitude which is based on sexual drive to obtain sexual pleasant with opposite sex and it is out of legal marriage status. Personality structure of Sigmund Freud comprises three systems namely: id, ego and superego. These three aspects are psychological structure. Human personality acts or functions intact instead of separated segments. Id is a biological component, while ego is psychological component and superego is social component. Reviews of both personality structure of Sigmund Freud and free sex attitude of young adolescent are: (1) id: sexual drive improves and biological sexual maturity is imbalance with psychological maturity, (2) ego: Kissing, Necking, Petting and Intercourse, (3) superego: bad morality of the young adolescents in responding sexual drive.
Relationship Between Students’ Self Confidence Attitude and Assertive Attitude Among Student of Grade XI at SMAN 2 Gorontalo Usman, Irvan; Djibran, Moh Rizki; Ahsan, Sukria
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.84 KB) | DOI: 10.26486/ijagc.v1i2.1145

Abstract

School is considered a place where the students are familiar with new attitudes in life. It is expected that they can recognize a new positive attitude, such as an assertive attitude. The aim of the research is investigating students’ self-confidence behavior with assertive at grade XI of SMAN 2 Gorontalo. The population of this research was 310 students, while its samples were 31 people determined by random sampling. Data are collected through a scale of self-confidence and an assertive attitude. The data were analyzed with regression analysis. Research findings showed that there is a significant correlation between students’ self-confidence and assertive attitude. Variation of students’ self-confidence is 44,19% for assertive attitude, while the remaining 55,81% is followed by other behaviors and attitudes that are not revealed in this research. This study concludes that there is a correlation between self-confidence and assertive behavior on grade XI students of SMA N 2 Gorontalo.  
HUBUNGAN PERILAKU SOPAN SANTUN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Minggato, Sri Iyutri M.; Rahim, Maryam; Djibran, Moh. Rizki; Siregar, Ilham Khairi; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku, termasuk sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada 35 siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi sederhana, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal, sehingga layak dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil regresi sederhana menghasilkan persamaan ? = 0,415 + 0,961X, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,992 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,984 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memberikan kontribusi sebesar 98,4% terhadap variasi perilaku sopan santun siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan perilaku sopan santun siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Kata Kunci: Perilaku sopan pantun, Penggunaan media sosial TikTok, Remaja
Analisis Faktor Mempengaruhi motivasi lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Usman Djauhari; Tuti Wantu; Moh. Rizki Djibran
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v5i1.2932

Abstract

Fokus penelitian ini yaitu (1) Apakah faktor mempengaruhi motivasi pria lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi? (2) Apakah faktor mempengaruhi motivasi wanita lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Pada wanita ?. Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui faktor mempengaruhi motivasi pria lulusan SMK untuk melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi. (2) mengetahui Faktor mempengaruhi motivasi wanita lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya untuk melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case Study). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor mempengaruhi motivasi pria lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi yaitu;(1) Kurangnya minat, (2) Kurangnya motivasi dari keluarga, (3) Ekonomi keluarga, (4) Keinginan untuk bekerja, (5) Minimnya Lulusan yang melanjutkan Studi. faktor mempengaruhi motivasi wanita lulusan SMK Negeri 1 Bone Raya melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi yaitu; (1). Kurangnya minat, (2) Keinginan untuk bekerja, (3) Persepsi terhadap Lulusan, (4) Minimnya Lulusan yang melanjutkan Studi.