Lalamentik, Lucia G. J.
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : TEKNO

PENGARUH BERHENTINYA ANGKUTAN KOTA DI SEMBARANG TEMPAT TERHADAP ARUS DAN KAPASITAS (STUDI KASUS : JL. PIERE TENDEAN DEPAN MEGA TRADE CENTER MTC) Politon, Ronald R. M. W.; Jansen, Freddy; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh berhentinya angkutan kota/mikrolet di sembarang tempat terhadap arus dan kapasitas. Untuk itu penelitian dilakukan selama 6 hari, yaitu hari senin sampai dengan sabtu dari pukul 07.00 - 19.00 WITA. Penelitian dilakukan secara langsung dengan mengambil data-data volume lalu lintas, kecepatan kendaraan (kecepatan rata-rata ruang) dan hambatan samping (kendaraan masuk dan keluar parkir, kendaraan berhenti di sembarang tempat (mikrolet), pejalan kaki, penyebrang jalan dan kendaraan lambat). Data-data volume, kecepatan dan hambatan samping dibagi per 15 menit. Selanjutnya dilakukan pengolahan data yang dibagi dalam beberapa bagian yaitu volume lalu lintas, kecepatan dan kepadatan. Analisa kapasitas jalan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sedangkan untuk pengaruh berhentinya kendaraan berhenti terhadap arus lalu lintas, kapasitas pada saat ada kendaraan berhenti dan kecepatan kendaraan menggunakan regresi tunggal. Dari hasil penelitian diperoleh di ruas jalan Piere Tendean volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari kamis, 01 maret 2018 pukul 17.00-18.00 dengan total arus sebesar 4450 smp/jam. Kapasitas ruas jalan Piere Tendean pada saat ada kendaraan berhenti sebesar 2787,04 smp/jam, sedangkan kapasitas pada saat tidak ada kendaraan berhenti sebesar 4162,15 smp/jam. Dapat disimpulkan bahwa kendaraan berhenti di sembarang tempat mempengaruhi arus lalu lintas sebesar 75,44 % sisanya 24,56 % di pengaruhi oleh variabel yang lain yaitu kendaraan keluar masuk parkir, pejalan kaki, penyeberang jalan, dan kendaraan lambat. Pengaruh kapasitas saat ada kendaraan berhenti terhadap kendaraan berhenti (mikrolet) sebesar 100 % yang terjadi pada hari rabu 28 februari 2018 dan kendaraan masuk keluar parkir, pejalan kaki, penyeberang jalan dan kendaraan lambat tidak berpengaruh terhadap kapasitas jalan Piere Tendean Manado. Sedangkan pengaruh kecepatan terhadap kendaraan berhenti (mikrolet) sebesar 78,3 % yang di ambil pada hari jumat, 02 maret 2018, sedangkan sisanya 21,7 % di pengaruhi oleh variabel yang lain yaitu kendaraan masuk keluar parkir, pejalan kaki, penyeberang jalan dan kendaraan lambat.
Studi Pengaruh Beban Gandar Dan Drainase Terhadap Indeks Kondisi Perkerasan Jalan Pada Ruas Jalan Manado-Amurang Sanggor, Priscilia Ester; Waani, Joice E.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi karena sebagian besar pergerakan barang maupun jasa di Indonesia menggunakan moda angkutan darat. Ruas Jalan Manado -Amurang merupakan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten/Kota sehingga banyak dilewati oleh berbagai jenis kendaraan, dan 36,84% merupakan kendaraan berdimensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan nilai indeks kondisi perkerasan jalan pada Titik Pengamatan I STA 16+400 s/d 17+400 (Desa Ranowangko) dan Titik Pengamatan II STA 34+500 s/d 35+500 (Desa Popontolen), dengan kumulatif beban sumbu standar yang sama namun kondisi sistem drainase yang berbeda pada kedua titik pengamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). PCI ini merupakan indeks numerik yang nilainya berkisar diantara 0 sampai 100. Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sempurna, sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan secara visual dengan panjang pengamatan 1.0 km untuk setiap titik pengamatan, yang kemudian dibagi menjadi beberapa segmen dengan ukuran 50 x 6 m per segmen untuk titik pengamatan I, dan 50 x 6,5 m per segmen untuk titik pengamatan II. Untuk Analisa data beban gandar berdasarkan metode Bina Marga 2013. Ruas jalan Manado -Amurang terakhir dioverlay pada tahun 2008, setelah 10 tahun ruas jalan dioverlay dihitung kumulatif beban sumbu standar dan diperoleh 25.706.604 ESAL.Untuk kondisi sistem drainase titik pengamatan I tidak meiliki sistem drainase, dan untuk titik pengamatan II memilki sistem drainase yang baik. Hasil analisa menunjukkan kerusakan yang terjadi pada kedua titik pengamatan antara lain Lubang (potholes), Retak Buaya (alligator cracking), Tambalan Galian Utilitas (utility cut patching), Pelapukan dan Pelepasan Butir (weathering and raveling), Retak Tepi (edge cracking), Penurunan Bahu Jalan (lane/shoulder drop off), Alur (rutting) , dan Amblas (depressions). Nilai PCI rata-rata untuk ruas jalan desa Ranowangko adalah 64,26 dikategorikan dalam kondisi Baik(Good), namun pada beberapa segmen yaitu segmen 1,8,10,18, dan 20 mengalami kerusakan yang perlu suatu penanganan serius. Sedangkan untuk ruas jalan desa Popontolen diperoleh nilai PCI rata-rata adalah 73,08 yang dikategorikan dalam kondisi Sangat Baik (Very Good), dan setiap segmen dalam kondisi baik sampai sempurna. Untuk rekomendasi penangananan perbaikan kerusakan jalan yang sesuai untuk kedua titik pengamatan adalah program tambalan (patching), dilapisi ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin.
Perbedaan Penggunaan Campuran Fly Ash Dan Bottom Ash Batu Bara Sebagai Filler Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lapis Tipis Aspal Beton – Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) Kalangie, Bryant V. J.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.58939

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan subtitusi filler fly ash dan bottom ash pada campuran HRS-WC melalui pengujian Marshall. Penambahan fly ash dan bottom ash sebagai filler pada penelitian ini menggunakan kadar variasi 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat filler dengan menggunakan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 7.45%. Hasil dari pengujian karakteristik Marshall pada campuran lataston HRS-WC didapatkan nilai stabilitas untuk kadar fly ash 25% 1065.59 kg; 50% 812.33 kg; 75% 784.48 kg; 100% 716.14 kg. Nilai Flow untuk kadar fly ash 25% 4.48 mm; 50% 4.33 mm; 75% 4.16 mm; 100% 3.95 mm. Nilai VMA untuk kadar fly ash 25% 20.105%; 50% 22.43%; 75% 21.687%; 100% 23.650%. Nilai VIM untuk kadar fly ash 25% 6.348%; 50% 9.077%; 75% 8.203%; 100% 10.503%. Nilai VFB untuk kadar fly ash 25% 68.440%; 50% 59.682%; 75% 62.197%; 100% 55.590. Sedangkan untuk Bottom ash didapatkan Nilai Stabilitas untuk kadar Bottom Ash 25% 973.05kg; 50% 800.50kg; 75% 930.57kg; 100% 912.34kg. Nilai flow untuk kadar bottom ash 25% 3.86mm; 50% 3.49mm; 75% 3.19mm; 100% 3.89mm. Nilai VMA untuk kadar bottom ash 25% 18.736%; 50% 17.579%; 75% 16.239%; 100% 16.345%. Nilai VIM untuk kadar bottom ash 25% 4.743%; 50% 6.629%; 75% 1.816%; 100%1.940%. Nilai VFB untuk kadar bottom ash 25% 75.097%; 50% 80.927%; 75% 88.879%; 100% 88.132%. Dari hasil pengujian terdapat nilai karakteristik yang berbeda sehingga dapat di bandingan kualitasnya mana yang lebih baik. Kata kunci: filler, fly ash, bottom ash, HRS-WC, uji Marshall
Dampak Substitusi Limbah Plastik LDPE (Low Density Polyethylene) Terhadap Aspal Pada Campuran AC-WC Nio, Aditya L.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60251

Abstract

Tumpukan limbah plastik yang tidak terpakai dapat menimbulkan masalah lingkungan, karena sebagian besar tidak bisa didaur ulang. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini digunakan limbah plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) yang banyak dipakai oleh masyarakat, sebagai bahan substitusi sebagian aspal. Lapisan aspal yang digunakan merupakan Laston Lapis Aus AC-WC, yang menggunakan material dari kakaskasen dan menggunakan aspla pertemina penetrasi 60/70. Digunakan variasi kadar limbah plastik yaitu 2%, 4%, 6%, dan 8% dari total berat aspal rencana. Kemudian digunakan 2 cara untuk melakukan perbandingan yaitu analisa saringan dan fuller, serta pencampuran yang dilakukan adalah cara basah (Wet Process) sebagai metode pencampuran limbah plastik terhadap aspal. Hasil dari pengujian karakteristik marshall setelah disubstitusi limbah plastik dengan cara Analisa Saringan didapatkan nilai tertinggi dan masuk dalam spesifikasi yaitu, Stabilitas pada kadar 4% 1546,00 Kg, Flow pada kadar 8% 3,58 mm, VMA pada kadar 8% 17,731%, VIM pada kadar 4% 4,941%, VFB pada kadar 4% 69,878%, Kepadatan pada kadar 4% 2,134 gr/cc, MQ 444,68. Sedangkan pada cara Fuller didapatkan nilai Stabilitas pada kadar 8% 1838,98 Kg, Flow pada kadar 2% 3,70 mm, VMA pada kadar 14,167% namun tidak masuk dalam spesifikasi, VIM pada kadar 2% 4,768%, VFB pada kadar 68,539%, Kepadatan 8% 2,126 gr/cc, MQ 547,15. Pada 2 cara ini, dapat disimpulkan bahwa substitusi limbah plastik LDPE ini mempengaruhi setiap nilai parameter yang ada. Terlihat pada Stabilitas, Flow, Marshall Quotient yang mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak stabil, begitu pula dengan VMA, VIM dan VFB. Cara analisa saringan pada penelitian ini lebih memiliki nilai karakteristik marshall yang baik dibandingkan dengan cara fuller, dan diidentifikasi campuran yang baik pada kadar plastik 4% - 4,4. Kata kunci: Low Density Polyethylene (LDPE), cara basah (Wet Process), AC-WC
Analisa Pengaruh Penambahan Pasir Pantai Kapataran Sebagai Agregat Halus Pada Campuran HRS-WC Pangemanan, Randy A. Y.; Lalamentik, Lucia G. J.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65245

Abstract

Perkerasan jalan menjadi satu hal yang cukup penting khususnya dalam bidang transportasi, untuk menciptakan kualitas pembangunan prasarana transportasi yang ramah lingkungan, murah dan efisien, serta mempunyai kualitas yang tahan lama dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pasir pantai sebagai komposisi agregat halus untuk campuran aspal HRS-WC terhadap nilai karakteristik Marshall. Setelah dilakukan analisa pada setiap karakteristik marshall pada kombinasi gradasi agregat Fuller didapat hasil untuk nilai kadar aspal optimum sebesar 6,75%. Nilai kadar aspal optimum yang didapatkan akan menjadi patokan kadar aspal yang akan digunakan untuk campuran HRS-WC dengan penambahan pasir pantai. Pengaruh penambahan pasir pantai kapataran terhadap karakteristik marshall untuk campuran HRS-WC kombinasi gradasi agregat Fuller didapatkan hasil untuk kadar pasir pantai 15% dengan nilai stabilitas 729,91kg, flow 3,56, VMA 25,506%, VIM 15,367%, VFB 39,753%, Marshall Quotient 206,222kg/mm, kadar aspal efektif 5,4, kepadatan/density 1,949gr/cc. Kata kunci: HRS-WC, pasir Pantai Kapataran, Marshall test, kadar aspal optimum, kombinasi gradasi agregat
Evaluasi Geometrik Jalan Pada Ruas Jalan Suluan-Rumengkor Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara STA 0+000 Sampai 3+000 Kalumata, Jonea S.; Palenewen, Steve Ch. N.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65246

Abstract

Ruas jalan Suluan – Rumengkor merupakan salah satu jalan yang menghubungkan Kota Tondano dengan Kota Manado. Namun kondisi geometrik ruas jalan ini masih belum memenuhi standar geometric jalan untuk jalan kolektor primer dengan kecepatan 40-60 km/jam. Pada ruas jalan ini masih banyak tikungan yang berdekatan dan memiliki radius kecil sehingga membuat ketidaknyamanan pengguna jalan, sehingga perlu perbaikan geometric.Penelitian ini bertujun untuk menyajikan data geometrik berdasarkan desain perencanaan berupa alinyemen horizontal dan vertical serta volume tanah (galian dan timbunan) pada ruas jalan sepanjang 3km yang dilakukan melalui pengambilan data kondisi geometrik menggunakan alat ukur total station. Data pengukuran dilapangan selanjutnya diolah menggunakan Microsoft excel, kemudian divisualisasikan menggunakan program autocad Civil 3D 2021 dengan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan No.20/SE/Db/2021.Hasil evaluasi menunjukan ruas jalan Suluan – Rumengkor dengan Panjang 3km memiliki 31 tikungan dengan 24 tikungan yang belum memenuhi syarat jari-jari minimum sesuai standar Bina Marga untuk jalan kolektor pripmer dengan kecepatan rencana 60km/jam yaitu 130m. Parameter yang lain juga seperti jarak pandang, kelandaian, jarak antar lengkung dan superelevasi belum memenuhi syarat. Hasil perencanaan trase jalan yang baru menghasilkan 8 lengkung horizontal dan 3 lengkung vertikal. Kata kunci: geometrik jalan, alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, volume