Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : TEKNO

Penyediaan Fasilitas Bermain Anak Di Taman Muhammad Hatta, Desa Mangon, Kota Sanana Suleman, Julkifli; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58693

Abstract

Taman Kota merupakan bagian landscap dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Yang diprioritaskan dalam rencana pembangunan kota. Taman kota merupakan bagian perencanaan RTH bertujuan untuk mengimbangi kawasan spasial fisik Terbangun yang besar pada lahan hijau. Keberadaan taman di kota Sanana merupakan hal baik bagi masyarakat. Namun, taman di Kota Sanana ini masih belum memiliki fasilitas bermain untuk anak. Untuk itulah perlu diketahui kriteria apa saja Yang harus dipenuhi dalam menyediakann fasilitas bermain anak pada taman kota sehingga dapat mengurangi rasa jenuh anak saat ke taman. Kriteria-kriteria ini dijadikan dasar dalam penyediaan taman bermain sehingga pemanfaatan taman dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitarnya. Kata kunci: penyediaan, fasilitas, bermain, anak, taman, kota
Model Distribusi Kecepatan Angin Untuk Peramalan Gelombang Di Wilayah Perairan Manado Lihondatu, Reinhard H. M.; Thambas, Arthur H.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59483

Abstract

Perencanaan bangunan pengaman pantai pada dasarnya memerlukan beberapa data yang harus diketahui, salah satunya adalah data gelombang. Namun, ketersediaan data gelombang cenderung menjadi suatu permasalahan dikarenakan data tersebut tidak tersedia di Lokasi pekerjaan bahkan sulit untuk didapatkan. Dikarenakan hal tersebut, maka para ahli mengemukakan beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang. Berdasarkan data angin dapat dibuat suatu model distribusi kecepatan angin yang bisa digunakan untuk peramalan gelombang. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data angin dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika – Stasiun Meteorologi Maritim Bitung di Kota Bitung. Adapun data yang diambil adalah data arah dan kecepatan angin setiap jam selama kurun waktu 5 tahun (2018-2023) di Kota Manado. Data ini kemudian dianalisis untuk pembuatan model distribusi kecepatan angin di wilayah perairan Manado, yang dapat dipakai untuk meramalkan tinggi gelombang dengan metode Darbyshire dan SMB dengan beberapa kondisi yang diperhitungkan. Hasil penelitian ini kemudian di sajikan dalam bentuk grafik persamaan regresi linear berdasarkan durasi rencana 12 jam sehingga dapat digunakan untuk meramalkan tinggi gelombang yang akan terjadi di wilayah perairan kota Manado. Kata kunci: model distribusi,kecepatan angin,peramalan gelombang
Model Distribusi Kecepatan Angin Untuk Peramalan Gelombang Menggunakan Metode Darbyshire dan SPM Di Kota Bitung Menda, Glenn R.; Thambas, Arthur H.; Jasin, M. Ihsan
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60949

Abstract

Kota Bitung merupakan kota maritim yang sangat bergantung pada aktivitas perikanan, perdagangan, dan pariwisata. Keamanan dan efisiensi operasional di perairan sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, pengumpulan data gelombang laut secara langsung di Indonesia sering kali memakan waktu dan biaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan distribusi kecepatan angin dan meramalkan tinggi gelombang di perairan Kota Bitung menggunakan metode Darbyshire dan Shore Protection Manual (SPM). Data kecepatan angin, durasi, dan arah angin dari lima tahun terakhir yang diperoleh dari BMKG Kota Bitung dianalisis untuk membuat model distribusi kecepatan angin relatif, yang kemudian diaplikasikan untuk meramalkan tinggi dan periode gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan linear yang kuat antara kecepatan angin dan tinggi gelombang, dengan koefisien determinasi R2 sebesar 0.9937 dan persamaan regresi linear y = 8.8045x + 2.2916. Hasil tinggi gelombang yang diperoleh untuk wilayah perairan Kota Bitung dengan durasi 12 jam adalah: kecepatan angin maksimum 14.02 m/s = 1.35 m, 10.49 m/s = 0.9 m, 8.3 m/s = 0.7 m, 6.89 m/s = 0.49 m. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan infrastruktur perairan dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan dalam merencanakan dan mengelola aktivitas maritim di Kota Bitung. Kata kunci: kecepatan angin, tinggi gelombang, model distribusi, Darbyshire, SPM
Implementasi Metode Long Short-Term Memory (LSTM) Dalam Peramalan Tinggi Gelombang Untuk Wilayah Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara Budiman, Juan C.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65140

Abstract

Gelombang laut merupakan fenomena alam yang dibangkitkan oleh angin dan memiliki peran penting dalam rekayasa pantai, perikanan, serta transportasi maritim. Informasi tinggi gelombang sangat diperlukan, namun sifat stokastik gelombang laut membuat prediksinya masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prakiraan tinggi gelombang signifikan menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) di perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Dataset yang digunakan berasal dari ERA5 berupa tinggi gelombang signifikan (Hs(ERA5)), komponen angin zonal-meridional yang dikonversi menjadi Hs(wind), serta data altimetri untuk validasi. Model LSTM dilatih pada data 1998–2021, divalidasi 2022, dan diuji 2023 dengan horizon prediksi 1 hari. Hasil menunjukkan bahwa model mampu memprediksi tinggi gelombang signifikan dengan baik. Evaluasi menggunakan data uji menghasilkan nilai kesalahan rendah, dengan RMSE dan MAE pada kisaran sentimeter. Validasi terhadap data altimetri memperlihatkan kinerja lebih baik pada Hs(ERA5) (RMSE 0,282 m; MAE 0,235 m; MAPE 37,98%) dibanding Hs(wind) (RMSE 0,460 m; MAE 0,434 m; MAPE 78,34%). Model juga berhasil merepresentasikan variabilitas musiman sesuai pola aktual. Hasil ini menunjukkan bahwa metode LSTM efektif untuk peramalan tinggi gelombang signifikan dan berpotensi mendukung sistem peringatan dini serta perencanaan wilayah pesisir di Indonesia. Kata kunci: deep learning, LSTM, peramalan gelombang, ERA5, altimetri
Analisis Sedimentasi Di Muara Sungai Kuhanga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Antou, Jacky T.; Thambas, Arthur H.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65433

Abstract

Muara sungai adalah bagian hilir sungai tempat aliran sungai bertemu dengan laut, dan terjadi pencampuran antara air tawar dan air laut. Daerah ini merupakan zona transisi dari lingkungan sungai (fluvial) ke lingkungan laut (marin). Proses sedimentasi yang terjadi di muara sungai memiliki dampak penting terhadap perubahan morfologi Kawasan pesisir, aksesibilitas perairan, serta keseimbangan ekosistem dan aktivitas social ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sedimentasi serta mengidentifikasi faktor – faktor yang mempengaruhi proses sedimentasi di Muara Sungai Kuhanga Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi dan pengumpulan data pasang surut, angin, gelombang, dan batimetri. Data pasang surut dari Sistem Reformasi Geospasial Indonesia (SRGI) dan penentuan tipe pasang surut menggunakan metode Admiralthy, selanjutnya perhitungan gelombang dilakukan dengan metode handcasting menggunakan data angin dari website ERA 5 Climate Data Store. Karakteristik gelombang dianalisis dengan menghitung transformasi gelombang, yaitu koefisien refraksi dan shoaling dan perhitungan gelombang pecah digunakan untuk mengetahui lokasi pecahnya gelombang. Sedimentasi dianalisis dengan metode CERC untuk mengetahui banyaknya angkutan sedimen sejajar maupun tegak lurus pantai. Hasil penelitian menunjukan bahwa sedimentasi dimuara didominasi oleh pengaruh gelombang laut. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengelolaan wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan serta menjadi acuan pertimbangan dalam perencanaan Teknik pengendalian sedimentasi di Kawasan muara sungai Kuhanga. Kata kunci: sedimentasi, muara sungai, pasang surut, gelombang, pesisir, CERC, Kuhanga, Bintauna
Analisis Perubahan Garis Pantai Berbasis Model Numerik Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Biasa, Jenifer; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66438

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrodinamika laut, seperti gelombang, pasang surut, dan transport sedimen, yang dapat menyebabkan abrasi maupun akresi pantai. Pantai Batu Putih Atas di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai dan berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengidentifikasi besaran area abrasi dan akresi menggunakan pendekatan model numerik. Metode yang digunakan adalah pemodelan perubahan garis pantai berbasis one-line theory dengan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi data angin untuk hindcasting gelombang, data pasang surut, batimetri, serta peta garis pantai. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2035. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di lokasi penelitian bersifat tidak seragam, dengan kecenderungan abrasi pada beberapa segmen pantai dan akresi pada segmen lainnya. Pola perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh karakteristik gelombang dominan dan distribusi transport sedimen sejajar pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan pantai secara berkelanjutan di pantai Batu Putih Atas, Kota Bitung. Kata kunci: perubahan garis pantai, model numerik, CEDAS NEMOS, abrasi, akresi, pantai Batu Putih
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Mokupa Kabupaten Minahasa Wenur, Rafael C.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66956

Abstract

Pantai Mokupa di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, merupakan kawasan strategis yang dilalui Jalan Trans Sulawesi serta dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas perikanan nelayan. Kedekatan infrastruktur jalan dengan garis pantai menyebabkan kawasan ini rentan terhadap dinamika pesisir, terutama abrasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Perubahan garis pantai yang terus mengarah ke daratan menunjukkan perlunya perencanaan bangunan pengaman yang mampu mengendalikan pergerakan sedimen sesuai karakteristik hidrodinamika setempat. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pengaman pantai berupa groin tipe T sebagai upaya menstabilkan garis pantai dan mengurangi dampak abrasi di Pantai Mokupa. Metode penelitian meliputi analisis gelombang rencana, pasang surut, serta perhitungan transport sedimen sejajar pantai sebagai dasar penentuan dimensi dan tata letak bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transport sedimen sejajar pantai mencapai 5689,428 m³/tahun, yang mengindikasikan dominasi pergerakan material sepanjang pantai sehingga pendekatan pengendalian menggunakan groin tipe T dinilai paling sesuai. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh dimensi groin tipe T dengan elevasi mercu 7,4 m, lebar puncak 4,6 m, lebar toe protection 7,84 m, dan tinggi toe protection 3,217 m. Dimensi tersebut dirancang untuk mampu menahan perpindahan sedimen dan mendorong terbentuknya akumulasi material di sekitar bangunan. Penerapan groin tipe T diharapkan dapat meningkatkan stabilitas garis pantai, melindungi keberadaan Jalan Trans Sulawesi, serta mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat pesisir di Pantai Mokupa. Kata kunci: groin tipe T, abrasi pantai, transport sedimen sejajar pantai, stabilitas garis pantai, bangunan pengaman pantai
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Labuo Kecamatan Bolang Itang Timur Nadeak, Alvin G.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67029

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis antara daratan dan lautan yang terus mengalami perubahan akibat pengaruh gelombang, arus, dan transport sedimen. Perubahan ini dapat menyebabkan abrasi maupun akresi yang berdampak pada lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memprediksi perubahan garis pantai menggunakan model numerik CEDAS dengan modul NEMOS. Lokasi penelitian berada di Pantai Tanjung Labuo, Kecamatan Bolang Itang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang digunakan meliputi data angin, gelombang, pasang surut, topografi, dan batimetri. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh proses akresi dengan nilai maksimum 10,04 m dan rata-rata perubahan sebesar 6,28 m. Tidak ditemukan indikasi abrasi signifikan pada periode simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian cenderung mengalami penambahan daratan akibat proses sedimentasi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, akresi, abrasi, CEDAS NEMOS, GENESIS
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pesisir Desa Paret Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Supit, Raja M. P.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67058

Abstract

Pantai Paret yang berada di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman desa serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Menurut informasi warga, bangunan pengaman pantai yang ada di Lokasi tidak melindungi seluruh pemukiman karena perkembangan desa sehingga sebagian dicapai limpasan gelombang laut. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanaan pengaman pantai yang tepat di pesisir desa paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Perencanaan pengaman Pantai dengan mengumpulkan data sekunder dari website ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dan juga SRGI, berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai Revetment dengan lapis pelindung 1 kubus beton, dan lapis pelindung 2 batu boulder, dengan Tinggi Mercu 3,63 m, Lebar puncak 1,8 m, kemiringan 1:3, tinggi toe protection 1,29 m, dan lebar toe protection 3,43 m. Kata kunci: Pantai Paret, gelombang, pengaman pantai, revetment
Simulasi Perubahan Garis Pantai Matani Satu Kabupaten Minahasa Selatan Koessoehardiman, Nadya; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67074

Abstract

Pantai Matani Satu di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis secara lingkungan dan sosial ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat abrasi yang dipengaruhi oleh dinamika gelombang dan proses hidrodinamika pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai serta menentukan nilai maksimum abrasi dan akresi menggunakan perangkat lunak Coastal Engineering Design and Analysis System (CEDAS) modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi angin periode 2020–2024, gelombang dari ECMWF Copernicus, pasang surut, batimetri, serta data garis pantai hasil digitalisasi. Analisis pasang surut dilakukan dengan metode Admiralty untuk memperoleh parameter elevasi muka air, sedangkan data gelombang dianalisis melalui transformasi gelombang yang mencakup refraksi, shoaling, dan gelombang pecah sebelum digunakan sebagai input model. Simulasi perubahan garis pantai dilakukan melalui pembentukan grid, pemodelan propagasi gelombang, dan eksekusi model GENESIS untuk periode prediksi 2025–2035. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut tergolong semi-diurnal (F < 0,25). Simulasi numerik mengindikasikan terjadinya abrasi pada segmen pantai yang terpapar gelombang dominan dengan fetch efektif besar, serta akresi pada area yang relatif terlindung. Studi ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan perlindungan pantai dan pengelolaan pesisir berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik, CEDAS, Pantai Matani Satu