Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kolaborasi Komunitas dan Desain Partisipatif dalam Membangun Fasilitas Wisata yang Berdaya Guna di Desa Wisata Green Kayen Preambudi, Akbar; Tisnawati, Endah; Alfathoni, David Qori'; Arifin, Reyno Ikhwan Nur
Jurnal ABDI RAKYAT Vol. 2 No. 1 (2025): JURNAL ABDI RAKYAT
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/jar.v2i1.498

Abstract

Pengembangan fasilitas wisata di Desa Wisata Green Kayen bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekowisata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Pemilihan topik ini didasarkan pada potensi besar desa dalam pengembangan pariwisata ramah lingkungan yang dapat memberdayakan ekonomi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatoris melalui Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan fasilitas. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan keberhasilan pembangunan fasilitas seperti food court, gapura desa wisata, dan area camping ground yang didesain berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pembangunan ini tidak hanya meningkatkan aksesibilitas pariwisata, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas. Kesimpulannya, pendekatan partisipatoris yang diterapkan terbukti efektif dalam menciptakan fasilitas yang berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat setempat.
PREFERENSI PRIORITAS PENGEMBANGAN RUANG PADA PERUMAHAN TIPE 21 Annisa Oktareangga Dheany; Preambudi, Akbar
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5803

Abstract

Type-21 houses are among the most popular forms of housing for low-income communities due to their affordability and the support of government subsidy programs. However, the limited building area encourages occupants to undertake spatial transformations to meet functional needs and accommodate the dynamics of domestic activities. This study aims to identify the preferences and priorities of spatial development in Type-21 housing as a basis for understanding residents’ adaptive spatial patterns. Data were collected through questionnaires, interviews, and field observations involving 24 Type-21 houses located in four residential areas in Magelang. Samples were selected purposively, focusing on privately owned houses that had undergone renovation. The analysis was conducted by assigning scores to the sequence of space priorities based on interview results and observations of layout changes at each renovation stage. The findings reveal that the top three space priorities are the living room, master bedroom, and main bathroom/WC, which represent the basic functions originally provided by developers. However, the kitchen emerged as an additional primary need, considered essential by all respondents. Subsequent priorities include the terrace, additional bedrooms, and laundry areas, which develop according to the economic capacity and family size of each household. These results indicate that spatial development in small-scale housing occurs progressively and adaptively,
PREFERENSI PRIORITAS PENGEMBANGAN RUANG PADA PERUMAHAN TIPE 21 Annisa Oktareangga Dheany; Preambudi, Akbar
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5803

Abstract

Type-21 houses are among the most popular forms of housing for low-income communities due to their affordability and the support of government subsidy programs. However, the limited building area encourages occupants to undertake spatial transformations to meet functional needs and accommodate the dynamics of domestic activities. This study aims to identify the preferences and priorities of spatial development in Type-21 housing as a basis for understanding residents’ adaptive spatial patterns. Data were collected through questionnaires, interviews, and field observations involving 24 Type-21 houses located in four residential areas in Magelang. Samples were selected purposively, focusing on privately owned houses that had undergone renovation. The analysis was conducted by assigning scores to the sequence of space priorities based on interview results and observations of layout changes at each renovation stage. The findings reveal that the top three space priorities are the living room, master bedroom, and main bathroom/WC, which represent the basic functions originally provided by developers. However, the kitchen emerged as an additional primary need, considered essential by all respondents. Subsequent priorities include the terrace, additional bedrooms, and laundry areas, which develop according to the economic capacity and family size of each household. These results indicate that spatial development in small-scale housing occurs progressively and adaptively,
DINAMIKA TERITORI DAN RUANG PERSONAL DALAM TRANSFORMASI HUNIAN PASCABENCANA: Studi Perubahan Denah Rumah Bantuan di Tembi, Yogyakarta Annisa Oktareangga Dheany; Akbar Preambudi
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 4 No 1 (2026): MEI 2026
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v4i1.6512

Abstract

Rumah bantuan pascabencana umumnya dirancang sebagai hunian standar yang memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal dalam waktu singkat. Namun, dalam jangka panjang, rumah tersebut sering mengalami perubahan spasial sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika territory dan personal space pada rumah bantuan pascagempa di kawasan Tembi, Yogyakarta, melalui analisis perubahan denah rumah dari kondisi awal hingga kondisi saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap penghuni, dokumentasi, serta rekonstruksi denah berdasarkan tahapan renovasi. Sampel penelitian terdiri atas tujuh rumah bantuan di RT 4 dan RT 8 yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan longitudinal spasial untuk memahami hubungan antara transformasi ruang dan perilaku penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan rumah berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh kebutuhan domestik, fungsi sosial, serta budaya lokal. Penambahan teras, ruang tamu, dan dapur menjadi pola perubahan dominan yang mencerminkan pembentukan zona publik, semi publik, dan privat. Sementara itu, ruang tidur menunjukkan kebutuhan personal space yang berkaitan dengan privasi penghuni. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah bantuan berkembang menjadi hunian adaptif yang merepresentasikan kebutuhan sosial dan perilaku penghuni.
Studi kelayakan pengembangan bumi perkemahan sebagai alternatif wisata di Kawasan Wisata Kalisuci, Kabupaten Gunungkidul Bayu Argadyanto Prabawa; Akbar Preambudi; Firda Annisak; Ngizudin Alfi Hidayanto; Desy Wahyuning Tyas
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i1.67114

Abstract

Pasca Covid-19, kegiatan wisata di Indonesia mulai menggeliat pada tahun 2022, begitu pula pada kawasan wisata Kalisuci. Pengembangan alternatif atraksi dengan bentuk bumi perkemahan merupakan alternatif wisata untuk melengkapi atraksi cave tubing yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan serta melakukan penilaian kelayakan pengembangan bumi perkemahan di kawasan Wisata Kalisuci. Penelitian ini menggunakan teknik tabulasi nilai berdasarkan Permenpar RI Nomor 24 Tahun 2015 untuk menilai kelayakan kawasan wisata Kalisuci sebagai bumi perkemahan. Hasil studi menunjukkan aspek produk telah terpenuhi sebanyak 20 dari total 34 sub-unsur, aspek pelayanan telah memenuhi keseluruhan 13 sub-unsur, dan aspek pengelolaan telah terpenuhi 22 dari total 31 sub-unsur. Berdasarkan temuan tersebut, masih perlu upaya perbaikan kualitas untuk meningkatkan kelayakan usaha, di antaranya cut and fill lahan karena kemiringan lereng yang bervariasi, peningkatan jalur sirkulasi, pemasangan pagar pengaman kawasan, penyusunan layout tenda, serta penambahan fasilitas olahraga, dapur umum, perlengkapan berkemah, pemeriksaan kesehatan karyawan dan satuan pengamanan, ketersediaan IPAL, dan akses darurat. Kajian ini merupakan penilaian awal pengembangan usaha bumi perkemahan sebagai acuan pengelola wisata untuk melakukan optimalisasi potensi wisata Kalisuci.