Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERAN JURU PEMANTAU JENTIK DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN RANOTANA WERU Porogoi, Violita D.; Kaunang, Wulan P.J; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia endemis terhadap penyakit ini. Penyakit ini termasuk dalam salah satu penyakit menular dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Untuk mengurangi kejadian DBD, keluarga dapat melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD, maka dibutuhkan peran jumantik dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk penerapan PSN. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara peran juru pemantau jentik dengan perilaku keluarga dalam pemberantasan sarang nyamuk  dbd di Kelurahan Ranotana Weru. Penelitian ini menggunakan penelitian non-ekperimen kuantitatif dengan desain cross sectional study dilakukan di Kelurahan Ranotana Weru Kota Manado pada bulan Juli – September 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di lingkungan 2, lingkungan 4, lingkungan 5, lingkungan 6, dan lingkungan 9. Jumlah sampel yaitu 67 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas, lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji statistik spearmen’s rank (rho). Dari hasil penelitian  melalui uji statistik diperoleh  p value sebesar 0,000 (<0,05), hasil tersebut menunjukan  ada hubungan antara peran juru pemantau jentik (Jumantik) dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD. Diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,521 yang artinya hubungan kekuatan kedua variable adalah kuat, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan perilaku keluarga dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD. Kata Kunci: Juru Pemantau Jentik, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Demam Berdarah Dengue ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the diseases that still become health problems in Indonesia. Almost all districts/cities in Indonesia are endemic to this disease. This disease is included in one infectious disease and often causes Extraordinary Events (EE). To reduce the incidence of dengue fever, families can carry out activities to Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever, so the role of Wiggler Monitoring Officers is needed in increasing community participation for the application of EMN. Research purpose to find out The Relationship Between The Role of Wiggler Monitoring Officers and Family Behavior in The Eradication of Mosquito Nests (EMN) in Ranotana Weru Village, Manado City. This study uses a Quantitative Non-experiment research design with Cross Sectional Study conducted in the District of Ranotana Weru, Manado City in July - September 2019. The population in this research are all people who live in Region 2, Region 4, Region 5, Region 6, and Region 9. The number of samples is 67 respondents. This research uses a questionnaire that has been tested for validity, then the results are analyzed using the statistical test spearman's rank (rho). From the results of the research through statistical tests obtained p value of 0,000 (<0.05), these results indicate there is a relationship between the role of Wiggler Monitoring Officers with Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever. Obtained correlation coefficient (r) of 0.521, which means the relationship between the two variables is strong. There is a Relationship Between The Role of Wiggler Monitoring Officers with Family Behavior in The Eradication of Mosquito Nests (EMN) Dengue Hemorrhagic Fever. Keywords: Wiggler Monitoring Officers, Eradication of Mousquito Nests, Dengue Hemorrhagic Fever
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ALKOHOL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Grace, Taroreh G; Kalesaran, Angela F.C; Kaunang, Wulan P.J
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang menyerang banyak orang dan terjadi di negara maju maupun negara berkembang (Kemenkes, 2013). Hipertensi merupakan satu dari 10 penyakit menonjol, terdapat 7951 kasus hipertensi di Sulawesi Utara pada tahun 2017. Hipertensi di Kabupaten Minahasa Utara merupakan yang tertinggi dibanding penyakit lainnya yaitu berjumlah 1431 kasus. Konsumsi alcohol merupakan salah satu faktor risiko dari hipertensi dan di Minahasa Utara perilaku mengkonsumsi alkohol telah menjadi gaya hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain Studi Potong Lintang yang dilakukan terhadap 90 responden rawat jalan usia 17-60 tahun. Hubungan antara konsumsi alcohol dengn kejadian hipertensi ditentukan dengan menggunakan uji chi square dengan α = 0.05 dan Cl = 95%. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian yaitu kuesioner konsumsi alkohol dan alat tensimeter. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi alkohol dalam 1 bulan terakhir sebanyak (40.0%) dan gambaran kejadian hipertensi sebanyak (54.4%) dengan kategori Pre-hipertensi. Analisis bivariat memperoleh nilai yang signifikan yaitu  p = value 0.048. Dapat disimpulkan ada hubungan antara konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Konsumsi Alkohol, Hipertensi ABSTRACTHypertension is a health problem that attacks many people and occurs in developed and developing countries (Kemenkes, 2013). According to data from the Provincial Health Office of North Sulawesi in 2017 there were 7951 cases of hypertension and was one of the 10 prominent diseases in 2017. While data from Minahasa Utara District in 2017 were 1431 cases of hypertension and were in the first highest. Alcohol consumption behavior has become a people's lifestyle and one of the risk factors for hypertension. This study aimed to analyze the correlation between alcohol consumption and hypertension of outpatiens in Kolongan Health Center Kalawat North Minahasa Regency. Analitic survey with a cross sectional study was conducted on 90 respondents aged 17-60 and were taken using consecutive sampling technique. Instrument for alcohol consumption questionnaire research and tensimeter instrument. Univariate analysis showed that alcohol consumption in the last 1 month was (40.0%) and theincidence of hypertension was (54.4%) in the category of Pre-hypertension. Bivariate analysis is using the chi square test with α = 0.05 and Cl = 95%, the significance value obtained in this study is p = value 0.048. Study showed that there is a relationship between alcohol consumption and hypertension of outpatientsat in Puskesmas Kolongan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Keywords: Alcohol consumption, hypertension
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT TK. III. R. W. MONGISIDI MANADO TAHUN 2017 Rahalus, Rianty; Asrifuddin, Afnal; Kaunang, Wulan P.J
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus sudah menjadi masalah kesehatan secara global pada masyarakat, karena prevalensi dari diabetes mellitus terus mengalami peningkatan, baik pada negara maju maupun pada negara yang sedang berkembang. Diabetes mellitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah/hiperglikemia akibat jumlah dan atau fungsi insulin terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study dan dilaksanakan di Poliklinik Interna Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado pada bulan Maret - Juni 2017. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di Poliklinik Interna Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 86 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian terdapat 35 responden yang memiliki riwayat keluarga menderita diabetes mellitus dan 11 responden yang tidak menderita diabetes mellitus, sedangkan yang tidak memiliki riwayat keluarga menderita diabetes mellitus terdapat 14 responden menderita diabetes mellitus dan 26 responden yang tidak menderita diabetes mellitus. Nilai Pvalue = 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara riwayat keluarga menderita diabetes mellitus dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Nilai PR riwayat keluarga menderita diabetes mellitus yang didapat adalah PR= 5,90 dimana nilai PR > 1 yang berarti bahwa riwayat keluarga menderita diabetes merupakan faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2.Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Riwayat Keluarga Menderita Diabetes, Aktifitas Fisik dan Kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACTDiabetes mellitus has become a global health problem in the society, because the prevalence of diabetes mellitus continues to increase, both in developed countries and developing countries. Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by elevated blood sugar levels or hyperglycemia due to the interrupted amount and/or function of insulin. The purpose of this research was to determine the factors associated with the occurrence of diabetes mellitus type 2 in the TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. This research was an analytic survey research with cross sectional study approach and this research was conducted in Internal Polyclinic of TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado in March - June 2017. The population in this research was the entire outpatients who visited the Internal Polyclinic of TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. The number of samples used was 86 respondents. Data were collected by questionnaire. From the results of the research, there were 35 respondents who had a family history of diabetes mellitus and 11 respondents who did not suffer from diabetes mellitus, while those with no family history of diabetes mellitus were 14 respondents who suffered from diabetes mellitus and 26 respondents who did not suffer from diabetes mellitus. Pvalue = 0,000, which means that there was a relationship between family history of diabetes mellitus with the occurrence of diabetes mellitus type 2 in the TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. Value PR The family history of diabetes mellitus was PR=5,90 where the value of PR > 1 it is mean that family history of diabetes is a contributing factor to the risk of the occurrence of diabetes mellitus type 2.Keywords: Education, Occupation, Family History of Diabetes Mellitus, Physical Activity and The Occurrence of Diabetes Mellitus type 2
HUBUNGAN ANTARA VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA MANADO Landu, Febrian Fredrik; Kaunang, Wulan P.J; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue yang lebih dikenal dengan istilah DBD ialah jenis penyakit berbasis vektor umum terjadi area hangat yakni daerah-daerah tropis. Epidemi DBD cenderung memiliki motif musim, di mana penularan banyak muncul saat atau setelah musim penghujan. Kondisi terbaik berkembangbiaknya nyamuk-nyamuk yakni ketika curah hujan tinggi tapi belum cukup untuk membanjiri suatu daerah, menjadikannya ideal untuk vektor melangsungkan hidup pula berkembangbiak. Kejadian di provinsi Sulawesi utara terus menemukan adanya kasus DBD tersebar di berbagai Kabupaten/Kota. Penelitian bertujuan guna mengidentifikasi antara faktor iklim dan hubungannya terhadap Kejadian DBD yang ada di Kota Manado, periode 2017-2019. Metode yang digunakan yakni penelitian kuantitatif, model studi ekologi. Analisis dilakukan dengan dua cara yakni yang pertama analisis univariat dipakai guna mengidentifikasi nilai Mean, Min, Max, Standar Deviasi, kedua analisis bivariat dilakukan guna menidentifikasi hubungan dengan menggunakan statistik korelasi dan dilanjutkan ke model prediksi regresi linier. Hasil analisis bivariat menunjukan hasil variabilitas iklim terhadap Kejadian DBD yakni Curah Hujan (p=0,040, r=0,348 dan R2=0,121), Kelembaban (p=0,016, r=0,40 dan R2=0,16), Suhu (p=0,000, r=-0,586 dan R2=0,343). Kesimpulanya yang ditarik ialah variabilitas iklim memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD. Curah hujan dan Kelembaban memiliki derajat hubungan sedang kearah positif terhadap kejadian DBD sedangkan suhu memiliki derajat hubungan kuat kearah negatif terhadap DBD.
GAMBARAN TINGKAT STRES MAHASISWA AKHIR KERUKUNAN PELAJAR MAHASISWA INDONESIA BOLAANG MONGONDOW TIMUR (KPMIBT) SELAMA PEMBATASAN SOSIAL PANDEMI Apande, Jihan; Asrifuddin, Afnal; Kaunang, Wulan P.J
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan kondisi tidak mengenakkan karena terdapat tekanan dari kondisi tertentu tertentu yang menjadi beban dan di luar batas kesanggupan seseorang untuk merealisasikan tekanan itu. Dewasa ini salah satu faktor yang menyebabkan stres pada mahasiswa akhir adalah adanya pembatasan sosial  pandemi COVID-19 yang mengakibatkan adanya keterlambatan dalam menyelesaikan kegiatan akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat stres mahasiswa akhir kerukunan pelajar mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Timur (KPMIBT) selama pembatasan sosial pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 22 tahun. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (55,3%). Hasil uji analisis univariat, didapatkan mahasiswa akhir yang mengalami gejala fisik stres dengan tingkat normal berjumlah (61,7%) orang dengan gejala seperti bekeringat berlebihan, sesak napas, detak jantung tidak normal. Mahasiswa mengalami gejala psikologis stres dengan tingkat berat berjumlah (21,3%) orang dengan gejala seperti tertekan, cemas, mudah marah, merasa sedih, karena hal yang sepele, mudah panik, takut dan gelisah. Kemudian mahasiswa mengalami gejala perilaku stres dengan tingkat sedang berjumlah (27,7%) orang dengan gejala seperti merasa sulit untuk bersantai, tidak mampu bersabar jika mengalami penundaan serta kehilangan minat dan inisiatif dalam melakukan sesuatu. Kata kunci: Tingkat stress, Mahasiswa, Covid-19 ABSTRACTStress is an uncomfortable condition because there is pressure from certain certain conditions that are a burden and beyond the limits of a person's ability to realize that pressure.  Nowadays, one of the factors that causes stress to final students is the social restrictions of the COVID-19 pandemic which results in delays in completing academic activities. The purpose of this study was to describe the stress level of students at the end of Indonesian student association in East Bolaang Mongondow (KPMIBT) during the social restrictions of the COVID-19 pandemic. The results showed that most of the respondents were 22 years old.  Most of the respondents are female (55.3%).  The results of the univariate analysis test showed that the final students who experienced physical symptoms of stress with a normal level were (61.7%) people with symptoms such as excessive sweating, shortness of breath, abnormal heart rate.  Students experience psychological symptoms of stress with a severe level of (21.3%) people with symptoms such as depression, anxiety, irritability, feeling sad, because of trivial things, easy to panic, fear and anxiety.  Then students experienced symptoms of moderate stress behavior (27.7%) with symptoms such as finding it difficult to relax, unable to be patient if experiencing delays and losing interest and initiative to doing something. Keywords: Stress level, Student, Covid-19
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA OPERATOR DI PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY AREA LAHENDONG Sumual, Agatha E.G; Asrifuddin, Afnal; Sumampouw, Oksfriani J.; Kaunang, Wulan P.J
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45468

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan umum yang dapat berdampak pada penurunan produktivitas serta meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja. Kelelahan yang disebabkan oleh tingginya beban kerja dan sistem kerja shift terbukti memiliki kontribusi besar terhadap munculnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong merupakan perusahaan yang beroperasi selama 24 jam secara berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan para pekerjanya, terutama operator, menghadapi beban kerja yang tinggi serta menjalani pola kerja shift yang tidak sesuai dengan ketentuan jam kerja standar pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan sistem kerja shift dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja operator di PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang pekerja, yang ditentukan dengan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk mengumpulkan data. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank dan Chi-Square. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank, diperoleh nilai signifikansi p = 0,002 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,450, yang menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja. Sementara itu, hasil uji Chi-Square untuk menganalisis hubungan antara sistem kerja shift dan kelelahan menunjukkan nilai p = 0,002 (<0,05), yang juga signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja dan kerja shift dengan tingkat kelelahan pada pekerja operator di PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong.
ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG TINDAKAN SEKS PRANIKAH DI SMK PELAYARAN NIAGA PURNAH BAHARI MANADO Arunde, Dewi Sartika; Wagey, Freddy Welly; Tendean, Lydia E.N; Sinolungan, Jehosua S.V; Kaunang, Wulan P.J; Rogi, Johannes E.X
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31100

Abstract

Seks pranikah merupakan bentuk suatu penyimpangan tindakan seksual remaja. Tindakan seks pranikah menjadi sebuah permasalahan dan fenomena sosial yang semakin umum terlihat dalam masyarakat. Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku seks pranikah di SMK Pelayaran Niaga Purnah Bahari, Manado. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK Pelayaran Niaga Purnah Bahari Manado pada bulan April – Mei 2024. Populasi adalah remaja usia 15 – 18 tahun. Sampel berjumlah 44 orang. Tekhnik Pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden paling banyak terdistribusi pada usia 15 tahun (34.1%), jenis kelamin laki-laki 34 (77.3%), kelas I 26 (59.1%), Pengetahuan Baik 35 (79.5%), Sikap Negatif 29 (65.9%), tindakan tidak baik 30 (68.2%). Hasil analisis bivariat hubungan pengetahuan dengan tindakan seks pranikah nilai sig 2-Tailed 0,915 dengan nilai keeratan korelasi 0,016, hubungan sikap dengan tindakan seks pranikah nilai sig 2-Tailed 0,000 dengan nilai keeratan korelasi 0,950. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan seks pranikah pada di SMK Pelayaran Niaga Purna Bahari Manado dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan seks pranikah pada di SMK Pelayaran Niaga Purna Bahari Manado.