Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Faktor-faktor yang Menentukan Eksistensi Kampung Pekojan sebagai Kampung Kota di Kota Semarang Wahjoerini, Wahjoerini; Setioko, Bambang
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 10, No 1 (2014): JPWK Vol 10 No 1 March 2014
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2687.709 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v10i1.7637

Abstract

The existence of the urban kampong are the  ability to maintain the morphology, functions and values in it. Trancik (1986) which says that the physical city space theory consists of figure ground, linkage, place. Kampong Pekojan is still the original building until recently. Kampong Pekojan still serves as a place of settlement, is still inhabited by the community. The purpose of doing research to find out what factors are determining the existence of the Kampung  Pekojan as a urban kampong in Semarang from the physical aspect. The research method used was quantitative deductive rationalistic. From the results of the analysis using SPSS 16, had 3 factors which determine the existence of kampung Pekojan as urban kampong from the physical aspect is 1). Architectural of urban kampong factor 2) structure of urban kampong and  3). Elements and interaction space factors. The factors that most influence factor is the highest percentage with Architecture (32,477). These findings support the grand theory that States that the factors which determine the existence of urban kampong influenced by physical factors. However it was found that in the Kampung Pekojan, physical factors which affect more caused by factors of architecture.
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PENGEMBANGAN KONSEP ECO-SHELTER TRANS SEMARANG PADA KORIDOR 7 (TERBOYO – BALAIKOTA) Damanik, Aditya; Wahjoerini, Wahjoerini
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 14 No 01 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v14i01.1304

Abstract

Transportasi umum massal merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah kemacetan, seperti misalkan transportasi umum berbasis bus BRT yang sudah diterapkan pada beberapa kota. Sistem BRT sudah beroperasi sejak lama di Kota Semarang untuk mendukung mobilitas warga setempat serta mengurai masalah kemacetan. Tetapi masih banyak terdapat beberapa sarana prasarana pendukung seperti halte/shelter yang kondisi fasilitasnya masih kurang optimal dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna Trans Semarang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi para pengguna moda transportasi publik BRT Trans Semarang khususnya pada koridor pelayanan 7 Terboyo – Balaikota (via Genuk) terhadap fasilitas shelter sebagai lokasi titik tunggu/penjemputan (pool) apabila dikembangkan ke arah eco-shelter. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang menganalisis data berdasarkan informasi dari sekitar 100 responden yang diambil secara acak baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Hasil analisis dengan menggunakan model skala likert serta Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa mayoritas responden menjawab setuju dengan adanya kondisi shelter yang ada saat ini sesuai dengan pernyataan-pernyataan peneliti pada kuesioner dengan nilai CSI sebesar 67%, sedangkan kajian mengenai persepsi pengguna terhadap pengembangan dengan konsep eco-shelter juga memperoleh skor yang sangat baik yaitu sebesar 80,72% dimana para pengguna merasa setuju apabila aspek-aspek yang ada dalam konsep eco-shelter diimplementasikan dengan baik.
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN PADA JALAN IMAM BONJOL KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Mukti, Dhatu Dinar; Wahjoerini, Wahjoerini
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1497

Abstract

Jalan Imam Bonjol merupakan salah satu jalan protokol yang merupakan akses utama untuk menuju pusat pemerintahan di Kota Semarang. Pada kawasan sepanjang jalan Imam Bonjol terdapat berbagai macam aktivitas seperti perumahan, pendidikan, perkantoran, dan komersial antara lain: pertokoan, restoran, dan hotel yang padat serta berdekatan. Hal ini membuat kawasan Jalan Imam Bonjol memiliki intensitas kegiatan lalu lintas, baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, cukup tinggi. Beragamnya aktivitas yang ada di kawasan Jalan Imam Bonjol harus didukung dengan jalur pedestrian sebagai wadah aktivitas pejalan kaki yang berfungsi sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Hal ini penting untuk menjaga agar ruang publik khususnya jalur pedestrian dapat berfungsi sebagai prasarana transportasi jarak pendek yang efektif dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Imam Bonjol berdasarkan persepsi pengguna. Metode analisis yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif deskriptif. Kajian ini mengacu pada 8 aspek penting dari kenyaman jalur pedestrian yaitu aspek: sirkulasi, iklim dan kekuatan alam, kebisingan, bau-bauan, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah jalur pedestrian Jalan Imam Bonjol Kota Semarang memiliki tingkat kenyamanan yang tergolong Nyaman, dengan perolehan persentase sebesar 70%. Perolehan tingkat kenyamanan jalur pedestrian yang tergolong nyaman tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak merasa terganggu akan tetapi terkadang masih mengharapkan sebuah perbaikan. Hal dasar yang paling mempengaruhi nilai tersebut ialah aspek bentuk yang terkait dengan kondisi perkerasan jalur pedestrian dan ketersediaan fasilitas pendukung.
Analytical Solution of Transverse Electric and Transverse Magnetic Mode Electromagnetic Wave Equations in Left-Handed Materials Handayani, Iryan Dwi; Muliandhi, Puri; Wahjoerini, Wahjoerini; Pamurti, Andarina Aji
Lontar Physics Today Vol 4, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/lpt.v4i3.25060

Abstract

Artificial composite materials that focus on electromagnetic waves are known as metamaterials. Metamaterials are artificial materials engineered by human technology, possessing a geometric structure built from microscopic, engineerable materials. The goal is for the new material to be able to direct light, sound, and waves, making it useful. Metamaterials are known as left-handed materials (LHMs), but the concept of metamaterials is broader than LHM. The purpose of this research is to solve the transverse electric (TE) and transverse magnetic (TM) electromagnetic wave equations in left-handed materials (LHMs) using the Nikiforov-Uvarov approach and to analyze the results of the energy spectrum equation from the solution of the transverse electric (TE) and transverse magnetic (TM) electromagnetic wave equations in left-handed medium (LHM). This research was conducted using Matlab software. The material being studied is the positive-negative gradient profile in an LHM medium thru variations in dielectric permittivity and/or magnetic permeability. Energy and wave equations were obtained with their visualization.
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN PADA JALAN IMAM BONJOL KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Mukti, Dhatu Dinar; Wahjoerini, Wahjoerini
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1497

Abstract

Jalan Imam Bonjol merupakan salah satu jalan protokol yang merupakan akses utama untuk menuju pusat pemerintahan di Kota Semarang. Pada kawasan sepanjang jalan Imam Bonjol terdapat berbagai macam aktivitas seperti perumahan, pendidikan, perkantoran, dan komersial antara lain: pertokoan, restoran, dan hotel yang padat serta berdekatan. Hal ini membuat kawasan Jalan Imam Bonjol memiliki intensitas kegiatan lalu lintas, baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, cukup tinggi. Beragamnya aktivitas yang ada di kawasan Jalan Imam Bonjol harus didukung dengan jalur pedestrian sebagai wadah aktivitas pejalan kaki yang berfungsi sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Hal ini penting untuk menjaga agar ruang publik khususnya jalur pedestrian dapat berfungsi sebagai prasarana transportasi jarak pendek yang efektif dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Imam Bonjol berdasarkan persepsi pengguna. Metode analisis yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif deskriptif. Kajian ini mengacu pada 8 aspek penting dari kenyaman jalur pedestrian yaitu aspek: sirkulasi, iklim dan kekuatan alam, kebisingan, bau-bauan, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah jalur pedestrian Jalan Imam Bonjol Kota Semarang memiliki tingkat kenyamanan yang tergolong Nyaman, dengan perolehan persentase sebesar 70%. Perolehan tingkat kenyamanan jalur pedestrian yang tergolong nyaman tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak merasa terganggu akan tetapi terkadang masih mengharapkan sebuah perbaikan. Hal dasar yang paling mempengaruhi nilai tersebut ialah aspek bentuk yang terkait dengan kondisi perkerasan jalur pedestrian dan ketersediaan fasilitas pendukung.
Pelatihan pembuatan profil Kecamatan di Kota Semarang dengan model Mind Mapping bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief; Wahjoerini, Wahjoerini; Pamurti, Andarina Aji; Sundaro, Hendrianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37598

Abstract

AbstrakPenyusunan profil wilayah di Kota Semarang penting karena data kecamatan sering terbatas atau masih memakai data lama, sehingga kurang sesuai kondisi terkini. Di sisi mitra, pembelajaran pada jurusan IPS cenderung teoritis dan penerapan Project Based Learning (PjBL) belum optimal untuk melatih analisis wilayah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang dalam menyusun profil kecamatan secara sistematis dan komunikatif melalui model mind mapping.  Pelatihan dilaksanakan di kelas IPS diikuti 28 siswa. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan sekolah, pemberian materi singkat tentang data/informasi dan struktur profil, praktik kelompok menyusun mind map profil kecamatan, serta presentasi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu menghasilkan produk profil kecamatan berbasis mind mapping secara kolaboratif dan lebih menarik untuk dibaca. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 79% (pre-test) menjadi 96% (post-test). Kata kunci: profil kecamatan; data; informasi; mind mapping. AbstractPreparing a regional profile for Semarang City is important because sub-district data are often limited or still based on outdated sources, making them less aligned with current conditions. On the partner side, learning in the Social Sciences stream tends to be theoretical, and the implementation of Project Based Learning (PjBL) has not been optimal for training regional analysis skills. This Community Service program aimed to improve the ability of students at SMA Muhammadiyah 1 Semarang to compile sub-district profiles in a systematic and communicative way through a mind mapping model. The training was conducted in a Social Sciences class and involved 28 students. The implementation methods included coordination with the school, brief instruction on data/information and profile structure, group practice in developing sub-district profile mind maps, as well as presentations and feedback. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests. The results showed that students were able to collaboratively produce mind map–based sub-district profile products that were more engaging to read. Quantitatively, the students’ average level of understanding increased from 79% (pre-test) to 96% (post-test). Keywords: sub-district profile; data; information; mind mapping.