Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penataan Ruang Terhadap Kenyamanan Thermal Kawasan Berdasar Climate Sensitive Urban Design di Kauman Semarang Pamurti, Andarina Aji; Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief; Prabowo, Dwi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.4940

Abstract

Kota dengan perkembangannya memiliki penataan ruang yang terencana maupun berkembang secara organik. Kawasan Kauman merupakan kampung para santri di masa lampau dan kini telah mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Kawasan Kauman memiliki penataan ruang dengan kepadatan bangunan yang tinggi dan kurangnya vegetasi. Aktivitas perdagangan dan jasa di Kauman dengan iklim tropis Semarang membutuhkan penataan ruang yang baik secara kenyamanan thermal berdasar climate sensitive urban design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penataan ruang terhadap kenyamanan thermal kawasan di Kauman. Metode penelitian yaitu kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh kedua variabel tersebut menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah penataan ruang kaitannya dengan geometri, orientasi, dan penataan vegetasi berpengaruh terhadap temperatur lingkungan di kawasan Kauman Semarang. Kawasan Kauman secara Temperature Humidity Index (THI) termasuk dalam kategori tidak nyaman. Penataan ruang direkomendasikan yaitu maksimal bangunan 2 lantai, menggunakan sunshading device pada bangunan dan koridor jalan, dan penataan vegetasi menggunakan pot dan vertical garden pada setiap bangunan supaya adanya pembayangan di koridor jalan.
Pelatihan pembuatan profil Kecamatan di Kota Semarang dengan model Mind Mapping bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief; Wahjoerini, Wahjoerini; Pamurti, Andarina Aji; Sundaro, Hendrianto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37598

Abstract

AbstrakPenyusunan profil wilayah di Kota Semarang penting karena data kecamatan sering terbatas atau masih memakai data lama, sehingga kurang sesuai kondisi terkini. Di sisi mitra, pembelajaran pada jurusan IPS cenderung teoritis dan penerapan Project Based Learning (PjBL) belum optimal untuk melatih analisis wilayah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa SMA Muhammadiyah 1 Semarang dalam menyusun profil kecamatan secara sistematis dan komunikatif melalui model mind mapping.  Pelatihan dilaksanakan di kelas IPS diikuti 28 siswa. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan sekolah, pemberian materi singkat tentang data/informasi dan struktur profil, praktik kelompok menyusun mind map profil kecamatan, serta presentasi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa mampu menghasilkan produk profil kecamatan berbasis mind mapping secara kolaboratif dan lebih menarik untuk dibaca. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 79% (pre-test) menjadi 96% (post-test). Kata kunci: profil kecamatan; data; informasi; mind mapping. AbstractPreparing a regional profile for Semarang City is important because sub-district data are often limited or still based on outdated sources, making them less aligned with current conditions. On the partner side, learning in the Social Sciences stream tends to be theoretical, and the implementation of Project Based Learning (PjBL) has not been optimal for training regional analysis skills. This Community Service program aimed to improve the ability of students at SMA Muhammadiyah 1 Semarang to compile sub-district profiles in a systematic and communicative way through a mind mapping model. The training was conducted in a Social Sciences class and involved 28 students. The implementation methods included coordination with the school, brief instruction on data/information and profile structure, group practice in developing sub-district profile mind maps, as well as presentations and feedback. Evaluation was carried out using pre-tests and post-tests. The results showed that students were able to collaboratively produce mind map–based sub-district profile products that were more engaging to read. Quantitatively, the students’ average level of understanding increased from 79% (pre-test) to 96% (post-test). Keywords: sub-district profile; data; information; mind mapping.