Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan desain kawasan alun – alun dengan konsep inklusif di Desa Pentur Kabupaten Boyolali Pamurti, Andarina Aji; Wahjoerini, Wahjoerini; Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29436

Abstract

Abstrak Masyarakat Desa Pentur melakukan kegiatan perekonomian yaitu penjualan hasil panen, pesta kuliner, kegiatan kesenian dan keagamaan menggunakan Lapangan Jatenan yang berada di sisi timur balai desa. Masyarakat memerlukan fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap untuk menunjang kegiatan perekonomian, keagamaan dan kesenian di lapangan tersebut. Lapangan tersebut akan dibuat untuk alun - alun guna memenuhi kebutuhan kegiatan masyarakat serta meningkatkan daya tarik wisata. Desa Pentur. Oleh karena itu diperlukan rancangan desain yang menarik untuk alun – alun Desa Pentur. Konsep Inklusif digunakan untuk desain alun – alun. Konsep inklusif merupakan desain yang mampu menghasilkan fasilitas bagi semua orang dari berbagai jenis kelamin, usia, kemampuan dan kondisi serta bekerja sama untuk menghilangkan batas dalam sosial, teknik, politik, dan juga ekonomi. Oleh karena itu, tim PkM akan membantu pembuatan desain alun – alun Desa Pentur. Sebelum melakukan pembuatan desain alun - alun, tim PkM melakukan survey serta Forum Group Discussion (FGD) dengan kepala desa, perangkat desa sebagai  bagian koordinasi dengan pengguna.  Kepala desa, perangkat desa dan masyarakat 66,7 % sangat puas dan 33,3 % puas terhadap desain alun – alun Desa pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali dikarenakan sudah sesuai dengan fasilitas yang dibutuhkan dan memiliki landmark daya tarik desa. Kata kunci: desain ; alun – alun ; konsep inklusif Abstract The people of Pentur Village carry out economic activities, namely the sale of crops, culinary parties, arts and religious activities using Jatenan Field, which is located on the east side of the village hall. The community needs complete facilities, facilities and infrastructure to support economic, religious and artistic activities in the field. The field will be made into a square to meet the needs of community activities and increase the tourist attraction of Pentur Village. Therefore, an attractive design is needed for the Pentur Village square. Inclusive concept is used for the design of the square. The inclusive concept is a design that is able to produce facilities for all people of different genders, ages, abilities and conditions and work together to eliminate boundaries in social, technical, political, and also economic. Therefore, the PkM team will assist in the design of the Pentur Village square. Before making the design of the square, the PkM team conducted a survey and Forum Group Discussion (FGD) with the village head, village officials as part of coordination with users. The village head, village officials and the community are 66.7% very satisfied and 33.3% satisfied with the design of the Pentur Village Square, Simo District, Boyolali Regency because it is in accordance with the facilities needed and has a landmark village attraction. Keywords: design; square; inclusive concept
Pengaruh Penataan Ruang Terhadap Kenyamanan Thermal Kawasan Berdasar Climate Sensitive Urban Design di Kauman Semarang Pamurti, Andarina Aji; Rahman, Ratna Ayu Permatasari Arief; Prabowo, Dwi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 10 No. 2 (2024): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v10i2.4940

Abstract

Kota dengan perkembangannya memiliki penataan ruang yang terencana maupun berkembang secara organik. Kawasan Kauman merupakan kampung para santri di masa lampau dan kini telah mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan dan jasa. Kawasan Kauman memiliki penataan ruang dengan kepadatan bangunan yang tinggi dan kurangnya vegetasi. Aktivitas perdagangan dan jasa di Kauman dengan iklim tropis Semarang membutuhkan penataan ruang yang baik secara kenyamanan thermal berdasar climate sensitive urban design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penataan ruang terhadap kenyamanan thermal kawasan di Kauman. Metode penelitian yaitu kuantitatif, untuk mengetahui pengaruh kedua variabel tersebut menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah penataan ruang kaitannya dengan geometri, orientasi, dan penataan vegetasi berpengaruh terhadap temperatur lingkungan di kawasan Kauman Semarang. Kawasan Kauman secara Temperature Humidity Index (THI) termasuk dalam kategori tidak nyaman. Penataan ruang direkomendasikan yaitu maksimal bangunan 2 lantai, menggunakan sunshading device pada bangunan dan koridor jalan, dan penataan vegetasi menggunakan pot dan vertical garden pada setiap bangunan supaya adanya pembayangan di koridor jalan.