Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Description Of Head Lice (Pediculus capitis) Infection Of Primary School Age Children In Elementary School Negeri 40, Salero District, Central Ternate District, Ternate City, 2022 Tomia, Amalan; Tuharea, Rosmila
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 5 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v5i1.1043

Abstract

Head lice are the cause of the ectoparasitic disease pediculosis capitis. Both adults and children in school can have head lice. A public elementary school (SDN) 40 in Salero Village, Ternate City is utilized to illustrate how Pediculus capitis might spread. The purpose of this study is to characterize head lice infections caused by Pediculosis capitis in elementary school-aged children and to identify the risk factors that contribute to the spread of this infestation. This study uses a descriptive, analytical, correlative research design. The children in grades 4, 5, and 6 of SDN 40 comprised the study's population. The process of sampling involved tracking head lice infections according to factors such as age, gender, infection location, itching in the head, hair type, length, and frequency of hair washing r with Pediculus capitis infection (p-value = 0.001 and OR 0.102-0.570); long hair with Pediculus capitis infection (value = 0.000 and OR 101-0.569); hair washing interval with Pediculus capitis infection (p-value = 0.000 and OR 0.019-0.415) and use of combs together with Pediculus capitis infection (p-value = 0.001 and OR 00.141-0.789). Hair type did not have a significant relationship with Pediculus capitis infection with a p-value = 0.852 and OR 0.477-2.505.
Penggunaan Ekstrak Bawang Hut An Sebagai Insektisida Bot Ani Untuk Menekan Pertumbuhan Spodoptera litura F. Secara In-Vitro Tomia, Amalan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 1 No. 1 (2008): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.956 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v1i1.1073

Abstract

Bawang Hutan (Crinum asiaticum L) merupakan salah satu tumbuhan liar yang diketohui mengandung alkaloid yang bersifat toxin yang mempunyai daya kerja sama dengan toxin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama di lapangan. Spodoptera litura F merupakan jenis hama yang berkemampuan untuk merusak sangat tinggi pada areal pertanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui keefektifan ekstrak bawang hutan terhadap persentase mortalitas larva S. litura secara Invitro dan mengetahui besar konsentrasi yang terbaik untuk kematian larva S. litura. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Universilas Khairun Ternate Maluku Utara selama 6 bu/an. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan ragam yang sesuai dengan rancangan yang digunokan, pengujian akan dilanjutkan sampai uji BNT (beda nyata terkecil) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala awal yang dapat dilihat setelah aplikasikan ekstrak bawang hutan bersifat repellen, antifeedan, dan terjadi perubahan wama pada kulit luar (abdomen) larva, serta larva mengeluarkan cairan dan djais yang berlebihan. Hasil uji beda menunjukan bahwa pemberian pakan yang diaplikasikan dengan insektisida ekstrak bawang hutan berpengarun signifikan. Peningkatan konsentrasi ekstrak bawang hutan berbanding lurus dengan nilai persentase keterlambatan instar Ill ke JV sebesar Y = 4. 0488x - 55.49 serta nilai koefisien korelasi (r2) = 0.9672. Ektrak bawang hutan memberikan pengaruh terhadap persentase mortalitas larva S. Litura sebesar Y = 2. 75x - 42.5 serta nilai koefisien.
Saluran Pemasaran Kamplang Bajo Kecamatan Bacan Tengah, Kab. Halmahera Selatan Tomia, Amalan
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 2 No. 2 (2009): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1999.883 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v2i2.1102

Abstract

Pemasaran kamplang didesa Bajo oleh produsen ditentukan adanya perbedaan harga yang diterima oleh produsen pada waktu dan tujuan pasar yang sama. Hal ini disebabkan kegiatan produksi dan pemasaran disaat bersamaan. sehingga terjadi persaingan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kamplang dari produsen di Desa Bajo sampai di konsumen akhir. Penentuan Responden produsen dilakukan secara acak. yaitu dari jumlah 250 kepala keluarga (KK) yang memproduksi kamplang diambil 30 Responden, sedangkan untuk responden Lembaga pemasaran lain dipilih secara sengaja (purposive) dengan mengikuti saluran pemasaran komoditas kamplang dari produsen sampai ke tingkat pedagang pengecer. Hasil penelitian diperoleh proses pemasaran produk kamplang mulai dari produsen di Desa Bajo, Kecamalan Bacon Tengah, Halmahera Selalan hingga komsumen akhir melibatkan beberapa lembaga pemasaran, yaitu produsen, pedagang pengumput, dan pedagang pengecer. Produksi kamplang di Desa Bajo tiudah diproduksi oleh masyarakat secara turun temurun dan dilakukan oleh kaum ibu. Penentuan harga antara produsen dengan pedagang berdasarkan tawar menawar, sistem pembayaran yang terjadi adalah tunai.
Penggunaan Ekstrak Bawang Hut An Sebagai Insektisida Bot Ani Untuk Menekan Pertumbuhan Spodoptera litura F. Secara In-Vitro Tomia, Amalan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.9-14

Abstract

Bawang Hutan (Crinum asiaticum L) merupakan salah satu tumbuhan liar yang diketahui mengandung alkaloid yang bersifat toxin yang mempunyai daya kerja sama dengan toxin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama di lapangan. Spodoptera litura F merupakan jenis hama yang berkemampuan untuk merusak sangat tinggi pada areal pertanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui keefektifan ekstrak bawang hutan terhadap persentase mortalitas larva S. litura secara Invitro dan mengetahui besar konsentrasi yang terbaik untuk kematian larva S. litura. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Universilas Khairun Ternate Maluku Utara selama 6 bulan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan ragam yang sesuai dengan rancangan yang digunokan, pengujian akan dilanjutkan sampai uji BNT (beda nyata terkecil) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala awal yang dapat dilihat setelah aplikasikan ekstrak bawang hutan bersifat repellen, antifeedan, dan terjadi perubahan wama pada kulit luar (abdomen) larva, serta larva mengeluarkan cairan dan djais yang berlebihan. Hasil uji beda menunjukan bahwa pemberian pakan yang diaplikasikan dengan insektisida ekstrak bawang hutan berpengarun signifikan. Peningkatan konsentrasi ekstrak bawang hutan berbanding lurus dengan nilai persentase keterlambatan instar Ill ke JV sebesar Y = 4. 0488x - 55.49 serta nilai koefisien korelasi (R.2) = 0.9672. Ektrak bawang hutan memberikan pengaruh terhadap persentase mortalitas larva S. Litura sebesar Y = 2. 75x - 42.5 serta nilai koefisien korelasi (R2 ) = 0.9336.
Analysis Of Aedes Aegypti Larvae Population Density, Kasturian Village, South Ternate, Ternate City, Indonesia Tomia, Amalan; Tomia, Sumiati
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 6 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v6i4.1349

Abstract

Introduction. This study aims to determine the level of population density of Aedes aegypti mosquito larvae as an effort to control dengue fever in Kasturian Village. Ternate City. Method. The sample of this study was larvae taken from 100 houses in Kasturian Village, North Ternate District, Ternate City that have containers both inside and outside the house. The data obtained were analyzed for larval index using the House Index (HI), Container Index (CI), and Breteau Index (BI) formulas. The relationship between habitat characteristics and population density of Aedes sp mosquito larvae was analyzed using the SPSS program.Results And Discussion . The survey results found that the characteristics of the Ae. aegypti mosquito larvae habitat consisted (TPA )container types including bathtubs, toilet tubs, drums, jugs, ablution water, cergen and buckets, and non containers including used cans (non0TPA), used tires, used glasses or bottles, flower vases, aquariums, dispenser containers, washbasins, gutters, and used drums. The type of container that is predominantly positive for larvae is the TPA container type, dark in color, found in the house and does not use a cover. The results of the analysis of the density index of Ae. aegypti mosquito larvae are in the moderate category for CI and BI, while HI is in the high category. Conclusion. This can be explained that Kasturian Village has the potential for dengue virus infection (DBD) which needs to be watched out for
Potential Of Transmission Of The Dengue Virus Based On Entomological Index And Maya Index In Kalumata And North Mangga Dua villages,Ternate City Tomia, Amalan; Tuhatea, Rosmila
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 3 No. 4 (2022): July 2022
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v3i4.547

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is the result of the interaction between the dengue virus, humans and environmental factors. Dengue fever can be spread through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Knowledge related to larval habitat is very important to limit the spread of Dengue virus by reducing the population level of Ae. aegypti. This study aims to determine the potential for dengue virus transmission based on the Entomological Index and Maya Index. The study was conducted in 2 villages in Ternate City for 1 month. To calculate the entomological index value, it is done by observing the characteristics of the habitat, namely by observing the container that is the habitat of Ae. aegypti. The calculated parameters are Container Index (CI), Breteau Index (BI), House Index (HI), Density Figure (DF), and calculate the BRI and HRI values to determine the virtual index. Based on the results of the study, it is known that the entomological index value of Kalumata and North Mangga Dua villages is CI 20.71%, HI 84.0% and BI 361%, with the average DF being in the high category (DF = 7 and 9). The virtual nidex value is in the medium category, namely MI = 55%, with a large BRI value = 56% (high category) and HRI = 45.5% (medium category), meaning that Kalumata and North Mangga Dua villages have the potential for virus transmission to occur Dengue.