Transformasi kebijakan pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka membawa implikasi signifikan terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di satuan pendidikan. Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan karakter, serta pengembangan kompetensi esensial yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif transformasi pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka, meliputi perubahan paradigma pembelajaran, pendekatan pembelajaran berbasis projek dan kontekstual, integrasi Profil Pelajar Pancasila, serta tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur terhadap sumber-sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, dan dokumen resmi pemerintah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2019–2024. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran PAI yang lebih reflektif, kontekstual, dan bermakna, serta memperkuat peran PAI dalam pembentukan karakter religius dan moderat peserta didik. Namun demikian, implementasi transformasi ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait kesiapan guru, literasi digital, dan keterbatasan sarana pendukung. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan agar transformasi pembelajaran PAI dapat berjalan secara optimal.