Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Strategi Humas Sekolah Swasta Menarik Peserta Didik Baru Ditengah Persaingan Antar Sekolah Pada Era Globalisasi Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v5i2.576

Abstract

Penelitian ini membahas strategi humas sekolah swasta dalam menarik peserta didik baru di tengah persaingan yang semakin ketat pada era globalisasi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana humas dari sekolah swasta dapat melakukan promosi sekolah terlebih lagi ditengah persaingan dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta lainnya. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di MTs Raudlatut Tholibin menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas memiliki peran strategis dalam menarik peserta didik baru di sekolah melalui berbagai kegiatan promosi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Media sosial menjadi alat utama dalam memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, sementara keterlibatan alumni turut berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik sekolah. Tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan dengan sekolah negeri serta penyebaran informasi negatif yang dapat memengaruhi reputasi sekolah. Namun, peluang besar juga terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kesimpulannya, strategi humas yang efektif, berbasis digital dan komunikasi yang terbuka, dapat membantu sekolah swasta bersaing dan menarik minat peserta didik baru.
Optimalisasi Hasil Belajar IPA melalui Metode Pemberian Tugas: Studi Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v6i2.622

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan dasar berperan penting dalam membangun pemahaman konsep, sikap ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, hasil belajar IPA siswa sekolah dasar masih relatif rendah akibat penerapan metode pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitas belajar aktif dan visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V melalui penerapan metode pemberian tugas berbasis gambar dan soal uraian pada materi harmoni dalam ekosistem. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas V sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar meningkat dari 20% dengan nilai rata-rata 60 pada kondisi awal, menjadi 60% dengan nilai rata-rata 68 pada siklus I, dan mencapai 80% dengan nilai rata-rata 85 pada siklus II. Kesimpulan: Metode pemberian tugas berbasis gambar dan soal uraian efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar dan mendukung pembelajaran aktif berbasis visual.
Kompetensi Guru dalam Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar: Tantangan dan Strategi Pengembangan Kajian Pustaka Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i3.510

Abstract

Pendidikan inklusi menekankan pemenuhan hak belajar bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kesiapan dan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan guru dalam pendidikan inklusi, mengkaji tantangan yang muncul dalam implementasinya, dan  merumuskan strategi pengembangan kompetensi guru yang efektif. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelusuri 35 artikel ilmiah dari Google Scholar, ERIC, DOAJ, ResearchGate, dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang membahas kompetensi guru, pendidikan inklusi di jenjang sekolah dasar, strategi pembelajaran diferensiatif, dan program pelatihan guru. Analisis dilakukan melalui thematic coding, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi: keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam diferensiasi pembelajaran dan asesmen individual, kurangnya pengetahuan profesional mengenai karakteristik ABK, minimnya dukungan fasilitas dan regulasi sekolah, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan (guru, GPK, orang tua, tenaga ahli). Novelty kajian ini terletak pada kerangka analisis integratif yang menghubungkan tiga dimensi tantangan kompetensi individual, kelembagaan, dan relasional sebagai sistem yang saling terkait. Kontribusi teoritis kajian ini adalah tersedianya model konseptual pengembangan kompetensi guru inklusif yang dapat menjadi referensi bagi peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan pendidikan.
Analysis : From Operational Frameworks to Classical-Keynesian Theoretical Debates Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Journal of Management Economic and Financial Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Management, Economic and Financial
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jmef.v4i2.197

Abstract

Macroeconomic monetary policy is a key instrument in maintaining economic stability through the control of inflation, interest rates, and money supply. In the theoretical framework, the ideas of John Maynard Keynes emphasize the importance of an active role of monetary authorities in stimulating the economy, particularly during periods of declining aggregate demand. This Keynesian approach is reflected in expansionary monetary policies such as lowering interest rates and increasing liquidity to encourage investment and consumption. In international practice, countries such as the United States through the Federal Reserve and Japan through the Bank of Japan have implemented similar policies, especially during global economic crises, by using both conventional and unconventional instruments such as quantitative easing. However, modern monetary policy is not purely Keynesian, as it combines various approaches to maintain macroeconomic stability. Therefore, macro monetary policy across countries is adaptive and contextual, aiming to ensure financial system stability, support economic growth, and improve public welfare.
Impact Condition Fatherless on Child Psychological Development Muhammad Permadi; Atin Risnawati
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of fatherlessness refers to the absence of the father's role in a child's life, either physically or psychologically, which has become increasingly prevalent in modern families, including in Indonesia. The absence of a father's role may lead to various negative impacts on children's psychological development and personality formation. This study aims to examine the impact of fatherlessness on children's personality development from the perspective of developmental psychology and Islamic teachings. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method based on library research. Data were collected from reference books, scientific journal articles, and previous studies related to fatherlessness and paternal involvement in child-rearing. Data analysis was conducted using content analysis techniques. The findings indicate that fatherlessness contributes to low self-esteem, emotional and social development problems, and declining academic achievement in children. From an Islamic perspective, the father plays a crucial role as a leader and educator within the family; Therefore, balanced involvement of both parents is essential in fostering healthy psychological, social, and spiritual development in children.
Peran Hukum Ekonomi Syariah Dalam Mengatur Bisnis Digital di Indonesia Muhammad Permadi; Atin Risnawati
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bisnis digital di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bank Indonesia melaporkan nilai transaksi e-commerce naik dari Rp253 triliun pada 2020 menjadi lebih dari Rp400 triliun pada 2024, dengan jumlah merchant QRIS meningkat dari 15 juta menjadi lebih dari 30 juta. Perkembangan ini mempercepat peralihan masyarakat ke transaksi non tunai, namun juga memunculkan tantangan hukum terkait keabsahan akad digital, transparansi informasi, keamanan data, serta potensi unsur yang tidak sesuai syariah seperti riba, gharar, dan maysir. Penelitian ini mengkaji peran hukum ekonomi syariah dalam memberikan kerangka normatif bagi aktivitas ekonomi digital, terutama pada sektor fintech syariah. Menggunakan metode yuridis normatif, penelitian menelaah regulasi nasional dan fatwa DSN-MUI seperti Fatwa No. 117/2018, No. 116/2017, dan No. 140/2021. Hasilnya menunjukkan bahwa hukum ekonomi syariah berperan penting dalam menjamin keabsahan akad, keterbukaan informasi, dan perlindungan konsumen, meskipun penerapannya masih terkendala rendahnya literasi syariah dan pengawasan kepatuhan yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara DSN-MUI, regulator, dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem bisnis digital yang inovatif dan sesuai prinsip syariah.
Erosi Perbankan Independen di Indonesia Melalui Pembiayaan Utang Publik: Kekurangan Regulasi Indonesia Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Blantika: Multidisciplinary Jornal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i4.510

Abstract

Kemandirian Bank Indonesia merupakan jaminan hukum dan konstitusional mendasar yang dirancang untuk menjaga stabilitas moneter dan mencegah dominasi fiskal, khususnya selama periode peningkatan utang negara. Artikel ini mengkaji implikasi hukum dari keterlibatan Bank Indonesia yang lebih luas dalam pengelolaan utang negara setelah diberlakukannya Undang-Undang No. 2 Tahun 2020, yang memberi wewenang kepada Bank Indonesia untuk membeli surat berharga pemerintah di pasar primer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerangka hukum yang mengatur hubungan fiskal-moneter, menilai implikasinya terhadap kemandirian Bank Indonesia, dan mengidentifikasi celah regulasi dalam sistem hukum Indonesia. Studi ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan hukum, konseptual, dan komparatif. Analisis menunjukkan bahwa legislasi era krisis telah memperkenalkan mekanisme hukum yang secara struktural mengintegrasikan operasi Bank Indonesia ke dalam pembiayaan utang negara, menciptakan inkonsistensi normatif dan meningkatkan risiko dominasi fiskal. Artikel ini berkontribusi pada literatur dengan menunjukkan bahwa kemandirian Bank Indonesia dapat terkikis bukan melalui amandemen hukum formal, tetapi melalui mekanisme hukum yang secara fungsional mengintegrasikan wewenang Bank Indonesia ke dalam pembiayaan fiskal. Oleh karena itu, rekonstruksi hukum (ius constituendum) diperlukan untuk menetapkan batasan hukum yang jelas, memperkuat perlindungan konstitusional, dan menjaga independensi Bank Indonesia.
Implementing the Deep Learning Approach for Religious Literacy in Early Childhood: A Case Study Risnawati, Atin; Hafidhoh, Husnul; Permadi, Muhammad
THUFULA Vol 14, No 1 (2026): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v14i1.36238

Abstract

Early childhood education provides a crucial foundation for character development, including the cultivation of religious literacy. Within the context of the Merdeka Curriculum, which offers flexibility for early childhood education institutions, the Deep Learning approach has emerged as a promising strategy for fostering the holistic internalization of Islamic values. This study aimed to examine the implementation of the Deep Learning approach in fostering religious literacy among young children at IT Syntax Bubbly School Kindergarten. Employing a qualitative case study design, data were collected through participatory observations, in-depth interviews, and document analysis involving purposively selected teachers, the principal, and students. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings revealed that the Deep Learning approach was implemented through exploratory, reflective, and project-based strategies, which supported children's understanding, appreciation, and enactment of religious values. The integration of religious literacy into daily activities, along with collaboration with parents, further facilitated the internalization of these values. However, several challenges were identified, including limited learning media and insufficient teacher competence. The study highlights the potential of the Deep Learning approach to support the holistic development of religious literacy in early childhood. It underscores the importance of strengthening teacher capacity and learning resources to optimize its implementation.
The Influence of Social Media on Understanding Islam Among Gen Z Muhmmad Permadi; Atin Risnawati
Matriks Jurnal Sosial dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Matriks: Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/matriks.v7i2.29817

Abstract

Backround: Generation Z, born and raised in the digital era, maintains a strong connection with technology particularly social media—as a primary source of information, including in the domain of Islamic understanding. Objective: This article examines how social media influences the Islamic understanding of Generation Z, encompassing both its benefits and challenges. Social media provides rapid and accessible pathways to diverse Islamic resources, offering interactive platforms such as digital lectures, online discussions, and supportive virtual communities that facilitate religious identity exploration. Method: This study employs a qualitative method with a case study approach to analyze the influence of social media on the Islamic understanding of Generation Z. Findings and Implications: The findings indicate that social media provides a broad range of resources that aid in religious education, including digital lectures and interactive online communities. However, challenges such as misinformation, distorted teachings, and short-form content that lacks depth are prevalent. These factors contribute to a fragmented understanding of Islam among Generation Z. The study also highlights the need for strategic approaches to foster digital literacy and collaborate with scholars and content creators to ensure that Islamic content is accurate and contextually grounded. Conclusion: While social media has the potential to enhance Islamic understanding among Generation Z, it also poses risks related to the spread of misinformation and radical ideologies. To address these issues, it is crucial to cultivate digital literacy, ensure the production of credible Islamic content, and encourage collaboration between scholars and digital platforms.