Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model of Internalizing the Value of Religious Moderation at Universities in Lombok Hully, Hully; Fadli, Adi; Irrubai, Mohammad Liwa; Irwan, Irwan
International Journal of Educational Narratives Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v2i1.625

Abstract

Background. The paradigm of religious moderation (wasathiyah Islam) is a style of understanding and practice of Islam or an approach in contextualizing Islamic teachings in the midst of modernization and globalization. Purpose. This study aims to study and find a model for internalizing the value of religious moderation in higher education. Religious moderation is not a new teaching, not a new idiology and also not a new flow, but religious moderation is a way of view, attitude and behavior or religious practice by taking the middle way, acting fairly, balanced and not extreme or not excessive in religion. Method. This research is a qualitative research with data collection using observation, interviews and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman model starting from data collection, data condensation, data display and conclusions/verifying. Data validity was carried out with observation persistence, extension of participation, reference and triangulation. Results. Second, the inculturation model is carried out through exemplary and habituation or habituation in the campus environment. Third, the religious culture model is to create an Islamic campus environment by creating Islamic study centers such as the Qur'an study center and campus da'wah institutions as the basis for the movement to ground moderate Islam in the college environment. Conclusion. In the world of education such as universities, religious moderation becomes a necessity in shaping the character of moderate students.
Aktualisasi dan Implementasi Meaningfull Learning dan Powerfull Learning dalam Pembelajaran Wawasan IPS di Indonesia Irrubai, Mohammad Liwa
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v10i2.35638

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa dalam proses pembelajaran dosen dituntut mampu menerapkan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi mahasiswa, hal ini berpengaruh dalam proses pembelajaran karena sering terjadi dosen kurang memahami model dan metode pembelajaran yang harus digunakan sehingga pada mata kuliah seperti Wawasan IPS yang memiliki materi yang banyak tidak tersampaikan dengan maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, pembelajaran dengan meaningfull learning dan powerfull learning merupakan model yang dapat dijadikan alternatif untuk memberikan pemahaman secara kognitif, afektif maupun psikomotorik kepada mahasiswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data: participant observation, in-depth interviews, dan documentation. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Wawasan IPS di UIN Malang menerapkan meaningfull learning dan powerfull learning dengan menggunakan motode project dan problem solving, sedangkan di UIN Mataram menggunakan metode inkuiri, dengan penerepan kedua metode tersebut mahasiswa dilatih belajar dengan menggunakan kemampuan kognitif, afekt dan psikomotorik secara efektif. Kata Kunci: Meaningfull Learning, Powerfull Learning, Pembelajaran Wawasan IPS
The Local Wisdom of Awik-awik in Marine Conservation in Sekotong, West Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia Irrubai, Mohammad Liwa; Subki
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7435

Abstract

This article explains that all this time, the utilization of the marine in West Sekotong Village, West Lombok, West Nusa Tenggara always happens and it disturbs it’s balance. For example, fishing by using fish bombs causes the destruction of coral reefs and the death of marine life. To prevent this exploitation, the community implements the local wisdom of Awik-awik in sea conservation. This research uses a qualitative approach and ethnographic research methods. Data collection: participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used Miles and Huberman. The results show that since 2000, the people of West Sekotong Village in collaboration with Australian Baywach and the Fisheries Departement of West Lombok have planted 1,000 coral reefs by using iron frames. The contents of the awik-awik made in 2018 are: four kinds of orders or recommendations, and two kinds of punishment. The values of awik-awik are: the value of cooperation, honesty, discipline, care for the environment, and responsibility. The benefits after the implementation of awik-awik consist of five kinds, one of them is the maintenance of coral reefs in the West Sekotong area.
INTEGRASI PRINSIP METODOLOGI PENGAJARAN ISLAM BERBASIS AL-QUR’AN DAN HADIS DENGAN PENDIDIKAN UMUM DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Efendi, Muh. Syukran; Irrubai, Mohammad Liwa
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip metodologi pengajaran Islam berbasis Al-Qur’an dan Hadis dengan pendidikan umum dalam pembelajaran di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang menyebabkan ketidakseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan moral, dan penguatan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis kajian pustaka (library research). Sumber primer meliputi kitab tafsir, hadis, serta karya ilmiah yang menjelaskan prinsip metodologi pengajaran Islam, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan deskriptif-analitis untuk menemukan pola konseptual integratif antara dua sistem pendidikan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pengajaran Islam seperti uswah (keteladanan), tadīb (pembiasaan), hiwār (dialog), dan qissah (kisah) dapat diintegrasikan secara efektif dengan teori pembelajaran modern berbasis kognitif dan konstruktivistik. Integrasi ini memperkuat dimensi spiritual dan moral peserta didik sekaligus meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman konsep akademik secara menyeluruh. Penelitian ini menegaskan pentingnya model pendidikan non-dikotomik yang menyatukan nilai keimanan dan pengetahuan ilmiah dalam sistem pembelajaran holistik dan kontekstual di sekolah dasar guna membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkepribadian Islami.
Pendidikan Politik: Problematika Mendulang Legitimasi Masyarakat Adat Demi Politik Elektoral Pada Pemilu Langsung di Manggarai (Studi Kritik Sosial terhadap Idealitas Politik ‘Social Welfare’) Tapung, Marianus Mantovanny; Irrubai, Mohammad Liwa
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 10 No. 1 (2021): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Manggarai indigenous people have a strategic role in building geopolitical conduciveness and regional and national development. Because of this strategic role, many political actors try to gain support and legitimacy to carry out research and political penetration. The purpose of penetration and penetration is to be elected (again) as national and local public officials. However, some politicians try to gain support and legitimacy from the Manggarai indigenous people by playing rotten politics in the form of money politics, black campaigns, identity politics, SARA issues, and politics of reciprocation. By playing these rotten politics, political dignity and meaning as a means of creating social welfare are degraded. Observing this phenomenon, the author makes social critical research that aims to examine political ideals and their application in society. Furthermore, the authors analyze the facts and symptoms of the exploitation of indigenous peoples as a political command for the pragmatic interests of power. The benefit of this paper is that the families of indigenous peoples, political actors, and other Manggarai communities emancipate their critical awareness so that they can apply ethical politics, to create social welfare for the Manggarai community in general, and the Manggarai indigenous people in particular. Keywords: Manggarai indigenous peoples, political legitimacy, electoral politics, direct elections Masyarakat adat Manggarai memiliki peran strategis dalam membangun kondusivitas geopolitik dan pembangunan daerah dan nasional. Karena peran strategis ini, maka banyak pelaku politik yang berusaha mendapatkan dukungan dan legitimasi dengan melakukan konsolidasi dan penetrasi politik. Tujuan konsolidasi dan penetrasi ini, agar bisa terpilih (lagi) sebagai pejabat publik nasional maupun lokal. Namun, ada beberapa politisi yang berusaha mendapat dukungan dan legitimasi masyarakat adat Manggarai dengan memainkan politik busuk berupa politik uang, kampanye hitam, politik identitas,isu SARA, dan politik balas budi. Dengan memainkan politik busuk ini, martabat dan makna politik sebagai sarana menciptakan kesejahteraan sosial mengalami degradasi. Mencermati fenomena ini, penulis membuat riset kritis sosialyang bertujuan untuk menelaah ideal politik dan praksis penerapannya di masyarakat. Selanjutnya penulis menganalisis fakta dan gejala eksploitasi masyarakat adat sebagai komoditas politik demi kepentingan pragmatis kekuasaan. Manfaat tulisan ini, supaya masyarakat adat, para pelaku politik dan masyarakat Manggarai lainnya, diemansipasi kesadaran kitisnya agar bisa menerapkan politik etis, demi menciptakan kesejahteraan sosial masyarakat Manggarai umumnya, dan masyarakat adat Manggarai khususnya. Kata kunci: Pendidikan Politik, Masyarakat Adat Manggarai, Legitimasi Politik, Politik Elektoral, Pemilihan Langsung