Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PROSEDUR PENGADAAN BAHAN MAKANAN PENYEBAB TINGGINYA FOOD COST DI HOTEL X Putri, Made Ari Adnyani Lestari; Arnawa, I Putu; Mareni , Ni Ketut
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 1 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan utama dari sebuah hotel adalah penjualan kamar, diikuti dengan penjualan makanan dan minuman. Berdasarkan data, persentase standard food cost yang dilakukan penetapan oleh manajemen ialah dalam persentase dengan besaran 39% sedangkan rata-rata dari persentase actual food cost mencapai dalam persentase dengan besaran 45% terjadi selisih dalam persentase dengan besaran 6%. Penelitian ini secara tujuan untuk melakukan penganalisisan prosedur pengadaan dari bahan makanan yang dihadapkan dengan food cost di Hotel X pada tahun 2023 dengan menggunakan metode deskrpitif kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menerangkan data yang dikumpul secara logis dan disertai argumentasi untuk membandingkan kenyataan pengadaan yang berupa bahan makanan mulai dari pembelian, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran di Hotel X dengan teori yang dilakukan pengemukakan oleh Dittmer & Keefe (2009) dan dibatasi hanya pada prosedur pengadaan bahan makanan. Teknik untuk melakukan pengumpulan atau juga melakukan penghimpunan data mempergunakan tiga hal yakni pertama berupa observasi, kedua berupa wawancara, dan ketiga berupa dokumentasi. Didasarkan dengan analisis data yang dilakukan bisa untuk ditarik kesimpulan bahwa food cost di Hotel X yang dianalisis berdasarkan prosedur pengadaan bahan makanan seluruhnya belum sesuai dengan teori, ditinjau dari pembeliaan, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran bahan makanan. Pada pembelian bahan makanan belum melakukan pedoman pada standard purchase specification. Pada penerimaan punya suatu kecenderungan terlalu percaya dengan pihak berupa supplier mengenai kualitas dan kuantitas bahan makanan. Pada penyimpanan kondisi fasilitas dan peralatan belum sesuai, karena suhu temperatur ruangan penyimpanan dilalaikan dan kebersihan ruangan penyimpanan yang belum terjaga. Pada pengeluaran bahan makanan storeroom requisition belum dilengkapi dengan tandatangan Executive Chef.
Analysis of Internal Control of Accounts Receivable for Travel Agents at Four Seasons Resort at Jimbaran Bay Putri, Ni Putu Novie Amelia; Mareni, Ni Ketut; Arnawa, I Putu
Jurnal Ekonomi Kreatif dan Manajemen Bisnis Digital Vol 4 No 1 (2025): AGUSTUS
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jekombital.v4i1.1023

Abstract

Four Seasons Resort at Jimbaran Bay has experienced a significant increase in accounts receivable balance every year. Based on the table of sources of credit sales and the amount of accounts receivable balance for the period 2021 to 2023, it shows that the largest accounts receivable balance comes from travel agents, accompanied by a slow turnover rate of receivables. This indicates that the collection process of receivables has not been functioning well and poses a risk of uncollectible receivables which impacts the hotel’s operational cash flow. This research seeks to assess the internal controls related to travel agent receivables at the Four Seasons Resort Jimbaran Bay from 2021-2023 by the application of the COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) framework. A qualitative data analysis method was employed, utilizing triangulation of primary and secondary data from interviews and observations to ensure credibility and validity. Findings shows that the internal control over receivables at the Four Seasons Resort at Jimbaran Bay is still not optimal in terms of the five existing components. The implementation of the risk assessment component for monitoring activities has not been optimally executed. Thus, improvement is needed to avoid the risk of uncollectible receivables. Meanwhile, the control environment component, control activities, information, and communication have been operating optimally as seen from the performance of employees which is in accordance with the operational standards set by the company.