Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MAQASID SYARIAH DAN PENDEKATAN TEORI SISTEM DALAM HUKUM ISLAM MENURUT YASSER AUDA Marfiyanto, Tri
Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 6 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : Jurnal Kajian Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian literasi melalui motode deskriptif berkenaan dengan pandangan Yasser Auda tentang penerapan hukum Islam dan tujuan dari penerapan hukum tersebut, di mana penerapan suatu hukum pasti memiliki tujuan. Menurut Jasser Auda syariat pada dasarnya berpijak pada hikmah dan kemaslahatan umat manusia. Jasser Auda menjabarkan pengertian syariah Islam melalui spektrum perbedaan antara konsep syariah, fiqh dan fatwa. Pendekatan berbasis maqashid mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan ushul fiqh, karena teori maqashid cocok dengan kriteria metodologi dasar yang bersifat rasional, sehingga tujuan akhir penerapan syari’at yaiyu terciptanya kemaslahatan, hilangnya kemufsadatan dapat tercapai, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaatnya bagi semua manusia sesuai visi Islam rahmatan li al-„alamin.
PENDEKATAN TERHADAP STUDI ISLAM Marfiyanto, Tri
JURNAL MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 5 No. 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : JURNAL MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang Agama Islam tentang paradigma pemahaman tentang “agama”, dari yang dahulu terbatas pada “idealitas” ke arah historitas, dari yang hanya berkisar pada “doktrin” ke arah entitas “sosiologis”, dari diskursus “esensi” ke arah “eksistensi”menarik bagi para peneliti Barat, salah satunya adalah Charles J. Adam. Charles J. Adams menggunakan dua disiplin ilmu, yaitu sejarah agama dan studi Islam sebagai kerangka teoritis guna menganalisis lebih tajam tradisi Islam yang selanjutnya ia merekomendasikan dua pendekatan yaitu pendekatan normatif dan deskriptif, pendekatan normatif dapat dikelompokkan pada tiga hal, yaitu pendekatan misionaris tradisional, pendekatan apologis, dan pendekatan simpatik (ironik). Sedangkan  pendekatan deskriptif dibagi menjadi tiga macam yaitu pendekatan deskriptif filologis – historis, pendekatan ilmu sosial, dan pendekatan fenomenologi (phenomenological Approach).
STUDI TENTANG PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM BERBAGAI ASPEK DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Syafi'i, Ahmad; Marfiyanto, Tri; Rodiyah, Siti Kholidatur
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jkp.v2i2.114

Abstract

Artikel ini adalah hasil kajian pustaka melalui metode diskriftif kualitatif yang mengkaji tentang gambaran umum prestasi belajar siswa dari berbagai aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa terdapat tiga aspek prestasi dalam belajar siswa yaitu aspek kognitif dan aspek afektif serta aspek psikomotorik dengan dua faktor yang mempengaruhi sebuah hasil dari prestasi tersebut diantaranya adalah faktor internal seperti pertama faktor fisiologi kedua faktor psikologi ketiga faktor kematangan fisik maupun psikis sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah pertama faktor sosial kedua faktor budaya dan ketiga faktor lingkungan.Kata Kunci: prestasi belajar siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi
Penerapan Pembelajaran Word Square Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangkalan Marfiyanto, Tri; Khusairi, Akhmad; Kulthum, St. Ummuh; Izzaty, Nuril
Mu'allim Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/muallim.v4i2.3240

Abstract

Learning word square in Islamic Cultural History at MTs Negeri Bangkalan is one of the learning innovations at the school. Through a qualitative approach, the implementation of the word square learning model in Islamic Cultural History at MTsN Bangkalan was able to increase student interest in learning. Students are easier to understand, explore and develop knowledge of Islamic Cultural History lessons. Through word square learning, the teacher also provides religious spirit values ​​and shows how to learn history in a fun way.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DAN KEBERSAMAAN DALAM TRADISI PERAYAAN ISRA MIKRAJ DI KECAMATAN KRIAN Arifin, Samsul; Marfiyanto, Tri; Herisasono, Adi; Zakki, Muhammad; Efendi, Wakid; Mujito, Mujito; Nafiin, Muhammad Wihdatun; Didit Darmawan
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perayaan Isra Mikraj merupakan tradisi keagamaan yang memiliki nilai-nilai pendidikan dan kebersamaan bagi umat Islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggali dan memperkuat nilai-nilai tersebut melalui rangkaian acara, seperti pengajian, sholawatan, khataman Al-Qur’an, dan pembacaan doa. Dilaksanakan di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini melibatkan ratusan masyarakat dari berbagai kalangan. Pengajian dan tausiyah menekankan pentingnya keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab, dengan merujuk pada perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Kegiatan sholawatan dan khataman Al-Qur’an memperkuat kebersamaan, sementara pembacaan doa menjadi refleksi spiritual untuk memperdalam hubungan dengan Allah SWT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai pendidikan dalam Isra Mikraj, terutama pentingnya shalat sebagai pondasi akhlak mulia. Partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda, berhasil mempererat hubungan sosial dan spiritual. Kegiatan ini tidak hanya menjaga tradisi keagamaan tetapi juga memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan kualitas keimanan dan kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk pelaksanaan perayaan keagamaan yang lebih bermakna dan berkelanjutan.