Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pendekatan Saintifik Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Yuliastutik, Yuliastutik; Mahbubah, Siti Ma'rifatul
Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 6 No 01 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI, Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/ad.v6i01.2081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran saintifik dalam meningkatkan kreativitas siswa. Penelitihan ini dilakukan melalui studi Pustaka atau studi Literatur dengan melihat hasil penelitihan pada jurnal terkait yang tersedia di media elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran saintifik melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam pembelajaran, munculnya ide-ide kreatif, dan hasil karya kreatif siswa yang beragam. Faktor pendukung keberhasilan penerapan pembelajaran saintifik adalah peran guru yang aktif sebagai fasilitator, ketersediaan sumber belajar yang memadai, dan lingkungan belajar yang kondusif.
Pentingnya Membangun Perpustakaan Mini Keagamaan Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-Anak TPQ Di Musholla Al-Amin Desa Pasinan Salsabilla, Amalia; Wanti, Maria Widya; Qudsi, Ishtifaiyyatul; Masnawati, Eli; Umroh, Umroh; Fitriyah, Eting Ida; H. D, Ajeng Alfiyani; Yuliastutik, Yuliastutik; Aliyah, Nelud Daraajatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i3.11

Abstract

Membaca buku merupakan aktivitas penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan literasi, terutama di masa pandemi ketika pembelajaran dilakukan secara daring. Namun, kemajuan teknologi dan kebiasaan menggunakan gadget telah mengurangi minat membaca, khususnya di kalangan anak-anak. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya di Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, telah berhasil mendirikan perpustakaan mini di Musholla Al-Amin. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan sarana yang mendukung peningkatan literasi dan minat baca, serta berkontribusi pada perubahan sosial di masyarakat. Perpustakaan mini ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan pengembangan spiritual bagi anak-anak dan masyarakat sekitar, memberikan akses mudah terhadap berbagai jenis buku, dan memotivasi mereka untuk terus membaca dan berdiskusi. Tahapan kegiatan dimulai dari perencanaan yang melibatkan observasi dan koordinasi dengan ta’mir musholla, hingga pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap selama lima hari. Perpustakaan ini dibangun dengan tujuan menjadikan musholla sebagai pusat edukasi dan pengembangan spiritual, selain tempat ibadah. Setelah perpustakaan selesai, buku-buku diidentifikasi dan disusun sesuai jenisnya untuk memudahkan pencarian. Launching perpustakaan mini dilakukan dengan melibatkan anak-anak TPQ, yang diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan diskusi mereka. Perpustakaan ini menjadi sarana penting dalam memotivasi dan mendukung literasi di kalangan santri.
PENGAJARAN BACA TULIS BAGI MASYARAKAT BUTA AKSARA DI DESA BALUNGANYAR KABUPATEN PASURUAN Fitria, Nurul; Nur Fadhilah, Maulida; Nazla Rohmah, Yonika; Masnawati, Eli; Hariani, Mila; Mardikaningsih, Rahayu; Yuliastutik, Yuliastutik; Darajaatul Aliyah, Nelud
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 3 No. 2 (2025): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/pps.v3i2.624

Abstract

Era globalisasi, pendidikan menjadi faktor utama dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas individu. di Desa Balunganyar, Kabupaten Pasuruan, terdapat masalah buta aksara yang signifikan, terutama pada masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini menyoroti program pemberantasan buta aksara yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sunan Giri Surabaya, menargetkan penduduk usia 35-70 tahun. Metode pelaksanaan meliputi pendataan peserta, persiapan media pembelajaran, dan pelatihan baca tulis melalui pendekatan fungsional yang melibatkan tes awal, pelatihan, dan evaluasi. Program ini menunjukkan peningkatan kemampuan baca, tulis, dan hitung di kalangan peserta, serta memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Faktor ekonomi, sosial, dan budaya menjadi penghambat utama literasi. Pelatihan ini menekankan pemberdayaan lansia buta aksara melalui keterampilan dan pengetahuan yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara ekonomi dan sosial. Kegiatan pelatihan, berlangsung selama lima hari, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta, meskipun tantangan seperti dukungan keluarga dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan masih ada. Hasil program menunjukkan bahwa pendidikan keaksaraan mampu meningkatkan literasi masyarakat Desa Balunganyar. Program ini dijadikan kegiatan tahunan untuk memberantas buta aksara di daerah dengan tingkat buta aksara tinggi, dengan meningkatkan partisipasi pemuda untuk memastikan keberlanjutan program.
Membudidayakan Sampah Anorganik Menjadi Barang Bermanfaat Melalui Ecobrick Putri, Sakia Amanda Deviana; Fadilah, Maulidia Ilham; Daraini, Nur Sa’adatut; Yuliastutik, Yuliastutik; Mardikaningsih, Rahayu; Hariani, Mila; Chasanah, Uswatun; Safira, Mirza Elmy; Shofiyah, Roidatus; Machfud, Nailul Ulah Al Chumairoh; Masnawati, Eli; Vitrianingsih, Yeni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/sjk7aj63

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan isu dan tantangan lingkungan yang terus menjadi perhatian global. Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem, terutama sampah – sampah yang disebabkan oleh limbah – limbah aktivitas manusia. Ecobrick merupakan salah satu upaya penanggulangan sampah dan langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Metode yang dipakai yakni participatory Action Research (PAR). Daur ulang sampah anorganik dapat dijual belikan maupun bahan pembelajaran untuk anak usia dini yang dapat membantu motorik belajar dengan beragam kreasi. Pembuatan ecobrick bunga adalah solusi inovatif yang tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi sekitar.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Timeline dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dan siswi SMA Jati Agung Sidoarjo 'Uddin, Bahraini Choliddiya; Yuliastutik, Yuliastutik
Borneo Journal of Islamic Education Vol 5 No 1 (2025): Borneo Journal of Islamic Education 5 (1), Mei 2025
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjie.v5i1.10206

Abstract

Abstract Education plays an essential role in shaping human resources’ quality and enhancing a nation’s competitive edge. In history lessons, particularly in Islamic Cultural History (ICH), the methods applied significantly influence how effectively students grasp, retain, and connect historical events. In practice, however, many students struggle with understanding history, especially when it comes to arranging events in chronological order and analyzing how different events are interconnected. This is often a result of a traditional teaching approach focused mainly on lectures and rote memorization, which can make the material seem monotonous and disengaging. The objective of this study is to evaluate the timeline-based cooperative learning model in Islamic Cultural History (ICH) at SMA Jati Agung Sidoarjo, and to assess its impact on students’ comprehension and academic performance. A qualitative descriptive research method was used, involving data collection through observations, interviews, and the analysis of teaching documents. The results revealed that implementing the timeline tipe increased student participation in discussions, enhanced their understanding of the relationships between historical events, and had a positive effect on their overall academic results. Thus, the timeline-based cooperative learning model offers a promising alternative to improve history education, particularly in Islamic Cultural History (ICH). The findings of this study could serve as a valuable reference for educators aiming to develop more innovative teaching methods that cater to students’ needs and characteristics. Keywords: Timeline Type, Cooperative Learning, Islamic Cultural History, Learning Outcomes Abstrak Pendidikan memegang peranan yang sangat vital dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing sebuah negara. Terutama dalam pembelajaran sejarah, seperti contohnya adalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), metode yang digunakan menentukan sejauh mana siswa dapat memahami, mengingat, serta menghubungkan berbagai peristiwa sejarah dengan cara yang terstruktur. Namun, di lapangan, banyak siswa mengalami kesulitan memahami materi sejarah khususnya dalam menyusun urutan kejadian dan menganalisis hubungan antar peristiwa. Hal ini seringkali disebabkan oleh penggunaan metode ceramah dan hafalan yang dominan, yang membuat materi terasa monoton dan kurang memikat bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan tipe pembelajaran kooperatif tipe timeline dalam mata pelajaran SKI di SMA Jati Agung Sidoarjo, serta menganalisis dampaknya terhadap pemahaman serta hasil belajar siswa. Metode yang dimanfaatkan untuk penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen memiliki hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai penerapan tipe timeline dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam diskusi, memperjelas pemahaman mereka mengenai hubungan antara berbagai peristiwa sejarah, serta memberikan dampak positif terhadap hasil belajar secara keseluruhan. Oleh karena itu, tipe pembelajaran kooperatif tipe timeline merupakan alternatif yang efisien dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah, terutama dalam mata pelajaran SKI. Hasil temuan dalam penelitian ini dapat menjadi acuan untuk para pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran secara lebih inovatif serta sejalan terhadap kebutuhan maupun karakteristik siswa. Kata Kunci: Type Timeline, Pembelajaran Kooperatif, Sejarah Kebudayaan Islam, Hasil Belajar.
Effective Strategies in Learning Islamic Cultural History for Cultivating Moral Values Masnawati, Eli; Yuliastutik, Yuliastutik; Khotimah, Anik Khusnul; Yuliah, Yuliah; Aliyah, Nelud Darajaatul
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 1 No. 1 (2022): Bulletin of Science, Technology and Society (May)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Cultural History (IHR) has a strategic role in shaping students' morals through instilling moral values rooted in Islamic teachings. This study aims to explore the role of IHR teachers in shaping students' morals and identify effective learning methods and strategies to support this goal. The research method used is a literature review, which includes analyzing various theoretical sources, previous research, and best practices related to IHR learning. The results show that IHR teachers have a great responsibility as material deliverers, and as role models who reflect moral values. Effective methods in fostering student morals include exemplary, mau'idzah and advice, habituation, stories, and punishment and reward. IHR learning also integrates values such as respecting reason, demanding knowledge, avoiding blind taklid, and prohibiting damage, which are relevant to the challenges of globalization. Factors that influence the formation of student morals include the role of the family, student personality, community environment, and media influence. Effective learning strategies, such as technology integration, contextual approaches, and strengthening collaboration between teachers, parents, and communities, can increase the effectiveness of IHR learning. With the right approach, IHR learning can produce a young generation that is intellectually intelligent, and has noble morals and is ready to face the challenges of the times.
Interactive Learning Innovation through Puzzle Media: A Solution to Improve Student Literacy Ghozali, Solchan; Yuliastutik, Yuliastutik; Mardikaningsih, Rahayu; Darmawan, Didit; Al Laisty, M. Dikhyah; Nafiin, Muhammad Wihdatun; Thaha, Amatillah
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 1 No. 2 (2022): Bulletin of Science, Technology and Society (August)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading ability is a very important basic competency for elementary school students. This research explores the potential of puzzle media as an innovative learning tool to improve students' reading skills. Using the literature study method, this research identifies the advantages of puzzle media, such as the ability to create an interactive, fun and motivating learning experience for students. Various types of puzzles, such as crossword puzzles, jigsaw puzzles and word puzzles, have proven effective in helping students understand letters, words and sentences in a fun way. The implementation of puzzle media faces several challenges, including limited teacher understanding, diverse student characteristics, and lack of parental involvement. Collaboration between teachers, students and parents is key to overcoming these obstacles. This study recommends teacher training, a variety of puzzle media, as well as parental involvement in supporting learning at home. Further research is needed to quantitatively evaluate the effectiveness of puzzle media and integrate it into the basic education curriculum. With an integrated approach, puzzle media can be an effective tool in improving students' reading skills and contribute to improving the quality of education in Indonesia.
Transformation of Islamic Education in the Digital Age: The Role and Challenges of Educational Technology Masnawati, Eli; Aliyah, Nelud Darajaatul; Yuliastutik, Yuliastutik; Mardikaningsih, Rahayu; Khotimah, Anik Khusnul; Yuliah, Yuliah
Bulletin of Science, Technology and Society Vol. 1 No. 3 (2022): Bulletin of Science, Technology and Society (November)
Publisher : Metromedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological advances in the 21st century provide great opportunities to improve the quality of education, including Islamic education. This research aims to explore the role of technology to support the transformation of Islamic education by using a qualitative approach based on a literature study. The analysis focused on opportunities, challenges and strategies for technology integration in Islamic education. The results show that technology can expand access to education, improve learning efficiency and create innovation in teaching methods. The use of digital platforms, simulations and interactive applications allows students to access classic Islamic literature and understand religious concepts more deeply. However, technology implementation also faces challenges, such as lack of infrastructure, limited teacher competencies and cultural resistance to change. Negative impacts, such as dependence on digital devices and exposure to inappropriate content, require prudent management. Strategies for technology integration in Islamic education include developing a technology-based curriculum, training teachers, strengthening digital literacy and closely monitoring online content. With the right approach, technology can support Islamic education to remain relevant in the digital era without losing the core values that underpin it. This study concludes that technology, if managed well, can be a powerful instrument to support the goal of Islamic education to form a smart, moral and noble generation.
KONSEP DALAM MERUMUSKAN VISI, MISI, TUJUAN DAN PROGRAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Fikri, Moch Sulton Al; Nabila, Sayyid Qutub; Arianto, Aji; Yuliastutik, Yuliastutik
SKILLS : Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol.3, No.1 (Juni 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/skills.v3i1.3150

Abstract

The era of Society 5.0 and Industrial Revolution 4.0 brought fundamental changes to the educational landscape, requiring Islamic educational institutions to adapt without losing their identity. This article examines the concept of formulating the vision, mission, goals and programs of Islamic educational institutions in the context of the digital era. This research uses a library research method with a descriptive-analytical approach. Data was obtained from primary sources in the form of the Al-Qur'an, Hadith, and the latest publications from reputable Islamic education journals, as well as relevant secondary sources. Data analysis was carried out through the stages of categorization, contextual interpretation and conceptual synthesis. The research results show that these four elements must be formulated based on the integration of modern management and Islamic values ​​interpreted contextually. The main finding is the concept of "technological ijtihad", namely an effort to reinterpret classical Islamic concepts to make them relevant to the digital era. The vision must respond to global issues, the mission includes Islamic "digital citizenship", the goals are formulated using SMART and VUCA Prime principles, while the program integrates Islamic boarding school values ​​with technology. This approach resulted in a creative synthesis between tradition and modernity, which gave birth to a "techno-spiritual" generation. This article contributes to providing a conceptual framework for Islamic educational institutions to formulate strategic directions that are in line with Islamic identity and the demands of the times, so that they can produce graduates who are superior intellectually, technologically and spiritually.
Pelatihan Kepanduan Penghela Hizbul Wathan Untuk Meningkatkan Keterampilan Kepemimpinan Dan Mountaineering Pada Siswa SMK Muhammadiyah 2 Lekok Robbani, Hamdan; Yuliastutik, Yuliastutik
Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Oktober-Nopember
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrppm.v1i3.76

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan pendakian gunung siswa melalui Pelatihan Kepanduan Penghela Hizbul Wathan (HW) di SMK Muhammadiyah 2 Lekok, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 20 siswa aktif HW, dua pembina, dan satu guru kesiswaan sebagai kolaborator. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Juli–September 2025) melalui tiga siklus tindakan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek keterampilan kepemimpinan sebesar 34,4%, dan keterampilan pendakian gunung sebesar 55,8%. Peserta menunjukkan peningkatan dalam komunikasi, tanggung jawab, pengambilan keputusan, serta kemampuan teknis seperti navigasi darat, penggunaan tali-temali, dan manajemen risiko di alam terbuka. Pendekatan PAR terbukti efektif dalam menumbuhkan partisipasi aktif, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab peserta. Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga berfungsi sebagai sarana pelatihan karakter dan spiritual berbasis nilai-nilai Islam seperti amanah, ukhuwah, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, pelatihan kepanduan berbasis pendakian gunung dapat menjadi model pendidikan karakter terintegrasi di sekolah kejuruan, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar dan penguatan Profil Pelajar Pancasila .