Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS PERAN BRIGADE MOBIL (BRIMOB) DALAM MENANGANI KONFLIK BERSENJATA DI WILAYAH PAPUA DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 2 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG TEKNIS PENANGANAN KONFLIK SOSIAL Anwar Hidayat; Zarisnov Arafat; Nursidik
Justisi: Jurnal Ilmu Hukum Vol 7 No 1 (2022): Justisi: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jjih.v7i1.2293

Abstract

Persoalan Papua merupakan persoalan bangsa yang perlu dengan seksama diuraisecara jelas sesuai pada ketentuan dari amanat konstitusi Undang-Undang DasarRepublik Indonesia 1945. Menghindari dari suatu masalah yang ada pada wilayahPapua (baik Provinsi Papua atau Provinsi Papua Barat) merupakan sebuah sikapyang inkonstitusional. Pemerintah Republik Indonesia sangat memahami sebuahpesan konstitusi tersebut serta dalam mencapai upaya-upaya pembenahan selaludilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Brimob Dalammenangani konflik bersenjata di wilayah Papua ditinjau dari Pasal 2 PeraturanKepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 Tentang TeknisPenanganan Konflik Sosial dan Bagaimana cara brigade mobil mengatasihambatan-hambatan dalam menangani konflik bersenjata di Wilayah Papua. Padapenelitian ini penulis memakai pendekatan secara yuridis empiris yakni penelitiandengan mengadakan di lapangan. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalampenelitian ini adalah penelitian deksriptif dengan menggunakan metode studikepustakaan dan studi lapangan yang dianalisis dengan menggunakan logikadeduktif. Adapun kesimpulan penulis adalah Dengan melakukan suatu strategidengan melalui penerapan pendekatan secara lunak serta apabila dengan kerassecara simultan ini, tentu gerakan insurgensi bersifat separatis Papua relatif mampuditangani, meskipun belum selesai. Namun apabila didasarkan pada prinsippenanganan insurgensi dengan menekankan pada aspek melalui dukungan publik, legitimasi politis dan/atau propaganda, sehingga prinsip-prinsip tersebut mamputerpenuhi secara dengan upaya pendekatan yang lunak (deradikalisasi dankesejahteraan) serta pilihan penegakan hukum sebagai bentuk pendekatan keras Kata Kunci : Konflik, Papua, Peran Brigade Mobil The Papua problem is a national problem that needs to be thoroughly parsed inaccordance with the provisions of the constitutional mandate of the 1945 Constitutionof the Republic of Indonesia. Avoiding a problem that exists in the Papua region (eitherPapua Province or West Papua Province) is an unconstitutional attitude. TheGovernment of the Republic of Indonesia really understands a message of theconstitution and ef orts to reform are always being made. This study aims to measurethe security of Brimob in the prevention of armed conflict in the Papua region in termsof Article 2 of the Indonesian National Police Chief Regulation Number 8 of 2013concerning Technical Handling of Social Conflict and How mobile brigades overcomeobstacles in conflict conflicts in Papua Region. In this study the authors used ajuridical approach, namely conducting research in the field. The type of research usedby the writer in this research is descriptive research using literature study methods andfield studies which are analyzed using deductive logic. The writer's entry is By carryingout a strategy by applying the approach, and simultaneously, of course, the Papuanseparatist insurgency movement is relatively capable, although it is not yet finished. However, the principles of handling insurgency with an emphasis on aspects of publicsupport, political legitimacy and / or propaganda, so that these principles can befulfilled by means of a soft approach (deradicalisation and welfare) and the choice oflaw enforcement in the form of a hard approach Keywords: Conflict, Papua, Role of the Mobile Brigade
CARA CERDAS MEMAHAMI BACAAN (Analisis siswa Sekolah Dasar) Nursidik
Al-Athfal Vol 4 No 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v4i2.787

Abstract

Untuk dapat memahami isi dari bacaan yang terdapat dalam suatu cerita yang dimuat dalam buku atau makalah diperlukan suatu cara yang cerdas, sehingga dapat mengetahui dan memahaminya. Tulisan ini ditujukan kepada pembaca yang mengalami kesulitan dalam memahami suatu bacaan, agar dapat mengetahui isi yang terkandung di dalamnya dengan mudah dan cepat. Adapun hasil dari penulisan ini diperoleh berbagai cara atau strategi dalam memahami tulisan dengan cepat dan mudah yang terdapat pada suatu dokumen. Strategi dan cara tersebut di antaranya melalui pengintegrasian ide utama, sub ide, detail ide yang terdapat dalam ranting suatu kalimat, penyebab terjadinya suatu masalah, waktu dan tempat kejadian, membaca yang disertai dengan penggambaran obyek kejadian dan dampak yang ditimbulakan dari peristiwa yang terjadi.
KONSEP PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DALAM PANDANGAN IBNU QAYYIIM AL-JAUZIYAH Nursidik
Al-Athfal Vol 5 No 1 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i1.938

Abstract

Kesulitan-kesulitan menjalankan tugas mendidik itu amat terasa, terutama ketikadihadapkan realitas bahwa pengaruh lingkungan sudah sedemikian kuat, bahkanmelampaui kekuatan faktor-faktor pendidikan lainnya. Kenakalan remaja menjadi modusberita dan topik wacana di masyarakat termasuk di media cetak maupun elektronik.Wacana disuguhkan oleh berbagai pemberitaan adalah kenakalan remaja, hubunganbebas dengan lawan jenis, perkelahian, penggunaan obat terlarang dan bahkan tindakkekerasan yang tidak selayaknya dilakukan.Melihat persoalan-persoalan di atas, bisadipastikan para orang tua menjadi resah, idealisme untuk menjadi orang tua yang berhasilyaitu memiliki anak sukses, taat pada orang tua dan berbakti pada bangsa dan agamamenjadi obsesi yang sangat sulit diwujudkan. Salah satu hak dasar anak adalah hakuntuk tumbuh dan berkembang. Artinya anak memperoleh kesempatan seluas-luasnyauntuk tumbuh secara fisik dan berkembang secara psikologis. Ini semua akan terjadi bilalingkungan sangat kondusif sehingga memungkinkan perkembangan jiwa mereka dapatterlaksana dengan optimal. Orang tua memiliki peranan yang amat penting dalam upayamendukung perkembangan anak, khususnya saat mereka berada pada tahapan usia dini.Namun permasalahan seringkali muncul, manakala orang tua sering kurangmemahami teori perkembangan anak. Berpijak dari latar belakang di atas, makapermasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana PsikologiPerkembangan Anak Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Tuhfat al-Maudūd bi Ahkām alMaulūd, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhiperkembangan anak perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Tuhfat al-Maudūdbi Ahkām al Maulūd. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untukmengetahui Psikologi Perkembangan Anak Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalamkitab Tuhfat al-Maudūd bi Ahkām al-Maulūd, untuk mengetahui faktor-faktor apa sajayang mempengaruhi perkembangan anakperspektif Imam al-Ghazali dalam kitab Tuhfatal-Maudūd bi Ahkām al-Maulūd.
MEMAHAMI PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK USIA DINI DAN DAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK Nursidik; Yuliana Habibi
Al-Athfal Vol 5 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v5i2.1040

Abstract

Psikologi perkembangan anak usia dini adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perkembangan mental, fisik, kognitif, bahasa, moral, dan sosio-emosional anak serta tumbuh kembang anak secara lebih spesifik. Anak-anak usia dini berada pada masa keemasan (golden age). Masa ini disebut masa keemasan sebab pada usia ini terjadi perkembangan yang sangat menakjubkan dan terbaik sepanjang hidup manusia. Perkembangan yang menakjubkan tersebut mencakup perkembangan fisik dan psikhis. Dari segi fisik anak mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, mulai dari pertumbuhan sel-sel otak dan organ tubuh lainnya sampai perkembangan kemampuan motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat, memanjat, dan sebagainya. Perkembangan fisik lainnya yang tidak kalah pentingya adalah perkembangan kemampuan motorik halus yang merupakan kemampuan melakukan koordinasi gerakan tangan dan mata, misalnya menggenggam, meraih, menulis, dan sebagainya. Lingkungan sosial merupakan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi kemampuan individu atau kelompok untuk melakukan tindakan dan perubahan perilaku. Semakin baik lingkungan rumah, dalam hal ini semakin banyak perubahan lingkungan ruma. aktivitas, Anak bebas berekspresi dan mengeksplorasi diri. Sebaliknya, lingkungan rumah yang kurang baik dapat mempengaruhi perkembangan psikososial anak, menyebabkan rasa malu, menarik diri, bahkan hiperaktif.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM: KONSEP, FUNGSI, DAN IMPLIKASINYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Nursidik
Promis Vol 5 No 2 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/promis.v5i2.1128

Abstract

Manajemen pendidikan Islam merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Dalam konteks perkembangan zaman dan kebutuhan kualitas pendidikan yang semakin tinggi, manajemen yang Islami menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan konsep dasar, fungsi, prinsip, serta implikasi manajemen pendidikan Islam dalam praktik kelembagaan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam mencakup empat fungsi utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang selaras dengan nilai-nilai Islam seperti keadilan, amanah, musyawarah, dan efisiensi. Penerapan manajemen pendidikan Islam yang tepat dapat meningkatkan mutu lembaga pendidikan serta membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia. Implikasi positif ini menjadikan manajemen pendidikan Islam sebagai strategi penting dalam penguatan lembaga pendidikan berbasis nilai keislaman
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA DINI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA (TANGAN) DI TK SYAIMARA SURAKARTA Nursidik
Al-Athfal Vol 2 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v2i2.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengivestigasi faktor penghambat dan faktor prndukung keterampilan berbicara anak usia dini dengan menggunakan metode bercerita dengan media boneka tangan di TK Syaimara Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian ini menggunakan metode PTK (penelitian tindakan kelas). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian penggunaan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak telah dilaksanakan melalui tiga siklus. 1) Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran pada Penelitian Tindakan Kelas ini dituangkan dalam tiga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Kemampuan guru dalam membuat RPPH mengalami peningkatan hal ini dapat terjadi karena adanya perbaikanperbaikan yang dilakukan oleh guru. Data hasil observasi penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPHbertujuan untuk menginvestigasi faktor pendukung dan penghambat keterampilan berbicara anak usia dini dengan menggunakan metode bercerita dengan media boneka (tangan) di TK syaimara Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa faktor penghambat dan pendukung keterampilan berbicara anak usia dini dengan menggunakan metode bercerita dengan media boneka (tangan) di tk syaimara Surakarta
IMPLEMENTASI MEDIA TUTUP BOTOL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG Asanah; Nursidik
Al-Athfal Vol 3 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.658 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v3i1.526

Abstract

Abstrak Media merupakan salah satu alat dalam menyampaikan informasi dalam suatu proses pembelajaran, dengan menggunakan media diharapkan tujuan dari pembelajaran akan lebih mudah tercapai sehingga apa yang sudah direncanakan sebelumnya tercapai. Kelompok A di RA Al Khufadz Pegiringan penggunaan media tutup botol dalam pembelajaran menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan berhitung. Dengan ini peneliti menggali bagaimana implementasi media tutup botol dalam meningkatkan kemampuan berhitung kelompok A dan hambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media tutup botol dalam meningkatkan kemampuan berhitung di RA Al Khufadz Pegiringan tahun 2021/2022 dan untuk mendeskripsikan hambatan media tutup botol dalam meningkatkan kemampuan berhitung kelompok A di RA Al Khufadz Pegiringan. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif. Subyek penelitian adalah siswa siswi kelompok A Raudatul Athfal Al Khufadz Pegiringan Bantarbolang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif dengan pendekatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan masing-masing tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi yang berupa lembar pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi media tutup botol dalam pembelajaran berhitung di Raudlatul Athfal Al Khufadz Pegiringan dikatakan mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak. Pencapaian-pencapaian sesuai RPPH guru sudah bisa di terima oleh guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran berhitung dengan menggunakan media tutup botol. Dan hasil adanya media tutup botol juga mempengaruhi pada pencapaian perkembangan kemampuan berhitung anak. Kata kunci :Kemampuan Berhitung, media tutup botol
IMPLEMENTASI KEGIATAN KHITOBAH DALAM MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK Nursidik
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.141 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.565

Abstract

Percaya diri merupakan karakter yang penting untuk dimiliki oleh remaja termasuk anak-anak panti. Untuk menjadi anak yang dapat melakukan segala aktifitas di panti, sekolah umum maupun madrasah dengan baik, maka dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Maka dari itu ada suatu kegiatan yang dapat membantu anak melatih rasa percaya dirinya, yaitu kegiatan khitobah di panti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dan analisis yang bertujuan untuk mengetahui implementasi dan implikasi kegiatan khitobah dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak, serta bagaimana faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kegiatan khitobah dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak itu ekektif karena kegiatannya dilaksanakan secara rutin setiap malam minggu. Kegiatan Khitobah di Panti Asuhan Dewi Masyithoh Cabang Pemalang ini bertujuan untuk melatih mental anak dan menumbuhkan rasa percaya diri anak ketika berbicara di depan umum. Dampak atau manfaat dari kegiatan khitobah ini yaitu menumbuhkan rasa percaya diri anak, berani dan percaya diri ketika tampil di hadapan masyarakat, tidak malu maupun takut ketika ia aktif di masyarakat. Adapun faktor pendukung kegiatan khitobah ini adalah tersedianya sarana dan prasarana untuk pelaksanaan khitobah, sedangkan faktor penghambatnya adalah kemauan yang ada pada diri anak itu sendiri serta kurangnya persiapan materi khitobah
MANAJEMEN FACEBOOK DALAM PROSES PENDIDIKAN Nursidik
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.362 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.580

Abstract

Teknologi merupakan suatu kebutuhan bagi bangsa dan negara, pada saat ini ilmu teknologi semakin berkembang pesat, masyarakat di tuntut untuk ikut serta mengikuti arus globalisasi, salah satunya adalah layanan jejaring social, terutama Facebook. munculnya fenomena dan perkembangan zaman yang sedang booming diseantero jagad raya ini salah satunya perkembangan teknologi, perkembangan teknologi yang semakin canggih mampu menghipnotis seluruh manusia dari berbagai lapisan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai pada lansia (dewasa lanjut usia) hal ini menuntut orang tua dan seluruh pendidik di dalam maupun di luar sekolah untuk dapat memperhatikan dan mengawasi setiap gerak- gerik langkah anak didiknya, karena perkembangan teknologi yang sedang marak saat ini dapat mempengaruhi kondisi lingkungan dan prestasi belajar, sehingga perhatian dan pengawasan orang tua serta tenaga pendidik di dalam sekolah maupun di luar sekolah harus lebih waspada. Pada saat ini masyarakat Indonesia mengenal Facebook sebagai media pertemanan ternyata mampu membius warga Indonesia untuk berlomba-lomba dalam menguasai situs jejaring sosial ini. Akan tetapi pada saat sekarang banyak sekali kita temukan kejadian-kejadian yang kurang baik, kejadian kriminal yang disebabkan oleh Facebook, sering kita jumpai anak perempuan remaja di perkosa oleh temennya yang ia baru kenal lewat jejaring Facebook, pembegalan atau kejadian-kejadian kejahatan lain sebagainnya. Oleh sebab itu perlunya ada pengolahan yang benar berkaitan dengan jejaring sosial ini, jika digunakan kedalam hal yang sifatnya positif sebagai alat untuk proses pembelajaran maka hasilnya sangat bermanfaat untuk memperbanyak ilmu pengetahuan, atau sebaliknya digunakan untuk kesia-siaan atau hal-hal negatif maka hasilnya kurang baik atau buruk.
IMPLEMENTASI METODE MURAJA’AH DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN PONPES DARUL ASYFIYA PEMALANG Nursidik
Al-Athfal Vol 3 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.767 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v3i2.583

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Bagi bangsa, pendidikan merupakan kebutuhan yang dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas baik dari segi spiritual, intelegensi, dan kemampuan sebagai generasi penerus Bangsa. Al-Qur’an merupakan sumber dari segala sumber pesan-pesan ketuhanan, yang pada prinsipnya ia senantiasa mengajak manusia agar dapat senantiasa mengembangkan eksistensi dan potensi yang terpendam di dalam dirinya. Salah satu media yang dijadikan Allah SWT dalam menjaga keutuhan al-Qur’an adalah munculnya beberapa kelompok penghafal al-Qur’an di berbagai negara dengan berbagai macam usia. Dalam sejarah Islam klasik, para penghafal al-Qur’an selalu muncul dalam setiap generasinya, mulai generasi sahabat Rasulullah hingga saat ini. Dengan kondisi santri yang hampir seluruhnya adalah pelajar, tentunya perlu perhatian khusus dalam menjaga kelancaran hafalan al-Qur’an. Karena berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Setelah dilakukan penelitian di Rumah Tahfizh Ilmina, maka ada beberapa hasil yang menunjukan sebuah perubahan dalam meningkatkan kelancaran atau kualitas hafalan al-Qur’an. Menurut salah seorang santri putri berpendapat bahwa metode muraja’ahnya dilakukan dengan membaca berulang-ulang atau dilakukan ketika shalat. Sementara pelaksanaan muraja’ah dalam salat malam (qiyamullail), para santri mengamalkannya secara berjamaah dengan imam bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh dewan asatidz. Adapun surah yang dibacakan ketika menjadi imam salat adalah surah-surah yang sudah dihafalkan sesuai dengan pencapaian hafalan masing-masing santri 1 rokaat 1 halaman, sementara salat yang dilaksanakan minimal 4 rakaat