Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PSIKOLOGI PENDIDIKAN TENTANG PAUD DAN MENGOPTIMALKAN PERAN IBU DALAM MINAT ANAK Nursidik
Al-Athfal Vol 4 No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v4i1.768

Abstract

Pendidikan anak usia dini sangat penting bagi kelangsungan bangsa, dan perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pendidikan anak usia dini merupakan strategi pembangunan sumber daya manusia harus dipandang sebagai titik sentral mengingat pembentukan karakter bangsa dan kehandalan SDM ditentukan bagaimana penanaman sejak anak usia dini. Pentingnya pendidikan pada masa ini sehingga sering disebut dengan masa usia emas (the golden age). PAUD merupakan hal yang sangat penting untuk mengembangkan potensi anak sedini mungkin dalam membangun masa depan bangsa. Peran orang tua terutama ibu dalam mengembangkan potensi anak tersebut sangat besar dan penting. Maka dari itu perlu sekali untuk mengoptimalkan peran ibu dalam mengembangkan potensi anak tersebut, dapat berupa meningkatkan minat dan bakat anak sedini mungkin. Di Indonesia pelaksanaan PAUD masih terkesan ekslusif dan baru menjangkau sebagian kecil masyarakat. Meskipun berbagai program perawatan dan pendidikan bagi anak usia dini usia (0-6 tahun) telah dilaksanakan di Indonesia sejak lama, namun hingga tahun 2000 menunjukkan anak usia 0-6 tahun yang memperoleh layanan perawatan dan pendidikan masih rendah. Data tahun 2001 menunjukkan bahwa dari sekitar 26,2 juta anak usia 0-6 tahun yang telah memperoleh layanan pendidikan dini melalui berbagai program baru sekitar 4,5 juta anak (17%). Kontribusi tertinggi melalui Bina Keluarga Balita (9,5%), Taman Kanak-kanak (6,1%), Raudhatul Atfal (1,5%). Sedangkan melalui penitipan anak dan kelompok bermain kontribusinya masing-masing sangat kecil yaitu sekitar 1% dan 0,24%
Optimization of Electricity Transition Scenarios Toward Net Zero Emissions by 2060 in Indonesia: Resource Analysis and System Reliability: Nursidik; Boer, Rizaldi; Rusli, Meika Syahbana
Jurnal Agroekoteknologi Terapan (Applied Agroecotechnology Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v6i2.65274

Abstract

Indonesia faces a critical challenge to fulfill Indonesia's commitment to the Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 and to meet the net zero greenhouse gas (GHG) emissions by 2060. This requires the electricity sector to adopt low-emission, reliable, and investment-efficient technologies. This study develops three electricity transition scenarios toward net zero emission using the Long-range Energy Alternatives Planning (LEAP) system. Three scenarios are: (1) Current Strategy (CS) with emphasis on coal-based generation with Carbon Capture and Storage (CCS); (2) Renewable Energy-Based Transition (ET) prioritizing solar, wind, hydro, and geothermal; and (3) Enhanced Renewable and New Energy Transition (EBT) combining renewables with nuclear and hydrogen baseload. Model results demonstrate that electricity demand in 2060 is projected at 1,808 TWh with peak load of 245 GW. The required generation capacity reaches 565 GW (CS), 758 GW (EBT), and 1211 GW (EBT). Peak emissions occur in 2031 at 440 MtCO₂ (CS) and 439 MtCO₂ (ET and EBT). By 2060, zero emissions are achieved in the ET and EBT scenarios, while CS still emits 103 MtCO₂. All scenarios meet the ENDC 2030 emission-reduction target. System reliability is highest in EBT and CS, whereas emission reductions are greatest in ET and EBT.