Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS IMBANAGARA KABUPATEN CIAMIS Enas, Ujang
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i1.562

Abstract

Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Pelatihan Pirt, Desain Kemasan, dan Digitalisasi Produk Lokal di Wilayah Perdesaan Rahayuningsih, Nur; Anggraeni, Anggi; Rianingsih, Restu; Nisa, Ainun Latifa; Fathurrahman, Reza; Fakhri, Najah Najia; Rahma, Gita; Paujia, Eneng Sipa; Muzaffar, Muhammad Nabiil; Enas, Ujang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22128

Abstract

ABSTRAK Program pelatihan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T MBKM di Desa Sukaratu, Dusun Pirusa, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan aspek legalitas usaha (melalui pendampingan NIB dan PIRT), desain kemasan, serta digitalisasi produk. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berbasis media visual dengan 41 peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 62,07 menjadi 80,73, dengan 92,68% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap legalitas produk, daya tarik visual kemasan, serta strategi pemasaran digital, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: UMKM, Legalitas Usaha, PIRT, Kemasan, Digitalisasi, Pelatihan  ABSTRACT A community service training program conducted by KKN-T MBKM students in Sukaratu Village, Pirusa Hamlet, aimed to enhance the capacity of MSME actors by strengthening business legality (through NIB and PIRT assistance), packaging design, and product digitalization. The methods involved education sessions, hands-on practices, and visual media-based mentoring for 41 participants from diverse backgrounds. Evaluation using pre-test and post-test showed an average score increase from 62.07 to 80.73, with 92.68% of participants experiencing improved knowledge. This training proved effective in enhancing MSME actors’ understanding of product legality, visual packaging appeal, and digital marketing strategies, all of which contribute to their business competitiveness and sustainability. Keywords: Msmes, Business Legality, PIRT Certification, Packaging Design, Digitalization, Training
Penataran Solusi Meningkatkan Kinerja dan Efektivitas Kerja Karyawan UMKM Kuliner Kota Tasikmalaya Sudirman, Rendy; Nugraha, Ferryan; Kurniawan, Heru; Kurnia, M. Ikhsan; Enas, Ujang
Abdimas Universal Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v8i1.524

Abstract

The culinary segment is one of Tasikmalaya city's strengths in attracting both local and out-of-town tourists. Amidst the proliferation of culinary franchises, the food industry is striving to maintain its competitiveness with culinary companies from outside the city, which are backed by capital, brand image, and, of course, employees with superior skills compared to MSME employees who have not received training. The subject of this activity is culinary entrepreneurs in Tasikmalaya city, and the training was held at the Baso Mang Ja'i Tasikmalaya Hall. The main objective of this activity is to help provide business understanding for culinary entrepreneurs in the field of human resource management. From the results of the training, participants responded with questions related to ways to improve work effectiveness and performance, which were complained about by culinary entrepreneurs in Tasikmalaya city. Thus, it can be seen that the audience felt the direct benefits of the community service activities that had been carried out because they contained solutions to the problems faced by the attendees in these activities.
Penyuluhan Pemanfaatan Komoditas Lokal Berorientasi Pasar Global bagi Masyarakat Kelurahan Urug Sudirman, Rendy; Enas, Ujang; Kurniawan, Heru; Kurnia, M. Ikhsan; Nurdin Anwar, Ali
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v6i1.1647

Abstract

Artikel ini membahas hasil kegiatan penyuluhan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Universitas Bakti Tunas Husada. Penyuluhan ini diikuti oleh 19 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode partisipatif yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang disampaikan berfokus pada pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Kemudian, penguatan merek, peningkatan motivasi berwirausaha, serta penerapan strategi pemasaran 5.0. Strategi ini menekankan pada penyesuaian dan personalisasi produk dengan kebutuhan konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias memanfaatkan potensi lokal, terutama eceng gondok dan kelapa. Keduanya  memiliki peluang untuk diolah menjadi produk yang bernilai tambah dan berorientasi ekspor. Hal ini sejalan dengan konsep green economy. Penyuluhan juga berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya inovasi produk, identitas merek, dan strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Dari hasil evaluasi, terjadi peningkatan tingkat pemahaman peserta sebesar 68% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan. Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan dan kurangnya pendalaman materi teknis menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam kegiatan selanjutnya. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan motivasi masyarakat. Terutama untuk mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal yang berdaya saing global. Program ini juga menegaskan pentingnya keberlanjutan program pendampingan guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa