Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani pada Tingkat SMP Hasanuddin, Muhammad Imran; Normasunah, Normasunah
JURNAL PENJAKORA Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kinerja guru Pendidikan Jasmani tersertifikasi pada tingkat SMP, (2) hubungan sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP, dan (3) Keterkaitan sertifikasi guru terhadap kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan yang berjumlah 33 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani yang sudah tersertifikasi yang berjumlah 22 orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini sesuai dengan analisis statistika deskriktif dan analisis inferensial. Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis dengan bantuan program SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja guru pendidikan jasmani tersertifiaksi berada pada kategori cukup; (2) ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai (r) sebesar 0.544 (Pvalue < α 0,05); dan (3) ada keterkaitan yang signifikan antara sertifikasi guru terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai Rsquare sebesar 0.296, nilai Beta sebesar 0,544 dan nilai thitung sebesar 2.899 (Pvalue <α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan
MITOS DALAM LEGENDA KERAJAAN PULAU HALIMUN DI KABUPATEN KOTABARU (MYTHS IN LEGEND OF HALIMUN ISLAND KINGDOM IN KOTABARU REGENCY) Normasunah Normasunah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.271 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3762

Abstract

Mitos dalam Legenda Kerajaan Pulau Halimun di Kabupaten Kotabaru. Legenda Kerajaan PulauHalimun adalah salah satu cerita rakyat di Kabupaten Kotabaru. Hasil dari penelitian ini adalah padabentuk dan fungsi mitos di Legenda Kerajaan Halimun Pulau di Kabupaten Kotabaru. Bentuk mitosdalam penelitian ini terlihat pada inkarnasi Sambu Ranjana kini lebih dikenal sebagai gunung Saranjanadan Sambu Batung yang berubah menjadi gunung Sebatung. Fungsi mitos dalam penelitian ini adalah(1) fungsi politik mitos (2) Fungsi mite (percaya mitos sifat pemikiran berdasarkan persepsi mistis, tanpapercaya bahwa objek nyata). Fungsi sebuah mitos dalam studi informasi yang harus diketahui olehmasyarakat Kotabaru. Gunung saranjana adalah salah satu kota magis yang dikenal oleh mitosnya.Kata-kata kunci: mitos, legenda, pulau halimun
Analisis Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani pada Tingkat SMP Muhammad Imran Hasanuddin; Normasunah Normasunah
JURNAL PENJAKORA Vol. 8 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/penjakora.v8i1.30203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kinerja guru Pendidikan Jasmani tersertifikasi pada tingkat SMP, (2) hubungan sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP, dan (3) Keterkaitan sertifikasi guru terhadap kinerja guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani pada tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan yang berjumlah 33 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Jasmani yang sudah tersertifikasi yang berjumlah 22 orang. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini sesuai dengan analisis statistika deskriktif dan analisis inferensial. Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis dengan bantuan program SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja guru pendidikan jasmani tersertifiaksi berada pada kategori cukup; (2) ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai (r) sebesar 0.544 (Pvalue < α 0,05); dan (3) ada keterkaitan yang signifikan antara sertifikasi guru terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dengan nilai Rsquare sebesar 0.296, nilai Beta sebesar 0,544 dan nilai thitung sebesar 2.899 (Pvalue <α 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara sertifikasi guru dengan kinerja guru Pendidikan Jasmani tingkat SMP Negeri di Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan
REMBUK STUNTING DI DESA SIGAM KECAMATAN PULAU LAUT SIGAM KABUPATEN KOTABARU Sri Juniati; Andi Muhammad Yahya; Husni Mubarak; Normasunah Normasunah; Nilam Sari; Muhammad Ali; Radiatul Adawiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12388

Abstract

Stunting itu merupakan masalah gizi yang dialami oleh anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama yang bisa membuat pertumbuhan pada anak bisa terhambat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting yaitu pola pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi dan kurangnya fasilitas air bersih dan sanitasi. Metode yang digunakan dalam pengadian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini, diketahui jumlah balita yang termasuk di Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 3 balita dari 26, pemerintah desa menganggarkan 20 % dari dana desa yang akan diperuntukkan dibidang program kesehatan.
PEMBERDAYAAN GURU KADER REVITALISASI UKS MELALUI SEKOLAH SEHAT, WUJUDKAN ANAK SEHAT BERKARAKTER Normasunah, Normasunah; Mubarak, Husni; Juniati, Sri; Yahya, Andi Muhammad; Rahmayanti , Rahmayanti; S , Wulandari
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang paling terdampak karena harus ditutup total dalam rangka mengendalikan penyebaran virus corona. Dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, pendampingan dan pengembangan UKS menjadi salah satu kunci dalam pengendalian wabah virus di lingkungan sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pelatihan pendampingan pengelolaan UKS dan implementasi program usaha kesehatan sekolah (UKS). etode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusiyang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah Pengukuran tanda-tanda vital dan penanganan penyakit yang sering terjadi di Sekolah. Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait materi UKS dari siswa MAN Kotabaru. Sebelum kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta cukup (30%) dan kurang (70%), sedangkan setelah dilakukan kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta menjadi baik (30%), cukup (20%) dan kurang (50%). Kesimpulan kegiatan pelatihan pengelolaan UKS dapat meinigkatkan kemampuan siswa dalam mencegah virus.
Bahasa Dalam Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Mubarak, Husni; Normasunah; Juniati, Sri
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi kebahasaan di Indonesia sangatlah kompleks. Namun, bahasa Indonesia tetap melaju ke arah perkembangan yang pesat. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan bahasa Indonesia dalam mengekspresikan konsep ilmu pengetahuan teknologi dan seni dewasa ini. Dalam rentang waktu delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia berkembang ke arah kemantapan dan kedinamisan. Kemantapan dapat diamati dengan adanya keajekan dalam kaidah, misalnya kata kesimpulan. Kini disadari bahwa bentuk yang benar secara gramatikal adalah simpulan (hasil dari kegiatan menyimpulkan).Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. Indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat, diamati, dipelajari, atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA MANTRA BANJAR DI DESA TELUK KEPAYANG Normasunah -
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 4 No 7 (2016): Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The method used in this research is descriptive method kualitatif.Dengan descriptive qualitative method will be described overall results of the analysis in the form of symbols and meanings semiotics at Banjar mantra in the village of Teluk Kepayang. With the steps of collecting, managing, analyzing, and presenting data with interview and observation techniques. Based on the results penelitianPada Banjar spell Teluk Kepayang found some symbols In Banjar spells Teluk Kepayang found some symbols are: a symbol of confidence, a symbol binder. a symbol of health and hygiene, and symbols perlindungan.Dalam Banjar mantra meaning there are four sections covering: a title that reflects part of the purpose of the spell in question, part of the sentence Opener basmalah used to open an action so that such acts receive a blessing from God Almighty, the base or description, contains words which have the potential to spell someone unseen, part of the purpose, an expectation to be achieved, cover, namely sentences diucapakan to end the spell that had given two creed sentence. Keywords: Semiotics, Mantra Banjar
GAYA BAHASA PERBANDINGAN PADA NOVEL DANDAMAN KADA BAPANCUNG KARYA ALIMAN SYAHRANI NORMASUNAH _; Razali Rahman
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2017): Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of data analysis using stylistic comparisons it was concluded that: (1) The literary style of comparison used in the novel Dandaman Kada Bapancung works Aliman Syahrani is stylistic metaphor, synesthesia, simile, allegory, allusion, hyperbole, kiasmus, personification, sinekdoke, euphemism, perifrasa, and symbolic. (2) The meaning of style in the novel Dandaman comparison Kada Bapancung Aliman work Syahrani is 1. Meaning of synchronous language style (language semantic meaning and cultural significance). 2. Meaning diachronic style. As in the style of metaphorical language in the following sentence of page 3 in the novel Dandaman Kada Bapancung works Aliman Syahrani there are sentences floating nut (flowers of the guava tree) the meaning of the quote in italics above including the meaning of the language style of diachronic because originally said floating nut (flower of the tree guava) is indeed the true sense, but over time, the word is growing and does not always refer to the actual meaning, until finally said floating nut (flowers of the guava tree) growing with new meanings that have meaning gray hair that grows on the head of someone. Keywords: Novel, Language Style Comparison, Meaning
Analisis Morfologi Pada Bahasa Mandar Dalam Ruang Lingkup Keluarga Di Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru Husni Mubarak; Normasunah Normasunah
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 6 No 1 (2018): CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33659/cip.v6i1.74

Abstract

AbstractThis study aims to describe the process of Mandar language affixation within the scope of the Family in the Village of Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Pulau Kotabaru Regency and describes the use of reduplication of Mandar language within the scope of Family in the Village of Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Pulau Kotabaru Regency. This research uses descriptive qualitative research method. Based on the result of the research, it can be concluded that (1) The affixation process in Mandar language includes the process of giving prefix, prefix, and confixing (prefix and ending). In the Mandar language of Tanjung Lalak village, Pulau Laut sub-district of Kotabaru regency, there are prefixes, ma-, si-, ti-, di-, pa-, ka-, pe-, and to-. Suffix (suffix) in Mandar language there are four suffixes, namely suffix -i, suffix -o, suffix -mu and suffix -ang. As for the confix (prefix and suffix) in Mandar language there are six conflicts of conflicts, conflicts, conflicts, conflicts, conflicts of pa-i, and sa-na cones. (2) The use of reduplication in Mandar languages has two, namely reduplication entirely, and partial reduplication.Keyword: Mandar language, prefix, and confixing, reduplication.
MITOS DALAM LEGENDA KERAJAAN PULAU HALIMUN DI KABUPATEN KOTABARU Normasunah Normasunah
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 2 No 5 (2014): Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAs a speech literature, a Myth has a high power of life to unite a community characterized in a same way of life. The Community is a society believing in an irrational matter around them, but it really happens, such as Kotabaru citizen which believes in the legend of Halimun Island Kingdom. The Matters in this research are (1) How is the form of myth in the legend of Halimun Island Kingdom? (2) What is the functions of myth in the legend of Halimun Island Kingdom? And its Purposes are (1) to know the form of myth in the legend of Halimun Island Kingdom, and (2) to know the functions of myth in the legend of Halimun Island Kingdom.This research is a qualitative research using analysis and field descriptive method. The way of Data analysis in this research is using Levi-Strauss Linguistic Model. In the analysis of the myth, Levi-Strauss suggests two steps of analysis and interpretation, they are to compare the myths with another myths, to seek a ethnographic connection among people who believe in it. The data of this research is a literature of Myths in the Legend of Halimun Island Kingdom. First version of myth literatures in this research is taken from Myth literatures of Sambu Ranjana that nowday is known as Saranjana Mountain. Second version of myth literatures used for this research is taken from Myth literatures of Sambu Batung that nowday is known as Sebatung Mountain. The sources of both is exactly taken from speech literature which grown around people in Kotabaru.Legend of the Kingdom of Island Mist is one of folklore in Kotabaru district. The results of this study berfokos on the form and function of myth in the Legend of the Kingdom of Island Mist in Kotabaru district. The form of myth in this study looks at the incarnation Sambu Ranjana is now better known as mountain Saranjana and Sambu Batung which was transformed into a mountain Sebatung. The function of myth in this study are (1) the political function of the myth (2) Function mite (believing in the myth of the nature of thought based on the mystical perception, without believing that the real object) The function is a myth in the study of information that should be known by the public Kotabaru , During this time many people believe their only Kotabaru magical city that makes Kotabaru known by the humanists without knowing his legend. Mount saranjana is one of the magical city that is well known by its myth. Therefore, the lack of research on the myth in this LKPH can demonstrate to the public to be more aware Kotabaru own region. Keyword: Myth, Legend, Halimun Island.