Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Prototipe Aplikasi Monitoring Jalur Kereta Api Berbasis Website Faris Bayu Azanto; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api adalah salah satu model transportasi massal yang menjadi alternatif bagi masyarakat. Namun tingkat kecelakaan pada moda transportasi ini yang diakibatkan oleh kerusakan jalur masih menjadi faktor utama. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu aplikasi Monitoring System yang akan mempermudah para operator kereta api untuk memantau jalur kereta api. Pada Tugas Akhir ini, dibuat suatu prototype aplikasi monitoring berbasis website untuk memantau keadaan jalur kereta api menggunakan kabel fiber optik sebagai sensor. Pada prinsipnya aplikasi ini menggunakan FO to Ethernet Media Converter untuk mengubah kabel fiber optik menjadi kabel data ethernet. dengan menambahkan IP device dan melakukan ping ke device ini maka server dapat mendeteksi keadaan jalur kereta api jika terjadi ganggunan, dengan cara mengukur replay data hasil aktifitas ping di cmd. aplikasi website akan menampilkan hasil dari aktifitas ping dengan menggunakan bahasa pemograman phyton, PHP, javascript, MySQL untuk database dan aplikasi ini memiliki beberapa fitur. Berdasarkan hasil pengujian pada Tugas Akhir ini, didapatkan delay 0,10085/ms pada saat kondisi jalur dalam keadaan normal dan 30,000934/ms pada saat kondisi jalur dalam keadaan bending. Yang artinya kualitas traffic data bagus berdasarkan standar ITU-T. Kata kunci – Fiber Optik, Sensor, Kereta Api, Fiber to Ethernet Media Converter , Website.
Perancangan Dan Analisis Purwarupa Untuk Sistem Pemantauan Fiber Optik Dengan Power Meter Optik Berbasis Esp8266 Aulia Nugraha; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini Optical Power Meter (OPM) banyak digunakan dalam sistem komunikasi serat optik. OPM adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur nilai daya dari suatu sinyal optik yang ditransmisikan. Umumnya OPM digunakan untuk mengetahui kualitas dari sebuah jaringan sistem komunikasi serat optik yang telah dibangun. Oleh karena itu OPM dapat digolongkan sebagai alat yang penting dalam sistem komunikasi serat optik. Namun, OPM memiliki beberapa kelemahan. Selain termasuk kedalam alat yang mahal, OPM juga tidak dapat menampilkan hasil pengukuran pada platform/perangkat lain. Dari kelemahan tersebut maka dikembangkan suatu alat yang lebih efisien, lebih terjangkau dan dapat dibuat sendiri, serta memiliki kemampuan sistem monitoring terhadap hasil pengukuran sinyal optik yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan Internet of Things (IoT). Sistem pengukuran OPM memanfaatkan modul Small Form-Factor Pluggable (SFP) yang diintegrasikan dengan nodeMCU ESP8266. Setelah dilakukan implementasi dan analisis didapatkan kesimpulan akurasi sensor photodetector dengan nilai 99%, dengan sistem bekerja pada kondisi LOS mencapai 120m dan kondisi NLOS mencapai 40m. Aplikasi dan pengujian ini dilakukan dengan QoS pada level 0 mendapatkan delay rata-rata dari broker menuju subscriber sebesar 17ms dan throughput sebessar 63Bytes/s. Selain itu broker masih bekerja dengan baik setelah menjalani pengujian ketahanan selama 30 hari. Kata Kunci : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT. Abstract At present Optical Power Meter (OPM) is widely used in fiber optic communication system. OPM is a device to measure the power value of a transmitted optical signal. Generally OPM is used to determine the quality of a network of fiber optic communication systems that have been built. Therefore, OPM can be classified as an important tool in fiber optic communication system. However, OPM has several weaknesses. In addition to being an expensive tools, OPM also can’t display the measurement results on other platforms/devices. From these weaknesses, developed a more efficient, more affordable and self-made tool, and has the ability to monitor the results of optical signal measurements then transmitted through the network of Internet of Things (IoT). The OPM measurement system utilizes the Small-form Factor Pluggable (SFP) module that is integrated with the ESP8266 nodeMCU. After the implementation and analysis, got the conclusion of photodetector sensor accuracy with 99% value, with system working on condition of LOS reach 120m and NLOS condition reach 40m. Application and testing is done with QoS at level 0 getting average delay from broker to subscriber of 17ms and throughput sebessar 63Bytes/s. In addition brokers still work after endurance testing for 30 days. Keyword : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT
Rancang Bangun Bidirectional Converter Menggunakan Kontrol Proportional-integral Untuk Sistem Pengereman Regeneratif Yuni Rizki Linggasari; Efri Suhartono; Kharisma Bani Adam
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan mobil listrik di Indonesia saat ini berlangsung sangat pesat. Namun masih memiliki   kendala   karena   kemampuan  jelajah   mobil   listrik  yang   terbatas   sampai   akhirnya menemukan tempat untuk mengisi ulang baterai. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknologi untuk meningkatkan ketahanan daya baterai. Salah satu teknologi yang dapat meningkatkan ketahanan daya baterai adalah dengan cara merecoveri energi yang terbuang pada saat pengereman atau teknologi ini telah ada pada Hybrid Electric Vehicle (HEV). Selain mendapatkan sumber listrik dari baterai, masukan daya pada sistem Hybrid Electric Vehicle juga dapat diperoleh dari motor listrik pada saat terjadi pengereman regeneratif. Agar diperoleh kinerja yang optimal, arus charging dan discharging pada baterai diatur oleh  bidirectional  converter  berbasis  kontrol  PI   (Proportional-Integral).  Bidirectional  converter berfungsi sebagai regulator aliran daya pada saat motoring dan saat pengereman regeneratif. Kontrol PI (Proportional-Integral) berfungsi untuk mengatur kecepatan motor agar didapatkan kecepatan motor sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Dengan mengatur kecepatan motor diharapkan untuk mendapatkan pengembalian daya secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat bidirectional converter yang bekerja secara efektif dalam sistem pengereman regeneratif untuk mendapatkan pengembalian daya secara optimal. Kecepatan respon dan error steady state merupakan parameter yang diukur untuk menilai kinerja suatu sistem kendali. Dengan menggunakan trial dan error konstanta kendali Kp, Ki masing-masing sebesar Kp=0,6 dan Ki=0,2. Kata kunci: Bidirectional Coverter, Kontrol PI (Proportional-Integral), Sistem Pengereman Regeneratif
Perancangan Dan Implementasi Penggunaan Lampu Led Sebagai Pengirim Informasi Musik Kurniawan Gustyanto; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan komunikasi nirkabel (wireless) menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untuk diimplementasikan dimasyarakat sekitar. Ketika teknologi wireless terhubung terhadap suatu perangkat, seperti mendengarkan suatu musik, maka perangkat tersebut akan menggunakan alat pengeras suara musik seperti mini speaker. Penggunaan loudspeaker menggunakan kabel pada saat mendengarkan musik, namun masalah ini berakibat pada keterbatasan penggunaan kabel dan besarnya redaman pada kabel tembaga yang digunakan. Melihat permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem pengirim informasi musik dengan menggunakan cahaya tampak yang memanfaatkan lampu LED sebagai cahaya penerangan, lalu dipasangi transmitter untuk mengirimkan informasi musik dan mempunyai redaman yang mendekati nol.Perancangan alat tugas akhir ini melakukan implementasi pemancar dan penerima sinyal informasi musik melalui komunikasi cahaya tampak. Melalui implementasi alat ini dapat diketahui bahwa transmisi suara melalui cahaya tampak bisa direalisasikan. Sinyal yang dikirimkan dalam tugas akhir ini merupakan sinyal informasi musik mp3 module, dan di sisi receiver diterima melalui photodioda, keluaran sinyal tersebut akan dikirim menggunakan speaker mini untuk menampilkan suara musik yang diterima. Hasil dalam perancangan alat ini dapat mengirimkan sinyal informasi musik melalui cahaya tampak pada jarak 4 meter dengan LED yang sudah dimodulasi. Pada sudut 0º mendapatkan nilai gain sebesar 22.17 dB, dengan coverage 32.15 m2 serta atenuasi yang didapatkan sebesar -6.05 dB. Kata Kunci : Light Emmiting Diode, Transmitter, Receiver, Music. Abstract The wireless communication network becomes an alternative technology and is relatively easier to implement in the surrounding community. When wireless technology is connected to a device, such as listening to a music, the device will use music loudspeakers such as mini speakers. The use of loudspeakers using cables when listening to music, but this problem results in limited use of cables and the amount of attenuation on the copper cable used. Looking at these problems, the sending system of music information is made using visible light that utilizes LED lights as lighting light, then the transmitter is installed to transmit music information and has attenuation close to zero. The design of this final project implements the transmitter and receiver of music information signals through communication visible light. Through the implementation of this tool it can be seen that the transmission of sound through visible light can be realized. The signal sent in this final project is the music information signal of the mp3 module, and on the side of the receiver received through the photodiode, the signal output will be sent using a mini speaker to display the sound of the music received. The results in the design of this tool can send music information signals through visible light at a distance of 4 meters with modulated LEDs. At the 0º angle, the gain value is 22.17 dB, with coverage of 32.15 m2 and the attenuation obtained is -6.05 dB. Keywords : Light Emmiting Diode, Transmitter, Receiver, Music.
Kompresi Huffman Pada Dwt-svd Berbasis Watermarking Citra Medis Dengan Watermark Terkompresi Menggunakan Compressive Sensing Irvan Ragil Boesandi; Efri Suhartono; Irma Safitri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pengiriman dan perlindungan informasi merupakan masalah yang sering dihadapi diera perkembangan teknologi informasi saat ini. Salah satu cara untuk menyelesaikan masalah ini yaitu penggunakan teknik kompresi dan watermarking pada data rahasia. Berdasarkan permasalahan tersebut, dalam tugas akhir ini rancang sistem image watermarking yang didalamnya terdapat teknik kompresi dan dekompresi. Untuk teknik kompresi menggunakan metode Huffman encoding dan dekompresi menggunakan Huffman decoding. selain itu, digunakan juga Compressive sensing sebagai kompresi di sisi citra watermarknya dan mengkombinasikan transformasi Discrete Waveket Transform (DWT) dengan Singular Value Decomposition (SVD). Hasil akhir dari penelitian ini yaitu, rasio kompresi diatas 50 %, parameter SSIM =1. Pada saat dilakukan pengujian pengaruh compressive sensing maka pengujian dengan menggunakan CS menghasilkan nilai MSE 0,172 dan PSNR =55,75 sedangkan pengujian tanpa menggunakan CS menghasilkan nilai MSE = 0,117 dan PSNR =57,2. Kata Kunci : Compressive Sensing, Discrete Waveket Transform (DWT), Singular Value Decomposition (SVD), Huffman Coding Abstract The process of sending and protecting information is a problem that is often faced by the development of information technology today. One way to solve this problem is to use compression and watermarking techniques on confidential data. Based on the problem, in this final project design watermarking image system in which there is compression and decompression technique. For compression techniques use Huffman encoding and decompression methods using Huffman decoding. In addition, compressive sensing is used as compression on the watermark image side and combines Discrete Waveket Transform (DWT) transformation with Singular Value Decomposition (SVD). The end result of this research is, compression ratio above 50%, parameter SSIM = 1. At the time of testing the influence of compressive sensing then the test using CS yields the value of MSE 0.172 and PSNR = 55.75 while testing without using CS yields the value of MSE = 0.117 and PSNR = 57,2. Keywords: Compressive Sensing, Discrete Waveket Transform (DWT), Singular Value Decomposition (SVD), Huffman Coding
Sistem Pengukuran Energi Listrik Pada Smart Energy Meter Untuk Aplikasi Smart House Yang Menggunakan Rooftop Photovoltaic Arif Maulana; Efri Suhartono; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Photovoltaic untuk rumah-rumah atau di rumah pintar sudah banyak digunakan. Dalam penggunaannya, perlu di kombinasikan dengan sumber PLN, sebagai sumber energi listrik utama. Hanya saja, untuk menerapkannya diperlukan alat dan sistem sebagai pengendali dan monitoring. Maka pada penelitian ini, telah dibuat sebuah alat untuk membaca tegangan dan arus direct current dari baterai dan mengontrol penggunaan sumber daya listrik dari baterai yang dapat beralih ke sumber PLN. Prinsip kerja alat ini yaitu memantau energi listrik, kendali penyimpanan dan pemakaian energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit alternatif dengan media penyimpanan berupa baterai, dengan penggunaan dan pengisian baterai dilakukan bergantian, lalu pengaturan penggunaan energi listrik photovoltaic dengan energi listrik PLN. Komponen utama dalam penelitian ini antara lain mikrokontroler arduino mega 2560, sensor arus ACS712, voltage sensor, Liquid Crystal Display 16x2 dan modul relay 1 channel. Hasil dari penelitian ini adalah sistem memiliki kemampuan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan proses penggunaan baterai (discharging) atau pengisian (charging), switch sumber listrik dan pembacaan tegangan dan arus beban. Hasil monitoring yaitu akurasi sensing tegangan 98.39% untuk aki 1 dan 99.29% untuk aki 2. Lalu akurasi sensing arus dibandingkan spesifikasi 52.53204% untuk lampu 5 watt pijar alternating current dan 66.20763% untuk 5 watt Light Emitting Diode alternating current. Kata Kunci: smart meter, sensor tegangan, modul relay 1 channel, ACS712, arduino mega 2560, photovoltaic. Abstract Photovoltaic for homes or in smart homes is already widely used. In its use, it needs to be combined with PLN's sources, as the main electricity source. It's just that, to implement it, tools and systems are needed as controllers and monitoring. So in this study, a tool has been made to read the direct current voltage and current of the battery and control the use of electrical resources from the battery that can be switched to the PLN source.. The working principle of this tool is to monitor electrical energy, control the storage and use of electrical energy produced by alternative plants with storage media in the form of batteries, with the use and charging of batteries carried out alternately, then regulating photovoltaic electrical energy use with PLN electricity. The main components in this study include the Arduino Mega 2560 microcontroller, ACS712 current sensor, voltage sensor, Liquid Crystal Display 16x2 and 1 channel relay module. The results of this study are that the system has the ability to activate and deactivate the discharging or charging process, power source switches and voltage and current readings. The results of monitoring are accuracy of sensing voltage 98.39% for battery 1 and 99.29% for battery 2. Then the accuracy of current sensing is compared to specifications of 52.53204% for 5 watt incandescent alternating current lamps and 66.20763% for 5 watts of Light Emitting Diode alternating current. Keywords: smart meter, voltage sensor, relay module, ACS712, arduino mega 2560, photovoltaic
Compressive Sensing Berbasis Dct-dwt Untuk Kompresi Watermark Pada Watermarking Citra Digital Dengan Domain Swt-svd Muhammad Rizqi; Efri Suhartono; I Nyoman Apraz Ramantryana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Image watermarking adalah proses perlindungan hak cipta dari suatu objek (gambar) dengan memberikan tanda di dalam objek tersebut. Teknik image watermarking, dikatakan baik apabila tanda yang disisipkan tidak tampak oleh kasat mata dan objek pembawanya tidak mengalami penurunan kualitas serta tanda yang disisipkan harus tahan terhadap berbagai pengolahan sinyal. Pada tugas akhir ini di implementasikan sistem image watermarking pada watermark dan host dalam bentuk citra hitam putih dan Red Green Blue (RGB). Pada sistem image watermarking menggunakan metode Compressive Sensing (CS) berbasis Discrete Cosine Transform-Discrete Wavelet Transform (DCT-DWT), Stationary Wavelet Transform-Singular Value Decomposition (SWT-SVD) dan proses rekontruksi menggunakan algoritme Orthogonal Matching Pursuit (OMP). Pengujian dilakukan terhadap sistem yang di bangun dan telah dilakukan beberapa skenario pengujian dalam memperoleh analisis terkait dengan performansi sistem yang mampu dihasilkan. Pengaruh CS pada pengujian menghasilkan nilai Mean Square Error(MSE) 4,396208 , Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) 41,70416 dan Bit Error Rate (BER) 0,185565. Dan pengaruh tanpa CS pada pengujian menghasilkan nilai Mean SquareError(MSE) 3,53102, Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) 42,6518 dan Bit Error Rate (BER) 0,19686 Kata kunci: Image watermarking, CS, DCT-DWT, SWT-SVD, OMP, MSE, PSNR, BER Abstract Image watermarking is the process of protecting the copyright of an object (image) by giving a sign inside the object. Image watermarking technique is said to be good if the inserted sign does not appear to be visible and the carrying object does not experience a decrease in quality and the inserted sign must be resistant to various signal processing. This final project implements an image watermarking system on watermarks and hosts in the form of black and white and Red Green Blue (RGB) images. The image watermarking system uses the Compressive Sensing (CS) method based on Discrete Cosine Transform-Discrete Wavelet Transform (DCT-DWT), Stationary Wavelet Transform-Singular Value Decomposition (SWT-SVD) and the reconstruction process using the Orthogonal Matching Pursuit (OMP) algorithm. Tests are carried out on systems that are built and several test scenarios have been carried out in ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.1 April 2019 | Page 492 obtaining analysis related to the system performance that can be produced. The effect of CS on the test results in the value of Mean Square Error (MSE) 4,396208, Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) 41,70416 and Bit Error Rate (BER) 0,185565. And the effect without CS on the test resulted in the value of MSE 3.53102, PSNR 42.6518 and BER 0.19686 Keywords:Image watermarking, CS, DCT-DWT, SWT-SVD, OMP, MSE, PSNR, BER
Deteksi Anemia Melalui Citra Sel Darah Menggunakan Metode Gabor Wavelet Dan Support Vector Machine Farah Pranidasari; Efri Suhartono; Rissa Rahmania
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anemia dikenal dengan istilah “kurang darah”. Dimana, anemia adalah darah dengan kadar hemoglobin yang lebih rendah dari keadaan normal, keadaan tersebut menghambat peredaran oksigen menuju organ-organ dan menghambat respirasi sel sehingga, tubuh tidak maksimal dalam menghasilkan energi. Deteksi anemia oleh laboratorium dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti dengan menghitung jumlah sel darah merah, menghitung sel (hematokrit), dan menghitung kadar hemoglobinnya. Selain itu, dapat dilihat dengan mudah secara fisik seperti pucatnya telapak tangan, wajah dan konjungtiva (selaput pada kelopak mata). Namun, kepucatan tubuh dapat disebabkan beberapa hal seperti, kurangnya paparan sinar matahari, paparan udara dingin, kadar gula darah rendah dan sedikitnya jumlah pigmen melanin (yang menentukan warna pada kulit). Pada penelitian ini digunakan metode ekstraksi ciri Gabor Wavelet dan metode Support Vector Machine (SVM) sebagai klasifikasinya dalam mendeteksi anemia melalui kepekatan warna citra sel darah. Penelitian menggunakan citra sel darah ini, bertujuan menciptakan suatu sistem yang dapat mendeteksi anemia dengan akurat berdasarkan akurasi sistem dari data uji dan data latih sehingga dapat membantu para tenaga ahli kesehatan dalam mendeteksi anemia. Performansi sistem deteksi anemia dianalisis berdasarkan parameter yang didapat melalui beberapa tahap pengujian, seperti pada ukuran citra, parameter pada filter gabor dan parameter pada SVM. Hasil penelitian ini didapatkan sistem yang dapat mendeteksi citra sel darah yang terdiagnosa anemia dan bukan anemia dengan akurasi sebesar 95% dan waktu komputasi sebesar 1,1 detik. Kata kunci : Anemia, Sel darah, Hemoglobin, Gabor Wavelet, SVM Abstract In general, anemia is popular the term "lack of blood". However, anemia is a condition the blood with hemoglobin levels that are lower than normal conditions which result in the block circulation of oxygen to the organs and cell respiration so that the body is not ideal in producing energy. Anemia detection by the laboratory can be done in several ways such as by counting the number of red blood cells, counting cells (hematocrit), and calculating the hemoglobin level. Moreover, anemia can be detected easily physically by the paleness of the palms, face and conjungtiva. But, the paleness can be caused by several things such as, lack of sun exposure, exposure to cold weather, low blood sugar levels and low of melanin pigment. In this research, Gabor Wavelet's feature extraction method and the Support Vector Machine (SVM) method using as classifications in detecting anemia with the image of red blood cells based on their color. The research using the image of blood cells is expected to create a system that can detect anemia accurately through concentrating the color of blood cell images and hemoglobin levels in the blood based on system accuracy from test data and training results to help health professionals detect anemia. System perfprmance of anemia detection analyzed basd on several testing, such as image dimension, parameters of gabor filter and parameters of SVM. The results of this research obtained a system that can detect the image of blood cells diagnosed with anemia and not anemia with an accuracy of 95% and computation time of 1,1 seconds. Keywords: Anemia, Blood Cells, Hemoglobin, Gabor Wavelet, SVM
Compressive Sampling Berbasis Dct-dwt Untuk Kompresi Watermark Pada Watermarking Audio Menggunakan Dct-svd Muh. Gazali Saleh; Efri Suhartono; Nur Ibrahim
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Watermarking adalah cara menyembunyikan atau menanamkan data atau informasi ke dalam suatu data digital lainnya, tanpa diketahui keberadaannya oleh indera manusia (penglihatan maupun pendengaran) untuk melindungi hak cipta dan keaslian data. Teknik audio watermarking memiliki dua tahap yaitu embedding dan extracting. Sinyal audio yang telah diekstrak harus tahan terhadap serangan seperti filtering, modification, noise, compression, dan speed change. Pada penelitian ini, telah digunakan skema dengan metode utama yang mengkombinasikan metode transformasi Discrete Cosine Transform (DCT) dan Discrete Wavelet Transform (DWT) pada Compressive sensing, kemudian Discrete Cosine Transform (DCT) dan Singular Value Decomposition (SVD) pada audio watermarking untuk mendapatkan suatu robustness yang baik berdasarkan parameter penilaian seperti SNR dan BER. Tujuan compressive sensing (CS) adalah sebuah metode sampling baru dimana sinyal akusisi dan kompresi dilakukan pada saat yang sama dan dalam prosesnya diambil sample dengan jumlah sedikit dan acak berdasarkan pada transformasi yang digunakan. Teknik kompresi dan metode transformasi akan membuat penyimpanan data menjadi lebih efisien dan kualitas dari audio host bisa tahan terhadap berbagai serangan yang diberikan. Hasil dari tugas akhir ini adalah sebuah sistem audio watermarking yang memiliki tingkat robustness dan imperceptibility dengan nilai rata-rata setelah serangan pada parameter BER 0,20 serta rata-rata SNR 25,03 dB. Kata kunci: Audio Watermarking, Discrete Cosine Transform, Singular Value Decomposition, Discrete Wavelet Transform, Compressive Sensing. Abstract Watermarking is a way to hide or embed data or information into a digital data, without being known to exist by the human senses (vision or hearing) to protect the copyright and authenticity of the data. The audio watermarking technique has two stages: embedding and extracting. The extracted audio signal must be resistant to attacks such as ifltering, modification, noise, compression, and speed change. In this research, it will be used schema with a main method combining the Discrete Cosine Transform (DCT) and Discrete Wavelet Transform (DWT) Transformation methods on Compressive sensing, then Discrete Cosine Transform (DCT) and Singular Value Decomposition (SVD) on audio watermarking to obtain a good robustness based on valuation parameters such as SNR and BER. The purpose of compressive sensing (CS) is a new sampling method in which the acquisition and compression signals are performed at the same time and in the process are sampled with minimal and random quantities based on the transformation used. Compression techniques and transformation methods will make data storage more efficient and the quality of the host audio can withstand the various attacks given. The result outcome of this final task is an audio watermarking system that has a level of robustness and imperceptibility with an average value after the attack on the BER parameter 0.20 as well as the average SNR 25.03 dB. Keywords: Audio Watermarking, Discrete Cosine Transform, Singular Value Decomposition, Discrete Wavelet Transform, Compressive Sensing
Deteksi Anemia Melalui Citra Sel Darah Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform (dwt) Dan Klasifikasi Support Vector Machine (svm) Andi Ade Yustika; Efri Suhartono; Rissa Rahmania
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sel darah merah merupakan komponen mendasar pada tubuh manusia yang berfungsi mengikat oksigen untuk oksidasi jaringan-jaringan tubuh. Tingkat sel darah merah yang tidak normal menjadi pertanda penyakit anemia. Proses deteksi penyakit anemia ini dapat dilakukan secara manual dengan memeriksa sampel darah menggunakan mikroskop di rumah sakit. Namun, metode ini mempunyai kelemahan yaitu bergantungan pada ketelitian dokter dan petugas laboratorium yang dipengaruhi oleh kondisi fisik dan keterbatasan alat, sehingga membuat akurasi dari hasil diagnosa kurang maksimal. Pada tugas akhir ini telah dibuat sistem untuk membantu mendeteksi anemia melalui citra sel darah merah. Secara garis besar, deteksi anemia yang dilakukan oleh sistem ini melalui empat tahapan yaitu akuisisi citra, pre-prosessing dimana dilakukan cropping manual, resize citra, dan konversi RGB ke greyscale, selanjutnya proses ekstraksi ciri menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) dan klasifikasi Support Vector Machine (SVM). Hasil dari proses ekstraksi ciri DWT akan menjadi masukan pada proses klasifikasi SVM. Performansi sistem ini dianalisis berdasarkan parameter akurasi dan waktu komputasi. Dengan menggunakan metode DWT dan SVM didapatkan akurasi tertinggi dalam sistem yaitu sebesar 96,6667% dengan waktu komputasi 0,0113s. Kata Kunci : sel darah merah, anemia, DWT, SVM. Abstract Red blood cells are a fundamental component of the human body that functions to bind oxygen to oxidize body tissues. Abnormal levels of red blood cells are a sign of anemia. The process of detecting this anemia can be done manually by examining blood samples using a microscope in the hospital. However, this method has a weakness that is dependent on the accuracy of doctors and laboratory staff who are affected by physical conditions and limitations of the equipment, making accuracy of the diagnostic results less than optimal. In this research, a system has been created to help detect anemia through image of red blood cells. Broadly speaking, anemia detection carried out by this system through four stages, namely image acquisition, pre-processing where manual cropping, image resize, and RGB to Greyscale conversion, then feature extraction process uses the Discrete Wavelet Transform (DWT) and Support Vector classification Machine (SVM). The results of the DWT feature extraction process will be input to the SVM classification process. System detection anemia performance from red blood cell image analyse based accuracy parameter and time computation. By using DWT and SVM method result high accuracy in system 96,6667% with time computation 0,0113s. Keywords: red blood cells, anemia, DWT, SVM ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3760 1. Pendahuluan Sel darah merah merupakan komponen mendasar pada tubuh manusia, yang berfungsi mengikat oksigen dan zat-zat lain yang diperlukan untuk oksidasi jaringan di dalam tubuh. Dalam sel darah merah terdapat zat warna darah yang disebut hemoglobin (HB), dimana hemoglobin sebagai protein yang berkombinasi dengan senyawa henim, yang menghasilkan zat besi [1]. Penyakit yang menyerang sel darah merah salah satunya adalah anemia. Pada tugas akhir ini dilakukan simulasi untuk mendeteksi anemia dengan pengolahan citra digital menggunakan sel darah merah. Pengolahan citra digital telah diterapkan diberbagai bidang, salah satunya pada bidang kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan simulasi untuk mendeteksi anemia, penulis menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT), metode paling umum digunakan karena lebih mudah diimplementasikan dan memiliki waktu komputasi yang lebih sederhana. Citra hasil ekstraksi ciri diklasifikasi menggunakan metode Support Vector Machine