Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP INTENSI PENANGANAN TERSEDAK PADA SISWA-SISWI DI SD ISLAM TERPADU MUTIARA MAUMERE Arkam, Arkam; Irman, Ode; Yantiana Guru, Yustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36666

Abstract

Tersedak pada anak merupakan keadaan gawat darurat yang perlu segera ditangani, jika terlalu lama dapat menyebabkan kurangnya oksigen dan menyebabkan kematian. Tersedak dapat terjadi dimana saja baik di rumah maupun lingkungan sekolah. Maka, pertolongan pertama pada anak tersedak harus cepat diberikan, karena sangat berpengaruh terhadap keselamatan anak. Untuk itu, dalam memberikan penanganan tersedak harus memiliki keinginan yang besar dalam melakukan hal tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media audio visual terhadap intensi penanganan tersedak pada siswa-siswi di SD Islam Terpadu Mutiara Maumere. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian sebanyak 132 responden. Sampel penelitian sebanyak 48 responden yang terbagi dalam 2 kelas dimana kelas 5 sebagai kelas perlakuan sebanyak 27 responden, sedangkan kelas 6 sebagai kelas kontrol sebanyak 21 responden. Pemberian edukasi dilakukan selama 3 hari. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisis data pada kelompok perlakuan menggunakan uji wilcoxon rank test, sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan uji paired t test. Hasil uji wilcoxon menunjukan nilai p=0,000<0,05 yang artinya terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui media audio visual terhadap intensi penanganan tersedak pada siswa-siswi di SD Islam Terpadu Mutiara Maumere. Sedangkan hasil uji paired t test diperoleh p= 0.102. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui media audio visual dapat mempengaruhi intensi penanganan tersedak pada siswa-siswi di SD Islam Terpadu Mutiara Maumere. Disarankan kepada siswa-siswi setelah mendapatkan edukasi agar memiliki keinginan untuk membantu dalam memberikan penanganan tersedak, sehingga dapat mengurangi angka kematian akibat tersedak.
Kepatuhan Berobat dan Perawatan Kembali Pasien Pasca Serangan Sindrom Koroner Akut Irman, Ode
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1614

Abstract

Penyakit sindrom koroner akut (SKA) merupakan jenis kegawatan dari penyakit jantung koroner (PJK) yang tiap tahun mengalami peningkatan kesakitan dan perawatan kembali dirumah sakit. Perawatan kembali dirumah sakit dikaitkan dengan tingginya angka kematian yang disebabkan oleh rendahnya kepatuhan berobat. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan hubungan kepatuhan berobat dengan perawatan kembali pasien pasca serangan SKA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian yaitu pasien SKA yang memenuhi kriteria penelitian dan direkrut dengan purposive sampling sebanyak 42 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2024 di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Data kepatuhan berobat dikumpulkan menggunakan kuesioner morisky medication adherence scale (MMAS-8) sedangkan perawatan kembali menggunakan lembar observasi pada rekam medis. Analisis data menggunakan uji pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0.000 (p<0.05) dan nilai r hitung 0.841 maka disimpulkan ada hubungan antara kepatuhan berobat dan perawatan kembali pasien pasca serangan SKA dengan tingkat keeratan sangat kuat serta arah hubungan positif. Semakin tinggi kepatuhan maka semakin lama kejadian perawatan ulang pasien SKA terjadi. Untuk itu perawat perlu berupaya dengan memberikan intervensi yang sesuai untuk meningkatkan kepatuhan minum obat agar perawatan kembali dirumah sakit dapat berkurang.
PEMBERDAYAAN REMAJA MESJID AL HIDAYAH KOTA UNENG DALAM MENGELOLAH SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF Irman, Ode; Rangga, Yoseph Darius Purnama; Kedoh, Lodowik Nikodemus; Jelita, Sofiana; Febrianti, Febrianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39148

Abstract

Sampah masih menjadi salah satu sumber masalah kesehatan di Indonesia. Program bebas sampah tahun 2025 mewajibkan masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, akan tetapi pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam mengelolah sampah masih sangat rendah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu mitra remaja masjid Al Hidayah Kota Uneng dalam mengelolah sampah sebagai upaya pencegahan penyakit dan mendukung ekonomi kreatif. Pelaksanaan kegiatan yaitu 10-14 September 2024. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu 1. Sosialisasi. Sosialisasi dilakukan dalam 3 sesi oleh narasumber, 2. Pelatihan. Pelatihan berupa bagaimana cara membuat ecobrick, ecoenzym dan membuat kerajinan sampah. 3. Penerapan teknologi. Teknologi yang diberikan yaitu gerobak sampah, spanduk terkait sampah dan buku panduan pengelolaan bagi remaja masjid. 4. Pendampingan dan evaluasi. Pendimpangan dan evaluasi dilakukan setiap 2 minggu sekali dan ke 5 yaitu keberlanjutan program. Keberlanjutan program yang diharapkan dengan membuka jalur diskusi jika ada kendala kegiatan. Terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam mengola sampah bagi remaja masjid Al Hidyah Kota Uneng. Untuk itu kami harapakan agar pemerintah utuk tetap mendukung segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh remaja masjid Al Hidayah Kota Uneng terkhusunya dalam mengelolah sampah.
Peer Support Group terhadap Well-Being Pasien Hipertensi Usia Dewasa Muda Rangga, Yohanes Paulus Pati; Irman, Ode; Wijayanti, Anggia Riske
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.348

Abstract

AbstrakPenyakit hipertensi pada usia dewasa muda tiap tahun mengalami peningkatan. Selain itu, banyak permasalahan yang ditemui seperti penurunan kontrol pengobatan, defisit perawatan diri dan buruknya kualitas hidup yang disebabkan oleh rendahnya well-being. Meningkatkan well-being dibutuhkan intervensi yang tepat. Peer support group dipilih karena berfokus pada hubungan individu, adanya pertukaran informasi serta pengalaman. Tujuan penelitian untuk menjelaskan pengaruh peer support group terhadap well-being pasien hipertensi usia dewasa muda. Jenis penelitian menggunakan quasi-experiment dengan rancangan pre post test control group design. Populasi dalam penelitian ini  berjumlah 176 orang. Sampling yang digunakan purposive sampling.  Besar sampel sebanyak 80 orang dan dibagi ke dalam 2 kelompok (masing-masing kelompok sebanyak 40 orang). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Puskesmas Koting Propinsi Nusa Tenggara Timur. Instrumen untuk mengukur well-being menggunakan Indonesian Well-being Scale (IWS). Analisis data menggunakan paired t test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peer support group terhadap well-being (p=0,000). Sebelum diberikan peer support group, kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan (p = 0,631). Namun, setelah diberikan peer support group, kedua kelompok menunjukkan perbedaan (p = 0,000). Peer support group terbukti dapat meningkatkan well-being, untuk itu Puskesmas dapat membuat program promosi kesehatan dengan mengintegrasikan peer support group dalam layanan kesehatan.  Kata kunci: peer support group, well-being, hipertensi, dewasa muda Abstract Hypertension in young adults is increasing every year. In addition, many problems were encountered such as decreased medication control, self-care deficits and poor quality of life caused by low well-being. Improving well-being requires appropriate intervention. The peer support group was chosen because it focuses on individual relationships, the exchange of information and experiences. The purpose of the study was to explain the effect of peer support groups on the well-being of hypertensive patients in young adults. This type of research uses a quasi-experimental design with a pre-post-test control group design. The population in this study were 176 people. Sampling used purposive sampling. The sample size is 80 people and divided into 2 groups (each group is 40 people). The research was carried out in October-November 2021 at the Koting Public Health Center. The instrument for measuring well-being uses the Indonesian Well-being Scale (IWS). Data analysis using paired t-test and independent sample t-test. The results showed that there was an effect of a peer support group on well-being (p=0,000). Data analysis using paired t-test and independent sample t-test. The results showed that there was an effect of a peer support group on well-being (p=0,000). Before being given a peer support group, the two groups showed no difference (p = 0,631). However, after being given a peer support group, the two groups showed a difference (p = 0,000). Peer support groups are proven to be able to improve well-being, for that public health centres can create health promotion programs by integrating peer support groups in health services. Keywords: peer support group, well-being, hypertension, young adults