Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMANFAATAN TULANG SAPI DAN TULANG AYAM MENJADI ARANG AKTIF Virgina Melany Syukur; Dewi Rahyuni; Endah Ayuningtyas; Rita Dewi Triastianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.321

Abstract

Aktivitas kuliner yang semakin marak, mensisakan limbah yang cukup banyak, diantaranya adalah tulang sapi dan tulang ayam. Tulang sapi mengandung karbon cukup banyak, diantaranya + 35% merupakan senyawa organik, serta mineral-mineral seperti garam kalsium, magnesium dan sodium. Atas dasar kandungan senyawa tersebut, maka tulang sapi dan tulang ayam mempunyai potensi diolah menjadi arang aktif. Tujuan penelitian ini ialah menguji kualitas arang aktif dari tulang sapi dan tulang ayam serta campurannya. Percobaan pembuatan arang aktif dilakukan dengan skala laboratorium menggunakan tulang yang sudah diolah, sebagai sisa makanan. Variabel bebas adalah komposisi tulang sapi dan tulang ayam yang terdiri dari 100%:0% ; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75% ; dan 0%:100%, dengan tiga ulangan. Variabel terikat yaitu kadar air, kadar volatil, kadar abu, kadar karbon aktif, daya serap terhadap methylene blue. Kualitas arang aktif diuji berdasar SNI 06-3730-1995 tentang Syarat Arang Aktif Secara Teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan SNI 06-3730-1995 tentang Syarat Arang Aktif Secara Teknis, maka arang aktif yang dihasilkan pada seluruh perlakuan kadar air dan kadar volatil telah memenuhi, sedangkan kadar abu, kadar karbon aktif dan daya serap terhadap methylene blue tidak memenuhi.
PENDAYAGUNAAN LIMBAH DIAPER SEBAGAI BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN PROSES DENSIFIKASI: Pendayagunaan Limbah Diaper sebagai Bahan Bakar Menggunakan Proses Densifikasi Muyasaroh, Nurul; Ayuningtyas, Endah
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol16.iss1.art2

Abstract

Popok sekali pakai (diaper) menjadi pilihan mayoritas ibu karena kepraktisannya. Hal ini menimbulkan limbah diaper yang semakin hari semakin menumpuk. Pendayagunaan limbah diaper masih sangat jarang dilakukan. Selama ini limbah diaper ditimbun di tempat pembuangan sampah atau dibuang sembarangan di sungai. Kondisi ini menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, baik berupa pencemaran udara, air, tanah serta berkurangnya estetika lingkungan. Terlebih jika terdapat feses pada limbah diaper sehingga menimbulkan pencemaran bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah diaper menjadi biofuel pellet yang renewable dan sustainable menggunakan proses densifikasi. Tujuan selanjutnya dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelembaban terhadap nilai kalor biofuel pellet, menganalisis proksimat serta membandingan angka Escherichia coli limbah diaper sebelum dan sesudah diolah menjadi biofuel pellet. Proses pembuatan biofuel pellet dilakukan dengan mengumpulkan limbah diaper; menghancurkannya menggunakan alat pencacah; mengeringkan dan mensterilkannya; kemudian mencetak menjadi biofuel pellet. Pengujian nilai kalor dilakukan berdasarkan pedoman ASTM D-2015 dan perhitungannya berdasarkan pedoman ASTM D-3175. Analisis proksimat dilakukan berdasarkan pedoman ASTM D-3174, ASTM D-1762-84, ASTM D-3172 dan ASTM D-2395. Limbah diaper dapat diolah menjadi biofuel pellet menggunakan proses densifikasi. Semakin rendah kelembaban, maka nilai kalor biofuel pellet semakin tinggi. Biofuel pellet dengan kelembaban 0% memiliki nilai kalor sebesar 6181,9 kal/g, kadar zat volatil 74,55%, kadar abu sebesar 15,25%, kadar karbon terikat sebesar 10,20% dan densitas sebesar 0,86 . Nilai kalor, kadar zat volatil dan densitas biofuel pellet ini memenuhi standar SNI 8021:2014. Sedangkan kadar abu dan kadar karbon terikat belum memenuhi standar. Angka Escherichia coli limbah diaper sebesar  cfu/g, sedangkan setelah diolah menjadi biofuel pellet menurun drastis yaitu <10 cfu/g.
Utilization of Domestic Sewon Bantul Sewage Sludge as Raw Material for Granular Organic Fertilizer (GOF) Ryan Bazaliel Alexandro Timpua; Warsiyah Warsiyah; Endah Ayuningtyas; Rita Dewi Triastianti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3566

Abstract

Domestic wastewater treatment plant (WWTP) sludge still contains organic matter and nutrients, indicating its potential for beneficial reuse. This study aimed to analyse the physicochemical characteristics of dried sludge from Sewon WWTP, Bantul Regency, and to evaluate its potential as a raw material for granular organic fertilizer through physical stabilisation without active composting. Dried sludge obtained from the sludge drying bed was formulated into four treatments: 100% sludge (F1), sludge combined with cattle manure (F2), sludge combined with fermented organic fertilizer mijongan (F3), and sludge combined with rice husk (F4), each at a 1:1 ratio. The processing stages included crushing, mixing, manual granulation using starch as a binder, and laboratory analysis of pH, moisture content, organic carbon, total nitrogen, total phosphorus, total potassium, and C/N ratio, with results compared against national solid organic fertilizer standards. The results showed that all formulations met the requirements for pH and organic carbon content. Variations were observed in moisture content, total nitrogen, and C/N ratio. Total phosphorus and potassium did not meet the minimum standard of ?2% across any of the formulations. The F4 formulation (sludge combined with rice husk) demonstrated the most balanced physicochemical quality, with a moisture content of 7.77%, total nitrogen of 2.15%, and a C/N ratio of 16.96. Overall, Sewon WWTP sludge shows potential as a raw material for granular organic fertilizer; however, further formulation optimisation is required to meet the minimum standards for phosphorus and potassium content.
Optimization of Biofiltration Techniques for Reducing Heavy Metal Contamination in Urban Wastewater Retno Susetyaningsih; Nurul Muyasaroh; Endah Ayuningtyas; Jumiati Jumiati; Muhammad Rizqi Fahreza
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 16 No. 2 (2025): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2025.v16.no2.p90-97

Abstract

This study focuses on optimizing biofiltration techniques to mitigate heavy metal contamination in urban wastewater. The increasing presence of heavy metals in wastewater, particularly in urban environments, poses a significant threat to both human health and ecosystem stability. Biofiltration, a natural remediation process utilizing living organisms, has gained attention as an effective method for removing heavy metals from contaminated water. The research combines experimental analysis with a comprehensive literature review to evaluate and enhance the performance of various biofiltration systems. By examining the influence of different variables, such as plant species, soil composition, flow rate, and pollutant concentration, on the efficiency of heavy metal removal, this study provides a broad perspective on the potential applications of biofiltration. Experimental analysis of biofilter setups demonstrated that specific plant-microbe interactions and substrate types significantly enhance the absorption and accumulation of toxic metals. The literature review further supports these findings by summarizing past studies and providing insights into existing biofiltration techniques, their effectiveness, and limitations. The study's findings indicate that optimized biofiltration can serve as a sustainable and cost-effective solution for urban wastewater management. By providing a detailed understanding of how biofilters can be adapted and scaled for urban applications, the research contributes to the development of environmentally friendly wastewater treatment technologies. The results underscore the importance of integrating biofiltration systems into urban water management strategies for improving water quality and reducing environmental pollution.