Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Guna Sewaka

Persepsi Pengguna QRIS Pada UMKM Di Kota Mataram Aryawati, Ni Putu Ari; Mahardika, I Made Ngurah Oka; Wibawa, I Gede Jaya Satria
Guna Sewaka Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.846 KB) | DOI: 10.53977/jgs.v1i2.668

Abstract

This study discusses the role and perspection of QRIS in transactions at MSMEs in Mataram City. Qris is a new innovation which launched by Bank Indonesia on 74th Independence Day. QRIS as a standardization of non-cash payments based on QR Code as a unifier of non cash payments. This study use a descriptive qualitative approach. Locus of this research is located at MSMEs assisted in Mataram City. The data were obtained using an interview and documentation approach with non-participatory observation. This study found that QRIS be a supportive payment tools of transactions in MSMEs but many people do not understand about QRIS. The solution that can be used so that many people know about QRIS is by socializing it to the community and leading MSMEs to use QRIS. QRIS can help MSMEs move forward in line with progress in the current digital era, QRIS has many important roles and many benefits for MSMEs, judging by the development and progress of the current digital era, it makes it easier for consumers and sellers to buying and selling transactions.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN WISATAWAN DIMENSI BUDAYA UNCERTAINTY AVOIDANCE Mahardika, I Made Ngurah Oka
Guna Sewaka Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jgs.v2i1.844

Abstract

The purpose of this article is to analyze the decision-making process of tourists when visiting culturally-based tourism objects. The approach chosen is to use a literature review. When choosing a destination, tourists are strongly influenced by Hofstede's cultural aspects. Cultural dimensions consist of power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, and long-term orientation. To avoid uncertainty, tourists tend to choose cultural destinations where they feel safe, comfortable and risk-free. Moreover, the motivations of tourists to decide to visit a tourist destination are strongly influenced by push and pull factors.
Manajemen Strategi Meningkatkan Citra Destinasi Kabupaten Buleleng Sebagai Wisata Bahari Citra, I Putu Ananda; Mahardika, I Made Ngurah Oka
Guna Sewaka Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jgs.v4i2.2920

Abstract

Kabupaten Buleleng, sebagai destinasi wisata bahari yang terletak di pesisir utara Pulau Bali, memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan dengan keindahan pesisirannya yang memukau dan beragam aktivitas laut yang ditawarkannya. Namun, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, penting untuk memperbaiki citra destinasi melalui pengembangan produk wisata yang menarik, pelayanan berkualitas, promosi efektif, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Studi ini mengeksplorasi kondisi, potensi, tantangan, dan peluang ekowisata bahari di Kabupaten Buleleng melalui tinjauan literatur dan penelitian sebelumnya. Ekowisata bahari merupakan bentuk pariwisata yang bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya secara berkelanjutan, dengan fokus pada konservasi lingkungan, pendidikan, manfaat bagi masyarakat lokal, dan pemeliharaan budaya. Berbagai destinasi wisata bahari di Buleleng, seperti konservasi terumbu karang, pantai pasir putih, penangkaran penyu, watching dolphin, air sanih, dan budidaya mutiara, menunjukkan upaya konkret dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip ekowisata. Strategi untuk meningkatkan citra destinasi Buleleng sebagai ekowisata bahari meliputi pengembangan produk wisata, kualitas layanan, promosi, kerjasama dengan pihak terkait, dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, pelestarian bahari dan pesisir di Buleleng bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membangun citra positif destinasi yang berkelanjutan untuk menarik wisatawan yang peduli terhadap lingkungan