Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Destinasi Wisata Pusaka Saujana di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Ali, La; Suyyuti, Nasruddin; Udu, Sumiman
Jurnal Penelitian Budaya Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.34 KB) | DOI: 10.33772/jpeb.v4i2.8984

Abstract

Perkembangan destinasi wisata bidang pusaka alam di KabupatenWakatobi belum diikuti dengan perkembangan destinasi wisata pusaka budayadan pusaka saujanaagar berefek terhadap meningkatnya ekonomi masyarakat.Salah satunya adalah benteng Tindoi dan benteng Maleko di Kecamatan Wangi-Wangi. Tujuan penelitian adalah menawarkan solusi agar perkembangandestinasi wisata pusaka budaya dan pusaka saujana dapat berefek terhadapmeningkatnya ekonomi masyarakat. Teori untuk pembaca data adalah pusakaoleh UNESCO tahun 2003 dengan metode kualitatif. Data dijaring melaluiwawancara, pengamatan, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptifkualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pusaka saujana Benteng Tindoi danBenteng Maleko berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai kegiatanpariwisata namun harus dipadukan dengan pengelolaan pusaka budayasebagaisalah satu paket wisata di Kabupaten Wakatobi.Kata kunci :Benteng, Budaya, ekonomi, pariwisata, pusaka saujana.
Analysis of the Added Value of Moringa Leaves in Moringa Tea: Case Study at UD Wuna Bharakati, Lupia Village Kabangka Subdistrict, Muna Regency Ali, La; Fyka, Samsul Alam; Yusriadin
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2384

Abstract

This research aims to identify the value added obtained from processing moringa leaves into moringa tea at UD. Wuna Bharakati, Lupia Village, Kabangka District, Muna Regency. This research was conducted from March to July 2025 using primary and secondary data types and sources. The data analysis used to determine the value added from processing moringa leaves into moringa tea employs the Hayami method of value added analysis. The results of the study indicate that the value added obtained from processing moringa leaves into moringa tea products is Rp419,360/kg, where this value consists of business profit or processing of Rp416,060 and labor remuneration of Rp3,300. The return on the largest factor of production ownership is 93.4% of the business profit, while labor income is 0.74% and contributions from other inputs are 5.7%.
Pengembangan Potensi Wisata Benteng Tindoi dan Benteng Maleko di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Ali, La; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan potensi wisata Benteng Tindoi dan Benteng Maleko sebagai salah satu destinasi yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan, baik dari sisi nilai historis, budaya maupun potensi lain yang ada disekitarnya, diharapkan dapat menunjang pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan potensi wisata Benteng Tindoi dan Benteng Maleko, Mendeskripsikan pengembangan potensi wisata Benteng Tindoi dan Benteng Maleko. Penelitian ini mengunakan Teori yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pengembangan Kepariwisataan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder sebagai data penunjang penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa Benteng Tindoi dan Benteng Maleko merupakan sebuah situs budaya yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam berbagai kegiatan pariwisata yang dapat dikemas dalam satu paket wisata.
Pelatihan Dasar - Dasar Microsoft Office (Word, Excel, Power Point) pada Guru di SD Negeri 1 Labalawa Ali, La; Hartinawanti, Hartinawanti; Suhendro; Nurddin, Dina Firliana; Nurhayati, Nurhayati; Doni, La
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3368

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mengoperasikan Microsoft Office (Word, Excel, Power Point) sebagai penunjang dalam menyiapkan pembelajaran dan tugas-tugas administrasi lainnya.  Metode pengabdian ini meliputi kegiatan sosialisasi dan kordinasi, kegiatan pelatihan serta monitoring. Hasil pelatihan ini guru-guru mampu mengoperasikan Microsoft Office Word berupa membuat dan merapikan paragraf, membuat tabel, insert gambar, penggunaan toolbar numbering, font, dan lain-lain serta menyimpan dokumen yang telah dikerjakan. Microsoft Excel berupa mengatur dan memformat data, lembar kerja perhitungan dasar (penjumlahan, perkalian, pembagian) serta memvisualisasikan data ke dalam bentuk grafik atau diagram. Serta Microsoft Power Point berupa membuat media presentasi yang menarik dengan menggunakan beberapa slide. Meski pada saat pelatihan berlangsung masih ada yang terbilang lambat dalam menyelesaikan tugasnya dalam mengoperasikan Microsoft Office.
Evaluasi Kebijakan Penataan PKL di Kota Kendari Ali, La; Brata , Joko Tri; Bariun, La Ode
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1586

Abstract

Kehidupan masyarakat perkotaan umumnya terpusat dalam  pembangunan sektor formal, dan tidak jarang warga pedesaan merasa bahwa hidup di kota lebih menjanjikan dibandingkan hidup di desa.  Pedagang kaki lima merupakan suatu kegiatan bidang usaha yang pada umumnya diperuntuukan khususnya bagi golongan ekonomi lemah yang perlu mendapatkan pembinaan untuk pertumbuhan dan perkembangan, implmentasi kebijakan Pemerintah Daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk ; (1) mengetahui Bagaimana Penanganan  Pedagang Kaki Lima  di Kota Kendari, (2) mengetahui Model Evaluasi Kebijakan Penanganan Pedaganag Kaki Lima di Kota Kendari, dan (3) mengetahui Pola Penanganan PKL seperti apakah yang tepat diterapkan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat  di Kota Kendari. Metode Penelitian adalah dengan penelitian Deskriptif dengan melakukan survey pada 3 lokasi sampel yaitu Kawasan Kendari Beach, Kawasan Jalan Lasandara dan Kawasan Bumi Praja sekitar Kantor Gubernur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ; (1)  Model Evaluasi Kebijakan Penanganan Pedagang Kaki Lima di Kota Kendari adalah ; (a) Memenuhi efektivtas.(b)  Memenuhi efisiensi. (c) Belum memenuhi kecukupan. Kebijakan penentuan lokasi, (d). Memenuhi kesamarataan, (e) Memenuhi responsivitas, dan (f) Memenuhi ketepatan. (2)  Berkaitan dengan Pola Penanganan yang diterapkan adalah mengkedapankan pola persatuan, dengan adanya kelompok, agar lebih mudah pengaturan serta  kepatuhan terhadap peraturan. Dari kesimpulan, Agar penanganan PKl lebih baik,  maka disarankan  ; (1)  Pemerintah perlu untuk menegaska dan mengakomodasi keinginan  PKL menjadi pedagang resmi  sebagai bentuk keseriusan dalam merangkul dan memberdayakan  ekonomi informal, (2) Pedagang  harus patuh pada peraturan. diterapkan adalah mengkedapankan pola persatuan, dengan adanya kelompok, agar lebih mudah pengaturan serta  kepatuhan terhadap peraturanDari kesimpulan, Agar penanganan PKl lebih baik,  maka disarankan  ;     (1)  Pemerintah perlu untuk menegaska dan mengakomodasi keinginan  PKL menjadi pedagang resmi  sebagai bentuk keseriusan dalam merangkul dan memberdayakan  ekonomi informal, (2) Pedagang  harus patuh pada peraturan.
The Study of Geomythology and Cultural Anthropology in Mountain Folklore Sabampolulu and Mountains Nepa-nepa in Kabaena, Southeast Sulawesi Abdin, Non; Jaelani, Jaelani; Gusli, Suhendro; Ali, La
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gjbs.v5i2.38527

Abstract

This study examines the folklore of Mount Sabampolulu and Mount Nepa-nepa on Kabaena Island, Southeast Sulawesi, using a geomythological and cultural anthropological approach to understand the relationship between geological phenomena and the cultural construction of the local community. Through a qualitative-descriptive method involving interviews, field observations, and narrative analysis, the research finds that the myths of the two mountains record collective memories of geological events such as eruptions, erosion, and floods, while also functioning as tools for ecological education, identity formation, and the preservation of cultural values. In conclusion, this folklore serves as a living ecological archive that interconnects myth, history, and the environment within a unified framework of cultural meaning.