Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pappasang

Wirid Surah al-Sajadah dan Surah al-Mulk: (Studi Living Qur’an di Pesantren Hidayatullah Surabaya Jawa Timur) Rahmat; Hadi, Umar
PAPPASANG Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v6i1.944

Abstract

Living Quran sebagai disiplin ilmu baru dalam kajian qur’an berupaya menjelaskan fenomena-fenomena sosial yang memiliki kaitan erat dengan ayat-ayat al-Quran yang dimaknai dan diaktualisasikan oleh individu maupun komunitas. Dalam konteks itu, tradisi wirid surah al-sajadah dan surah al-mulk di Pesantren Hidayatullah Surabaya layak dicermati. Kajian ini merupakan kajian perdana terhadap fenomena wirid tersebut. Kajian ini menggunakan perspektif hermeneutik Gadamer yang bertujuan menggali dan mendapatkan pemahaman serta makna dari tradisi tersebut. Hasil kajian menyimpulkan bahwa ternyata wirid tersebut merupakan salah satu satu upaya internalisasi nilai-nilai al-Quran terhadap kader agar memiliki kecerdasan emosioanal, spiritual dan militansi dalam menegakkan peradaban Islam.
Penanggalan Hadis Muslim: (Studi atas Pemikiran Harald Motzki) Hadi, Umar; Rais, Muhammad; Nurdin, Rahmat
PAPPASANG Vol. 7 No. 1 (2025): Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v7i1.1523

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas konsep dan metode penanggalan hadis yang dikembangkan oleh Harald Motzki sebagai respon terhadap pendekatan skeptis para orientalis terdahulu seperti Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht. Motzki menawarkan pendekatan baru melalui metode isnād cum matn analysis, yaitu analisis gabungan terhadap sanad dan matan hadis, yang bertujuan untuk menilai tingkat otentisitas dan historisitas hadis secara lebih menyeluruh dan konstruktif. Pendekatan ini dianggap sebagai penyempurnaan dari teori common link yang banyak digunakan sebelumnya, karena mampu mengidentifikasi transmisi hadis yang nyata dan orisinal. Artikel ini juga mengulas secara kritis metode penanggalan hadis yang berbasis matan, sanad, dan kemunculannya dalam kitab-kitab kanonik, serta menunjukkan bagaimana Motzki menghadirkan alternatif metodologi yang lebih mendekati pendekatan ilmiah dan adil terhadap sumber hadis. Dengan metode ini, Motzki menegaskan bahwa tidak semua hadis perlu diragukan keasliannya, dan sejumlah hadis dapat ditelusuri hingga ke periode awal Islam dengan lebih akurat.