Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA DAN UPAYA-UPAYA UNTUK MENGATASINYA (STUDI KASUS DI SMAN 6 KENDARI) Rizky, Ayu; Muharam, La Ode; Aspin, Aspin
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bening.v2i2.10641

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui penyebab siswa mengalami kesulitan belajar dan 2) untuk mengetahui upaya-upaya kepala sekolah, guru mata pelajaran dan guru BK dalam mengatasi kesulitan belajar siswa SMAN 6 Kendari. Jenis penelitian ini adalah peneliitian kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 4 orang yakni kepala sekolah, 2 guru mata pelajaran dan 1 guru BK. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil penelitian 1). Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa di SMA Negeri 6 Kendari terdiri dari faktor fisik, psikologis, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, penguasaan materi sebelumnya dan media massa. 2) Dalam mengatasi kesulitan belajar, kepala sekolah melakukan supervisi terhadap guru mata pelajaran. Upaya guru mata pelajaran yakni memberikan remedial, menambah waktu belajar, menjelaskan pentingnya materi pelajaran, memotivasi, merubah sikap siswa terhadap pelajaran dan membentuk tutor teman sebaya. Upaya guru BK adalah memberikan layanan dalam mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar serta mengembangkan keterampilan belajar.            Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Cara Mengatasi Kesulitan Belajar
Peningkatan Literasi Internet dan Etika Digital melalui Sosialisasi dan Diskusi Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Kalimantan Barat Rizky, Ayu; Nuruniyah, Nuruniyah; Arfan, Iskandar; Marlenywati, Marlenywati; Ananda Putri, De'a
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2515

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak sebagai respons terhadap masih rendahnya literasi digital dan penggunaan internet yang belum sepenuhnya bijak di kalangan siswa. Tujuan Studi: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat dan risiko penggunaan internet, etika digital, serta penerapan penggunaan internet yang bertanggung jawab. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi literasi digital dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap siswa peserta kegiatan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap manfaat dan risiko penggunaan internet dari 60% sebelum kegiatan menjadi 80% setelah kegiatan. Selain itu, lebih dari 90% siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai etika digital, dan 75% siswa mulai menerapkan perilaku penggunaan internet secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa program literasi digital yang dilaksanakan secara partisipatif dan interaktif mampu memberikan dampak positif yang terukur bagi siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat dalam upaya meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah menengah.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI DIGITALISASI PENCATATAN, PELAPORAN, DAN EDUKASI DI DESA SUNGAI MALAYA Rizky, Ayu; Mayarestya, Nita Putriasti; Arfan, Iskandar
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84024

Abstract

Program pemberdayaan kader Posyandu melalui digitalisasi pencatatan, pelaporan, dan edukasi di Desa Sungai Malaya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data kesehatan balita. Posyandu berperan penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan balita, namun banyak kader yang masih mengandalkan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk melatih kader dalam menggunakan aplikasi digital seperti Microsoft Excel dan Sehat Indonesiaku (ASIK) untuk pencatatan yang lebih efisien. Program ini melibatkan pendampingan langsung dan pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan kader dalam memanfaatkan alat digital. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan kader dalam pengelolaan data kesehatan balita dan pembuatan materi edukasi berbasis digital. Penggunaan aplikasi digital tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga mempermudah pelaporan yang lebih tepat waktu dan akurat. Hasil ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu, mendukung program pemerintah dalam menanggulangi stunting, dan mempercepat transformasi digital di tingkat desa.
Determinan Stunting Balita Usia 24-59 Bulan Di Daerah Tepian Sungai Kapuas Kota Pontianak Rizky, Ayu; Marlenywati, Marlenywati
Jumantik Vol 9 No 2 (2022): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v9i2.4904

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan masalah kurang gizi kronis disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Indikator stunting didasarkan pada indeks tinggi badan/ panjang badan menurut usia (TB/ U) dengan ambang batas (Z Score) <-2 SD. Kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa. Hasil Riskesdas 2018 di Indonesia terdapat 30,8% dan Kalimantan Barat memiliki prevalensi di atas angka nasional, yaitu sebesar 33,29%. Proporsi status gizi balita TB/U pendek dan sangat pendek Kota Pontianak tahun 2019 terdapat 17,4% dan tertinggi berada di Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur sebesar 33,5%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor dominan penyebab stunting pada Balita di daerah Tepian Sungai Kapuas. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol dengan jumlah kasus sebanyak 14 balita ibu yang memiliki balita stunting dan kontrol sebanyak 28  ibu yang memiliki balita status gizi normal (1: 2). Data yang diambil meliputi karakteristik ibu, tinggi badan ibu, panjang lahir balita, pola asuh, keragaman makanan dan sanitasi lingkungan. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tinggi badan ibu (p value = 0.037; OR CI 95% = 4.6 (1.105- 19.14), panjang badan lahir balita (p value = 0.005; OR CI 95% = 9.167 (2.109- 39.847), pola asuh ibu (p value = 0.031; OR CI 95% = 7.22 (1.186- 43.98) dan sanitasi lingkungan rumah tangga (p value = 0.009; OR CI 95% = 6.6 (1.599- 27.243) dengan kejadian stunting balita (Usia 24-59 Bulan) di kawasan pinggir Sungai Kapuas Kota Pontianak. Disarankan kepada dinas kesehatan gencar melakukan promosi pencegahan stunting di posyandu dan fasilitas kesehatan atau melalui media sosial dan ibu balita menerapkan cuci tangan menggunakan sabun pada saat akan mempersiapkan manakan. Kata Kunci :Stunting, tinggi badan ibu, panjang badan lahir, pola asuh,, sanitasi lingkungan, daerah tepian Sungai Kapuas ABSTRACTStunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutritional intake for a long time due to the provision of food that does not match nutritional needs. The stunting indicator is based on an index of height/length for age (TB/U) with a threshold (Z Score) <-2 SD. Malnutrition at an early age can increase infant and child mortality, cause sufferers to get sick easily and have poor posture as adults. The 2018 Riskesdas results in Indonesia were 30.8% and West Kalimantan had a prevalence above the national rate, which was 33.29%. The proportion of the nutritional status of toddlers with short and very short height in Pontianak City in 2019 was 17.4% and the highest was in Parit Mayor Village, East Pontianak District with 33.5%. The aim of the study was to analyze the dominant factors causing stunting in toddlers on the banks of the Kapuas River. The research design used case controls with a total of 14 cases of mothers who had stunted toddlers and 28 control mothers who had normal nutritional status of children under five (1: 2). The data collected included the characteristics of the mother, mother's height, birth length, parenting style, food diversity and environmental sanitation. Data analysis used logistic regression test. The results showed that there was a relationship between mother's height (p value = 0.037; OR CI 95% = 4.6 (1.105-19.14), birth length of toddlers (p value = 0.005; OR CI 95% = 9.167 (2.109-39.847), pattern maternal care (p value = 0.031; OR CI 95% = 7.22 (1.186-43.98) and household environmental sanitation (p value = 0.009; OR CI 95% = 6.6 (1.599- 27.243) with the incidence of stunting under five (age 24-59) Bulan) in the Kapuas Riverside area, Pontianak City, it is recommended that the health office actively promote stunting prevention at posyandu and health facilities or through social media and mothers of toddlers apply hand washing with soap when preparing food.Keywords: Stunting, mother's height, birth length, parenting style, environmental sanitation, Kapuas River bank area
Determinan Obesitas Pada Siswa SMP Islam Al-Azhar 17 Pontianak Dewi, Dwi Oktviantika; Marlenywati, Marlenywati; ruhama, Ufi; Budiastutik, Indah; Rizky, Ayu
Jumantik Vol 10 No 2 (2023): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i2.5886

Abstract

Obesitas atau kegemukan adalah kondisi tubuh yang tidak normal ditandai dengan meningkatnya lemak berlebih di dalam tubuh. Kasus obesitas meningkat setiap tahun khususnya remaja. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13-15 tahun. Penumpukan lemak tubuh yang berlebihan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti penyakit kronik degeneratif, obesitas juga berdampak pada akademik siswa sekolah seperti mudah mengantuk dan kurang konsentrasi saat belajar, kualitas hidup secara keseluruhan dan berkaitan dengan psikologi seperti sindiran berat badan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor determinan Obesitas pada Remaja Di SMP Islam Al-Azhar 17 Pontianak. Desain yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 145 orang. Sampel berjumlah 63 orang menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Penelitian menunjukan ada hubungan signifikan antara pola makan (p=0,001) nilai PR=11,692 (1,671-81,815), aktivitas fisik (p=0,003) nilai PR=9,500 (1,363-66,204), screen time (p=0,005) nilai PR=8,837 (1,270-61,474), dan body image (p=0,004) nilai PR=3,321 (1,471-7,496) dengan kejadian obesitas pada siswa SMP Al-Azhar 17 Pontianak.  Diharapkan sekolah dapat mendorong siswa untuk menerapkan perilaku hidup sehat dan sekolah memantau secara berkala status gizi siswa. Untuk siswa diharapkan lebih memperhatikan kesehatan sehingga terhindar dari kelebihan berat badan atau kegemukan.