Abstrak: Prinsip ESG merupakan pendekatan strategis dalam investasi berkelanjutan yang memiliki keselarasan nilai dengan prinsip dasar syariah, seperti keadilan, kemaslahatan, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam konteks pasar modal syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada BSI, berbasis data sekunder melalui studi pustaka dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis konten dan analisis tematik dengan perspektif maqashid syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan ESG di BSI memperkuat kepatuhan terhadap maqashid syariah, meningkatkan reputasi global, memperluas basis investor, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tantangan penerapan ESG pada BSI, seperti ketiadaan standar ESG berbasis syariah yang terstruktur, minimnya fatwa DSN-MUI terkait ESG, serta potensi greenwashing dalam instrumen keuangan syariah. Urgensi penyusunan kerangka regulasi dan fiqh ESG yang terintegrasi menjadi semakin kuat dalam mendorong keselarasan antara prinsip syariah dan keberlanjutan. Sinergi antara OJK, DSN-MUI, dan pelaku industri keuangan perlu diwujudkan untuk menciptakan pasar modal syariah yang tidak hanya patuh syariah, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata. Pendekatan berbasis maqashid syariah dapat menjadikan ESG sebagai instrumen utama dalam transformasi keuangan syariah yang etis, inklusif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: esg, bank syariah indonesia, pasar modal syariah, maqashid syariah. Abstract: The ESG (Environmental, Social, and Governance) principle is a strategic approach to sustainable investment that aligns with core Islamic values such as justice, public interest (maslahah), and sustainability. This study aims to analyze the integration of ESG principles within Bank Syariah Indonesia (BSI) in the context of the Islamic capital market. This research adopts a descriptive qualitative methodology utilizing a case study design at BSI. The study is grounded in secondary data gathered through systematic literature review and document analysis, and the data were examined using content analysis and thematic analysis, framed within the analytical perspective of maqashid shariah. The analysis reveals that the implementation of ESG at BSI enhances compliance with maqashid sharia, boosts global reputation, broadens the investor base, and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, challenges remain, such as the absence of a structured sharia-based ESG standard, the limited issuance of ESG-related fatwas by the DSN-MUI, and the potential risk of greenwashing in Islamic financial instruments. The urgency of developing an integrated ESG regulatory and fiqh framework is becoming increasingly critical to harmonize sharia principles with sustainability. A synergistic collaboration between the Financial Services Authority (OJK), the National Sharia Council (DSN-MUI), and industry players is essential to establish an Islamic capital market that is not only sharia-compliant but also socially and environmentally impactful. A maqashid sharia-based approach can position ESG as a key instrument in the ethical, inclusive, and sustainable transformation of Islamic finance. Keywords: esg, bank syariah indonesia, islamic capital market, maqashid sharia