Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Kadar HbA1c dengan Neuropati Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Vianca Marsiano, Aurelia; Wahyuliati, Tri
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v3i1.316

Abstract

Data International Diabetes Federation (IDF) 2021 memerkirakan populasi diabetes di Indonesia sebanyak 19.465.100 orang yang berusia antara 20-79 tahun. Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018 menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di Derah Istimewa Yogyakarta (DIY) melebihi angka nasional yaitu sebesar 4,5% dengan data nasional 2,4%. Neuropati diabetik merupakan komplikasi yang cukup serius serta dapat menyebabkan berbagai efek negatif seperti jatuh, gejala depresi, gangguan kualitas hidup, dan keterbatasan aktivitas. HbA1c dapat memprediksi potensi risiko perkembangan dan munculnya komplikasi pada diabetes. Pasien dengan tingkat HbA1c di atas 7% akan memiliki risiko komplikasi yang meningkat sebanyak dua kali lipat. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif analitik dengan metode cross-sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 79 pasien diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Gamping yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 57 dari 79 subjek memiliki kadar HbA1c yang tidak terkontrol dan mengalami neuropati. Hasil uji bivariat hubungan antara kadar HbA1c dengan neuropati pada pasien diabetes melitus menghasilkan nilai p 0,001 (p < 0,05) dan nilai r 0,685. Terdapat hubungan signifikan kuat antara kadar HbA1c dengan neuropati pada pasien diabetes melitus.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Stroke di RS PKU Muhammadiyah Gamping Nabila, Nazwa Sheika; Wahyuliati, Tri
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.358

Abstract

Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian sel otak dan menjadi penyebab kematian kedua di dunia. Di Indonesia, prevalensi stroke mencapai 10,9% permil pada 2018, dengan angka tertinggi di Kalimantan Timur (14,7%) dan DIY (14,6%). Salah satu faktor risiko stroke adalah obesitas yang diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT), dimana prevalensi populasi dengan IMT >25 kg/m² meningkat dari 10,5% pada 2007 menjadi 21,8% pada 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara IMT dan kejadian stroke di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan desain penelitian case control. Penelitian ini melibatkan 328 subjek yang terdiri dari 164 pasien stroke dan 164 non stroke. Hubungan antara IMT dengan kejadian stroke tidak signifikan dengan nilai p 0,385 (p<0,05) dengan korelasi sangat lemah. Analisis multivariat menunjukkan hipertensi berhubungan dengan kejadian stroke. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan yang lebih komprehensif dalam skrining faktor risiko stroke, termasuk penggunaan indikator lain seperti lingkar pinggang atau rasio pinggang-pinggul yang dapat lebih mencerminkan distribusi lemak tubuh.