Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera Nusantara

Isu-Isu Kristologi Kontemporer: Memahami Ketuhanan Yesus Di Tengah Tantangan Global Halawa, Iman Kristina
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.326

Abstract

This research is based on the increasing religious pluralism and social challenges faced by modern society that often question the identity and role of Jesus Christ. This discussion represents an important phase in the formation of Christian doctrine on the identity and role of Jesus Christ. Through a historical and theological overview, this article explores how concepts such as the divinity and humanity of Jesus, as well as His relationship with God the Father. The discussion includes the views of various theological groups, including the Gnostics, Ebionites, and Arius, as well as the responses of the church represented by the Council of Nikea and the Council of Chalcedon.  The research used a qualitative approach by analyzing literature from relevant theological and social sources. The results show that the church can use an inclusive and contextualized understanding of Christology to solve humanitarian and social problems and to build constructive interfaith conversations.  The purpose of this research is to see how people understand Jesus as God in the context of modern Christology, and how this teaching is relevant to the challenges facing the world today.  This research is expected to provide insight into the development of contemporary theology and pastoral practice in the modern era, which is based on the growing religious pluralism and social challenges faced.AbstrakPenelitian ini didasari oleh meningkatnya pluralisme agama dan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat modern yang seringkali mempermasalahkan identitas dan peran Yesus Kristus. Dalam pembahasan ini merupakan fase penting dalam pembentukan doktrin Kristen tentang identitas dan peran Yesus Kristus. Melalui tinjauan historis dan teologis, artikel ini mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti keilahian dan kemanusiaan Yesus, serta hubungan-nya dengan Allah Bapa. Diskusi ini mencakup pandangan-pandangan dari berbagai kelompok teologis, termasuk Gnostik, Ebionit dan Arius, serta respon-respon dari gereja yang diwakili oleh Konsili Nikea dan Konsili Kalsedon.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dari sumber teologis dan sosial yang relevant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja dapat menggunakan pemahaman Kristologi yang inklusif dan kontekstual untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan dan sosial serta untuk membangun percakapan antaragama yang konstruktif.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana orang memahami Yesus sebagai Tuhan dalam konteks Kristologi modern, dan bagaimana ajaran ini relevant dengan tantangan yang dihadapi dunia saat ini.  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perkembangan teologi dan praktek pastoral kontemporer di era modern, yang didasari oleh semakin pluralisme agama dan tantangan sosial yang dihadapi.
Kristus Dalam Tabernakel: Studi Teologis Kristosentris Terhadap Tipologi Perjanjian Lama Gulo, Rencana; Halawa, Iman Kristina; Halawa, Mediana
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 2 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i2.388

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi struktur dan simbolisme Tabernakel dalam Perjanjian Lama sebagai tipologi teologis yang menunjuk kepada pribadi dan karya penebusan Yesus Kristus. Dengan menggunakan pendekatan Kristosentris dan hermeneutika redemptive-historical, penelitian ini menelusuri setiap elemen utama Tabernakel—seperti mezbah korban bakaran, bejana pembasuhan, meja roti sajian, kandil emas, mezbah ukupan, tabir pemisah, dan tabut perjanjian—sebagai bayangan dari realitas yang digenapi dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tabernakel bukan sekadar struktur liturgis bangsa Israel, melainkan kerangka naratif dan eskatologis yang terintegrasi dalam rencana keselamatan Allah. Kristus tampil sebagai penggenapan peran Imam Besar, korban pendamaian, dan tempat kediaman Allah. Penelitian ini juga mengisi kesenjangan ilmiah dalam kajian teologi biblika yang jarang membahas tipologi Tabernakel secara sistematis dalam terang Kristologi.