Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PENGEMBANGAN HILIRISASI INDUSTRI KOPI YANG BERORIENTASI PADA PASAR CAFÉ DI KOTA PAREPARE Hamsyah, Hamsyah; Ladung, Fajar; Arfianty, Arfianty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2665-2671

Abstract

Hilirasi dalam pengelolaan biji kopi merujuk pada tahapan proses setelah panen hingga produk akhir siap dikonsumsi. Proses ini melibatkan serangkaian kegiatan seperti pemrosesan, penggilingan, pengolahan, dan distribusi biji kopi.  Nilai produk dapat ditambahkan melalui proses transformasi. Dalam konteks biji kopi, hilirasi melibatkan pemrosesan biji dari bentuk mentah menjadi produk akhir yang dapat dikonsumsi. Proses ini meningkatkan nilai produk dan dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar. Pasokan Kopi kelas cafe yang ada di kota Parepare didapatkan oleh pelaku usaha di bidang kopi dari luar daerah seperti Kabupaten Enrekang, Kabupaten Tator, Kabupaten Pinrang dan yang terdekat dari Kota Parepare. Petani kopi yang ada di Kota Parepare terutama di daerah Seajatappareng yang menjadi lokasi pengabdian yang mengelolah biji kopi menjadi bahan yang siap pakai untuk kebutuhan caffe  di kota Parepare. Proses ini dilakukan untuk menghasilkan biji kopi yang memiliki cita rasa yang diinginkan. UMKM POLETANA biasanya memiliki metode dan tingkat pemanggangan yang berbeda-beda untuk menghasilkan berbagai varian rasa kopi. Fokus pada pengembangan citra merek yang kuat untuk menarik perhatian pelanggan. Mulai dari logo yang menarik, kemasan produk yang menarik, dan pesan merek yang konsisten, serta Manfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter untuk mempromosikan produk
Advocacy For Village Budgeting To Promote Inclusive Development For Women And Children In Cemba Village, Enrekang Regency Ladung, Fajar; Hamsyah, Hamsyah
Economos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2025): ECONOMOS : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/economos.v8i3.4039

Abstract

This study examines village budget advocacy based on Gender-Responsive Budgeting (GRB) to support inclusive development for women and children in Cemba Village, Enrekang Regency. The predominantly agrarian village faces challenges regarding limited access for women and children to participate in development and the management of village funds, which tends to focus on physical infrastructure. The study employs a qualitative case study approach with key informants from village officials, BPD members, women’s groups, community leaders, and general community members. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document studies, then analyzed thematically. Findings indicate major constraints, including limited understanding of GRB principles among village officials and the community, restricted participation of women, and the limited scale of empowerment programs. Nevertheless, GRB implementation enables budget allocations to be more responsive to the needs of vulnerable groups, enhances participation of women and children in development planning, and optimizes local potential through diversified creative enterprises. Monitoring and evaluation serve as essential tools to assess program effectiveness and inform policy improvements. The study contributes academically by expanding literature on village budget advocacy and provides practical recommendations for village governments and policymakers to strengthen equitable, inclusive, and sustainable development. The findings highlight the importance of capacity building for village officials, community training, and multi-stakeholder collaboration for effective GRB implementation.