Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IDENTITAS MADURA PADA RUPA KARAKTER DESAIN ADIWIRA INDONESIA “CAROQ “ MELALUI SEMIOTIKA SAUSSURE Heryanto, Naldo Yanuar
de-lite Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v4i2.10175

Abstract

Dilatari oleh kurangnya pemahaman dan penghargaan kontribusi budaya serta sejarahMadura terhadap keragaman budaya Indonesia merupakan hal signifikan yang memperkuatidentitas nasional dengan pengakuan dalam hal ini adalah desain karakter Indonesiaterutama dalam persaingannya di dunia industri hiburan dimana genre superhero telahmarak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kebutuhan analisis identitasMadura dalam konteks karakter Indonesia, menyoroti peran signifikan dari warisan budayaMadura dalam memperkaya dan memperkuat keragaman budaya bangsa serta implikasinyadalam memperkuat identitas nasional serta sebagai pembuktian bahwa desain rancangankarakter Indonesia juga sudah ada dan patut dikembangkan. Metode yang digunakan adalahsemiotika untuk menganalisis dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya Madura gunamemahami makna dan konstruksi identitasnya dalam konteks karakter Indonesia. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol budaya Madura seperti loreng Sakera, CeluritMadura, dan istilah Caroq memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilaikeberanian, kekompakan, dan keindahan dalam kehidupan masyarakat Madura. Analisissemiotika juga mengungkap bagaimana simbol-simbol ini berperan dalam membangunidentitas Madura yang kuat dan beragam, serta memberikan kontribusi yang signifikanterhadap karakter Indonesia yang beragam dan kaya. Implikasi dari hasil penelitian ini adalahpentingnya mengakui dan menghargai warisan budaya Madura sebagai bagian integral darikekayaan budaya Indonesia serta memperkuat pemahaman tentang identitas nasional yanginklusif. Dalam pembahasan penelitian ini, ditemukan bahwa analisis semiotika terhadapsimbol-simbol budaya Madura memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana budayalokal tersebut memengaruhi dan membentuk identitas Madura dalam kerangka identitasnasional Indonesia. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengakuan dan penghargaanterhadap keragaman budaya lokal dalam memperkuat identitas nasional yang inklusif dankuat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadapsimbol-simbol budaya Madura melalui analisis semiotika memberikan kontribusi yangsignifikan dalam memperkuat identitas Madura dalam kerangka identitas nasional Indonesiasehingga patut menjadi arsip referensi bagi generasi mendatang agar dapat terusmengembangkan desain karakter Indonesia.
Analisis Desain Karakter dan Latar Tradisional Epic Hero Archetype dalam Film Modern "John Wick" Heryanto, Naldo Yanuar; Ramdhan, Asep
de-lite Vol. 5 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v5i2.10437

Abstract

Arketip Epic Hero muncul dalam salah satu literatur yang diperkenalkan oleh Dean Miller, yaitu pengembangan dari desain arketip dalam cerita fiksi yang diawali oleh Joseph Campbell dan Carl Gustav Jung. Arketip ini memiliki ciri khas yang menjadikan desain karakternya memiliki kategori khusus tidak sama dengan visualisasi arketip hero lainnya karena sudah menjadi acuan dalam cerita untuk media hiburan terutama yang ada dalam film aksi modern. Desain Epic Hero yang tadinya dirancang untuk kisah-kisah tradisional kini dapat diterapkan dalam kisah modern yang mengikuti jaman kekinian, salah satunya adalah waralaba film aksi John Wick yang sudah mencapai seri ke-empat film layar lebarnya. Dalam studi kasus ini, Desain karakter arketip ini akan diteliti dengan analisis terapannya tidak hanya pada rancangan karakternya tetapi juga desain latar yang menjadikan dunianya sejalan dengan konsep arketip epic hero tradisional, termasuk juga sejalan dengan rancangan alur sebagai pembuktiannya bagaimana kedalaman sebuah desain dapat dilakukan dengan bermakna secara konseptual tidak hanya mengandalkan gimik atau tayangan laga dan aksi saja, sehingga akhirnya penelitian ini dapat menjadi sebuah inspirasi kreatifitas dan memiliki keilmuwan yang erat relasinya antara seni tradisional dan modern.