Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE DEVELOPMENT OF GOA TABUHAN AND ITS IMPACT IN PACITAN REGENCY Hawa Nurjannah, Siti; Adam Hilman, Yusuf; Triono, Bambang
Jurnal Partisipatoris Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Partisipatoris
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp.v2i1.11745

Abstract

This study aims at finding out the development of Goa Tabuhan and its impact asa tourist attraction. As an addition, this study also attempts to find out the efforttaken by the Tourist Office in developing the tourism sector in Pacitan regency.This study also conducted an effort comparison between the Tourist Office andWareng rural village of Punung sub-district, who manages the Goa Tabuhan touristattraction in Pacitan regency. This study used a descriptive qualitative method;there were nine informants consisted of four tourist office representatives, two of thevillage representative, two of the Goa Tabuhan local people, and one visitor of GoaTabuhan. Based on the result of the study, there is a significant impact on societyin the surrounding area of Goa Tabuhan; its visitors also experience the impact. Theimpact that affects society is in the form of economic and social and cultural effects.
Penyusunan Rencana Mitigasi Bencana dalam Upaya Penguatan Kapasitas Pengelola Wisata Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Adam Hilman, Yusuf; Khoirurrosyidin, Khoirurrosyidin; Yusdiawan Azhar, Insyira; Rivatul Mahmuddah, Helda
Abdimas Indonesian Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v4i2.343

Abstract

Tourism is a sector that can be relied upon to increase economic growth, so it is necessary to organize and manage tourist destinations well and professionally, the demand for professionalism is an important thing that must be realized for destinations for the sake of security and comfort so that the destination can run sustainably, in an effort In achieving these conditions, a problem arises, namely the unpreparedness of tourist destination managers for disaster events that can arise at any time without warning, which can disrupt the safety and comfort of travelers. This study aims to look at the efforts of tourism managers in preparing for disaster events through the concept of disaster mitigation. The method used in this study begins with a Focus Group Discussion activity to carry out several activities, including: 1). Mapping and creating information on village potential, 2). Forming a disaster task force, 3). Developing disaster response skills, 4). Simulation of disaster management, 5). Evaluation of disaster mitigation activities. From the activities carried out, we can see changes in understanding and increased mitigation skills possessed by tourist destination managers. This tells us that there is an increase in capacity experienced by tourism managers to become more skilled and capable.
Sinergitas Pemerintah Desa dengan Masyarakat dalam Upaya Mengurangi Stigma “Kampung Idiot” di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo Nur Ridho, Irvan; Adam Hilman, Yusuf
Jurnal Identitas Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Identitas
Publisher : Program Studi Administrasi Publik Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/identitas.v1i2.153

Abstract

Stigma tentang kampung idiot merupakan masalah sosial yang perlu mendapat perhatian khusus. Perlu sinergitas dari pemerintah, baik ditingkat pusat, daerah dan desa serta masyarakat dalam menanggulangi permasalahan kampung idiot. Jika kampung idiot tidak segara ditangani maka akan berdampak terhadap sosial ekonomi dan budaya di wilayah tersebut. Oleh karena itu konstruksi sosial perlu dilakukan untuk mengubah stigma kampung idiot menjadi kampung yang maju. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di desa Karangpatihan kecamatan Balong kabupaten Ponorogo. Upaya yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat terbukti efektif,sehingga stigma kampung idiot yang melekat pada desa Karangpatihan sudah berkurang.
Waste management due to the phenomenon of overtourism at the tourist destination "Ngambang Tirto kencono" Ponorogo Adam Hilman, Yusuf; Khoirurrosyidin, Khoirurrosyidin; Azhar, Insyira Yusdiawan; Putri, Seventeena Agustin Veby Kartika
Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : OJS Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/kontribusia.v8i2.10451

Abstract

The problem we face is the accumulation of waste when tourist visits increase. Until now, there has been no effective way to address this issue, so we took the initiative to manage waste using the 5R concept: reduce, repair, reuse, recover, and recycle. We utilise a plastic waste recycling method to create useful items. The process is carried out in three stages: 1) Conducting a workshop, 2) Producing recycled waste, and 3) Distributing the useful items created during the workshop. Following these activities, the community has gained a better understanding of the importance of utilising waste to create useful items, thereby helping to reduce plastic waste around tourist destinations. We recommend organising a waste festival to enhance the popularity of tourist attractions and raise awareness about waste management.
KOPI AROMA: INOVASI PENGOLAHAN BIJI KOPI Amalina, Afifah Ismahani Nur; Pramesti, Kenya Fajrin; Sakti, Adelita Dinar Noor; Adam Hilman, Yusuf
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pupus, yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, merupakan salah satu pusat produksi kopi di Jawa Timur yang menghadapi tantangan rendahnya nilai tambah produk kopi dan masalah lingkungan akibat limbah kopi. Program pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk mengubah limbah kopi menjadi produk bernilai tambah berupa lilin aromaterapi dan parfum mobil, sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), yang secara langsung melibatkan masyarakat dalam uji coba produk, pelatihan, dan kegiatan pemasaran yang dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 18 Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan bahwa 2 kg bahan baku lilin yang dicampur dengan limbah kopi berhasil menghasilkan 26 lilin aromaterapi, sementara 500 gram biji kopi robusta diolah menjadi 24 kantong parfum mobil. Pelatihan secara signifikan meningkatkan keterampilan komunitas, terutama di kalangan kelompok pemuda lokal (Karang Taruna Putri), dalam pengolahan produk, pengemasan, dan pemasaran. Inovasi ini diterima dengan baik oleh komunitas dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), meskipun produk tidak sepenuhnya terjual habis selama uji pasar awal. Secara teoritis, studi ini memperkuat relevansi Penelitian Aksi Partisipatif sebagai model pemberdayaan masyarakat berdasarkan potensi lokal, sekaligus berkontribusi pada pengembangan teori ekonomi kreatif dan ekonomi sirkular. Dengan demikian, inovasi limbah kopi di Desa Pupus tidak hanya mengatasi tantangan lingkungan tetapi juga menciptakan peluang wirausaha baru dan memperkuat kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
PENERAPAN POLA ASUH GIZI SEIMBANG PADA ANAK TK DI DESA PUPUS Eka, Devina; Avrilia, Zulaika; Elvaretta, Helpani; Adam Hilman, Yusuf
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 05 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola makan modern semakin mempengaruhi kebiasaan makan anak-anak usia dini. Salah satu fenomena yang muncul di rumah tangga adalah meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan makanan beku di kalangan anak-anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman, praktik, dan tantangan orang tua dalam menerapkan gizi seimbang di lingkungan pendidikan anak usia dini, khususnya di TK RA Muslimat 105 Al-Hidayah, Desa Pupus, Ponorogo. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, dan dokumentasi dengan orang tua, guru, dan administrator sekolah. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki pemahaman yang terbatas tentang gizi seimbang, seringkali mengidentikkan makanan bergizi dengan makanan yang mengenyangkan seperti nasi atau mie instan. Makanan beku sering diberikan kepada anak-anak karena praktis, preferensi rasa anak-anak, dan keterjangkauan harganya. Praktik pengasuhan di rumah cenderung tidak konsisten, dengan sebagian orang tua membiarkan anak-anak memilih makanan yang kurang sehat secara bebas, sementara yang lain berusaha memperkenalkan makanan lokal yang kaya nutrisi seperti tempe, telur, dan sayuran, meskipun tidak secara konsisten. Sekolah memainkan peran penting sebagai agen perubahan melalui program pendidikan gizi, makan bersama, dan keterlibatan orang tua, yang mulai mengubah perilaku orang tua secara positif. Studi ini menyimpulkan bahwa pola asuh berbasis gizi seimbang sangat penting dalam mencegah masalah gizi ganda seperti obesitas dan kelaparan tersembunyi. Intervensi berbasis komunitas, kolaborasi sekolah, dan kesadaran orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada masa kanak-kanak