Basri, Syaiful Qadar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keris Siamang Tunggal Alih Wahana Film Upin & Ipin: Representasi Identitas Budaya dan Nilai Pendidikan dalam Teater Pendidikan Basri, Syaiful Qadar; Yanuartuti, Setyo
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sendratasik
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article explores the educational theater adaptation of the film Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal by students of the Sendratasik Education Study Program at Universitas Negeri Surabaya. Using a qualitative-descriptive method, the study analyzes how this adaptation communicates cultural identity and educational values to a student audience. The theatrical adaptation, developed as a final project for the "Teater Pendidikan course," highlights local wisdom, multiculturalism, and character education. By examining the process and performance during the implementation of Phase D in the course, this paper illustrates how educational theater serves as a medium of learning, value transformation, and identity reinforcement in performing arts education.
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam Penyusunan Perangkat Ajar Seni Budaya bagi Guru SMP Se-Kota Blitar Sabri, Indar; Yanuartuti, Setyo; Djatiprambudi, Djuli; Yuwana, Setya; Handayaningrum, Warih; Basri, Syaiful Qadar; Muhammad, Anbie Haldini
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21317

Abstract

Pendahuluan: Guru seni budaya di Kota Blitar masih menghadapi keterbatasan dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada keterlibatan aktif siswa dan higher order thinking skills (HOTS). Berdasarkan asesmen diagnostik awal, hanya 3 dari 26 guru (11,53%) yang memiliki pemahaman yang sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa sekolah mitra dan rendahnya kemampuan menyusun perangkat pembelajaran inovatif turut menjadi hambatan utama. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya MGMP Kota Blitar dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam melalui pelatihan tiga hari dan pendampingan reflektif. Metode: Blended Learning dan pendampingan reflektif berbasis model coaching for reflective teaching. Hasil: Setelah pelatihan, sebanyak 46,15% berhasil menyusun perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran mendalam, berpusat pada siswa, HOTS, asesment autentik, dan ruang refleksi belajar. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman awal guru serta mendorong sebagian peserta menyusun perangkat pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa.