Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMANFAATAN SITUS GUNUNG PASAREAN NAGARAPAGEUH SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMK Al -IKHLAS SUSURU PANAWANGAN Sari, Sopy Wulan; Soedarmo, Runalan; Sondarika, Wulan; Kusmayadi, Yadi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i3.17410

Abstract

Pembelajaran merupakan aspek penting bagi kemajuan individu dan dapat dilakukan di berbagai tempat. Sumber belajar sangat beragam, salah satunya adalah situs sejarah. Situs Gunung Pasarean Nagarapageuh di Ciamis bisa dijadikan sebagai materi ajar sejarah, yang menghubungkan siswa secara langsung dengan bukti nyata masa lalu. Namun, banyak siswa masih kurang memahami sejarah, dan informasi terkait situs perlu lebih mudah untuk diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah Situs Gunung Pasarean di Nagarapageuh dan bagaimana pemanfaatannya sebagai sumber belajar di SMK Al-Ikhlas Susuru. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama, menggunakan teknik pengumpulan data kualitatif dan fokus pada analisis makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Pasarean di Nagarapageuh, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, adalah situs bersejarah yang memiliki nilai arkeologis dan budaya yang tinggi. Situs ini dikenal sebagai kompleks makam yang merefleksikan warisan budaya serta struktur sosial masyarakat Sunda pada masa lampau. SMK Al-Ikhlas Susuru telah memanfaatkan situs Gunung Pasarean sebagai sumber belajar sejarah yang efektif. Metode pembelajaran yang digunakan mencakup pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan kunjungan lapangan. Situs ini membantu siswa mengembangkan keterampilan analisis, memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, dan meningkatkan kesadaran akan pelestarian warisan budaya.
PERANAN SYEKH MUHAMMAD SANUSI DALAM MENGEMBANGKAN AGAMA ISLAM DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR JAWA BARAT TAHUN 1950-1984 Fathoroni, Faza Farikha; Soedarmo, U. Runalan; Sondarika, Wulan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.21842

Abstract

Syekh Muhammad Sanusi merupakan salah satu tokoh pengembangan agama Islam yang berasal dari Jawa Tengah yang datang ke Tatar Sunda untuk mengembangkan agama Islam, selain itu beliau juga menjadi tokoh veteran pejuang negara atau yang biasa disebut sector priangan timur pada tahun 1943. Penelitian ini difokuskan pada narasi perkembangan Sejarah Islam dan Dakwah pertama di Kota Banjar, Jawa Barat, yang dipimpin oleh Syekh Muhammad Sanusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis peranan serta proses Syekh Muhammad Sanusi dalam mengembangkan agama islam di kecamatan Langensari kota Banjar Jawa Barat. Metode pada penelitian ini menggunakan metode historis sebagai landasan untuk mendekonstruksi dan memahami peristiwa-peristiwa masa lalu. Perjuangan dan pengorbanannya dalam mengembangkan Islam di Banjar terutama di Kecamatan Langensari sangat besar karena beliau banyak membangun masjid, sekolah, dll untuk masyarakat Kecamatan Langensari, dengan cara tersebutlah beliau mendekatkan diri kepada masyarakat untuk mengembangkan agama Islam.
Pendampingan Masyarakat dalam Eksplorasi Food Forest Lokal Sunda: Langkah Praktis Masyarakat Melawan Penyakit Jantung Rohimah, Siti; Ruhimat, Undang; Sondarika, Wulan; Noviandi, Andri
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i1.14053

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pengabdian masyarakat yang berfokus pada penelitian hutan pangan menjadi penting sebagai langkah praktis dalam memerangi penyakit jantung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dalam pencegahan penyakit jantung dan mengembangkan hutan pangan sebagai sumber nutrisi yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Program tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan manfaat hutan pangan. Pembentukan hutan pangan masyarakat akan meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber pangan, dan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan akan memperkuat keberhasilan program ini.444 Langkah Praktis Masyarakat Melawan Penyakit Jantung`' berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dan akses terhadap sumber pangan yang berdampak positif terhadap kesehatan jantung. Program tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesehatan jantung masyarakat setempat di wilayah kerja Puskesmas Baregbeg di Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesehatan jantung masyarakat.
PEMANFAATAN SITUS SINGAPERBANGSA 1 SEBAGAI SUMBER BELAJAR KELAS X SMKN 2 BANJAR (Study Kasus Kelas X TKJ 1) Noorjannah, Dinda Fadilla; Soedarmo, Uung Runalan; Sondarika, Wulan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21893

Abstract

 Pembelajaran sejarah yang dapat dijadikan salah satu obor dalam membuka wawasan dan menggapai kehidupan secara cerdas justru di pinggirkan. Karena perlakuan yang demikian siswa pun seringkali menangkap bahwa pembelajaran sejarah tidak penting, karena hanya hafalan, membuat mengantuk, tidak menarik dan membosankan. Untuk membangun semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah maka perlu dipilih metode dan model pembelajaran yang cocok dengan materi sejarah yang akan di ajarkan. Maka dari itu peneliti melakukan memanfaatkan situs Singaperbangsa 1 sebagai sumber pembelajaran di kelas X SMKN 2 Banjar. Situs Singaperbangsa 1 merupakan situs yang berada di Kota Banjar, Kecamatan Purwaharja, Lingkungan Cikadu. Singaperbangsa 1 merupakan keturunan dari Kerajaan Galuh yang bernama Prabu Dimuntur, tugas Prabu Dimuntur yaitu harus mengembangkan Islam di Kertabumi khusunya dan umumnya di daerah Tatar Galuh. Karena pengaruh Mataram di Tatar Galuh maka ia memindahkan pusat pemerintahan dari Muntur ke Pataruman Banjar.  Wiraperbangsa juga adalah seorang dalem bupati galuh kertabumi 1619 M, memindahkan pusat pemerintahan dari kertabumi ke Pataruman Banjar.Beliau pula seorang tokoh cikal bakal menata wilayah Banjar patroman berkuasa dari 1608 sampai dengan 1630 M.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGALUNGSUR PUSAKA DI KARANGPAWITAN GARUT Mulyadi, Rifan; Sondarika, Wulan; Sudarto, Sudarto
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan Ngalungsur Pusaka di Karangpawitan Garut serta untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kearifan lokal tradisi ngalungsur pusaka di Karangpawitan Gart. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi literatur, observasi, dan wawancara dengan juru Kunci, dan ketua pelaksana kegiatan ngalungsur pusaka, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan rangkaian acara upacara ngalungsur pusaka yang terbagi menjadi 7 prosesi yaitu memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, ziarah qubra atau ziarah akbar, penurunan pusaka diiringi dengan pawai obor, pengusungan atau penaikan pusaka, pentas seni, khitanan masal, dan yang terakhir pencucian pusaka. Adapun nilai-nilai kearifan lokal pada upacara ngalungsur pusaka diantaranya nilai cinta tanah air, nilai religius, nilai sosial, nilai tanggung jawab, nilai kreatif, nilai kerja keras, nilai disiplin, nilai bersahabat, dan nilai semangat kebangsaan.
Traditional Rituals of the Kampung Kuta Community for Mothers and Babies After Childbirth Syahriadi, M. Azril Fathulloh; Sondarika, Wulan; Herawati, Titi Dwi; Nanda, Adjeng Dheannisya Euis; Nurafni, Yasmin; Sulistiawati, Adella
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1 No 2 (2025): Historical, Educational, and Cultural
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v1i2.5497

Abstract

In the treatment of mothers and babies after childbirth, the community of kampung Kuta still has high beliefs and traditional rituals that have been passed down from generation to generation from the ancestors. This study aims to explore more deeply how the practice of postnatal maternal and infant care is based on the perspective of local culture in the traditional village of Kuta, Ciamis district. Data were collected in 2025 through in-depth interviews with aki Warja who is one of the traditional leaders or elders in the village of Kampung, Ciamis district. Thematic analysis was conducted using thematic analysis, where key themes relating to postnatal mother and baby care, family support, and integration of modern health services were identified. The treatment rituals of pregnant women in the community are part of the culture and customs of the local community, although they may differ from modern medical views, these rituals have an important meaning in maintaining the health and safety of pregnant woman and their babies. There are a number of taboos that must be obeyed by pregnant women, traditional knowledge and modern medical knowledge can provide optimal results in efforts to improve the quality of pregnancy in the local village.
Implementation of Pamali Cultural Values as Social and Cultural Resilience of the Panjalu Society in Ciamis Regency Sanjaya, Sansan; Budiman, Agus; Sondarika, Wulan
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1 No 3 (2025): History Education, Culture and Media
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v1i3.5548

Abstract

Panjalu District in Ciamis Regency holds a strong tradition called pamali, an unwritten rule that binds the community’s life. Known for its rich culture, Panjalu still highly values pamali alongside other customs like the Nyangku Ritual Ceremony, preserved to prevent cultural loss. This research explores pamali from the community’s viewpoint and examines its role as social and cultural resilience. Using qualitative methods, including observation and interviews, the study finds that pamali is more than outdated prohibitions; it is a system of values upholding politeness, morality, social norms, order, and harmony with nature. Violating pamali evokes fear of negative consequences, making it effective in maintaining social order. Despite modernization pressures, pamali remains relevant and adaptable, helping Panjalu preserve cultural identity and social solidarity. Thus, pamali acts as a vital pillar for the community’s social and cultural resilience.
The Influence of the Korean Wave on Students' Sense of Responsibility and Commitment to Local Wisdom Suherman, Ade; Sondarika, Wulan; Sabati, Latansa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v10i3p%p

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom. This study used a quantitative approach with a survey method. The results show that the Korean wave has a significant influence on students' attitudes of responsibility, with a correlation coefficient of 0.909. The coefficient of determination value of 0.827 indicates that 82.7 percent of the variation in students' attitudes of responsibility is influenced by exposure to the Korean wave. In comparison, 17.3 percent is influenced by other factors. The Korean wave also influences students' commitment to preserving local wisdom, with a correlation coefficient value of 0.909. The coefficient of determination value of 0.826 shows that 82.6 percent of the variation in student commitment to preserving local wisdom is influenced by exposure to the Korean wave, while 17.4 percent is influenced by other factors. The influence of the Korean wave on students' attitudes of responsibility and commitment to local wisdom is constructive if supported by adequate education and supervision patterns.