Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

AKSESIBILITAS WISATA KABUPATEN SLEMAN DALAM KAJIAN WILAYAH POTENSI MULTI BAHAYA BENCANA Riasasi, Widiyana; Kurniawati Nurhadi, Septi
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 17 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2009.539 KB) | DOI: 10.36873/jpa.v17i1.8522

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk dalam jajaran destinasi wisata populer di Indonesia. Salah satu kabupaten, yaitu Sleman, yang terletak di lereng Gunungapi Merapi, menawarkan potensi wisata yang sangat beragam. Jika berbicara mengenai alam, maka potensi bahaya bencana adalah hal yang tidak dapat dihindari. Dengan mengetahui jenis ancaman yang ada maka dapat dilakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi kerugian atau korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan jenis potensi bahaya bencana pada beberapa lokasi wisata populer di Kabupaten Sleman, yaitu Tlaga Putri Kaliurang, Blue Lagoon, Lava Bantal Watuadeg, dan Taman Tebing Breksi. Tujuan kedua yaitu mengidentifikasi kesesuaian aksesibilitas menuju titik kumpul evakuasi dari lokasi wisata sebagai langkah mitigasi bencana. Dengan menggunakan data geospasial dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan google maps, yang diolah menggunakan perangkat sistem informasi geografis, dapat dipetakan tingkat bahaya di setiap lokasi wisata serta aksesibilitas jalan menuju lokasi evakuasi. Analisis hasil pengolahan data berupa deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi wisata di Kabupaten Sleman sebagian besar memiliki potensi ancaman bahaya bencana tingkat sedang hingga tinggi, dengan jenis potensi bahaya berupa banjir, kebakaran hutan, erupsi gunungapi, dan tanah longsor. Akan tetapi, aksesibilitas untuk mitigasi bencana, yaitu jalur evakuasi dari lokasi wisata menuju titik kumpul telah terfasilitasi dengan memadai. Hal ini terlihat dari material jalan dan ukuran lebar jalan yang dapat diakses dalam skenario pelaksanaan evakuasi.
Penentuan Zona Kerawanan Gerakan Tanah Dengan Spatial Multi Criteria di Kabupaten Bangkalan, Madura Febriarta, Erik; Larasati, Ajeng; Suherningtyas, Ika Afianita; Permatasari, Afrinia Lisditya; Nucifera, Fitria; Riasasi, Widiyana
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i2.63805

Abstract

Bencana gerakan tanah atau longsor memiliki dampak daya rusak yang tinggi dan dapat mengubah kondisi fisik dan lingkungan disekitar lereng. Selain dampak tersebut, pemanfaatan sumber daya alam dan penataan ruang yang tidak tepat menyebabkan risiko bencana gerakan tanah menjadi lebih besar. Salah satu upaya mitigasi dalam kebencanaan gerkan tanah adalah identifikasi zona kerawanan gerakan tanah. Seperti yang diamanahkan oleh Undang Undang no.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, dengan langkah mitigasi pemetaan zona kerawanan gerakan tanah atau longsor. Pemetaan gerakan tanah dapat dimodelkan dengan pendekatan spatial multi criteria, dimana parameter yang mempengaruhi longsor yaitu kemiringan lereng, jenis batuan, struktur geologi, kegempaan, gerakan tanah, tata guna lahan / penggunaan lahan diberikan nilai dan bobot yang dominan terhadap gerakan tanah. Parameter dengan bobot yang paling tinggi merupakan parameter yang menentukan potensi gerakan tanah. Perhitungan skor diperoleh dari perhitugan penjumlahan linier semua parameter. Skor dengan nilai paling tinggi menunjukkan zona kerawanan gerakan tanah tinggi atau bencana tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi keruangan (spasial) kerawanan gerakan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Bangkalan terdapat empat klasifikasi kerawanan gerakan tanah, yaitu sangat rendah di dataran pantai, kerawanan rendah pada daerah pesisir, kerawanan menengah pada morfologi perbukitan, dan kerawanan tinggi pada morfologi perbukitan pada bagian tengah dengan lereng yang curam. Secara umum tingkat kerawanan gerakan tanah di Kabupaten Bangkalan masuk klasifikasi rendah.
Pemberdayaan Peternak Kambing Umbaran di Bantul Berbasis IoT untuk Meningkatkan Produktivitas Kuswanto, Jeki; Riasasi, Widiyana; Dewi, Melany Mustika; Wasiso, Ichsan
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i3.5438

Abstract

The development of Internet of Things (IoT) technology offers new opportunities for managing small-scale livestock farming, including goat farming. The partner of this program, the Umbaran Goat Farmers Group in Bantul, still faces several challenges such as a high mortality rate (12%), inefficient manual feeding, limited digital record-keeping, and marketing that relies solely on local collectors. This community service program aims to improve farm productivity through the application of IoT integrated with a digital farm management system. The implementation method included socialization, workshops, theoretical and practical training, and the deployment of technologies such as a web-based farm management platform, RFID identity tags, and an automatic feeding device. A seven-day trial of the automatic feeder resulted in a total feed distribution of 67 kg, with an average of 9.57 kg/day, and demonstrated a feed saving of approximately 12.99% compared to manual methods. The system also successfully maintained feeding schedule consistency twice a day with 100% accuracy. The results indicate improved efficiency, regularity in feeding patterns, and support for digital transformation in livestock management. Therefore, the implementation of IoT in goat farming not only reduces operational costs but also opens opportunities for developing sustainable business models through the integration of digital systems and online marketing.
KERENTANAN SOSIAL TERHADAP BAHAYA LONGSOR DI KECAMATAN GIRIMULYO, KULON PROGO Riasasi, Widiyana; Saputra, Ridho Abdhe; Wahyuni, Desri
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 6, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v6i2.2463

Abstract

Landslide is one of the hazards that threatens and has the potential to cause material losses and even fatalities. In 2021, one-third of the disasters in Indonesia are landslides. Landslides are caused by physical factors and human activities. Vulnerability measurement is needed to calculate disaster risk. Geographic Information Systems (GIS) plays a significant role in disaster management because it can provide a spatial and mathematical picture. This study aims to assess the level of vulnerability of society in the social sector to the threat of landslides in Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta Province, which is analyzed spatially. The measurement of social vulnerability follows the guidelines issued by the National Disaster Management Agency using parameters of population density and vulnerable groups. The study area covers four subdistricts, namely Purwosari, Pendowoharjo, Jatimulyo, and Giripurwo. Kecamatan Girimulyo is located in an area dominated by hills and mountains, reaching an altitude of 500 meters above sea level. Data were obtained from the Girimulyo sub-district statistics center and the Geospatial Information Agency. Scoring and weighting methods are used to assess each parameter in order to obtain an index of social vulnerability to landslide threats. The results of the calculation of the population density parameter in Kecamatan Girimulyo show two classes, low and middle. The sex ratio measurement shows that the study area is included in the low class, the vulnerability dependency ratio is included in the middle class, and the classification of the disability ratio is included in the low class. The similarity of the study areas for each parameter indicates that the characteristics of the population are relatively the same or homogeneous. The social vulnerability index in Kecamatan Girimulyo is included in the low category. This indicates that the people of Kecamatan Girimulyo are socially prepared in the event of a landslide.
Penguatan Jejaring Pendidikan Geografi Melalui Penyelenggaraan Lomba Ilmu Bumi Berbasis Kolaborasi Lintas Institusi Sejati, Sadewa Purba; Sekarsih, Fitria Nuraini; Suherningtyas, Ika Afianita; Arsanti, Vidyana; Riasasi, Widiyana; Permatasari, Afrinia Lisditya; Nucifera, Fitria
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38467

Abstract

Abstract:  Contemporary geography education demands spatial, logical, and systematic thinking skills. However, competitive spaces for students remain limited. The objective of this activity is to strengthen geography education networks through the collaborative management of the national Earth Science Competition/ Lomba Ilmu Bumi (LAMBUMI). The implementation method uses a collaborative partnership approach between the Geography Study Program of Universitas Amikom Yogyakarta and the Geography Subject Teachers' Forum of Sleman Regency (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Geografi (MGMP) Kabupaten Sleman), consisting of pre-activity, a one-day intensive competition (CBT and final oral examination), and evaluation. The results showed high enthusiasm with 150 participants from various schools across the Special Region of Yogyakarta (DIY), Central Java, West Java, and East Java. The competition successfully fostered in-depth discussion between academics and teachers and improved students' agility in solving spatial problems. Although most participants were from DIY, the activity effectively strengthened educational networks and geospatial literacy. The evaluation noted the need for improved time management and assessment transparency for future implementation.Abstrak: Pendidikan geografi kontemporer menuntut kecakapan berpikir spasial, logis, dan sistematik yang melampaui pemahaman tekstual. Namun, ruang kompetisi yang mewadahi kemampuan tersebut bagi siswa masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat jejaring pendidikan geografi melalui kolaborasi manajemen kompetisi Lomba Ilmu Bumi (LAMBUMI) tingkat nasional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kemitraan kolaboratif antara Prodi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta dan MGMP Geografi Kabupaten Sleman, yang meliputi tahap pra-kegiatan, kompetisi intensif satu hari (CBT dan final tanya jawab), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi 150 siswa dari berbagai sekolah di DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kompetisi ini berhasil menciptakan ruang diskusi mendalam antara akademisi dan guru serta meningkatkan ketangkasan siswa dalam menyelesaikan persoalan keruangan. Meskipun mayoritas peserta berasal dari DIY, kegiatan ini efektif memperkuat jejaring pendidikan dan literasi geospasial. Evaluasi mencatat perlunya efisiensi manajemen waktu dan transparansi penilaian untuk pelaksanaan mendatang.