Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE STUDENT RECAP DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA KELAS VIII MTs TI BATANG KABUNG Wahyuni, Desri; Ansofino, Ansofino; Hia, Yulna Dewita
Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Genap 2013-2014
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak            Pokok persoalan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPS Terpadu siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe student recap dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas VIII MTs TI Batang Kabung, dengan menggunakan dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas  sebagai kelas eksperimen dan kelas  sebagai kelas kontrol. Teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji kesamaan rata-rata melalui uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama:  Terdapat perbedaan secara nyata hasil belajar antara pembelajaran aktif tipe student recap dengan pembelajaran konvesional terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII MTs TI Batang Kabung yang ditunjukkan oleh nilai uji hipotesis (uji-t)  = 2,973 sedangkan = 1,67 artinya  > , dengan demikian  ditolak dan  diterima. Dan nilai rata-rata yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 70.34 dan kelas kontrol sebesar 60 dimana KKM yang ditetapkan sebesar 70. Kedua: Strategi pembelajaran aktif tipe student recap dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs TI Batang Kabung, hal ini dapat dilihat dari langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan, terutama pada kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, telah secara nyata terbukti secara statistik mampu meningkatkan skor hasil tes akhir pada kelas eksperimen pada penelitian ini.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Sekolah Dasar Wahyuni, Desri; Rahmatina, Rahmatina
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2017): (Mei-Agustus) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v7i8.6779

Abstract

 This study aims to improve the results of integrated thematic learning using the Problem based Learning model. This research is a classroom action research using qualitative and quantitative approaches. Conducted in two cycles, namely the first cycle of 2x meetings, and the second cycle of the 1x meeting. The subjects of the study were 24 students of fifth grade SDN 10 Sapiran Bukittinggi. The research data was obtained from the results of observations and sources of data obtained during learning. The results showed an increase. This can be seen from the average results in the first cycle of meetings 1 and 2, which obtained a class average of 74.46 (K) and the second cycle obtained a class average of 83.12 (B). It was concluded that using the PBL model was able to improve student learning outcomes in integrated thematic learning in class V. Keywords: 
KERENTANAN SOSIAL TERHADAP BAHAYA LONGSOR DI KECAMATAN GIRIMULYO, KULON PROGO Riasasi, Widiyana; Saputra, Ridho Abdhe; Wahyuni, Desri
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 6, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v6i2.2463

Abstract

Landslide is one of the hazards that threatens and has the potential to cause material losses and even fatalities. In 2021, one-third of the disasters in Indonesia are landslides. Landslides are caused by physical factors and human activities. Vulnerability measurement is needed to calculate disaster risk. Geographic Information Systems (GIS) plays a significant role in disaster management because it can provide a spatial and mathematical picture. This study aims to assess the level of vulnerability of society in the social sector to the threat of landslides in Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta Province, which is analyzed spatially. The measurement of social vulnerability follows the guidelines issued by the National Disaster Management Agency using parameters of population density and vulnerable groups. The study area covers four subdistricts, namely Purwosari, Pendowoharjo, Jatimulyo, and Giripurwo. Kecamatan Girimulyo is located in an area dominated by hills and mountains, reaching an altitude of 500 meters above sea level. Data were obtained from the Girimulyo sub-district statistics center and the Geospatial Information Agency. Scoring and weighting methods are used to assess each parameter in order to obtain an index of social vulnerability to landslide threats. The results of the calculation of the population density parameter in Kecamatan Girimulyo show two classes, low and middle. The sex ratio measurement shows that the study area is included in the low class, the vulnerability dependency ratio is included in the middle class, and the classification of the disability ratio is included in the low class. The similarity of the study areas for each parameter indicates that the characteristics of the population are relatively the same or homogeneous. The social vulnerability index in Kecamatan Girimulyo is included in the low category. This indicates that the people of Kecamatan Girimulyo are socially prepared in the event of a landslide.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) di Sekolah Dasar Wahyuni, Desri; Rahmatina, Rahmatina
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2017): (Mei-Agustus) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v7i8.6779

Abstract

 This study aims to improve the results of integrated thematic learning using the Problem based Learning model. This research is a classroom action research using qualitative and quantitative approaches. Conducted in two cycles, namely the first cycle of 2x meetings, and the second cycle of the 1x meeting. The subjects of the study were 24 students of fifth grade SDN 10 Sapiran Bukittinggi. The research data was obtained from the results of observations and sources of data obtained during learning. The results showed an increase. This can be seen from the average results in the first cycle of meetings 1 and 2, which obtained a class average of 74.46 (K) and the second cycle obtained a class average of 83.12 (B). It was concluded that using the PBL model was able to improve student learning outcomes in integrated thematic learning in class V. Keywords: 
Strategi Efektif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Mila Darti; Misa Dasmi; Wira Yuliyasta; Fitria Khairani; Mutmainnah; Desri Wahyuni; Destiana Putri; Nida Adillah Fauziah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3686

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kunci yang mempengaruhi proses belajar siswa dan keberhasilan belajar siswa di sekolah. Siswa yang termotivasi dalam belajar, memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai prestasi lebih tinggi. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk dapat mengembangkan strategi yang efektif dalam proses belajar siswa guna untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini membahas pentingnya strategi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif dapat membangun hubungan positif dengan siswa. Komunikasi yang baik, dapat saling percaya antara guru dan siswa maka membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar di sekolah. Pendidik yang peduli kepada siswa dan berempati terhadap kebutuhan dan minat belajar siswa dapat menciptakan lingkungan belajar lebih menyenangkan sehingga menarik motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk meneliti strategi yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode korelasi yang akan digunakan pada SPSS dan melibatkan siswa di sekolah berbagai tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi efektif memiliki pengaruh positif pada motivasi belajar siswa, yang mana pendidik memberikan bimbingan dalam motivasi belajar yang di lakukan dengan cara pengawasan khusus pada siswa yang kurang mampu dalam mata pelajaran yang diajarkan, pemberian bimbingan dilakukan dengan tujuan untuk membuat siswa paham dan mengerti dengan pelajaran yang di berikan pendidik sehingga mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Kesimpulan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa meningkatkan motivasi belajar pada siswa merupakan tantangan sangat penting bagi pendidik. Dengan menerapkan strategi-strategi efektif seperti membangun hubungan positif, menciptakan pembelajaran relevan, menggunakan strategi yang kreatif, dan mendorong kolaborasi antara guru dan siswa, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi di sekolah. Melalui upaya bersama antara guru, siswa, dan pihak terkait, sehingga dapat mencapai hasil lebih baik dalam motivasi belajar dan prestasi akademik siswa.