Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI MENGGUNAKAN GAME EDUKATIF PASGA (PASUKAN SIAGA GUNUNGAPI) Rizky, Rizky; Permatasari, Afrinia Lisditya
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 7 No 2 (2020): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v7i2.973

Abstract

Kabupaten Sleman yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tingkat bahaya yang besar terhadap bencana Erupsi Gunungapi. Diperlukan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini, terutama siswa Sekolah Dasar. Pelaksanaan pendidikan mitigasi bencana memiliki variasi yang banyak, salah satunya adalah menggunakan alat peraga berupa game. Media game edukasi tepat digunakan untuk proses Pendidikan mitigasi bencana kepada anak. Salah satu kelebihan utama dari media game edukasi adalah meningkatkan komunikasi antar pemain, disini anak akan diajarkan untuk bersimulasi sambil berempati dengan rekan sebaya. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan kepada siswa SD kelas 4-6 sejumlah 52 orang. Pengukuran hasil dilakukan dengan membagikan dua kuesioner di awal dan akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mitigasi bencana sebanyak 10,76%, seluruh siswa laki-laki mengalami peningkatan, sedangkan 2 siswa perempuan mengalamai penurunan nilai.
Analysis of Local Spatial Data Infrastructure to Support Volcanic Mudflow Mitigation along Putih River, Magelang Regency, Central Java Province, Indonesia Permatasari, Afrinia Lisditya; Suherningtyas, Ika Afianita; Wiguna, Putu Perdana Kusuma
Forum Geografi Vol 34, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v34i1.11169

Abstract

One of the most devastating disasters in Indonesia was the Mount Merapi eruption in 2010. After the eruption there still exists the secondary hazard of volcanic mudflow, which has caused damage and casualties. Volcanic mudflow is a mixture of pyroclastic material and rainwater, meaning that in the rainy season the area along rivers becomes a high volcanic mudflow hazard, including the area along Putih River in Magelang Regency, Central Java Province. The development of Spatial Data Infrastructure (SDI) plays an important role in disaster management, especially in disaster mitigation efforts. Building an SDI which shares information on spatial conditions in the area along the Putih River could save many lives and reduce the risk from volcanic mudflow. This research was conducted employing interview surveys, field surveys and secondary data collection at government institutions. The results of the analysis have provided a geoportal prototype as an information gateway for the mitigation of volcanic mudflow along the Putih River and the reduction of disaster risk both for the government and community.
Penentuan Zona Kerawanan Gerakan Tanah Dengan Spatial Multi Criteria di Kabupaten Bangkalan, Madura Febriarta, Erik; Larasati, Ajeng; Suherningtyas, Ika Afianita; Permatasari, Afrinia Lisditya; Nucifera, Fitria; Riasasi, Widiyana
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 22 No. 2 (2024): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v22i2.63805

Abstract

Bencana gerakan tanah atau longsor memiliki dampak daya rusak yang tinggi dan dapat mengubah kondisi fisik dan lingkungan disekitar lereng. Selain dampak tersebut, pemanfaatan sumber daya alam dan penataan ruang yang tidak tepat menyebabkan risiko bencana gerakan tanah menjadi lebih besar. Salah satu upaya mitigasi dalam kebencanaan gerkan tanah adalah identifikasi zona kerawanan gerakan tanah. Seperti yang diamanahkan oleh Undang Undang no.24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, dengan langkah mitigasi pemetaan zona kerawanan gerakan tanah atau longsor. Pemetaan gerakan tanah dapat dimodelkan dengan pendekatan spatial multi criteria, dimana parameter yang mempengaruhi longsor yaitu kemiringan lereng, jenis batuan, struktur geologi, kegempaan, gerakan tanah, tata guna lahan / penggunaan lahan diberikan nilai dan bobot yang dominan terhadap gerakan tanah. Parameter dengan bobot yang paling tinggi merupakan parameter yang menentukan potensi gerakan tanah. Perhitungan skor diperoleh dari perhitugan penjumlahan linier semua parameter. Skor dengan nilai paling tinggi menunjukkan zona kerawanan gerakan tanah tinggi atau bencana tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi keruangan (spasial) kerawanan gerakan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Bangkalan terdapat empat klasifikasi kerawanan gerakan tanah, yaitu sangat rendah di dataran pantai, kerawanan rendah pada daerah pesisir, kerawanan menengah pada morfologi perbukitan, dan kerawanan tinggi pada morfologi perbukitan pada bagian tengah dengan lereng yang curam. Secara umum tingkat kerawanan gerakan tanah di Kabupaten Bangkalan masuk klasifikasi rendah.
Pemanfaatan Google Earth 3D Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Karakteristik Alami Wilayah Dalam Pembelajaran Geografi Sejati, Sadewa Purba; Permatasari, Afrinia Lisditya
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30185

Abstract

Abstract:  Learning should be carried out using engaging learning media. Student boredom can be anticipated using interactive learning media. Interactive learning media allows students to listen to lectures, read writings, and view visualisations of photos or static maps. Still, students can also interact using their motor systems to explore the material presented. This activity aims to introduce Google Earth 3D as an interactive learning medium in Geography class XI at SMA N 1 Temanggung, Central Java. The method of implementing the activity is socialisation, which is related to using Google Earth 3D to interactively learn the area's natural characteristics. The steps to implement activities include the pre-activity stage, the implementation of activities, and evaluation. Based on the results that have been achieved, it is known that Google Earth 3D can improve students' understanding.  Google Earth 3D can be used intensively as a learning medium for the natural characteristics of the region. Learning materials can be developed according to the curriculum pattern used. Abstrak: Pembelajaran hendaknya dilakukan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Rasa bosan siswa dapat diantisipasi menggunakan media pembelajaran yang bersifat interaktif. Media pembelajaran yang interaktif memungkinkan siswa tidak hanya mendengarkan ceramah, membaca tulisan, dan melihat visualisasi foto atau peta statis, tetapi para siswa juga dapat berinteraksi menggunakan sistem motoriknya untuk mengeksplorasi materi yang disampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan  Google Earth 3D sebagai media pembelajaran interaktif dalam mata pelajaran Geografi kelas XI di SMA N 1 Temanggung Jawa Tengah. Metode pelaksanaaan kegiatan adalah sosialisasi terkait pemanfaatan Google Earth 3D untuk mempelajari karakteristik alami wilayah secara interaktif. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan meliputi tahap pra kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, diketahui bahwa Google Earth 3D dapat meningkatkan pemahaman siswa.  Google Earth 3D dapat digunakan secara intensif sebagai media pembelajaran karakteristik alami wilayah. Materi pembelajaran dapat dikembangkan beragam sesuai dengan pola kurikulum yang digunakan.
ANALISIS SATUAN KEMAMPUAN LAHAN UNTUK EVALUASI PARIWISATADI KAWASAN RAWAN BENCANA KAPANEWON CANGKRINGAN Pulungan, Widya Annisa Fitri; Permatasari, Afrinia Lisditya
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.61068

Abstract

Implementation of spatial planning in an area is planned based on the physical condition of the environment. Kapanewon Cangkringan has tourism potential to be developed as a disaster mitigation-based tourism area which is used as a tourist center as well as education. Along with the rapid pace of development and the increasing number of tourists due to tourism activities, threats to natural resources and ecosystems are also increasing, so it is necessary to analyze land capability in Kapanewon Cangkringan. The methods used in this research are spatial data analysis (overlay), scoring and qualitative descriptive analysis. The purpose of this study is to determine the level of land capability and to determine the level of land capability and to determine the relationship between land capability and evaluation of tourism in disaster-prone areas in Kapanewon Cangkringan. The results obtained were Kapanewon Cangkringan divided into four land capability classes namely Low, Medium, Moderately High and Very High Development Capability classes with the most dominant development capability class being the Very High Development Capability Class. The link between land capability and evaluation of tourism in disaster-prone areas is that four out of fifteen tourist objects were identified as not in accordance with the level of land capability that had been analyzed. This is because, some of these tourist sites are in areas with low levels of development that should not be developed as tourism areas.
Penguatan Jejaring Pendidikan Geografi Melalui Penyelenggaraan Lomba Ilmu Bumi Berbasis Kolaborasi Lintas Institusi Sejati, Sadewa Purba; Sekarsih, Fitria Nuraini; Suherningtyas, Ika Afianita; Arsanti, Vidyana; Riasasi, Widiyana; Permatasari, Afrinia Lisditya; Nucifera, Fitria
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38467

Abstract

Abstract:  Contemporary geography education demands spatial, logical, and systematic thinking skills. However, competitive spaces for students remain limited. The objective of this activity is to strengthen geography education networks through the collaborative management of the national Earth Science Competition/ Lomba Ilmu Bumi (LAMBUMI). The implementation method uses a collaborative partnership approach between the Geography Study Program of Universitas Amikom Yogyakarta and the Geography Subject Teachers' Forum of Sleman Regency (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Geografi (MGMP) Kabupaten Sleman), consisting of pre-activity, a one-day intensive competition (CBT and final oral examination), and evaluation. The results showed high enthusiasm with 150 participants from various schools across the Special Region of Yogyakarta (DIY), Central Java, West Java, and East Java. The competition successfully fostered in-depth discussion between academics and teachers and improved students' agility in solving spatial problems. Although most participants were from DIY, the activity effectively strengthened educational networks and geospatial literacy. The evaluation noted the need for improved time management and assessment transparency for future implementation.Abstrak: Pendidikan geografi kontemporer menuntut kecakapan berpikir spasial, logis, dan sistematik yang melampaui pemahaman tekstual. Namun, ruang kompetisi yang mewadahi kemampuan tersebut bagi siswa masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat jejaring pendidikan geografi melalui kolaborasi manajemen kompetisi Lomba Ilmu Bumi (LAMBUMI) tingkat nasional. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kemitraan kolaboratif antara Prodi Geografi Universitas Amikom Yogyakarta dan MGMP Geografi Kabupaten Sleman, yang meliputi tahap pra-kegiatan, kompetisi intensif satu hari (CBT dan final tanya jawab), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi 150 siswa dari berbagai sekolah di DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kompetisi ini berhasil menciptakan ruang diskusi mendalam antara akademisi dan guru serta meningkatkan ketangkasan siswa dalam menyelesaikan persoalan keruangan. Meskipun mayoritas peserta berasal dari DIY, kegiatan ini efektif memperkuat jejaring pendidikan dan literasi geospasial. Evaluasi mencatat perlunya efisiensi manajemen waktu dan transparansi penilaian untuk pelaksanaan mendatang.