Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI KELAS X DI SMA NEGERI 5 PALANGKA RAYA Otis, Maria Elisha; Miranda, Yula; Purnaningsih, Titin
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v1i1.2199

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kontekstual dirancang dan disusun untuk membantu peserta didik agar mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga materi pelajaran akan menjadi lebih berarti. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bentuk dan mengetahui kelayakan LKPD berbasis kontekstual pada materi keanekaragaman hayati kelas X di SMA Negeri 5 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket validasi uji ahli materi, angket validasi uji ahli media, angket validasi uji bahasa, angket respons guru dan angket respons peserta didik. LKPD diujicobakan dalam dua tahap yaitu tahap skala kecil dan skala besar. Hasil penelitian pengembangan LKPD ini telah menghasilkan produk LKPD berbasis kontekstual berbentuk buku dengan struktur yang terdiri dari (1) bagian depan yaitu sampul; judul; lembar redaksi; kata pengantar; daftar isi; daftar gambar; daftar tabel; (2) bagian isi yaitu identitas peserta didik; kompetensi dasar; tujuan pembelajaran; alat dan bahan; cara kerja; tabel pengamatan; wacana; pertanyaan; kesimpulan; (3) bagian belakang yaitu daftar pustaka; profil penulis; dan lampiran. LKPD berbasis kontekstual juga telah memenuhi kriteria sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah. Hal ini ditunjukkan dari hasil persentase perolehan nilai kelayakan LKPD oleh ahli materi yaitu sebesar 83,45%; ahli media yaitu sebesar 90%; ahli bahasa yaitu sebesar 83,08%; respons guru yaitu sebesar 91,25%; dan respons peserta didik yaitu sebesar 84,37%.
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA Erianti, Selvia; Miranda, Yula; Akhmadi
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v1i1.2201

Abstract

Evaluasi pencapaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru hanya berorientasi pada hasil belajar yang berkaitan dengan domain kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya kemampuan metakognitif. Kemampuan metakognitif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Hasil observasi di SMA Negeri 3 Palangka Raya menunjukkan bahwa 60% siswa belum mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 3 Palangka Raya; dan (2) mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan Pretest-Posttest control group design yang melibatkan dua kelompok sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelompok eksperimen (kelas X-MIPA 1) dan kelompok kontrol (kelas X-MIPA 3). Tes tertulis berupa pretest dan posttest dengan soal pilihan ganda digunakan sebagai instrumen pengumpulan data hasil belajar kognitif. Data kemampuan metakognitif siswa dikumpulkan menggunakan instrumen angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) yang terdiri dari 30 pernyataan. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan analisis statistik Uji t yang dihitung menggunakan hitungan manual. Hasil analisis menunjukkan dari kemampuan metakognitif siswa bahwa thitung (3,33) > ttabel (1,99) pada taraf signifikasi 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti model discovery learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif siswa dengan kategori berkembang sangat baik dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa thitung (2,51) > ttabel (1,99) pada taraf signifikasi 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti model discovery learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan kelas X SMA Negeri 3 Palangka Raya. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata posttest dan kemampuan metakognitif siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok control.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Based Learning (PBL) Materi Virus Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Di SMA Sari, Bunga Nilam; Haryono, Agus; Sudyana, I Nyoman; Miranda, Yula
JURNAL PENDIDIKAN Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v24i2.11175

Abstract

This study aims to develop Student Worksheets (LKS) based on Problem Based Learning (PBL) to improve students' critical thinking skills based on the characteristics of LKS as well as student responses and teacher responses to PBL-based LKS products developed. The research site at SMAS PGRI 2 in Sampit class X with a sample of 45 students, trial I as many as 15 students and trial II as many as 30 students.Research method of ADDIE model development ( analysis, design, development, implementation, evaluation). One group pretest-posttest design. The results showed that the characteristics of the LKS product developed were composed of the syntax of the Problem Based Learning (PBL) model with indicators of critical thinking skills able to increase students' critical thinking on viral material. PBL-based student worksheets can improve students' critical thinking skills with an average N-gain of trial I of 0.58 and trial II of average N-gain of 0.67 with moderate categories. The teacher's response to PBL-based LKS in trial I percentage value above 61% category was quite good and trial II percentage value above 90% category was very good. The students' response after using LKS in trial I was quite good with a percentage value above 67% and in the phase II trial the response was very good with a percentage value above 82%.
DEVELOPMENT OF QUICK RESPONSE CODE BASED LEARNING MODULE ON HUMAN REPRODUCTIVE SYSTEM MATERIALS TO INCREASE STUDENT LEARNING OUTCOMES. Bella, Qothrinnida Anta; Miranda, Yula; Sunariyati, Siti
Journal Compound: Improving the Quality of English Education Vol. 10 No. 2 (2022): December 2022: Journal Compound
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jcp.v10i2.7503

Abstract

The objective of this research is to create a Quick Response Code equipped learning module on the human reproductive system that is applicable, doable, and efficient in enhancing student learning results. Students class XI from SMAN 3 Dusun Selatan served as the research subjects. research method Learning modules are created utilizing the ASSURE paradigm, which includes the following steps: (1) Analyze the Learner; (2) State Standards and Objectives; (3) Choose Methods; Media or Materials; (4) Utilize Media and Materials; (5) Require Learner Participation; and (6) Evaluate and Revise. The effectiveness of the instructional module and the students' cognitive learning results are both included in the observed data. Student learning outcomes were determined using the methods of observation, product assessment questionnaires, and tests. The results reveal that the module developed during this learning process received module assessments of 4.28 and 4.68 (feasible criteria were used) from material experts and media experts, respectively. It is possible to increase the module's effectiveness by The learning results for the experimental class's students were computed using the effectiveness formula, and they came out at (74.15%) in the very good effectiveness category. While students' learning results in the experimental class gain a score of 0.67 (medium category), those in the control class receive a score of 0.24. (low category). As a result, it can be said that the learning module created can effectively and practically increase student learning results.