Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DURABILITAS CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) DI SUBSTITUSI LIMBAH LOW DENSITY POLYETHYLENE (lDPE) DENGAN CARA KERING TERHADAP RENDAMAN KOTORAN SAPI Muammar, Rajib; Saleh, Sofyan M.; Yunus, Yuhanis
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10028

Abstract

Abstract: The high road surface temperatures, precipitation and traffic loads are several causes that damage of asphalt course. In Aceh, cow dung is often found on the roads. Cow dung is rich in nutrients and has high water content. It is alledgly the factors causing damage to the roads pavement. One way to overcome the damage of pavement is by modifying the asphalt by using additional material which is a polymer. The polymer used in plastic waste made of Low Density Polyethylene (LDPE) as road asphalt substitute. The main objective of this study was to determine the Marshall characteristics on Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures with additional slices of LDPE plastic waste 2%, 4% and 6% in the asphalt pen. 60/70 to the asphalt content by dry process and to find out the effect of the immersion of the LDPE modified asphalt mixtures in cow dung and urine with the time variations of 30 minutes, 24 hours, and 48 hours on its stability and durability. The result showed that the best stability value for the asphalt mixture without substitute material immersion in cow dung was 1181,93 kg, the best stability for value for the asphalt mixed with LDPE at the percentage 6% was 1636,57 kg on 30 minutes immersed. The parameter values for the asphalt mixture with or without the substitution of LDPE in stability, flow, MQ, density, VIM, VMA, and VFA still met the specification requirements of Bina Marga 2014. The best durability value for the asphalt mixture without substitute material immersed was 90,8%, the best durability value for the asphalt mixed with LDPE at the percentage of 6% is 95.88%. Those results met the specifications set by the Bina Marga 2014 that is 90%. The addition of LDPE in the asphalt mixture by dry process with the immersion in cow dung can affect the stability value.Abstrak: Tingginya temperatur permukaan jalan, curah hujan dan beban lalu lintas merupakan beberapa penyebab kerusakan lapisan aspal. Pada jalan didaerah Aceh banyak kita jumpai kotoran sapi berserakan di jalan. Kotoran sapi mengandung sangat banyak unsur hara dan kadar air yang cukup tinggi dan dapat diduga merupakan faktor penyebab kerusakan aspal. Salah satu cara dalam mengatasi kerusakan jalan adalah dengan memodifikasi aspal menggunakan bahan tambah yaitu polimer. Polimer yang digunakan berupa limbah plastik Polyethylene (PE) dengan jenis Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai pensubstitusi aspal. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik marshall campuran Laston (AC-WC) dengan tambahan irisan limbah plastik LDPE 2%, 4%, dan 6% pada aspal pen 60/70 terhadap berat aspal dengan cara kering, serta mengetahui pengaruh rendaman kotoran dan urine sapi dengan variasi waktu 30 menit, 24 jam, dan 48 jam terhadap stabilitas dan durabilitas aspal modifikasi LDPE. Dari hasil penelitian didapatkan nilai stabilitas terbaik tanpa substitusi pada rendaman kotoran sapi yaitu 1181,93 kg, stabilitas terbaik untuk LDPE yaitu persentase 6% 1636,57 kg pada rendaman 30 menit. Nilai parameter untuk tanpa dan dengan substitusi LDPE yang dihasilkan berupa stabilitas, flow, MQ, density, VIM, VMA, dan VFA masih memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga tahun 2014. Nilai durabilitas tanpa substitusi sebesar 90,8%, nilai durabilitas dengan persentase 6% LDPE merupakan yang terbaik yaitu 95,88%. Hasil tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan Bina Marga tahun 2014 yaitu 90%. Penambahan LDPE dalam campuran aspal dengan cara kering pada rendaman kotoran sapi berpengaruh pada nilai stabilitas.
KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT SIMEULUE DENGAN VARIASI ASPAL RETONA BLEND 55 DAN ASPAL PENETRASI 60/70 Firdaus, Firdaus; Yunus, Yuhanis; Isya, Muhammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9999

Abstract

Abstract: Asphalt concrete pavement is depend on the type and composition of aggregate, asphalt, and filler being used. In this study, the aggregate used was an aggregate of Simeulue Island. In this Regency are difficult to find enough hard aggregate because the majority of the rocks there come from the process of particles mineral deposition, rest of the animals and plants which are found in the River (Aribowo, 2014). This research was conducted to find out the level of asphalt mixtures resistance using Simeulue aggregate with asphalt variation percentage of retona blend 55 and pen. 60/70 as a binder. This research begins with an examination of the physical properties of asphalt and aggregate next manufactured specimens based on gradations planning to determine of optimum asphalt content (OAC) with the overlapping method. From the results obtained, the elongation and flakiness index value did not meet the required specifications, those were 35.27% and 14.38%. The soundness aggregate against of Sodium and Magnesium sulfate (Mg2SO4) = 26.43% where is the maximum value required 12%. Aggregate wear value still meets the requirement, that was 23.84% 40%. OAC for AC-WC mixture using 100% RB, 100% Pen, 80% RB/ 20% Pen, 65% RB/ 35% Pen, 50% RB/ 50% Pen. was in the amount of 6.18%; 6.37%; 6.20%; 6.06% and 6.06%. From the Marshall test results in every OAC for all variations of immersion, showed the stability value using RB higher than by using Pen. 60/70. This was becauseasphaltRBcantie theSimeulue aggregatewellcompared toasphaltPen.60/70. The flow value was higher than the asphalt RB. VIM and MQ value at all immersion variation, using asphalt RB were higher than by using asphalt Pen. The durability value in all types of AC-WC mixture still meets the requirements of the Dept. PU (2010) 90%. While the durability value of 48-hour immersion already is under 90%.Abstrak: Perkerasan beton aspal sangat tergantung pada jenis dan komposisi agregat, aspal serta filler yang digunakan. Penelitian ini menggunakan agregat dari Kabupaten Simeulue. Pada Kabupaten ini sulit ditemukan agregat yang cukup keras karena mayoritas batuan yang ada berasal dari proses pengendapan partikel mineral, sisa hewan dan tanaman yang terdapat di sungai dan memiliki nilai pelapukan yang tinggi (Aribowo, 2014). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketahanan agregat Simeulue dengan variasi persentase aspal retona blend 55 dan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dengan harapan dapat menghasilkan perkerasan yang lebih baik. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan sifat fisis aspal dan agregat selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji berdasarkan gradasi rencana untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) dengan metode overlapping. Dari hasil penelitian agregat diperoleh nilai indeks kepipihan dan kelonjongan tidak memenuhi syarat yaitu sebesar 35,27% dan 14,38%. Kekekalan bentuk agregat terhadap larutan NaCl dan MgSO4 = 26,43% dimana nilai yang disyaratkan maksimal 12%. Untuk nilai keausan agregat masih memenuhi syarat yaitu sebesar 23,84% 40%. KAO campuran AC-WC menggunakan 100% RB, 100% Pen. 60/70, 80% RB/ 20% Pen, 65% RB/ 35% Pen, 50% Rb/ 50% Pen, masing-masing sebesar 6,18%; 6,37%; 6,20%; 6,06% dan 6,06%. Dari hasil uji Marshall pada setiap KAO untuk semua variasi rendaman, menujukkan nilai stabilitas menggunakan aspal RB lebih tinggi dibandingkan dengan Pen. 60/70. Hal ini dikarenakan aspal RB dapat mengikat agregat Simeulue dengan baik. Nilai flow lebih tinggi dibandingkan aspal RB. Untuk nilai VIM dan nilai MQ menggunakan aspal RB lebih tinggi dibandingkan dengan Pen. 60/70. Nilai durabilitas pertama pada semua jenis campuran masih memenuhi persyaratan Departemen PU (2010) 90%. Sedangkan nilai durabilitas kedua sudah berada di bawah 90%.
PENILAIAN KONDISI JALAN PADA RUAS JALAN KM. 77 (BATAS PIDIE) - BATAS KOTA SIGLI Zulfan, Evi; Saleh, Sofyan M.; Yunus, Yuhanis
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9997

Abstract

Abstract : Road maintenance activities is one part of the road management and road organizer shall prioritize road maintenance to maintain the level of services in accordance with defined minimum service standards. Assessment of road conditions resulting from the survey activities. Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli is a national road with a length of 29.34 Km. Rating national road refers Free Road Condition Survey, No. SMD-03 / RC (relationship International Roughness Index, IRI-Surface Distress Index, SDI), which is only capable of supporting votes to traffic lanes. This research is assessed road conditions and a comparative analysis (IRI-SDI indicators and per-percentage area of damage) on the carriageway. The method used in the study, refers to the Minister of Public Works No. 15 / PRT / M / 2007 and No. 13 / PRT / M / 2013, which is able to support the assessment of traffic lanes, shoulders, and complementary buildings (BPLK) with elements: median, ditches, culverts, retaining walls, island roads and sidewalks. The condition of the road is done through a detailed survey of road conditions with the visual method followed by processing and analyzing data, producing road conditions, type of treatment and allocation of the required budget requirements. The results show the value of the condition is above 60% steady-state condition and needs maintenance budget of Rp. 113,645,850,000.00 for all elements of the road. From the results of a comparative analysis of known value of a deviation of 4.77% for the stability of the road and -Rp.98.825.850.000,00 for road maintenance budget requirements.Abstrak: Kegiatan pemeliharaan jalan merupakan salah satu bagian dari penyelenggaraan jalan dan penyelenggara jalan wajib memperioritaskan pemeliharaan jalan untuk mempertahankan tingkat pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. Kegiatan penilaian kondisi jalan dihasilkan dari kegiatan survei jalan. Ruas jalan Km.77 (Batas Pidie) - Batas Kota Sigli merupakan ruas jalan nasional dengan panjang 29,34 Km. Penilaian ruas jalan nasional mengacu pada Panduan Survei Kondisi Jalan, No. SMD-03/RC (hubungan International Roughness Index, IRI - Surface Distress Index, SDI), yang hanya mampu mendukung penilaian untuk jalur lalu lintas. Penilitian ini dilakukan untuk menilai kondisi jalan dan analisis perbandingan (Indikator IRI - SDI dan persentase luasan kerusakan) pada jalur lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian, mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor : 15/PRT/M/2007 dan Nomor : 13/PRT/M/2013, yang mampu mendukung penilaian jalur lalu lintas, bahu jalan, dan bangunan pelengkap (BPLK) dengan elemen : median, saluran samping, gorong-gorong, tembok penahan tanah, pulau jalan dan trotoar. Penilaian kondisi jalan dilakukan melalui survei kondisi rinci jalan dengan metode visual dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data, yang menghasilkan kondisi jalan, jenis penanganan dan alokasi kebutuhan anggaran yang dibutuhkan. Dari hasil penelitian diketahui nilai kondisi berada diatas 60 % kondisi mantap dan kebutuhan anggaran pemeliharaan Rp. 113.645.850.000,00 untuk seluruh elemen jalan. Dari hasil analisis perbandingan diketahui nilai deviasi sebesar 4,77 % untuk kemantapan jalan dan -Rp. 98.825.850.000,00 untuk kebutuhan anggaran pemeliharaan jalan.
PENGARUH LAMA RENDAMAN KOTORAN SAPI TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN ASPAL PEN.60/70 YANG DI SUBSTITUSI LIMBAH ETHYLENE VINYL ACETATE (EVA) Iqbal, Deni; Saleh, Sofyan M.; Yunus, Yuhanis
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i3.9996

Abstract

Abstract: The main reasons for the damage and decrease of strength in the flexibel pavement of the highway is the low in strength and durability in Asphalt Concrete wearing Course (AC-WC). In Aceh, many cow dung are littered on the highway. Cow dung is alleged impact on damage to highways that can weaken the ability of the asphalt viscosity and cause small holes in the asphalt. This study, the substitution polymer used is a waste material Ethylene Vinyl Acetate (EVA) on the AC-WC which were soaked with cow dung. This study aims to determine the effect of immersion duration of cow dung on the durability of concrete asphalt mixture using asphalt pen. 60/70 with substitution grated Ethylene Vinyl Acetate (EVA) polymer waste 1.5%, 2.5%, 3.5% in the asphalt with asphalt pen 60/70 weight ratio, as well as determine the effect of plain water immersion and cow dung with a variation of 30 minutes, 24 hours, and 48 hours on the stability of asphalt modification with EVA. The results, the best stability values without substitution with palin water immersion is 1181.93 kg, the best stability for EVA on a percentage of 1.5%, is 1920.68 kg. The parameter values for substitution without and with EVA produced in the form of stability, flow, MQ, density, VIM, VMA, and VFA still meet the specification requirements of Bina Marga 2014. The value of durability without substitution with plain water immersion is 90.8% by soaking into cow dung, the value of the durability of the EVA percentage variation is 97.20%, and has met the prescribed Bina Marga specifications 2014 which 90%.Abstrak: Salah satu alasan utama kerusakan dan penurunan kekuatan pada perkerasan lentur jalan raya adalah rendahnya kekuatan dan keawetan pada lapisan aus (AC-WC). Pada beberapa daerah di Aceh banyak dijumpai kotoran sapi yang berserakan di jalan raya. Kotoran sapi tersebut diduga berdampak pada kerusakan jalan raya dan dapat melemahkan kemampuan lekatan aspal. Pada penelitian ini polimer tambahan yang digunakan adalah material limbah Ethylene Vinyl Acetate (EVA) pada campuran laston lapis aus (AC-WC) yang direndam dalam kotoran sapi. Ethylene Vinyl Acetate (EVA) dalam campuran aspal tersebut dapat meningkatkan kekuatan dan keawetan pada lapisan aus (AC-WC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama rendaman kotoran sapi terhadap durabilitas campuran aspal beton menggunakan aspal pen. 60/70 dengan tambahan parutan limbah polimer Ethylene Vinyl Acetate (EVA) 1,5%, 2,5%, 3,5%. Dari hasil penelitian didapatkan nilai stabilitas terbaik tanpa substitusi rendaman kotoran sapi yaitu 1181,93 kg, stabilitas terbaik untuk Ethylene Vinyl Acetate (EVA) pada persentase 1,5% yaitu 1920.68 kg. Nilai parameter untuk tanpa dan dengan substitusi Ethylene Vinyl Acetate (EVA) yang dihasilkan berupa stabilitas, flow, MQ, density, VIM, VMA, dan VFA masih memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga tahun 2014. Nilai durabilitas tanpa substitusi yaitu sebesar 90,8% dengan rendaman kotoran sapi, nilai durabilitas dengan variasi persentase Ethylene Vinyl Acetate (EVA) sebesar 97,06%, dan telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan Bina Marga tahun 2014 yaitu 90%.
ANALISIS STABILITAS PONDASI BORE PILE SEBAGAI RETAINING WALL PADA UNDERPASS BEURAWE BANDA ACEH Siregar, Anne Novia Duana; Yunus, Yuhanis; Abdullah, Faisal
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 03 (2018): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Underpass Beurawe Banda Aceh mempunyai panjang 203 meter, tinggi 5,1 meter, dan lebar 10,4 meter. Pondasi dari Underpass tertutup dengan panjang 35 meter menggunakan pondasi bore pile dengan kedalaman 35,4 meter dan diameter 0,8 meter menjadi fokus dari penulisan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap stabilitas pondasi bore pile yang dilakukan melalui analisis beban konstruksi, daya dukung tanah, daya dukung material konstruksi pondasi, stabilitas terhadap geser dan penurunan pondasi bore pile. Hasil perhitungan didapat bahwa daya dukung tanah terhadap pondasi bore pile tunggal sebesar 183,32 ton dengan beban yang dipikul sebesar 120,94 ton. Untuk daya dukung tanah terhadap pondasi bore pile kelompok sebesar 4019,25 ton dengan beban yang dipikul sebesar 3507 ton. Besarnya daya dukung terhadap kemampuan material pondasi bore pile tunggal sebesar 1486 ton dengan beban gaya vertikal yang bekerja hanya sebesar 120,94 ton. Untuk daya dukung material terhadap gaya horizontal yang diterima pondasi bore pile tunggal sebesar 122,44 ton dengan beban gaya horizontal yang bekerja hanya sebesar 47,11 ton. Untuk stabilitas terhadap pergeseran yang bekerja sebesar 0,11 meter, sedangkan pergeseran maksimum yang diizinkan 0,19 meter dan momen maksimum yang diizinkan sebesar 8701,23 ton.m, sedangkan momen yang bekerja hanya 143,13 ton.meter. Stabilitas terhadap penurunan sebesar 4,18 mm sedangkan batas normal penurunan sebesar 8 mm. Berdasarkan hasil yang didapat memperlihatkan bahwa stabilitas konstruksi pondasi tipe bore pile yang digunakan pada Underpass Beurawe aman dalam mendukung seluruh beban yang bekerja pada pondasi bore pile.
ANALISA KEGAGALAN LERENG PADA JALAN ELAK BUKET RATA STA 272+350 KOTA LHOKSEUMAWE Wilda, Nurul; Supardin, Supardin; Yunus, Yuhanis
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 6, No 02 (2023): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKegagalan lereng dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah longsor. Longsor dapat terjadi pada hampir setiap kasus lereng alami atau lereng buatan. Penyebab utama terjadinyakeruntuhan lereng adalah meningkatnya tegangan tekan dan menurunnya kuat geser pada bidang longsor. Salah satu pergerakan lereng yang terjadi adalah pada Jalan Elak Buket Rata Sta 272+350 Kota Lhokseumawe. Analisa kestabilan lereng dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor dengan menghitung besarnya kekuatan geser untuk mempertahankan kestabilan lereng dan kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran. Untuk menentukan faktor keamanan pada lereng dilakukan perhitungan dengan metode Fellenius secara manual yang dibandingan dengan metode Bishop dengan bantuan Software Rocience Slide. Hasil nya berupa nilai faktor keamanan (safety factor) pada lereng, dapat diketahui tingkat keamanan kondisi lereng tersebut dengan standar penentuan nilai safety factor 1,25. Analisa stabilitas lereng dengan metode fellenius dengan cara manual diperoleh hasil faktor keamanan dengan data boring titik pertama sebesar 31,28, dan data boring titik ketiga diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 31,78. Sedangkan dengan metode bishop menggunakan Software  Rocience Slide  data titik  boring  pertama  diperoleh  nilai  faktor keamanan sebesar 5,4, dan data titik boring ketiga diperoleh nilai faktor keamanan sebesar5,7. Sehingga hasil analisa kestabilitas lereng dapat disimpulkan kondisi lereng aman (stabil). Kata kunci: lereng, faktor keamanan, fellenius, bishop, software rocience Slide 
KAJIAN PENAMBAHAN FLY ASH DAN SEMEN PADA URUGAN PILIHAN UNTUK LAPISAN BASE PERKERASAN JALAN Fitria, Ana; Mulizar, Mulizar; Yunus, Yuhanis
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 02 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKBase Course (lapisan pondasi atas) adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Salah satu yang digunakan untuk lapisan base yaitu urugan pilihan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan daya dukung yang dihasilkan dari persentase campuran tanah urugan pilihan, fly ash dan semen yang dipilih sebagai bahan stabilisasi tanah. Pengujian yang dilakukan berupa sifat fisis dan mekanis tanah asli maupun setelah dicampur dengan bahan stabilisasi tanah berdasarkan metode ASTM dan SNI, dengan variasi campuran fly ash 10%, 15%, 20% dan 12% semen. Penelitian ini tanah di klasifikasikan berdasarkan metode AASTHO dengan PI 5,86% dan LL 37,88% tanah tersebut tergolong kedalam kelompok A-1-a. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk CBR unsoaked 7,5% tanah asli, pada variasi fly ash 15% dan semen 12%, terjadi peningkatan persentase nilai CBR unsoaked terbesar yaitu 53,9% memenuhi syarat CBR untuk lapisan Base minimum 50%. Kata Kunci: Base, Urugan Pilihan, Fly Ash, Semen, CBR.