Nurnajmi, Nurnajmi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA ASPEK AFEKTIF SELAMA COVID-19 DI MTs BPP BAWAN Nurnajmi, Nurnajmi; Lahmi, Ahmad; Halim, Syaflin
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v2i1.229

Abstract

Learning outcomes in the affective aspect are one of the three realms of ability that must be possessed by students after following the learning process. To achieve abilities in this aspect, strategies are needed that are in accordance with the conditions, objectives and learning materials. Therefore, this study aims to find strategies that can be used in improving Akidah Akhlak learning outcomes in affective aspects during covid-19 at MTs BPP Bawan. The research was conducted with a quality approach of ethnographic type, which is an approach used to understand the culture and behavior of informants based on learning culture during covid-19. The results of the study were the implementation of online learning for moral teachers at MTs S BPP Bawan in improving affective aspect learning outcomes carried out through several strategies starting from making designs for the implementation of online learning, preparing learning media, determining scenarios, preparing interesting materials, determining methods and determining approaches. Its application is carried out through habituation and developing the values of honesty. The disadvantage of learning strategies in improving affective aspect learning outcomes during this pandemic is that it is felt less than optimally, and it does not create good interactions between teachers and students. Meanwhile, the advantage is the acceleration of mastery of technology, it is more flexible and can be repeated.
Integrasi Sains dan Islam dalam Pembelajaran Madrasah: Analisis Pedagogis Pendekatan Integralistik dalam Studi Islam Afrizal, Afrizal; Perdana, Taslim; Nurnajmi, Nurnajmi; Hakim, Rosniati; Wahyuni, Sri
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.240

Abstract

The dichotomy between religious and secular sciences has long been a challenge within the Islamic education system, particularly in madrasahs. Consequently, teaching practices often become fragmented and disconnected from the spiritual dimension of Islam. This article aims to conceptually examine the importance of an integralistic approach in Islamic Studies as an epistemological foundation for integrating science and Islam in madrasah education. The study employs a library research method using content analysis of classical and contemporary Islamic scholars such as Amin Abdullah, Fazlur Rahman, Ismail Raji al-Faruqi, and Zakiyuddin Baidhawy. The findings indicate that the integralistic approach facilitates an epistemological dialogue between revelation, reason, and empirical reality, allowing madrasah learning to integrate the values of tawhid with modern scientific knowledge. Hence, the integration of science and Islam is not merely a curricular synthesis but a paradigm shifts that positions knowledge as an act of devotion to God. The study recommends developing a curriculum model based on integrative-interconnective approaches and strengthening teachers’ competencies to foster holistic and transformative learning.
Tokoh-Tokoh Tasawuf Islam dan Relevansinya bagi Dunia Modern: Ibnu Athaillah as-Sakandary, al-Muhasibi dan Abd. Qadir al-Jilani Nurnajmi, Nurnajmi; Afrizal, Afrizal; Perdana, Taslim; Saputra, Riki; Rusydi, Rusydi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menggambarkan tentang tiga tokoh tasawuf Islam yang krusial dalam penyucian jiwa, pembentukan karakter serta penghayatan spiritual kepada sang Pencipta, tasawuf sebagai warisan klasik dan juga memiliki peran yang signifikan dalam membangun peradaban Islam yang beretika dan beradab. Penelitian mengenai tiga tokoh sufi yang besar ini tidak hanya bersifat historis, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dan praktis untuk pengembangan Studi Islam kontemporer, terutama dalam aspek etika, pendidikan, dan peradaban Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka (library research). Pengumpulan data dilakukan dari sumber-sumber literatur primer, termasuk karya-karya asli para tokoh seperti Al-Hikam oleh Ibnu Athaillah, Ar-Ria’yah li Huquqillah oleh Al-Muhasibi, dan Al-Ghunyah li Thalibi Thariq al-Haqq oleh Abdul Qadir al-Jilani. Selain itu, juga digunakan literatur sekunder yang mencakup buku, jurnal, dan hasil penelitian ilmiah yang berkaitan. Bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif biografi dan pemikiran tiga tokoh tasawuf Islam klasik: Ibnu Athaillah, Al-Muhasibi, dan Abdul Qadir al-Jilani. Menganalisis kontribusi pemikiran mereka terhadap perkembangan tasawuf dan spiritualitas Islam. Mengkaji relevansi ajaran mereka dalam konteks modernitas Islam dan pembentukan peradaban Islam yang berkeadaban (civilized Islam). Relevansi ketiga tokoh ini nyata dalam arah pendidikan Islam modern yang humanistik, transendental, dan berkarakter, yang mampu menyeimbangkan rasionalitas dengan spiritualitas, serta pengetahuan dengan nilai-nilai moral ilahiah. Kesimpulan artikel ini adalah bahwa konsep tazkiyah al-nafs berfungsi sebagai dasar filosofis dan teologis yang kuat dalam pembentukan karakter Islami. Meskipun ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda, mereka semua menekankan signifikansi penyucian jiwa sebagai pusat dari transformasi individu dan masyarakat
Objek-Objek Kajian Filsafat Ilmu: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi serta Urgensinya dalam Kajian Islam Nurnajmi, Nurnajmi; Ritonga, Mahyudin
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji filsafat ilmu yang meliputi ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta urgensinya dalam kajian Islam. Filsafat ilmu memiliki peran strategis dalam membangun kerangka konseptual yang mendasari pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks keilmuan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan karya ilmiah yang relevan dengan filsafat ilmu dan studi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis dan filosofis-kritis untuk menelaah konsep, asumsi, serta implikasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam kajian keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi Islam berakar pada prinsip tauhid yang menegaskan Allah sebagai sumber utama realitas dan eksistensi, sehingga membentuk pandangan holistik terhadap manusia, alam, dan kehidupan. Epistemologi Islam bersifat integratif dengan menggabungkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang sahih. Sementara itu, aksiologi Islam menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus diarahkan pada kemaslahatan umat manusia dan dilandasi oleh nilai-nilai etika serta tanggung jawab moral. Integrasi ketiga aspek filsafat ilmu tersebut memperkaya kajian Islam secara teoretis dan praktis, serta memperkuat dialog antara Islam dan sains modern. Dengan demikian, kajian filsafat ilmu memiliki urgensi tinggi dalam pengembangan keilmuan Islam yang kritis, komprehensif, dan bernilai.