Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Komunikasi Bahasa Gaul Remaja di Media Sosial dan Implikasinya pada Bahasa Resmi Desrina, Ilhami; Yelliza, Merri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30733

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi bahasa gaul yang digunakan oleh remaja di media sosial serta implikasinya terhadap penggunaan bahasa resmi dalam konteks sosial dan pendidikan di Indonesia. Bahasa gaul di media sosial berkembang pesat sebagai bentuk ekspresi identitas dan kreativitas remaja yang menggunakan berbagai inovasi linguistik, seperti singkatan, akronim, dan adaptasi kata asing. Namun, fenomena ini juga menimbulkan tantangan bagi pelestarian dan pemahaman bahasa baku, terutama di kalangan generasi muda. Metode penelitian kualitatif dengan menganalisis pola komunikasi bahasa gaul dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul memperkuat solidaritas sosial, namun berdampak pada perubahan penggunaan bahasa resmi yang memerlukan perhatian dalam pendidikan bahasa dan pengembangan kebijakan linguistik. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi komunikasi yang seimbang antara kreativitas bahasa gaul dan pelestarian bahasa Indonesia baku.
Peran Media Sosial dalam Pembentukan Gaya Bahasa Remaja: : Studi Literatur tentang Bahasa Gaul dan Adaptasinya dalam Bahasa Indonesia Desrina, Ilhami
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam pembentukan gaya bahasa gaul di kalangan remaja Indonesia serta dampaknya terhadap penggunaan bahasa Indonesia baku. Kajian literatur dilakukan untuk menganalisis fenomena bahasa gaul di media sosial, khususnya di platform seperti Twitter, Instagram, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memungkinkan remaja menciptakan dan menyebarkan bahasa gaul yang mencerminkan identitas dan keterikatan sosial mereka. Karakteristik bahasa gaul ini meliputi singkatan, akronim, dan adaptasi istilah asing, terutama dari bahasa Inggris, yang menjadi simbol modernitas dan prestise di kalangan remaja. Bahasa gaul di media sosial juga dipengaruhi oleh budaya populer yang berkembang di lingkup global, menunjukkan adanya asimilasi budaya yang ditransmisikan melalui media sosial. Dampak bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia baku memiliki sisi positif dan negatif. Di satu sisi, bahasa gaul memperkaya variasi bahasa Indonesia; namun, di sisi lain, penggunaannya yang meluas dapat mengurangi pemahaman remaja terhadap tata bahasa dan kosakata baku. Untuk itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang inklusif, yang memperkenalkan variasi bahasa sebagai bagian dari dinamika sosial, sekaligus menekankan pentingnya bahasa baku dalam komunikasi formal. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik memanfaatkan bahasa gaul sebagai media pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kesadaran bahasa di kalangan remaja.
Spiritual and Welfare-Based Service and Service Guidance in Nagari Kumanis Marwan, Syaiful; Rizal, Yose; Aris, Sarmen; Desrina, Ilhami
MARAWA: Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 4 No 2 (2025): Masyarakat Religius dan Berwawasan
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

By using a sustainable and participatory Participatory Action Research (PAR) approach, this community service aims to improve the social and spiritual welfare of the Nagari Kumanis community. One way to encourage community empowerment is by combining spiritual principles, local culture, and community participation in community service programs. Community service activities are carried out in three main forms: the customary Bakaua nagari and Randai cultural arts performances; monthly wirid nagari with speakers from UIN Mahmud Yunus Batusangkar; and coordination and evaluation of participation in village mentoring. The PAR methodology uses the stages of participatory planning, implementation, observation, and joint reflection. During the activity, traditional leaders, religious leaders, youth, village officials, and the community are the people who are being served. The results of the community service show that the customary Bakaua and Randai performances can increase social cohesion, cultural identity, and youth participation in preserving local values. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation of activities. The monthly wirid nagari helps people in the community understand and be aware of their spirituality, and it also makes social ties stronger. Meanwhile, participatory coordination and evaluation help the community create and assess the community's own community service program. Overall, this commitment shows that PAR-based mentoring that combines cultural and spiritual elements well can improve the welfare of the village community in a comprehensive and sustainable manner