Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI SISTEM UPDRAFT DOUBLE GAS OUTLET BERBAHAN BAKAR BIOMASSA (TEMPURUNG KELAPA) DENGAN PENGARUH LAJU ALIR UDARA PEMBAKARAN TERHADAP PRODUK SYNGAS Effendi, Sairul; Azharuddin, Azharuddin; Pramedian, Gybson
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.011 KB)

Abstract

Tempurung  kelapa  merupakan  salah  satu  limbah  biomassa  yang  berpotensi untuk dapat menghasilkan energy. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan tempurung kelapa menjadi sumber energi adalah teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas yaitu antara 20% hingga 40% udara stoichiometri. Pada penelitian ini akan dilakukan proses gasifikasi tempurung kelapa dengan menggunakan alat gasifikasi sistem updraft double gas outlet menggunakan laju alir udara 70,1 lpm, 91,4 lpm dan 122,4 lpm untuk menghasilkan gas mampu bakar. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi gas mampu bakar yang paling tinggi yaitu komposisi gas CO sebesar 22,57%, 22,90% dan 23,77%, dibanding komposisi gas H₂ dan CH4 yaitu masing-masing  sebesar 11,41%, 11,91%, 12,25%; 1,28%, 1,59%, dan 1,93%, dan dengan penambahan laju alir udara 70,1 lpm, 90,4 lpm, dan 122,4 lpm akan meningkatkan efisiensi gasifikasi sebesar 29,23 %, 37,67 %, 50,91 % dan juga meningkatkan persen konversi gas sebesar 44,98 %, 56,25%, 76,18%. 
ANALISA PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MULTI QUENCHING TERHADAP HASIL PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH Karmin, Karmin; Effendi, Sairul; Firdaus, Firdaus; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.217 KB)

Abstract

 Baja karbon yang mengandung unsur karbon yang rendah akan mempunyai sifat yang kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, ductile ini akan memudahkan dibentuk dibanding baja paduan atau baja karbon tinggi. Disisi lain harganyapun relatif murah sehingga menjadikan bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan suatu produk. Untuk meningkatkan sifat yang kuat dan keras pada permukaannya, material ini dapat dilakukan proses perlakuan panas thermoikimia melalui penambahan kadar karbon pada permukaannya, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  fungsi desainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah yaitu dilakukan proses pack carburizing. Proses carburizing ini, dilakukan pada sebuah tungku pemanas listrik khusus perlakuan panas yang  mudah dioperasikan dalam pengaturan suhu pemanasan, kecepatan pemanasan dan pengaturan waktu tahan. Pada penelitian ini  dirancang dan dilakukan pada baja rabon rendah mengunakan media karburisasi dengan pebandingan 70% arang aktif dan 30%, kalsium karbonat (CaCO3) pada temperatur   pemanasan 925oC ,  variasi waktu tahan 2, 3 dan 4 jam, kemudian dilanjukan dengan variasi metode quenching (direct quenching, single quenching dan double quencing). Dari ketiga metode quenching dengan variasi holding time pada penelitian ini diperoleh peningkatan kekerasan yang tertinggi yaitu pada metode doubel quenching dengan holding time 3 jam yaitu 94,8 HRBdan nilai impact 0,14 J/mm2. Jika dilihat kekerasan dan ketangguhan yang baik yaitu terjadi pada double quenching dengan holding time 2 jam (kekerasan 94,4 HRB dengan nilai impact rata rata 0,86 J/mm2). 
PENGARUH QUENCHING MEDIA PENDINGIN MINYAK GORENG BEKAS TERHADAP KEKERASAN BAJA S45C YANG TELAH DI PACK CARBURIZING Putri, Fenoria; Gumay, Muhammad Fadel; Effendi, Sairul; Sampurno, Rachmat Dwi
AUSTENIT Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT: Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material baja seringkali digunakan dalam dunia otomatif yang menuntut material tersebut harus memiliki kekuatan yang tangguh, handal dan ekomonis. Salah satu material yang digunakan yaitu S45C, dimana material tersebut diberikan perlakuan permukaan dengan cara Pack Carburizing    dengan    temperatur  870°C   dan   variasi    media    pendingin    cepat    (quenching) berupa   oli   bekas,   oli   baru,   dan   minyak   goreng   bekas. Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat kekerasan Rockweel   Hardness   Tester dan dilakukan analisa   data hasi    uji    menggunakan    analysis    of    varians    (ANOVA). Hasil yang didapat nilai kekerasan untuk material S45C dengan pendingin oli bekas, oli baru dan mnyak goring bekas yaitu 101,9 HRC; 98,4 HRC dan 102,8 HRC.
Analisis Pengujian Kinerja Mesin Pencacah Sampah Organik Untuk Pembuatan Pupuk Kompos Akhirula, Fachryan; Effendi, Sairul; Irfan Dzaky, Muhammad
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 6 No. 3 (2025): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/machinery.v6i3.11413

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja mesin pencacah sampah organik terhadap dua jenis bahan, yaitu sayuran dan rumput pembohong. Mesin menggunakan motor bensin 7,5 HP dengan pisau pencacah dan sistem hammer mill. Uji coba dilakukan sebanyak tiga kali pada masing-masing bahan untuk mengukur kecepatan, konsumsi bahan bakar, waktu pencacahan, dan hasil cacahan. Hasilnya menunjukkan bahwa mesin lebih optimal untuk sayuran dengan kapasitas hingga 41,38 kg/jam, sedangkan rumput hanya mencapai 10,81 kg/jam. Sayuran lebih mudah tercacah karena teksturnya lunak, sementara rumput berserat dan melilit pisau. Uji peer-to-peer t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada konsumsi bahan bakar, waktu, dan hasil cacahan, namun tidak pada kecepatan. Mesin lebih efektif untuk bahan lunak, dan diperlukan modifikasi desain untuk efisiensi pencacahan bahan berserat. Temuan ini mendukung pengembangan teknologi yang tepat guna dalam pengolahan limbah organik.
Study Quenching Process on Rubber Tapping Knives Home Production Gunawan, Indra; Effendi, Sairul; Pratama, Dioni Yoga
International Journal of Mechanics, Energy Engineering and Applied Science (IJMEAS) Vol. 4 No. 1 (2026): IJMEAS - January
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijmeas.v4i1.480

Abstract

The rubber tapping knives were often produced by blacksmiths experience cracks and chips or even break on the blade, so rubber farmers have to frequently replace them with new knives. Thus, the product cannot be used for a long time and its economic value is reduced. The reason why the rubber tapping knives made by blacksmiths are easily damaged is because the plating method on the product is not carried out correctly. So that the resulting product has a relatively low level of hardness. This study aims to determine the effect of the hardening and quenching processes on the hardness of rubber tapping knives made by blacksmiths. The test data were analyzed using ANOVA with a full factorial level design, a main effect model design, and 3 replications assisted by Design-Expert software. At a temperature of 800℃ the maximum hardness value of 62.8 HRC was obtained from the quenching results using water cooling media, while the minimum hardness value of 62.2 HRC was obtained from oil cooling media. At a temperature of 850℃, the maximum hardness value of 60.4 HRC was obtained from quenching using water cooling media, and the minimum hardness value was obtained from oil cooling media of 59.1 HRC