Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PARTISIPASI EDUKASI BERBASIS DIGITAL DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 SAAT BEKERJA PADA PENGENDARA OJEK ONLINE Riza Hayati Ifroh; Dina Lusiana Setyowati; Tanti Asrianti; Wahnadita Rahman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.404 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4987

Abstract

Abstrak: Pengendara ojek online sebagai salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilisasi tinggi dan risiko penularan COVID-19 saat bekerja dan beraktivitas. Penggunaan media digital sebagai sarana komunikasi, informasi dan edukasi menjadi alternatif dalam membangun partisipasi kelompok pengendara ojek online agar sadar dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu meningkatkan partisipasi pengendara ojek online dalam menyimak edukasi kesehatan mengenai cara, media dan dampak penularan COVID-19 saat bekerja, bahaya merokok serta mitos mengenai COVID-19. Tahapan pelaksanaan berbasis model perencanaan sosial yaitu persiapan petugas, persiapan sosial, penjaringan audiens, sosialisasi edukasi kesehatan, dan evaluasi. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini sepenuhnya menggunakan media digital dan aplikasi permainan, diskusi kelompok serta pemutaran video tutorial berdurasi 4 menit 20 detik dan diikuti oleh 16 pengendara ojek online. Hasil kegiatan adalah pengendara ojek online telah partisipasi aktif dalam kegiatan, selain itu sebanyak 75% peserta telah memiliki pemahaman yang baik mengenai penularan, upaya pencegahan COVID-19 selama bekerja, dan mitos yang salah mengenai penyakit. Diharapkan peserta kegiatan dapat menyebarkan informasi serta mempengaruhi rekan pengendara ojek lainnya agar menjalankan protokol COVID-19 dengan disiplin selama bekerjaAbstract:  Motorcycle taxi drivers are one of the groups of people who have high mobility and the risk of contracting COVID-19 while working and doing activities. The use of digital media as a means of communication, information, and education is an alternative in building the participation of groups of online motorcycle taxi riders to be aware of carrying out the health protocol for preventing COVID-19. The purpose of this community service activity is to increase the participation of online motorcycle taxi riders in listening to health education about how, the media and the impact of transmitting COVID-19 while working, the dangers of smoking, and myths about COVID-19. The stages of implementation based on the social planning model are staff preparation, social preparation, audience networking, health education dissemination, and evaluation. The activity method used in this activity is fully digital media and game applications, group discussions, and video tutorial video playbacks lasting 4 minutes 20 seconds and followed by 16 online motorcycle taxi riders. The result of the activity is that online motorcycle taxi drivers have actively participated in activities, besides that as many as 75% of participants have a good understanding of transmission, efforts to prevent COVID-19 while working, and false myths about the disease. It is hoped that activity participants can spread information and influence other motorcycle taxi riders to carry out the COVID-19 protocol with discipline while working.
PRODUKSI DAN PEMUTARAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Riza Hayati Ifroh; Ike Anggraeni; Reza Nur Fahmi; Ika Wulan Sari; Dewi Yuniar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.197-203.2020

Abstract

Keterlibatan masyarakat dan peningkatan literasi pencegahan COVID-19 ditingkat individu dan masyarakat menjadi salah satu isu strategis untuk mengurangi jumlah kasus positif di suatu wilayah melalui upaya promosi kesehatan. Radio spot atau iklan layanan masyarakat merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk promosi kesehatan dan merupakan media yang sangat efektif karena audiens diajak belajar dengan pendekatan pesan (message-learning approach). Adapun tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyusun dan memproduksi media audio iklan layanan masyarakat tentang etika batuk, physical distance, himbauan sosial dan hal-hal yang diperhatikan selama berada di tempat pemeriksaan COVID-19. Tahapan kegiatan yaitu tahap 1) pra-produksi (pengumpulan referensi, pemilihan talent voice dan persiapan alat dan bahan), tahap 2) produksi (recording, editing, review expert dan final production) dan tahap 3) pasca produksi atau distribusi media. Sasaran promosi kesehatan yaitu massa dan disebarluaskan melalui media sosial, radio lokal daerah (RRI Kota Samarinda), mobilisasi lintas lembaga yaitu Kepolisian Resor Kota Samarinda, serta lembaga pelayanan kesehatan yang memberikan layanan PCR di wilayah Kota Samarinda. Kesimpulan kegiatan ini yaitu telah diprodukasi lima iklan layanan masyarakat yang dimanfaatkan oleh lintas lembaga di wilayah Kota Samarinda serta meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat mengenai upaya pencegahan COVID-19. Kata kunci: Iklan layanan masyarakat, Produksi media, Literasi, COVID-19 ABSTRACT Community involvement and increasing literacy in preventing COVID-19 at the individual and community level are strategic issues to reduce the number of positive cases in a region through health promotion efforts. Radio spots or public service advertisements are a medium that can be used for health promotion and are very effective media because audiences are invited to learn with a message-learning approach. The purpose of this community service activity is to compile and produce audio media for public service advertisements on cough etiquette, physical distance, social appeals and things to pay attention to while at the COVID-19 checkpoint. The activity stages are stage 1) pre-production (reference collection, voice talent selection and preparation of tools and materials), stage 2) production (recording, editing, expert review and final production) and stage 3) post-production or media distribution. The targets of health promotion are mass and disseminated through social media, local regional radio (RRI Kota Samarinda), cross-institutional mobilization, police officer, and health service institutions that provide PCR services in Samarinda. The conclusion of this activity is that five public service advertisements have been used by cross-agencies in the Samarinda area as well as increasing public awareness and literacy regarding efforts to prevent COVID-19. Keywords: Radio spot, Media production, Literacy, COVID-19
SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA Rahmi Susanti; Reny Noviasty; Riza Hayati Ifroh
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.748

Abstract

Menstruasi merupakan suatu pengalaman bagi remaja perempuan. Pengalaman menstruasi dapat mengejutkan dan penuh emosional. Respon terhadap menstruasi dapat berupa respon positif bahkan negatif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang respon remaja yang terjadi saat pramenstruasi dan menganalisis faktor yang terkait dengan menstruasi yakni usia pertama kali menstruasi, kebiasaan sarapan, dan gangguan somatik dan afektif yang muncul pramenstruasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMA swasta X di Kota Samarinda, sampel yang diambil merupakan remaja putri yang telah mengalami fase menstruasi dan berjumlah 35 siswi. Berdasarkan uji univariat, sindrom yang paling sering dikeluhkan oleh remaja selama fase pramenstruasi adalah suka marah (82,9%), perasaan campur aduk (74,3%) dan sebanyak 74,3% remaja melaporkan pengalaman nyeri saat periode berlangsung (dysmenorrhea). Hasil uji bivariat menunjukkan ada hubungan kebiasaan sarapan dengan gangguan afektif  (p-value: 0,012), sedangkan pada faktor lain tidak ditunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Penelitian ini memberikan informasi bahwa dari keseluruhan remaja, 82,8% melaporkan keluhan non fisik dan 74,2% mengalami keluhan fisik saat periode sebelum dan saat menstruasi.
Peran Kader Posyandu Dalam Pemanfaatan dan Sosialisasi Toga di Masa Pandemi Covid-19 Riza Hayati Ifroh
xxxx-xxxx
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ifroh RH.  2020.  The role of posyandu cadres in utilization and socialization of fmp in pandemic covid-19. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, Palembang 20 Oktober 2020. pp. xx. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Community involvement was the strategic issues to reduce the number of positive cases of COVID-19 in Samarinda with a positive confirmation rate of 1,248 (8th Sept 2020). The efforts made was to involve community groups as activists, cadres in the use of family medicinal plants (FMP) as an alternative in increasing of immunity and community health. The research objective was to analyze the association between practice of using family medicinal plants and the socialization of the benefits of FMP to the community and to identify the types of plants used by the cadres. The study design was cross-sectional with a survey approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 88 cadres. Data analysis of the association between socialization of FMP and the community on the practice of using FMP by contingency coefficient test analysis. The results showed that the average age of cadres was 42 years and the average length become a cadre was 7 years. The types of family medicinal plants that were mostly planted were turmeric, ginger and papaya leaves. There is a statistical association between FMP socialization which includes appeals from cadres, cadres' requests and explanations of the benefits of TOGA to the community with the practice of using FMP for each cadre (P value <0.001) with community responses as many as 61.36% leading to positive, socialization between cadres and the community 79.5% effective through interpersonal communication. In conclusion, cadres contribute to the use of FMP both independently and in mobilizing the community. 
POLA PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN ANAK DAN KOMUNIKASI IBU BALITA DI KALIMANTAN TIMUR Lies Permana; Riza Hayati Ifroh; Agus Wiranto
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i1.617

Abstract

Perkembangan internet dan teknologi informasi serta komunikasi ini memiliki dampak yang positif bagi sebagian besar penggunanya karena dapat mengetahui informasi terkini dengan cepat dan tepat. Di era yang serba cepat ini, menuntut ibu balita untuk mengetahui informasi kesehatan demi pertumbuhan dan perkembangan balitanya. Namun perbedaan karakteristik ibu balita, informasi yang dicari melalui internet pun dapat berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pencarian informasi kesehatan dengan karakteristik ibu balita dan pola komunikasi ibu dengan balita dengan menerapkan pola SMCR. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan mix method. Pengujian dengan menggunakan uji Chi Square dan Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan pencarian informasi kesehatan dengan karakteristik ibu yang terdiri dari klasifikasi wilayah tempat tinggal, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan, pendekatan kualitatif untuk mengetahui lebih lanjut informasi lainnya yang dicari ibu dan juga mengenai pola komunikasi dengan belita menggunakan pendekatan SMCR. Didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan pencarian informasi mengenai gizi kesehatan anak berdasarkan klasifikasi wilayah tempat tinggal ibu, terdapat perbedaan informasi yang dicari mengenai kecelakaan/luka pada anak berdasarkan jenis pekerjaan ibu, terdapat perbedaan pencarian informasi mengenai gizi dan alergi berdasarkan tingkat pendidikan ibu. Adapun informasi lainnya yang dicari ibu berdasarkan kebutuhan balitanya dan sebagian ibu telah menerapkan pola SMCR pada balita.
Pelatihan Pembuatan Media Audiovisual dalam Meningkatkan Kemampuan Kreatif Digital Remaja Riza Hayati Ifroh; Lies Permana
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202164.867

Abstract

AUDIOVISUAL MEDIA CREATION TRAINING IN IMPROVING YOUTH'S DIGITAL CREATIVE CAPABILITIES. To face the challenges of the future industry, youth as millennials, they need a soft skill training to develop their skills in creating audiovisual media that is growing up in the era of industrial revolution 4.0. This activity is using The Training Cycle approach. The stage is to identify training needs, set training and planning objectives, the implementation of the training ends with an evaluation. The method activities based on the training cycle model and implemented in combination, i.e., lecture methods, video playback, questions and answers and also field practices. On the output evaluation is to identify the participant’s cognitive enhancement based on the assessment pre-test and post-test form filling by the participants, and to assess the participant’s responses related to training satisfaction (facilities, the committee, and the speaker). The results of the training evaluation, known that is an increase in the number of correct answers in the basic audiovisual concept question items, advantages and types of audiovisual media and about the process of creating audiovisual media and short movie concepts. In addition, based on the results of activity evaluation, the participants considered that they were satisfied following each series of training.
Apakah Orang Tua Menggunakan Internet dan Media Sosial dalam Pencarian Informasi Kesehatan Anak? Riza Hayati Ifroh; Lies Permana
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss2.1209

Abstract

Parents in the digital era increasingly use the internet and social media to search for health information on their children, as well as provide opportunities to interact with other users to discuss children's health issues. The purposes of this study is to analyze the patterns of internet use and social media use by parents based on the age category of the child and the most of platform and health topic information that access by parents. The design study was a cross-sectional quantitative study. The target group research was parents who have children aged < 5 to 12 years, have internet access, actively use gadgets, and agreed to be a participant in this study. The technique of sampling used nonprobability sampling with accidental sampling. The data was taken by Google form application to 285 respondents. The results of this study were most of the parents were in urban areas (65.3%) with the majority being housewives (79.6%). The use of the internet by parents to search for health information with a frequency of less than 2 times per week (47.4%) uses a smartphone (91.9%). There is a statistical difference in the use of Instagram social media for parents in searching for health and non-health information (p-value: <0.001), and the use of Tiktok for non-health information (p-value: <0.001). The topics that are most reviewed by parents with children under the age of 5 are allergies, child nutrition, and the dangers of using gadgets in children (screen time). Parents who have children aged 5-11 years and 12 years and over are also looking for information about child nutrition, screen time, and extras such as accidents, bullying, and reproductive health.
MAPPING SCHOOL BULLYING PADA ANAK DI KOTA SAMARINDA DENGAN EPI MAP Rahmi Susanti; Riza Hayati Ifroh; Ika Wulansari
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 1 No. 2 (2018): Maret
Publisher : Sekolah Ilmu Kesehatan Dan Ilmu Alam (SIKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v1i2.16238

Abstract

Siswa sekolah dasar mengalami intimidasi baik secara fisik maupun mental sebanyak 80%. Terdapat 457 kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur, diantaranya terdapat kasus bullying sepanjang tahun 2015 lalu. Siswa usia remaja di Kota Samarinda sebanyak 23% memiliki tingkat bullying yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan mapping school bullying di sekolah dasar negeri Kota Samarinda tahun 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat pola sebaran school bullying di Kota Samarinda. Lokasi penelitian ini di Kota Samarinda, dimana responden berasal dari 30 sekolah dasar negeri di 10 kecamatan. Penentuan sekolah dasar yang menjadi lokasi penyebaran angket ditentukan oleh UPTD setempat. Data diolah menggunakan bantuan Epi Info pada menu Epi Map. Besar sampel yang digunakan sebagai responden berjumlah 1.491 yang terdiri dari siswa laki laki dan perempuan. Sebaran angka school bullying dimuat kedalam peta Samarinda yang terbagi menjadi 10 kecamatan. Peta menggambarkan angka berdasarkan chloropeth dan dot density per wilayah. Pelaku school bullying mencapai 544 anak dan korban school bullying 769. kecamatan dengan pelaku tertinggi adalah Samarinda kota yakni 43.50% dan kecamatan dengan korban tertinggi adalah Sambutan yakni 57,50%. Berdasarkan hal ini maka perlu pembentukan tim satuan anti penindasan di sekolah dapat dilakukan oleh pihak sekolah agar menjadi wadah pengawasan terhadap kejadian school bullying.
Pemanfaatan Aplikasi Virtual Meeting dan Permainan Digital pada Webinar Edukasi PHBS Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Riza Hayati Ifroh; Alamsyah
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1 No.1 Oktober (2021) : ABDIMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.536 KB)

Abstract

Gaya hidup masyarakat sebelum dan di saat pandemi mengalami perubahan contohnya rendahnya aktivitas fisik, peningkatan konsumsi makanan berkalori tinggi, merokok, dan perilaku berisiko lainnya yang dapat meningkatkan angka prevalensi penyakit tidak menular. Strategi edukasi kesehatan berbasis digital masih dibutuhkan guna mendukung peningkatan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk hidup lebih sehat. Adapun tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan strategi pendidikan kesehatan yang dapat dimanfaatkan di masa pandemi yaitu aplikasi virtual zoom meeting dan permainan digital quizizz. Metode pelaksanaan mengadaptasi model Laswell dan Shannon Weavers’s dengan tahapan 1) persiapan, 2) pelaksanaan dan pengembangan metode pendidikan kesehatan, 3) aktivitas fisik, 4) evaluasi dalam bentuk permainan digital. Adapun hasil kegiatan yaitu pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat peserta pada beberapa konsep PHBS sudah berada di atas 70% yaitu konsep dan manfaat germas, manfaat konsumsi air putih, perilaku mencuci tangan dan upaya menjaga lingkungan. Perlu di lakukan intervensi edukasi lebih lanjut pada aspek yang masih rendah yaitu konsep aktivitas fisik, gizi sehat dan seimbang yang lebih mendalam. Diharapkan adanya kolaborasi multisektor dan kombinasi strategi preventif lainnya agar keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan perubahan perilaku kesehatan masyarakat dapat berjalan maksimal.
SOSIALISASI TEKNIK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN PADA KAUM MUDA BERBASIS LITERASI DIGITAL Riza Hayati Ifroh; Lissa Ervina
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.1.86-90.2022

Abstract

Kaum muda menjadi salah satu agen perubahan di masyarakat dan menjadi potensi untuk menyebarluaskan pesan maupun kebiasaan untuk menciptakan lingkungan masyarakat sehat. Berdasarkan hal tersebut, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman kaum muda khususnya mahasiswa bidang kesehatan mengenai teknik pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan akses digital guna mendukung literasi kesehatan masyarakat yang lebih optimal. Metode pelaksanaan sosialisasi teknik pemberdayaan masyarakat berbasis digital menggunakan pendekatan model komunikasi Laswell dengan tahapan 1) persiapan, 2) pelaksanaan dan pengembangan metode sosialisasi teknik pemberdayaan masyarakat digital, 3) diskusi dan tanya jawab, 4) evaluasi berbasis permainan digital. Adapun hasil kegiatan yaitu pengetahuan teknik dan metode pemberdayaan masyarakat bebasis literasi digital sudah berada di atas 76,76% yaitu mengenai konsep dasar, tahapan pelaksanaan, aplikasi digital dan keterbatasan pemberdayaan masyarakat berbasis digital. Perlu di lakukan intervensi berupa praktik pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan pada berbagai tatanan promosi kesehatan agar kaum muda memiliki pengalaman langsung dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan adanya kolaborasi dari berbagai pihak yaitu civitas akademik, sektor-sektor terkait agar mendukung optimalisasi peran kaum muda dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci: Kaum muda, pemberdayaan masyarakat, literasi digital ABSTRACT Young people are one of the agents of change in society and have the potential to spread messages and habits to create a healthy community environment. Based on this, the purpose of this activity is to increase the understanding of young people, especially students in the health sector, regarding community empowerment techniques through the use of digital access to support more optimal public health literacy. The method of implementing the socialization of digital-based community empowerment techniques uses the Laswell communication model approach with the stages by 1) preparation, 2) implementation and development of methods for socializing digital community empowerment techniques, 3) discussion and question and answers, 4) digital game-based evaluation. The results of the activity, namely knowledge of techniques and methods of community empowerment based on digital literacy are already above 76,76%, namely regarding basic concepts, stages of implementation, digital applications, and limitations of digital-based community empowerment. Interventions need to be carried out in the form of implementing community empowerment practices in the health sector in various health promotion settings so that young people have direct experience in implementing community empowerment. It is hoped that there will be collaboration from various parties, namely the academic community, related sectors in order to support the optimization of the role of young people in improving the health status of the community. Keywords: Young people, community empowerment, digital literacy