Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PRODUK UMKM ALI AGREM MELALUI PENDEKATAN STORYTELLING DI KAMPUNG SENI JELEKONG Nahwa Aulia Ramadhani; Fariha Eridani Naufalina; Olivine Alifapriliana Supriadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain kemasan tidak hanya berperan melindungi produk, tetapi jugamenjadi sarana komunikasi yang menghubungkan produsen dengan konsumen. Nilaimoral dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter individudan masyarakat. Namun, penyampaiannya sering kali belum menarik. Di sisi lain,kemasan produk, yang secara langsung berinteraksi dengan konsumen, memilikipotensi besar sebagai media inovatif untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut.Sayangnya, banyak desain kemasan yang belum memaksimalkan fungsi dan potensikomunikatifnya, terutama pada produk tradisional. Penelitian ini bertujuan untukmerancang kemasan produk Ali Agrem dengan pendekatan storytelling berbasisnilai-nilai budaya dan moral Sunda yang diambil dari asal-usul Ali Agrem. Metodepenelitian yang digunakan mengacu pada penelitian kualitatif. Hasil perancanganberupa kemasan satuan plastik untuk alli agrem dan dikemas menggunakan kemasanberbentuk segitiga dari kertas ivory yang memuat sepuluh buah Ali Agrem. Kemasanini mengadaptasi filosofi tritangtu dan naskah Sanghyang Siksakandang Karesiansebagai dasar bentuk dan pesan filosofis Sunda dalam kemasan. Hal ini diharapkandapat memperkuat posisi Ali Agrem sebagai produk UMKM yang tidak hanya menjualrasa, tetapi juga membawa pesan budaya yang mendalam. Kata Kunci: : Packaging Design, Storytelling, Ali Agrem, Cultural Values, Moral Values
PERANCANGAN IDENTITAS MEREK UMKM PEUYEUM MADU PAK OPICK SEBAGAI USAHA MENAIKKAN BRAND AWARENESS Kharisma Cahyaning Tyas; Fariha Eridani Naufalina; Olivine Alifaprilina Supriadi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung, sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, merupakan destinasipariwisata yang strategis dan menarik banyak wisatawan. Dalam konteks pariwisata,produk oleh-oleh, terutama makanan khas seperti Peuyeum Bandung, memilikiperanan penting. Peuyeum merupakan salah satu produk olahan khas Kota Bandungyang berbahan dasar singkong fermentasi. Peuyeum Madu Pak Opick, sebagai salahsatu produsen, telah beroperasi selama delapan tahun dikenal memiliki rasa yangunggul dan kualitas produk yang baik. Namun, minimnya brand awareness menjadikendala utama, dengan pelanggan sering tertukar dengan merek lain akibatbanyaknya pesaing. Penelitian ini bertujuan merancang identitas merek yang jelasdan menarik untuk Peuyeum Madu Pak Opick, guna meningkatkan pengenalanmerek di kalangan konsumen dan memperkuat posisi kompetitif di pasar.Menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, studi literatur, dankuisioner dengan analisis data matriks perbandingan dan SWOT. Hasil perancanganberupa identitas merek baru yang dituangkan dalam buku panduan standar grafissebagai pedoman konsisten penggunaan logo dan elemen visual. Diharapkan,dengan perancangan identitas merek yang efektif, Peuyeum Madu Pak Opick dapatmeningkatkan brand awareness dan menarik lebih banyak pelanggan baru.Kata kunci: UMKM, Produk Oleh-oleh, Identitas Merek, Media Promosi
PERANCANGAN KOMIK DIGITAL ADAPTASI EPOS LA GALIGO SEBAGAI MEDIA EKPLORASI IDENTITAS KEPADA REMAJA DEWASA USIA 18-25 TAHUN Tiara Putri Ifanka; Olivine Alifaprilina Supriadi; Fariha Eridani Naufalina
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena krisis identitas merupakan fenomena universal bagi seluruhremaja di dunia, tak terkecuali bagi para remaja dan remaja dewasa di Indonesia.Data observasi menunjukkan beberapa remaja dewasa di Bandung kerap merasaidentitas diri mereka selalu berubah karena terpengaruh lingkungan dan merasatidak nyaman di beberapa situasi yang membuat mereka harus menyesuaikan diri.Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah adaptasi kisah La Galigo dalambentuk komik digital sebagai media untuk membantu remaja dewasa usia 18-25tahun dalam menelusuri identitas diri mereka melalui pendekatan visual yang mudahditerima kalangan usia tersebut. Metode penelitian menggunakan metode penelitiankualitatif dan analisis karya sejenis. Metode pengumpulan data melalui wawancara,penyebaran kuesioner, observasi lingkungan, dan studi literatur. Hasil penelitianmenyatakan bahwa isu krisis identitas pada remaja dewasa bukan merupakan isuyang mudah hilang dalam waktu dekat dan akan tetap berjalan seiring merekatumbuh dan bertemu orang-orang baru yang dapat memengaruhi diri mereka. Olehkarenanya dibutuhkan media visual yang dapat menemani remaja dewasa dalamperjalanan mereka mencari jati diri mereka.)Kata kunci: krisis identitas, eksplorasi identitas, La Galigo, remaja dewasa, komik digital
PERANCANGAN KOMIK DIGITAL CERITA RAKYAT MURTADO MACAN KEMAYORAN UNTUK SISWA SMA DI JAKARTA Talitha Mahira Firmansyah; Olivine Alifaprilina Supriadi; Fariha Eridani Naufalina
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku dan budaya yang berbeda,termasuk Suku Betawi, yang berasal dari nama Batavia. Budaya yang unik diwariskandari generasi ke generasi, beberapa diantaranya melalui cerita rakyat. Cerita rakyattidak hanya menggambarkan budaya, bahasa, tradisi, dan kehidupan masyarakat,tetapi juga merupakan komponen sastra tradisional yang sering menjelaskan asalusul suatu tempat dan budaya hidup mereka. Untuk mempertahankan identitasbangsa, remaja muda perlu memahami sejarah dan budaya mereka. Namun, tanpapelestarian, mereka berisiko hilang. Remaja umur 15 tahun tidak lagi tertarik untukmembaca karena mereka lebih suka konten visual daripada teks. Dari 81 negara yangdievaluasi oleh PISA 2022, Indonesia berada di peringkat ke-66, masih di bawah ratarata dunia pada literasi (Kemendikbudristek, 2023). Metodologi perancangan iniadalah melakukan wawancara dengan narasumber yang memahami cerita rakyattersebut, penyebaran kuisioner secara daring kepada remaja di Jakarta, dan studipustaka dari berbagai sumber literatur adalah metodologi yang digunakan. Penelitianini bertujuan untuk menghadirkan media pengenalan yang menarik dan sesuaidengan preferensi remaja, yaitu komik digital untuk memperkenalkan kembali ceritarakyat “Murtado Macan Kemayoran” yang berasal dari Jakarta dan diharapkan dapatmembantu melestarikan budaya Betawi.Kata kunci: Cerita Rakyat, Komik Digital, Siswa SMA, Murtado Macan Kemayoran