Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA SAMBANGAN KABUPATEN BULELENG Agustin, Dinda; Febrianty, Komang; Indrawan, Putu Ade; Santi, Ni Putu Rikasari
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jinah.v7i1.19833

Abstract

Penelitian ini bertujuan tingkat efektivitas pengelolaan alokasi dana desa, Apa saja hambatan yang dihadapi dalam merealisasikan alokasi dana desa dan cara menanggulangi hambatan dalam merealisasikan alokasi dana desa. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menghasilkan data deskriptif yang ditulis atau yang diucapkan orang dan perilaku – perilaku yang dapat diamati. Dalam penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yakni wawancara, dan observasi. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara kepada Sekretaris Desa Sambangan dan penelitian ini melakukan observasi ke narasumber untuk bertatap muka dalam melakukan wawancara dan melihat langsung Kantor Perbekel Desa Sambangan. tingkat efektifitas pengelolaan alokasi dana di Desa Sambangan yaitu sudah lebih efektif dari sebelumnya. Dikarenakan anggaran sudah dikelola oleh desa itu. Saat ini alokasi dana desa yang sudah langsung di bawah kendali desa itu sendiri lebih cepat dalam merealisasi kesejahteraan Desa Sambangan karena memiliki ruang yang lebiih besar untuk mengakomodir aspirasi masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN PERNIKAHAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN Agustin, Dinda; Subroto, Untung
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55130

Abstract

Komitmen pernikahan adalah proses komunikasi interpersonal untuk mencapai tujuan bersama, menyatukan kepentingan semua, akibatnya adalah mengorbankan banyak individu, meski tidak pantas, untuk menerima kesepakatan bersama meski bukan keinginan pribadi (Reber & Reber, 2010). Komitmen pernikahan merupakan hal penting yang dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan merupakan pengalaman subyektif, perasaan dominan, dan sikap yang didasarkan pada faktor internal individu yang memengaruhi persepsi kualitas interaksi dalam pernikahan termasuk didalamnya adalah kehadiran anak (Pinsof & Lebow, 2005). Ketidakhadiran anak dalam suatu pernikahan dapat memengaruhi kepuasan dan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan. Komitmen pernikahan diukur menggunakan Marital Commitment Inventory yang membagi komitmen menjadi komitmen personal, komitmen moral, dan komitmen struktural. Sementara kepuasan pernikahan diukur menggunakan Couple Satisfaction Index 16 untuk mengukur kepuasan pernikahan pasangan. Penelitian ini melibatkan 121 partisipan yang dengan karakteristik individu sedang dalam pernikahan dengan minimal usia pernikahan 5 tahun dan tidak memiliki keturunan karena masalah kesehatan dan salah satu pasangan tidak ingin memiliki keturunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan dengan besaran korelasi sebesar 0.562, yang berarti jika komitmen pernikahan tinggi maka kepuasan pernikahan pada partisipan tinggi.
Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Cara dalam Membangun Kepercayaan Diri Remaja sebagai Pertahanan terhadap Bullying: Tinjauan Sosial Budaya Agustin, Dinda; Sumantri, Paramitha Mudita; Eoh, Vivin Bolu; Firliana, Dira; Marwahdi, Azahra Putri; Beng, Jap Tji
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.29554

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan menciptakan warga negara yang memiliki pengetahuan politik serta mampu berpartisipasi membangun sistem demokratis dan memiliki landasan karakter Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pada saat ini, Pendidikan Kewarganegaraan penting diberikan pada generasi muda, khususnya para remaja yang sedang berada pada fase bersosialisasi. Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik generasi muda, melainkan juga dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan karakter bagi remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah generasi muda khususnya remaja sudah dapat mengimplementasikan pendidikan karakter yang didapat melalui Pendidikan Kewarganegaraan, baik itu sebagai penguatan karakter, maupun sebagai pemahaman pada proses bersosialisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu melalui studi pustaka dari berbagai literatur dan observasi melalui wawancara. Observasi dilakukan mulai dari tanggal 25 September-30 September 2023. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sebagian besar remaja sudah menerima Pendidikan Kewarganegaraan dan berpikir bahwa pendidikan karakter merupakan hal penting, serta mereka sudah dapat mengimplementasikannya melalui proses sosialisasi yang terjadi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata remaja sudah dapat mengimplementasikan pendidikan karakter yang mereka dapatkan dari Pendidikan Kewarganegaraan dengan baik. Abstract Civic Education aims to create citizens who have political knowledge and can participate in building a democratic system and are based on the character of Pancasila and the 1945 Constitution. Currently, it is important to provide Citizenship Education to the younger generation, especially teenagers who are in the socialization phase. Citizenship education is not only used to increase awareness and political participation of the younger generation, but can also be used as an alternative character education for teenagers. This research was conducted to find out whether the younger generation, especially teenagers, have been able to implement the character education obtained through Citizenship Education, both as character strengthening and as an understanding of the socialization process. The research method used in this research is quantitative descriptive, namely through literature studies from various literature and filling out questionnaires. This questionnaire was distributed to several teenagers from September 25 to September 30 2023. Based on the data collected, most teenagers have received Citizenship Education and think that character education is important, and they have been able to implement it through the socialization process that occurs. From the results of the research conducted, it can be concluded that on average teenagers are able to implement the character education they get from Citizenship Education well.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN PERNIKAHAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN Agustin, Dinda; Subroto, Untung
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55130

Abstract

Komitmen pernikahan adalah proses komunikasi interpersonal untuk mencapai tujuan bersama, menyatukan kepentingan semua, akibatnya adalah mengorbankan banyak individu, meski tidak pantas, untuk menerima kesepakatan bersama meski bukan keinginan pribadi (Reber & Reber, 2010). Komitmen pernikahan merupakan hal penting yang dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan merupakan pengalaman subyektif, perasaan dominan, dan sikap yang didasarkan pada faktor internal individu yang memengaruhi persepsi kualitas interaksi dalam pernikahan termasuk didalamnya adalah kehadiran anak (Pinsof & Lebow, 2005). Ketidakhadiran anak dalam suatu pernikahan dapat memengaruhi kepuasan dan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan. Komitmen pernikahan diukur menggunakan Marital Commitment Inventory yang membagi komitmen menjadi komitmen personal, komitmen moral, dan komitmen struktural. Sementara kepuasan pernikahan diukur menggunakan Couple Satisfaction Index 16 untuk mengukur kepuasan pernikahan pasangan. Penelitian ini melibatkan 121 partisipan yang dengan karakteristik individu sedang dalam pernikahan dengan minimal usia pernikahan 5 tahun dan tidak memiliki keturunan karena masalah kesehatan dan salah satu pasangan tidak ingin memiliki keturunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan dengan besaran korelasi sebesar 0.562, yang berarti jika komitmen pernikahan tinggi maka kepuasan pernikahan pada partisipan tinggi.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG Febriani, Evi; Kumaidi, Muhamad; Agustin, Dinda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27205

Abstract

Jurnal ini menyajikan penjelasan tentang peran Pendidikan agama islam dalam proses pembentukan karakter religious peserta didik di MAN 1 Bandar Lampung. Pada umumnya, Pendidikan agama islam merupakan landasan terpenting yang dapat memicu terwujudnya Pendidikan karakter dalam peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini ialah data primer, dengan menggunaka Teknik pengumpulann data berupa kuesioner. Namun, Pendidikan merupakan komponen-komponen terpenting dalam pembentukan karakter karena dengan adanya Pendidikan dapat membentuk kepribadian dan jati diri anak, ada pula yang berpendapat bahwa ada anggapan yang efektif bagi pembentukan karakter peserta didik. Terutama dalam mewujudkan karakter religious, seseorang dapat memiliki milai yang baik dalam diri sehingga dapat ditranslasikan ke dalam tingkah laku perbuatannya sehari-hari. Oleh karena itu, di sinilah makna pembentukan karakter dalam Pendidikan agama islam yang diajarkan di lingkungan sekolah merupakan salah stu nilai pendukung yang mendasari Pendidikan karakter.