Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA UNIT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT GRHA PERMATA IBU TAHUN 2024 Azzahra, Salsabila; Ningsih, Desy Kartika; Nursanty, Oci Etri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41268

Abstract

Hasil rekapitulasi angket kepuasan pasien dalam bentuk excel per satu bulan pada periode Desember tahun 2023 – Februari tahun 2024 dimana pada unit rawat jalan 3 bulan terakhir belum mencapai standar Indikator Nasional Mutu yaitu bulan Desember tahun 2023 sebesar 52,34% dengan pengisian angket yang mewakili hanya 0,0279%, bulan Januari tahun 2024 sebesar 89,84% dengan pengisian angket yang mewakili hanya 0,0125% dan bulan Februari sebesar 61,11% dengan pengisian angket yang mewakili hanya 0,062%. Selanjutnya, pasien juga menyampaikan ketidakpuasan mengenai layanan yang diterima melalui kolom masukan & saran pada angket serta ulasan google review seperti perawat dan dokter yang kurang maksimal dalam menangani karena terlalu banyak pasien, dan dokter yang tidak datang sesuai jam praktik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien pada unit rawat jalan di Rumah Sakit Grha Permata Ibu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kualitas pelayanan pada dimensi bukti fisik (p=0,000), kehandalan (p=0,000), dan daya tanggap (p=0,000) terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan pada dimensi bukti fisik, kehandalan, dan daya tanggap terhadap kepuasan pasien pada unit rawat jalan di rumah sakit grha permata ibu dengan nilai p<0,05.
Faktor yang Mempengaruhi Insiden Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RS X Depok Tahun 2024 Kana, Merice Diana Novita; Oci Etri Nursanty; Risky Kusuma Hartono
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v8i2.246

Abstract

Patient safety is a health service system that aims to prevent injuries and manage risks that can harm patients. Patient safety incidents have adverse impacts, including physical injuries. This study aims to describe patient safety incidents in the inpatient ward of RS X Depok. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample of the study was 61 nurses selected using a total sampling technique. The results showed that stress factors were related to adverse events (p = 0.046), while fatigue factors were related to sentinel events (p = 0.004). However, communication and manager leadership factors were not related to patient safety incidents. The conclusion of this study confirms that stress and fatigue are factors that contribute to patient safety incidents, while communication and manager leadership do not have a significant relationship. These results highlight the importance of managing stress and fatigue of health workers in improving patient safety in hospitals.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Pendaftaran Unit Rawat Inap terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Dr. Hafiz Sakinah, Devitha Nurul; Rum, Malihah Ramadhani; Nursanty, Oci Etri
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i03.2

Abstract

Tempat pendaftaran merupakan salah satu departemen penting yang memainkan peran penting di rumah sakit Karena merupakan pintu masuk utama ke layanan rumah sakit atau memiliki hubungan langsung dengan layanan kesehatan pasien. Rincian penting mengenai data sosial pasien harus dicantumkan dalam layanan pendaftaran pasien. Selain itu, untuk mendukung layanan di puskesmas, penyedia layanan harus menjaga penampilan yang rapi dan terlibat dalam komunikasi yang aktif. Ketika polisi cepat, sopan, tertip, dan penuh tanggung jawab, mereka dapat dikatakan melakukan prosedur perawatan pasien yang baik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, Populasi dalam penelitian ini pada bulan Juni yaitu 2795 pasien rawat inap yang terdaftar. Berdasarkan perhitungan data menggunakan Rumus Slovin, maka sampel yang dihasilkan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh dengan menggunakan SPSS, menunjukkan hasil uji t bahwa menunjukkan bahwa variabel tangible, responsivenes, reability, assurance dan emphaty mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Hasil uji f variabel tangible, responsivenes, reability, assurance dan emphaty secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien pada Rumah Sakit Dr Hafiz Tahun 2024. Reliability (Kehandalan) menunjukkan bahwa (70%) responeden mengatakan bahwa pada dimensi ini sudah baik. Responsiveness (Daya Tanggap) menunjukkan bahwa pada dimensi ini (61 %) responden menyatakan sudah baik. Assurance (Jaminan) menunjukkan bahwa pada dimensi ini terdapat (57%) responden mengatakan sudah baik. Emphaty (Empati) menunjukkan bahwa pada dimensi ini terdapat (57%) responden mengatakan sudah baik. Tangible (Bukti Fisik) menunjukkan bahwa pada bukti fisik ini (45%) responden mengatakan sudah baik, namun terdapat (55%) responden mengatakan kurang baik.
Analisis Faktor Perbedaan Tarif Riil Rumah Sakit dengan Tarif Ina-CBG’s Pasien RSDH Cianjur Wiriadiputri, Rindi; Nursanty, Oci Etri; Maulina, Indah
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i03.4

Abstract

Skema pendanaan berbentuk paket seperti INA-CBG’s dirancang untuk mendorong efektivitas serta pengendalian pengeluaran layanan medis di fasilitas perawatan. Kendati demikian, ketidaksesuaian antara biaya aktual di rumah sakit dan nilai klaim INA-CBG’s kerap menjadi hambatan dalam pengelolaan finansial institusi kesehatan. Studi bertujuan menelaah unsur yang memicu ketimpangan antara tarif sesungguhnya di RSDH Cianjur dan standar tarif dalam sistem INA-CBG’s. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif interaktif dan noninteraktif. Sumber data penelitian ini primer dan sekunder. Penelitian berupa hasil wawancara dengan dua orang informan dokter spesialis Obgyn dan Manajer Keuangan di RSDH. Uji validitas menggunakan teknik Triangulasi. Populasi pada penelitian dokumen rincian biaya pasien persalinan dengan tindakan SC penjamin BPJS Kesehatan periode Januari s/d Juli 2024 sebanyak 1024 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Di samping itu, prosedur operatif dan kategori ruang rawat turut memberikan kontribusi bermakna terhadap selisih antara beban biaya nyata dan tarif yang diakui oleh INA-CBG’s. Selisih antara pengeluaran riil rumah sakit dan standar tarif INA-CBG’s di RSDH Cianjur dipengaruhi oleh sejumlah aspek medis dan administratif. Temuan ini menyiratkan pentingnya penyesuaian strategi pengelolaan biaya serta pelaksanaan evaluasi berkala terhadap efektivitas layanan agar institusi kesehatan dapat tetap beroperasi secara berkesinambungan dalam kerangka pembiayaan INA-CBG’s.
Hubungan Kualitas Pelayanan Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi Tahun 2023 Solihin, Sandi; Etri Nursanty, Oci; Kartika Ningsih, Desy
Journal of Management Nursing Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v3i4.190

Abstract

Latar Belakang: Kualitas pelayanan keperawatan merupakan proses kegiatan yang dilakukan oleh tenaga medis dalam memenuhi kebutuhan pasien. Pemberian pelayanan keperawatan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan individu di setiap Negara. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini didapatkan sebanyak 600 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling sebanyak 87 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji rank spearman. Hasil: Uji rank spearman didapatkan hubungan kualitas pelayanan dari daya tanggap (p=0,032), kehandalan (p=0,029), jaminan (p=0,000), empati (p=0,001), bukti fisik (p=0,001) terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara daya tanggap, kehandalan, jaminan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Ali Sibroh Malisi dengan nilai p <0,05.
Analisis Faktor-Faktor Perencanaan yang Mempengaruhi Revisi Purchase Order (PO) Medis Terhadap Kebutuhan Obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok Tahun 2024 Ilahi, Berliani Cinta; Nursanty, Oci Etri; Ningsih, Desy Kartika
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.18146

Abstract

Manajemen logistik dapat diartikan sebagain bidang yang memiliki tugas khusus untuk mengurus logistik medis dan peralatan kessehatan yang terdapat dalam pelayanan kesehatan. Logistik menjadi bagian rumah sakit dimana logistik dapat menyediakan barang dan jasa dalam jumlah, mutu, dan harga yang tepat. Siklus logistik berawal dari sebuah perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pemanfaatan, penghapusan, dan pengendalian. Perencanaan menjadi langkah awal dalam sebuah pemenuhan logisik di rumah sakit, dalam prosesnya memerlukan ketelitian dan juga cermat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan medis terhadap kebutuhan obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan 3 informan dan pteknik pengambilan sampel purposive sampling, pengumpulan data yang digunakan ialah observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan logistik medis kebutuhan obat dilaksanakan oleh bagian gudang logistik medis dan melibatkan Komite Farmasi dan Terapi (KFT), perencanaan yang dilakukan menggunakan metode analisis ABC pareto dengan kelompok A bernilai 80% dan jumlah barang sebanyak 20%, kelompok B bernilai 15% dan jumlah barang sebanyak 30%, dan kelompok C bernilai 5% dengan jumlah barang sebanyak 50%. Namun lead time yang melebihi batas waktu, kekosongan obat, dan master data yang tidak up to date sehingga data tidak akurat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi revisi purchase order (PO) logsistik medis terhadap kebutuhan obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Grha Permata Ibu Depok, maka dari itu diperlukan melakukan pemantauan stok proaktif, memverifikasi supplier, dan memperbarui klasifikasi pada master data secara berkala.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBELIAN YANG MEMPENGARUHI REVISI PURCHASE ORDER (PO) MEDIS TERHADAP KEBUTUHAN OBAT DI UNIT FARMASI RUMAH SAKIT GRHA PERMATA IBU DEPOK TAHUN 2024. Ilahi, Berliani Cinta; Nursanty, Oci Etri; Ningsih, Desy Kartika
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i2.937

Abstract

Logistics management can be described as a management field in charge of managing the logistcs of drugs and medical devices in health services, the medical logistics cycle in hospital has several stages including planning, procurement, receipt, storage, distribution, elimination, and control. All of these activities are interrelated with each other to provide a smooth service in a service to the work unit in need. The process of procuring medical logistics in hospitals involves selecting suppliers and negotiation contracts, a good purchase is a purchase that has established coorperation between buyers and sellers, this is done for the smooth running of a transaction. The purpose of this study was to analyze the purchase of medical logistich for drug needs at the Grha Permata Ibu Depok Hospital Pharmacy Unit. This research is a type of qualitative research field observation and in-depth inetrviews are the collection techniques used with 3 informant samples, assisted by tools such as interview guidelines and checklist sheet. The result of this study indicate that the procoument departement at Grha Permata Ibu Depok Hospital is quite selective in finding suppliers who will become medical logistics suppliers by looking at track records with the payment method used is due 30 to 45 working days and the flow of purchasing document is in accordance with regulation. The conclusion of this study is that Grha Permata Ibu Depok Hospital has not made MOUs with many suppliers and price changes without confirmation from the suppliers are a factor in revising medical purchase order (PO) documents for drug needs in the pharmacy unit.
Pemanfaatan SIMGOs V2 Untuk Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dalam Penggunaan SIMRS Hardiana, Hedy; Nursanty, Oci Etri; Sholihah, Hanifah; Saud, Nur Pratiwi Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 5 No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 05 Nomer 03 Tahun 2024 (On pr
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v5i03.3498

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran di bidang kesehatan. Namun, implementasinya di perguruan tinggi masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya fitur yang mendukung pembelajaran klinis dan keterbatasan sumber daya manusia salah satunya adalah tingkat pemahaman dan kompetensi dosen dalam menggunakan SIMRS. Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menggunakan SIMRS dilakukan workshop pengabdian masyarakat menggunakan SIMGOS. Pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari yang meliputi aspek pengetahuan dan praktik langsung. Berdasarkan hasil kegiatan ini didapatkan terdapat peningkatan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman dan operasionalisasi SIMRS. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan kegiatan workshop terhadap pemahaman peserta tarhadap SIMRS (p-value = 0.000). Dengan demikian kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat kepada dosen dan khususnya mahasiswa sehingga siap memasuki dunia kerja. Perbaikan kurikulum dan pengembangan kompetensi dosen adalah kunci utama untuk mencapai tujuan ini, memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.
Analisis Kepuasan Pasien BPJS terhadap Penggunaan Mesin Anjungan Pasien Mandiri (MAPAN) dengan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di RSDH Cianjur Mulyawati, Yeti Septia; Nursanty, Oci Etri; Ningsih, Desy Kartika
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i04.49

Abstract

Rumah Sakit Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang melayani pasien BPJS Kesehatan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, RSDH Cianjur mulai menerapkan teknologi digital berupa Mesin Anjungan Pasien Mandiri (MAPAN) sejak November 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien BPJS terhadap penggunaan Mesin Anjungan Pasien Mandiri atau MAPAN dengan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di pendaftaran rawat jalan di RSDH Cianjur tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 375 responden pasien BPJS. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada analisis bivariat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa data responden mayoritas pengguna yang menggunakan MAPAN berusia 26-35 tahun (33,60%), berjenis kelamin perempuan (65,07%), pendidikan SMA (31,73%), dan profesi karyawan swasta (26,93%). Sebagian besar responden (55%) merasa kurang puas dengan penggunaan MAPAN. Pada masing-masing variabel yaitu variabel content sebesar 57% responden merasa tidak sesuai dengan yang diharapkan, variabel accuracy 58% tidak sesuai, variabel format 60% tidak sesuai, variabel ease of use 63% tidak sesuai, dan variabel timeliness 58% tidak sesuai. Sistem MAPAN memerlukan perbaikan, terutama dalam kemudahan penggunaan, tampilan antarmuka, dan ketepatan informasi. Disarankan agar rumah sakit melakukan sosialisasi dan edukasi melalui brosur, video tutorial, atau pendampingan langsung kepada pasien baru untuk meningkatkan kepuasan pengguna.
Peningkatan pengetahuan tentang diabetes mellitus dan kesadaran perilaku hidup sehat pada remaja Nina, Nina; Nursanty, Oci Etri; Anisa, Indira Tri; Kholqiyah, Esa Masyrifatul; Fikri, Muhammad; Sukmawati, Rini Eka; Melinda, Zahra Suci; Solihin, Atsalits Nurazizah; Putri , Devina Adelia; Ardia, Zahra Rima; Amry, Fauzan Muhammad
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1765

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a global health problem characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion and function, with increasing prevalence in young people, particularly adolescents. Key risk factors include unhealthy diets, obesity, physical inactivity, and a habitual consumption of foods high in sugar and fat. This condition impacts not only physical health but also adolescents' quality of life and psychosocial development, increasing the risk of long-term complications. Prevention and early detection efforts through interactive health education have proven effective in increasing adolescents' knowledge and awareness of diabetes, including the importance of checking random blood glucose levels. Observations at Karya Bakti Senior High School in Cianjur Regency revealed low levels of understanding among adolescents about diabetes prevention, making educational interventions urgent to foster healthy lifestyle behaviors from an early age. Purpose: To increase knowledge about diabetes mellitus and awareness of healthy lifestyles among adolescents. Method: The activity was conducted from July to August 2025 at Karya Bakti Senior High School, Beber Village, Kemang Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency. Twenty-five students participated in the study. The educational material covered diabetes mellitus (DM), aspects related to its occurrence, and identifying the causes of DM. Respondents' knowledge levels were measured using a questionnaire with a one-group pre-test and post-test design. A pre-test was administered before the educational activity and a post-test after the educational activity. Results: There was a significant increase in adolescents' knowledge about diabetes mellitus, with an average pre-test score of 50.40 increasing to 77.60 in the post-test, with a p-value of 0.00. The low initial score reflects limited understanding before the intervention, while the increased score after the education program indicates that respondents received and understood the material well. Conclusion: This activity demonstrates that educational interventions through health counseling are effective in increasing students' knowledge about diabetes mellitus (DM). Increasing knowledge about diabetes mellitus (DM) in adolescents can contribute positively to diabetes prevention strategies from adolescence. Suggestion: This activity can be continued and is expected to encourage changes in healthy behaviors among adolescents as an effort to prevent diabetes early on and reduce future prevalence. Follow-up monitoring through post-counseling evaluations encourages adolescents to share experiences and make healthy lifestyle changes. Keywords: Adolescents; Diabetes mellitus; Health counseling; Healthy lifestyle Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin, dengan prevalensi yang semakin meningkat pada kelompok usia muda, khususnya remaja. Faktor risiko utama meliputi pola makan tidak sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kualitas hidup dan perkembangan psikososial remaja, serta meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang. Upaya pencegahan dan deteksi dini melalui penyuluhan kesehatan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai DM, termasuk pentingnya pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Observasi di SMAS Karya Bakti, Kabupaten Cianjur, menunjukkan rendahnya pemahaman remaja tentang pencegahan DM, sehingga intervensi edukatif menjadi urgensi untuk membentuk perilaku hidup sehat sejak dini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit diabetes mellitus dan kesadaran untuk berpola hidup sehat pada remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada periode bulan Juli - Agustus 2025 di SMAS Karya Bakti, Kampung Beber Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini melibatkan 25 siswa/ siswi menjadi responden. Pelaksanaan edukasi dengan penyampaian materi mencakup tentang penyakit DM, aspek yang terkait dengan kejadian DM, dan mengidentifikasi penyebab terjadinya DM. Pengukuran tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner dengan one group pre-test & post-test design, yaitu dengan memberikan tes awal (pre-test) sebelum kegiatan edukasi dan tes akhir (post-test) setelah edukasi. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus, dengan rata-rata skor pre-test 50.40 meningkat menjadi 77.60 pada post-test dengan pValue=0.00. Nilai awal yang rendah mencerminkan keterbatasan pemahaman sebelum intervensi, sedangkan peningkatan skor setelah edukasi menunjukkan bahwa responden menerima dan memahami materi dengan baik. Simpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi melalui penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan pada siswa/siswi mengenai diabetes melitus (DM). Meningkatnya tingkat pengetahuan tentang diabetes melitus (DM) pada remaja, dapat memberikan kontribusi positif sebagai strategi pencegahan diabetes sejak usia remaja. Saran: Kegiatan dapat dilanjutkan dan diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku sehat remaja sebagai upaya pencegahan diabetes sejak dini guna menurunkan prevalensi di masa depan, dengan pemantauan tindak lanjut melalui evaluasi pasca-penyuluhan yang mendorong remaja untuk berbagi pengalaman serta melakukan perubahan gaya hidup dengan pola hidup sehat.