Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Durasi Hemodialisis Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Sensorineural pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Arrodah, Syarifah; Siregar, Siti Masliana
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28953

Abstract

Abstrak: Gagal ginjal kronik (GGK) adalah penyakit dengan kelainan struktur ataupun definitif fungsi ginjal dan ditandai dengan ireversibel yang lambat serta progresif dengan kurun waktu sekurangnya 3 bulan, dengan demikian abnormalitas struktural tersebut dapat di deteksi melalui pemeriksaan laboratorium dengan Glomerular Fitration Rate (GFR/LFG) 60 ml/menit/1,73 m2. Hemodialisis adalah pilihan untuk pasien dengan GGK. Selain kesamaan antigenik, koklea dan ginjal memiliki mekanisme fisiologis yang serupa, yaitu transpor aktif cairan dan elektrolit yang dicapai oleh stria vaskularis di koklea dan glomerulus di ginjal. Tujuan ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat hubungan durasi hemodialisis dengan gangguan pendengaran sensorineural pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan cara consecutive sampling. Sampel penelitian adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Jumlah sampel 38 pasien. Berdasarkan uji Fisher Exact (p0,05), didapatkan hasil yang signifikan (p=0,014) antara durasi hemodialisis dengan gangguan pendengaran sensorineural. Terdapat hubungan antara durasi hemodialisis dengan gangguan pendengaran sensorineural pada pasien GGK.
Daya Hambat Senyawa Antimikroba Yang Terkandung Dalam Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Kuman Penyebab Otitis Media Supurtif Kronik Pradha, Putri Awliya; Siregar, Siti Masliana
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.29086

Abstract

Abstrak: Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan infeksi telinga tengah dengan prevalensi tinggi di indonesia sebesar 3,9%. Salah satu mikroorganisme utama penyebab  OMSK adalah Staphylococcus aureus. Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap resistensi antibiotik, eksplorasi bahan alam menjadi sangat relevan. Bawang putih (Allium sativum) diketahui menyimpan potensi terapeutik lewat senyawa aktif seperti allicin dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas ekstrak bawang putih pada konsentrasi 25% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang diisolasi langsung dari pasien OMSK, serta membandingkannya dengan performa antibiotik standar ciprofloxacin. Metode penelitian ini menggunkan desain analitik observasional berbasis cross-sectional, peneliti menguji sampel sekret telinga penderita OMSK. Pengukuran kemampuan hambat dilakukan melalui metode difusi cakram (Kirby-Bauer) untuk melihat diameter zona bening yang terbentuk di sekitar sampel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ekstrak bawang putih 25% memiliki kemampuan hambat yang signifikan dengan rata-rata diameter zona bening sebesar 16,13 mm, yang secara klinis masuk dalam kategori sensitif. Namun, daya hambat tersebut secara statistik tetap berada di bawah performa ciprofloxacin yang mencatatkan rata-rata diameter sebesar 28,12 mm (p = 0,016). Melalui temuan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun ekstrak bawang putih 25% efektif dalam menekan pertumbuhan kuman penyebab OMSK, kekuatannya belum mampu menyamai ciprofloxacin pada konsentrasi yang diuji. Diperlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi yang lebih tinggi untuk menemukan potensi optimal bawang putih sebagai agen antibakteri pendukung.