Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Power Manajemen Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Menggunakan SCADA Edas, Fidelis Joisman; Nachrowie, Nachrowie; Subairi, Subairi
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i4.450

Abstract

Kebutuhan penggunaan energi listrik saat ini tak terlepaskan dari kehidupan sehari-hari. Energi yang digunakan pada saat ini yaitu energi yang berasal dari energi fosil atau batu bara. Di beberapa negara penggunaan energi terbarukan semakin gencar di sosialisasikan tak terkecuali Indonesia, penggunaan energi terbarukan ini dinilai sangat efisien dalam penerappanya. Komoponen utama dari PLTS ini yakni Solar Panel, Inverter, dan Batrei. Sistem PLTS ini memerlukan perawatan dan pengendalian pada proses kerjanya. Untuk memantau kinerja keseluruahan PLTS sistem SCADA membantu dalam proses pengiriman data yang ditampilkan lewat sebuah layar monitor.
Pengolahan Limbah Cair Tempe Pada Industri Skala Kecil Di Kepanjen, Kabupaten Malang Sonalitha, Elta; Hidayatulail, Basitha Febrinda; Arianto, Nur Alif; Nachrowie, Nachrowie; Rozaq, Rozaq; Bungalawele, Stepin Bless Etnaf
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i2.6086

Abstract

Limbah cair industri tempe adalah sisa cairan yang dihasilkan dari proses pembuatan tempe secara massal. Limbah ini umumnya mengandung air, bahan organik seperti protein dan karbohidrat, serta kadang-kadang senyawa nitrogen seperti amonia. Limbah cair ini perlu dikelola dengan baik karena dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan benar. Proses pengolahan limbah cair industri tempe umumnya terdiri dari filtrasi, oksidasi, dan pemurnian. Untuk mengurangi dampak limbah tempe terhadap lingkungan, penting untuk melakukan pengelolaan limbah yang baik, seperti pengolahan limbah sebelum dibuang, penggunaan kembali limbah sebagai pupuk cair organik dan penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam pengolahan limbah tempe. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pembekalan ketrampilan tentang lingkungan yang sehat, pengetempean pengolahan limbah tempe dan pemanfaatan cairan pengolahan limbah. Pelatihan implementasi program pengolahan limbah yang memadukan antara kegiatan ceramah dan praktek, penataan lingkungan produksi dan pengolahan limbah dengan harapan di masa yang akan datang terbangun Lingkungan yang sehat dan bersih. Ketercapaian target kegiatan yaitu pengetahuan lingkungan terhadap pengrajin tempe dusun legok kabupaten kepanjen meningkat, hal ini diketempei dari survey tentang lingkungan yang diaksanakan sebelum dan sesudah kegiatan. Tingkat ketercapaian ketepatan solusi antara persoalan, kebutuhan atau tantangan yang  ditangani dan metode yang diterapkan mendapatkan reaksi positif dari mitra.