Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

“Erong” as Supplementary Learning Materials for Tourism Geography of Toraja Tribe in South Sulawesi, Indonesia Suni, Muhadjir; Ridwan, Masri
Mediterranean Journal of Social Sciences Vol. 10 No. 6 (2019): November 2019
Publisher : Richtmann Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

'Erong' in Toraja Tribe is a funeral tradition which is potentially used as a learning source for Tourism Geography. The research aimed at discovering the use of ‘erong’ in funeral tradition of Toraja. The concerns of this research were the history of 'erong’, its the development process, and the optimalization of 'erong' as supplementary learning materials on the topic of potential attraction on the Tourism Geography course in Tourism Polytechnic of Makassar. This ethnographic study employed observation and in-depth interview in collecting the data. The collected data applied was based on their category and chronology then simultaneously checked and coded. The data verification strategy used triangulation, member checking, and audit trial. This research revealed the history underlying the tradition of ‘erong’ including the belief in Aluk Sanda Pitunna (Rule 7777) which was originated from the teachings of the ancestors (Aluk Todolo). ‘Erong’ as Austronesian culture came through the transformation into Pata'ne. Nowadays the uniqueness of Toraja's culture makes it popular as destination for both local and international tourists. In optimizing the integration of this tradition into curriculum of Tourism Geography within the scope of Tourism Polytechnic of Makassar, the result of this research will become supplementary textbook. Further study is recommended to conduct in-depth research on the potential of other local tourism destinations in Toraja such as Rambu Solo ceremony (funeral), Rambu Tuka (thanksgiving), traditional house Tongkonan, and Passiliran (baby grave).
Kewirausahaan: Integrasi Industri Subsektor Kuliner pada Bahan Ajar Suni, Muhadjir; Ridwan, Masri; Muh. Taufik
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v8i1.57733

Abstract

Bahan ajar yang digunakan belum berorientasi pada kebutuhan peserta didik yang kontekstual dengan situasi industri kuliner di era new normal. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar mata kuliah Kewirausahaan pada suplemen materi Potensi Produk Lokal. Penelitian ini adalah pengembangan dengan model  produk Borg and Gall. Produk divalidasi 4 expert judgment yaitu ahli materi pariwisata, desain, bahasa, dan praktisi bidang wirausaha sebelum diuji coba terhadap 10 mahasiswa mata kuliah kewirausahaan.  Integrasi  bahan ajar tentang  inovasi yang dilakukan oleh pelaku sub sektor dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara  menggunakan trianggulasi dan  audit trial semua informasi.  Analisis data pada pengembangan bahan ajar  menggunakan deskriptif kuantitatif dengan tingkat kelayakan menggunakan skala likert, dilakukan dengan mengumpulkan jawaban responden.  Hasil menunjukkan tanggapan ahli materi, desain pembelajaran, bahasa, praktisi serta mahasiswa adalah tidak perlu direvisi dengan tingkat persentase 85,24 % dan layak untuk digunakan. Simpulan penelitian menunjukkan produk bahan ajar hasil pengembangan dapat diterima dengan baik dan layak digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu bahan ajar dapat memberi inspirasi kepada mahasiswa jurusan Tata Boga dalam mengoperasikan usaha kuliner yang tangguh dan inovatif di masa yang akan datang. 
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Kue Kering dan Strategi Pengemasan dianafitry, lily; Suni, Muhadjir; Suryani, Suryani; Mursidin, Mursidin; Wulanda, Nur Fika; Suci Rukmana , Suci Rukmana; Awaliah, Dinda Resky; Elisa , Elisa; Ibrahim, Fayza Devyana
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.596

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kelurahan Tanjung Merdeka dalam bidang pengolahan makanan dan pengemasan produk kuliner, khususnya melalui pelatihan pembuatan Nastar cookies. Kelurahan Tanjung Merdeka merupakan wilayah yang tengah berkembang sebagai kawasan pembangunan, yang menyebabkan komunitas lokal menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kemampuan adaptasi dan inovasi masyarakat melalui penguatan keterampilan kewirausahaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan hands-on practical dan partisipatif, dengan pendampingan langsung oleh instruktur sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memproduksi Nastar cookies berbobot 8 gram per potong dalam kemasan sederhana yang layak konsumsi dan memiliki potensi jual. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat wirausaha pada peserta. Untuk keberlanjutan program, direkomendasikan pelatihan lanjutan yang mencakup aspek legalitas produk, strategi branding, serta pemanfaatan pemasaran digital.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Kue Kering dan Strategi Pengemasan dianafitry, lily; Suni, Muhadjir; Suryani, Suryani; Mursidin, Mursidin; Wulanda, Nur Fika; Suci Rukmana , Suci Rukmana; Awaliah, Dinda Resky; Elisa , Elisa; Ibrahim, Fayza Devyana
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i2.596

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Kelurahan Tanjung Merdeka dalam bidang pengolahan makanan dan pengemasan produk kuliner, khususnya melalui pelatihan pembuatan Nastar cookies. Kelurahan Tanjung Merdeka merupakan wilayah yang tengah berkembang sebagai kawasan pembangunan, yang menyebabkan komunitas lokal menghadapi tantangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kemampuan adaptasi dan inovasi masyarakat melalui penguatan keterampilan kewirausahaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan hands-on practical dan partisipatif, dengan pendampingan langsung oleh instruktur sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memproduksi Nastar cookies berbobot 8 gram per potong dalam kemasan sederhana yang layak konsumsi dan memiliki potensi jual. Kegiatan ini juga menumbuhkan semangat wirausaha pada peserta. Untuk keberlanjutan program, direkomendasikan pelatihan lanjutan yang mencakup aspek legalitas produk, strategi branding, serta pemanfaatan pemasaran digital.
Strengthening Digital Literacy for Stakeholders in the Ujung Batu Coastal Area: Penguatan Literasi Digital Bagi Stakeholder di Kawasan Pantai Ujung Batu Rahayu, Mia; Suni, Muhadjir; Fajar, Andi Muhammad; Zuhud, Muhammad Akbar
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4317

Abstract

This community service program aimed to enhance the capacity of local communities in supporting digital-based tourism development. The program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach involving 15 stakeholders, including representatives from the tourism office, local beach management, and small business owners. Data were collected through multiple techniques: (a) observation to examine participants’ engagement and skills during training, (b) interviews to explore participants’ responses and reflections on the program’s benefits, and (c) documentation of the promotional content produced by participants. Data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of improvement in digital literacy skills. The findings revealed a high level of enthusiasm among participants throughout the sessions, which covered the introduction of digital promotion tools (Google Sites), understanding digital ethics, and practical training in creating promotional content using Canva and CapCut. The main challenge identified was participants’ limited creativity in developing engaging and authentic content. To address this, strategies such as local-based storytelling, the use of user-generated content, and consistent posting schedules were recommended. These strategies not only emphasize technical skills but also foster creative, sustainable, and culturally rooted mindsets. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam mendukung sektor pariwisata berbasis digital. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan 15 orang peserta dari kalangan stakeholder. Data diperoleh dari berbagai teknik, mencakup: (a) observasi untuk mengamati keterlibatan dan keterampilan peserta selama pelatihan, (b) wawancara untuk menggali respon dan refleksi peserta terhadap manfaat kegiatan, dan (c) dokumentasi hasil konten promosi yang dihasilkan peserta. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola peningkatan kemampuan literasi digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari peserta terhadap seluruh rangkaian kegiatan, meliputi pengenalan alat promosi digital (Google Sites), pemahaman etika digital, serta praktik pembuatan konten promosi menggunakan aplikasi Canva dan CapCut. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan kreativitas peserta dalam mengembangkan konten yang menarik dan autentik. Oleh karena itu. strategi berbasis storytelling lokal, pemanfaatan konten wisatawan, serta penerapan konsistensi unggahan disarankan sebagai solusi. Strategi ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga menumbuhkan pola pikir kreatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai budaya lokal.
Collaborative Governance in Creative Economy Development: Role and Influence of Stakeholders in Parepare City Suni, Muhadjir; Taufik, Muh; Isma, Andika
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.93208

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Parepare menghadapi tantangan dalam tata kelola kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi awal tata kelola kolaboratif, memetakan peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi tantangan dan kemajuan dalam sektor ekonomi kreatif di kota ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Data dikumpulkan dari 15 informan, termasuk pemerintah, pengusaha, komunitas, dan akademisi, selama periode dari 23 Juni hingga 5 Juli 2024. Lokasi penelitian meliputi berbagai titik di Kota Parepare yang terkait dengan ekonomi kreatif dan pariwisata. Studi ini menemukan bahwa meskipun pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui pelatihan dan bimbingan teknis, tantangan dalam koordinasi dan ketidakpastian kebijakan masih menghambat kemajuan. Pertumbuhan UMKM yang positif dan upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan menunjukkan potensi, namun sinergi yang lebih baik diperlukan untuk meningkatkan efektivitas strategi pengembangan. Untuk meningkatkan tata kelola kolaboratif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Kota Parepare perlu memperbaiki koordinasi antar pemangku kepentingan dan menyusun kebijakan yang lebih terarah. Kolaborasi yang harmonis dan dukungan berkelanjutan akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Parepare.
"Bosara": Preserving Sustainable Tourism Based on Local Wisdom (A Case Study of the Makassar Hospitality Industry) Winowatan, Wim J.; Suarta, I Putu; Sudarmi, Sudarmi; Abdi, Abdi; Suni, Muhadjir; Ridwan, Masri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan industri perhotelan dan mengeksplorasi peran Bosara dalam mencapai pariwisata berkelanjutan untuk industri perhotelan. Tren pariwisata saat ini adalah mengeksplorasi potensi lokal yang unik. Alam dan keanekaragaman diarahkan pada pengalaman budaya, seni, dan kuliner yang otentik. Bosara adalah tradisi pelayanan makanan khas Bugis-Makassar. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi untuk mendokumentasikan, merekam, memvisualisasikan, dan mengungkap makna Bosara. Temuan penelitian adalah 1) Perlunya pelayanan prima melalui keramahan kepada tamu, berorientasi pada pelanggan, dan hotel harus ramah lingkungan 2) Informan meyakini bahwa Bosara merupakan perwujudan dari pesan kebaikan dari leluhur Bugis-Makassar untuk menghargai tamu 3). Bosara memiliki bahan baku yang ramah lingkungan yaitu bambu dan rotan untuk mengimplementasikan hotel go-green. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui hidangan di hotel yang mengadopsi Bosara. Diperlukan inovasi bentuk dan desain, tanpa mengurangi makna, sehingga relevan dengan perkembangan dan kebutuhan estetika industri perhotelan.