Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Relasi Makna pada Frasa Nomina Bahasa Rusia dan Indonesia Karyaningsih, Tri Yulianty
Salingka Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.300

Abstract

Penelitian ini membahas relasi makna pada frasa nomina beratribut nomina dan adjektiva dalam bahasa Rusia dan Indonesia. Perbedaan tipologi dapat memunculkan perbedaan pada sistem gramatika kedua bahasa ini, begitu pula pada frasa nomina terkait relasi makna. Melalui analisis konstrastif, perbedaan yang dianggap dapat menjadi kendala dalam kegiatan bilingual ini ditelusuri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eklektik. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis kontrastif. Sumber data bahasa Rusia diambil dari karya sastra dan Korpus Nasional Bahasa Rusia, sementara data bahasa Indonesia diambil dari karya sastra dan data buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi makna pada frasa nomina kedua bahasa memiliki kesamaan, tetapi berbeda secara kategorial dan gramatikal. Perbedaan tersebut ada dalam hal kategori atributif dan kategori gramatikal yang dapat menyatakan relasi sintaktis serta relasi semantis dalam frasa bahasa Rusia. Sementara dalam frasa bahasa Indonesia, relasi antarunsur ditentukan melalui urutan kata yang bersifat ketat.
AFORISME SEPAKBOLA DALAM MEDIA MASSA RUSIA Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Gumilar, Trisna
Journal of Linguistic Phenomena Vol 3 No 1 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v3i1.52176

Abstract

Artikel ini membahas tentang aforisme sepakbola dalam media massa Rusia dalam konteks kajian semantik. Aforisme merupakan salah satu fenomena bahasa dalam bidang leksika yang penggunaannya di media massa berbahasa Rusia saat ini sudah menjadi bagian dari struktur berita itu sendiri. Aforisme bidang sepakbola sering muncul dalam portal berita digital Rusia yang fungsinya tidak hanya sebagai bagian dari struktur, akan tetapi juga berfungsi sebagai cara modifikasi pemaknaan terhadap suatu konten yang diberitakan. Penyampaian makna berita kepada pembaca disertai dengan nuansa ekspresif yang direalisasikan oleh aforisme. Penelitian ini menggunakatan metode deskriptif analisis yang lebih mengedepankan pencarian makna semantis (Pateda, 2016) yang juga didukung melalui pendekatan semantis (Shakirov, 2016). Penelitian ini menunjukkan bahwa aforisme mengandung makna ekspresif yang beragam, ekspresi tersebut mengacu pada topik yang dibicarakan. Secara umum, aforisme sepakbola mengandung pemikiran mendalam terhadap fenomena yang dibahas.
DIGITALISASI ‘AYAM PELUNG CIANJUR’ SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN PRODUK BUDAYA DI KELOMPOK TANI MAKMUR CIANJUR Khoeruman, Hilman Fauzia; Karyaningsih, Tri Yulianty; Abdul Malik, Muhammad Zulfi
Midang Vol 2 No 1 (2024): Midang, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52935

Abstract

Ayam pelung telah dijadikan sebagai simbol Kabupaten Cianjur sejak tahun 2016. Hal itu merupakan salah satu upaya pelestarian dan pemertahanan identitas kultural Kabupaten Cianjur. Upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkenalkan dan menjual ayam pelung sebagai komoditas ternak maupun kultural tidak berbanding lurus dengan peningkatan pasar, penjualan, dan peminat ayam pelung. Pasar dan penjualan ayam pelung dewasa ini semakin menurun, hal itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah proses jual beli ayam pelung masih menggunakan cara konvensial. Selain itu peminat ayam pelung sebagai ayam seni suara terbatas hanya komunitas tertentu. Pemanfaat pemasaran digital pada era industri 4.0 akan sangat membantu bidang peternakan tersebut, di antaranya dari segi pasar, penjualan, dan informasi yang komprehensif tentang ayam pelung. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah perlu ada laman digital berbasis website dengan konten atraktif dan edukatif. Metode penyuluhan dan praktik langsung diterapkan kepada kelompok Tani Makmur di Kabupaten Cianjur sebagai rangkaian pelatihan dan peningkatan kompetensi digital yang menunjang pemasaran dan pelestarian ayam pelung sebagai produk budaya. Hasil dari program pengabdian ini berupa adanya website yang representatif dengan sehingga mampu menjangkau target audience secara global dan mendatangkan calon pembeli secara langsung melalui pesan jaringan pribadi.
POJOK BACA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI CITENGAH DI ERA DIGITAL Dewi, Anggraeni Purnama; Hodijah, Ooh; Delisma, Onny; Karyaningsih, Tri Yulianty
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58425

Abstract

Kecanggihan teknologi yang semakin pesat tentu saja sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dengan adanya teknologi, tentu diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan produktif. Namun semua itu tidak lepas dari sikap bijak setiap pengguna hasil teknologi. Salah satu hasil kecanggihan teknologi tersebut adalah gadget. Gadget saat ini sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Hampir setiap waktu manusia bersentuhan dengan yang namanya gadget, tidak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini sangat berdampak terhadap pola belajar dan komunikasi dari anak tersebut. Dengan ketergantungan terhadap gadget, dapat dilihat betapa banyak anak usia sekolah dasar yang menjadi sangat fokus terhadap gadget dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka tidak lagi mengenal pola bermain dan komunikasi yang seharusnya. Tidak jarang orang tua dan guru bersikap keras terhadap anak untuk menghentikannya dari bermain gadget. Untuk mengatasi hal tersebut, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mendirikan pojok baca di setiap kelas. Dengan adanya pojok baca yang menyediakan beragam buku, dari mulai buku pelajaran hingga buku cerita bergambar, hal ini merupakan upaya yang diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai upaya mengajak siswa untuk kembali mengenal buku – buku bacaan sebagai pengembangan budaya literasi.
REVITALISASI BUDAYA BEAS PERELEK SEBAGAI MODAL SOSIAL DAN INSTRUMEN EKONOMI KOMUNITAS: STUDI KASUS DI DESA TANJUNGWANGI, KECAMATAN TANJUNGMEDAR, KABUPATEN SUMEDANG Karyaningsih, Tri Yulianty; Gumilar, Trisna; Khoeruman, Hilman F
Midang Vol 3 No 2 (2025): Midang, Juni 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i2.63843

Abstract

The “beas perelek” is an exemplar of local wisdom, a term used to denote the collective knowledge and practices of a particular community. It is a cultural heritage of the Sundanese people, and is characterised by the values of solidarity and social resilience. The objective of this study is to examine the revitalisation of the “beas perelek” culture in Desa Tanjungwangi, Sumedang as a form of strengthening social capital and community economic innovation. A qualitative approach was employed, with data being collected through observation, interviews, and documentation of residents. The results of the study demonstrate that, since 2008, “beas perelek” has undergone a series of reforms in the following areas: institutional, management, and socio-economic function. This tradition is now understood to function not only as a food security system, but also as a vehicle for women's empowerment and for community-based savings and loan activities. The revitalisation of “beas perelek” in Tanjungwangi serves as a tangible illustration of the integration of traditional values and social innovation in the context of village development.